7 Cara Mengusir Anakan Ular yang Masuk ke Area Kandang Ayam dan Ternak, Ampuh

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta Anakan ular yang masuk ke area kandang ayam atau ternak bisa menjadi masalah serius bagi peternak. Meski ukurannya kecil, anakan ular sering berada di sekitar sumber makanan dan tempat lembap yang membuatnya betah tinggal. Jika dibiarkan, keberadaan mereka bisa menimbulkan stres pada hewan ternak dan meningkatkan risiko serangan.

Lingkungan kandang yang kotor, penuh tumpukan barang, atau terdapat celah-celah kecil sangat rentan menjadi tempat persembunyian anakan ular. Beberapa peternak mungkin tidak menyadari bahwa area kandang menjadi lokasi favorit ular kecil mencari telur, pakan tumpah, maupun tikus yang juga sering berkeliaran. Hal ini menjadikan pencegahan sebagai kunci utama.

Mengusir anakan ular sebenarnya tidak selalu membutuhkan cara ekstrem. Ada sejumlah metode aman yang bisa diterapkan tanpa membahayakan ayam maupun ternak lain. Mulai dari penataan ulang kandang, penggunaan bahan pengusir alami, hingga perbaikan struktur kandang yang lebih rapat.

Dengan memahami penyebab masuknya ular kecil dan menerapkan langkah-langkah tepat, peternak dapat menjaga lingkungan kandang tetap aman. Selain itu, tindakan preventif juga membantu mengurangi risiko ular besar datang karena tidak menemukan sumber makanan yang menarik di area tersebut.

Menjaga Kebersihan Kandang dan Mengendalikan Hama Tikus

Langkah pertama yang krusial dalam mengusir anakan ular adalah memastikan kebersihan kandang ayam secara menyeluruh. Sisa pakan yang tercecer, telur pecah, atau bahkan bangkai tikus dapat menjadi daya tarik utama bagi ular untuk mendekat. Menjaga kebersihan ini secara rutin akan mengurangi sumber makanan yang menarik reptil tersebut.

Selain itu, pengendalian hama tikus merupakan strategi yang sangat efektif. Tikus adalah makanan alami bagi banyak jenis ular, dan keberadaan mereka di kandang secara otomatis akan mengundang ular liar dari luar. Dengan meminimalkan populasi tikus, Anda secara tidak langsung mengurangi daya tarik kandang bagi ular.

Pastikan area penyimpanan makanan tertutup rapat dan tidak ada sisa makanan yang menarik hama pengerat. Lingkungan kandang yang bersih dan bebas tikus akan membuat area tersebut kurang menarik sebagai tempat berburu bagi ular.

Ular memiliki kemampuan luar biasa untuk menyusup melalui celah yang sangat kecil, bahkan seukuran koin. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin kondisi kandang dan penutupan setiap celah atau lubang menjadi sangat penting. Perhatikan dinding, lantai, dan atap kandang yang mungkin memiliki kerusakan.

Gunakan bahan yang kuat dan rapat seperti kawat kasa dengan lubang kecil, misalnya kawat ayam atau kawat nyamuk yang tebal. Papan kayu yang rapat juga bisa dimanfaatkan untuk menutup celah-celah tersebut secara efektif. Pastikan tidak ada ruang sekecil apa pun yang dapat dimanfaatkan ular untuk masuk.

Penutupan celah ini tidak hanya mencegah ular, tetapi juga melindungi ternak dari predator lain dan menjaga stabilitas suhu di dalam kandang. Tindakan pencegahan fisik ini merupakan benteng pertama yang kokoh.

Memasang Pagar Pengaman Anti Ular

Pemasangan pagar pengaman di sekeliling kandang dapat menjadi penghalang fisik yang sangat efektif. Pagar kawat kasa dengan lubang kecil harus dipasang dengan tinggi yang cukup dan ditanam beberapa sentimeter ke dalam tanah. Hal ini bertujuan untuk mencegah ular menggali di bawahnya dan menyusup masuk.

Untuk kandang unggas, penambahan jaring di bagian atas juga sangat dianjurkan. Jaring ini berfungsi ganda, mencegah ular memanjat atau jatuh dari ketinggian, sekaligus melindungi unggas dari predator udara. Pastikan pagar dan jaring terpasang rapat tanpa celah.

Pagar yang kokoh dan terawat secara berkala akan memberikan perlindungan maksimal bagi hewan ternak Anda. Ini adalah investasi penting untuk keamanan jangka panjang.

