Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan seputar cara mengenali ular berbisa dari warna seringkali muncul di benak masyarakat. Banyak orang merasa bingung membedakan antara ular berbisa dan yang tidak, terutama saat berhadapan langsung dengan reptil ini. Padahal, pemahaman yang tepat sangat krusial untuk menjaga keselamatan diri dan orang di sekitar.
Mengandalkan warna sebagai satu-satunya patokan identifikasi bisa sangat menyesatkan dan berbahaya. Meskipun warna memang dapat menjadi petunjuk awal yang menarik perhatian, namun ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Artikel ini akan mengupas tuntas peran warna dan pola sebagai tanda peringatan, dilengkapi dengan ciri pendukung lainnya.
Memahami cara mengenali ular berbisa dari warna dan karakteristik fisik lainnya sangat penting. Pengetahuan ini akan membantu Anda tetap aman dan mengambil tindakan yang tepat jika sewaktu-waktu bertemu dengan ular. Jangan sampai keliru dalam mengidentifikasi jenis ular yang Anda temui. Jadi simak cara selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (25/11/2025).
Warna Cerah dan Mencolok sebagai 'Alarm Bahaya'
Banyak ular berbisa menggunakan warna cerah dan kontras sebagai mekanisme pertahanan diri. Fenomena ini dikenal sebagai aposematisme, di mana kombinasi warna mencolok seperti merah, kuning, oranye, dan hitam berfungsi sebagai peringatan bagi pemangsa potensial.
- Ular karang yang memiliki pola cincin merah, hitam, dan kuning atau putih yang sangat khas.
- Ular welang dan weling juga dikenal dengan corak hitam-putih atau hitam-kuning yang mencolok. Warna-warna ini secara visual mengindikasikan bahaya yang harus dihindari.
- Ular cabai, memiliki garis merah pada tubuhnya.
- Ular kobra juga bisa memiliki warna hitam legam yang mencolok, yang membedakannya dari spesies lain.
Jika Anda melihat ular dengan kombinasi warna terang yang kontras, sebaiknya anggaplah itu sebagai tanda bahaya dan jangan mendekat.
Pola Merah Kuning, Sajak yang Menyesatkan
Di beberapa wilayah, terutama Amerika Serikat, ada sajak populer untuk mengenali ular berbisa dari warna, yaitu "Red touches yellow, kill a fellow; red touches black, friend of Jack". Sajak ini merujuk pada pola cincin warna pada tubuh ular karang berbisa dan ular raja yang tidak berbisa.
Namun, penting untuk ditekankan bahwa sajak ini hanya berlaku di wilayah tertentu dan memiliki banyak pengecualian. Oleh karena itu, mengandalkan sajak ini di Indonesia dapat sangat berbahaya dan tidak direkomendasikan.
Meskipun sajak tersebut tidak universal, poin utamanya adalah pola cincin warna yang kontras tetap patut dicurigai. Ini menunjukkan bahwa cara mengenali ular berbisa dari warna melalui pola cincin cerah perlu diwaspadai, namun harus selalu dikombinasikan dengan pengetahuan lokal dan ciri lainnya.
Warna Hijau Terang dengan Corak Tambahan
Ular hijau berbisa, seperti dari marga Trimeresurus (contohnya ular hijau ekor merah), seringkali menunjukkan warna hijau terang atau neon yang mencolok. Warna ini kerap disertai dengan gradasi, garis, bintik, atau belang berwarna merah, putih, atau kuning yang kontras.
Ular hijau berbisa memiliki warna hijau terang dengan gradasi mencolok dan mungkin disertai garis atau belang merah, kuning, atau putih. Sementara itu, ular hijau tidak berbisa cenderung memiliki warna hijau daun yang polos atau kekuningan tanpa corak mencolok.
Kendati demikian, beberapa ular hijau tidak berbisa juga bisa memiliki warna cerah. Oleh karena itu, cara mengenali ular berbisa dari warna hijau ini perlu dikombinasikan dengan pengamatan ciri fisik lain. Fokus pada keberadaan corak tambahan yang mencolok pada warna hijau terang.
Warna Gelap dan Kalem Bukan Berarti Aman
Anggapan bahwa semua ular berbisa harus berwarna cerah adalah keliru. Beberapa jenis ular berbisa justru memiliki warna gelap, hitam legam, atau cokelat kusam. Warna-warna ini seringkali berfungsi sebagai kamuflase yang efektif di lingkungan sekitar mereka.
- Kobra Jawa (Naja sputatrix) dapat berwarna hitam legam atau kecoklatan, menyatu dengan tanah.
- Beberapa ular viper juga memiliki warna yang menyamar dengan lingkungan, seperti ular tanah (Calloselasma rhodostoma) yang berwarna cokelat kemerahan dengan pola segitiga gelap.
- Beberapa ular berbisa, seperti kobra, bisa memiliki warna hitam legam atau kalem.
Ini berarti warna cerah tidak selalu menjadi patokan utama. Oleh karena itu, cara mengenali ular berbisa dari warna tidak bisa hanya terpaku pada warna mencolok; warna kalem atau gelap pun bisa berbahaya.
Pola Kamuflase yang Justru Menipu
Banyak ular berbisa, terutama dari famili Viperidae, memiliki pola tubuh yang berfungsi sebagai kamuflase alami. Pola seperti diamond, zig-zag, atau bintik-bintik membantu mereka menyatu sempurna dengan daun kering, tanah, atau bebatuan, sehingga sulit terlihat oleh mangsa maupun predator.
Ular-ular ini cenderung tidak banyak bergerak dan warnanya menyerupai lingkungan sekitar. Contohnya adalah ular bandotan puspo dan viper tanah yang warnanya menyatu dengan alam. Pola kamuflase ini seringkali menipu penglihatan manusia.
Warna yang "biasa saja" dan menyatu dengan alam justru bisa jadi milik ular berbisa yang handal dalam menyamar. Kasus gigitan sering terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat terhadap ular-ular berkamuflase ini. Oleh karena itu, cara mengenali ular berbisa dari warna juga harus mempertimbangkan pola yang menyamarkan.
Kombinasi dengan Ciri Fisik Lain, Kepala Segitiga
Selain warna, bentuk kepala adalah ciri fisik penting yang bisa membantu identifikasi dari jarak aman. Banyak ular berbisa, khususnya viper, memiliki kepala berbentuk segitiga atau lebih lebar dari lehernya. Bentuk ini disebabkan oleh keberadaan kelenjar racun yang menonjol di bagian belakang kepala.
Ular berbisa umumnya memiliki bentuk kepala seperti segitiga, sementara ular tidak berbisa memiliki kepala yang lebih bulat. Namun, perlu diingat bahwa beberapa ular tidak berbisa dapat memipihkan kepala mereka agar terlihat segitiga saat terancam, sebagai mekanisme pertahanan diri.
Selain itu, beberapa ular berbisa seperti kobra, justru memiliki kepala berbentuk bulat atau oval. Ini menunjukkan bahwa cara mengenali ular berbisa dari warna dan bentuk kepala segitiga tidak selalu menjadi patokan mutlak dan harus dianalisis secara hati-hati.
Warna sebagai Bagian dari Perilaku Pertahanan Diri
Perilaku ular juga dapat memberikan petunjuk penting, terutama jika melibatkan tampilan warna atau pola tubuhnya. Kobra, misalnya, dikenal akan mengembangkan lehernya (hood) saat merasa terancam. Pengembangan leher ini seringkali memperlihatkan pola warna khas, seperti "kacamata" pada beberapa jenis kobra.
Perilaku ular kobra saat terancam adalah menaikkan tubuhnya dan mengembangkan rusuknya, bahkan dapat menyemburkan bisanya. Perilaku ini secara visual menonjolkan area tubuh yang memiliki pola atau warna tertentu, yang berfungsi sebagai peringatan.
Oleh karena itu, cara mengenali ular berbisa dari warna tidak hanya sebatas melihat warna statis. Kombinasikan pengamatan warna dengan perilaku spesifik yang ditunjukkan oleh ular. Perilaku defensif yang menonjolkan warna atau pola tertentu adalah indikator kuat bahwa ular tersebut mungkin berbisa dan berbahaya.
Secara keseluruhan, cara mengenali ular berbisa dari warna adalah alat bantu yang berguna, tetapi bukan metode yang pasti. Selalu gabungkan pengamatan warna dengan ciri-ciri fisik lain seperti bentuk kepala, pupil, dan perilaku. Penting untuk menghormati keberadaan ular, menjaga jarak aman, dan tidak membunuhnya tanpa alasan yang jelas, karena ular memainkan peran penting dalam ekosistem.
FAQ
Q: Apakah cara mengenali ular berbisa dari warna saja sudah cukup?
A: Tidak cukup. Banyak ular tidak berbisa yang meniru pola warna ular berbisa. Selalu gabungkan dengan ciri lain seperti bentuk kepala, pupil mata, dan perilaku.
Q: Ular yang saya lihat warnanya kusam dan tidak mencolok, apakah itu berarti aman?
A: Tidak selalu. Beberapa ular berbisa, seperti kobra dan beberapa jenis viper, bisa berwarna gelap atau kalem, sering digunakan untuk kamuflase.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika melihat ular dan tidak yakin apakah berbisa?
A: Jangan mendekat, jangan ganggu, dan jangan coba menangkap sendiri. Amati dari jarak aman, lalu hubungi pemadam kebakaran atau ahli penangkap ular profesional.
Q: Pertolongan pertama apa yang benar jika digigit ular?
A: Imobilisasi atau minimalkan gerakan pada area yang tergigit. Jangan mengisap bisa atau mengikat terlalu kencang. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)