Membersihkan Lingkungan Sekitar Kandang

Lingkungan sekitar kandang yang tidak terawat dapat menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Tumpukan kayu, batu, puing-puing, semak belukar, atau rumput tinggi adalah area favorit ular untuk bersembunyi dan beristirahat. Membersihkan area ini secara rutin sangat penting.

Jagalah ketinggian rumput agar tidak terlalu tinggi, karena rumput rimbun dapat menjadi lokasi strategis bagi ular untuk bersembunyi sebelum masuk ke kandang. Lingkungan yang bersih dan terbuka membuat ular merasa tidak aman dan cenderung menjauh dari area tersebut.

Menyingkirkan tempat persembunyian ini secara signifikan mengurangi daya tarik area kandang bagi ular. Ini juga membantu mengidentifikasi potensi masalah lain seperti hama atau kerusakan struktur.

Menanam Tanaman Pengusir Ular

Ular dikenal tidak menyukai aroma menyengat yang kuat, yang dapat mengganggu indra penciuman mereka. Memanfaatkan tanaman pengusir ular di sekitar kandang adalah cara alami dan aman untuk mencegah kedatangan reptil ini. Serai wangi, dengan kandungan minyak atsiri seperti sitronelal dan geraniol, sangat efektif mengusir ular.

Tanaman lain seperti kemangi juga termasuk pengusir ular karena aromanya yang kuat dapat membingungkan hewan melata tersebut. Apsintus dan Tulbaghia violacea, yang menyerupai kenikir atau bawang putih hias, juga dipercaya mampu meminimalkan kehadiran ular di area kandang.

Beberapa tanaman tambahan yang bisa ditanam adalah marigold, lidah mertua (snake plant), bawang putih, lavender, dan mint. Penanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai pengusir ular, tetapi juga dapat mempercantik lingkungan kandang.

Menggunakan Bahan Alami Berbau Menyengat

Selain tanaman, beberapa bahan alami dengan bau menyengat juga sangat efektif dalam mengusir ular. Ular tidak menyukai bau belerang, sehingga menaburkan serbuk belerang di sekeliling kandang dapat menjadi metode pencegahan yang ampuh. Pastikan penaburan dilakukan secara merata di area yang rawan.

Aroma bawang putih, kayu manis, dan minyak cengkeh juga sangat tidak disukai ular. Anda bisa menyemprotkan jus bawang putih atau campuran minyak kayu manis dan cengkeh di area sekitar kandang. Cabai bubuk yang ditaburkan juga bisa menjadi alternatif pengusir ular yang aman.

Metode ini memanfaatkan indra penciuman ular yang tajam untuk menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi mereka, mendorong mereka untuk menjauh tanpa membahayakan ternak atau lingkungan.

Menghilangkan Sumber Air dan Kelembaban Berlebih

Ular menyukai tempat yang lembab dan genangan air dapat menjadi daya tarik bagi mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan area sekitar kandang bebas dari genangan air dan kondisi yang terlalu lembab. Tangki atau wadah air yang terpisah bisa menjadi penyebab ular masuk jika tidak dikelola dengan baik.

Pastikan untuk membersihkan genangan air secara rutin, terutama di dekat pagar dan area bawah lainnya. Ular tidak kebal terhadap hujan lebat, namun genangan air setelah hujan bisa menjadi tempat yang menarik bagi mereka untuk bersarang atau mencari mangsa.

Lingkungan yang kering dan terawat akan membuat area kandang kurang menarik bagi ular. Perhatikan juga saluran air agar tidak tersumbat dan menyebabkan genangan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Mengapa ular sering masuk kandang ayam?

Ular tertarik pada kandang ayam karena mencari sumber makanan seperti tikus, telur, dan anak ayam, serta tempat berlindung yang aman.

Bagaimana cara mengusir ular dari kandang ayam secara aman?

Cara aman meliputi menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, menutup semua celah, memasang pagar kawat kasa, mengendalikan hama tikus, dan menyediakan penerangan yang cukup.

Apakah semua ular yang masuk kandang ayam berbahaya?

Tidak semua ular berbisa, namun beberapa jenis seperti kobra dan weling sangat berbahaya. Penting untuk selalu berhati-hati dan tidak mendekati ular tanpa keahlian.

Apa peran tikus dalam menarik ular ke kandang ayam?

Tikus adalah mangsa utama bagi banyak jenis ular. Keberadaan tikus di kandang ayam karena sisa pakan akan menarik ular untuk datang mencari makanan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |