:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257569/original/073529200_1781248124-tertutup2.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Area jemur tertutup sering menjadi solusi praktis bagi banyak rumah modern, terutama di daerah dengan cuaca tidak menentu atau ruang terbatas. Namun, masalah yang sering muncul adalah bau apek yang berasal dari area jemuran itu sendiri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, kelembapan tinggi, serta penumpukan uap air yang tidak keluar dengan baik. Akibatnya, ruang jemur menjadi lembap, pengap, dan memunculkan aroma tidak sedap yang menetap.
Bau apek pada area jemur tertutup bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat mempengaruhi proses pengeringan pakaian. Ruangan yang terlalu lembap membuat pakaian lebih lama kering dan berisiko menimbulkan bau tidak sedap jika dibiarkan terlalu lama. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengatasi bau apek langsung dari sumbernya, yaitu pada ruang jemur, bukan hanya pada pakaian yang dijemur.
Untuk menjaga area jemur tetap segar, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, diperlukan beberapa langkah perbaikan sederhana namun efektif. Berikut ini Liputan6.com ulas 7 cara mengatasi bau apek pada area jemur tertutup agar ruangan tetap kering dan bebas bau tidak sedap, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (23/6).
1. Meningkatkan Sirkulasi Udara dengan Ventilasi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322535/original/085105000_1782191483-1.jpeg)
Perbesar
Salah satu penyebab utama bau apek di area jemur tertutup adalah kurangnya aliran udara. Udara yang terjebak di dalam ruangan akan membuat kelembapan meningkat dan memicu bau tidak sedap.
Solusi pertama yang bisa dilakukan adalah menambah atau memperbaiki ventilasi. Pastikan area jemur memiliki jalur keluar masuk udara, baik melalui jendela, lubang angin, atau exhaust fan. Jika memungkinkan, buat ventilasi silang agar udara segar dari luar bisa masuk dan udara lembap keluar dengan lebih cepat.
Selain itu, membuka pintu area jemur secara berkala juga dapat membantu mempercepat pertukaran udara, terutama setelah proses menjemur selesai.
2. Menggunakan Exhaust Fan atau Kipas Angin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322536/original/017286200_1782191484-2.jpeg)
Perbesar
Jika ventilasi alami tidak cukup, penggunaan exhaust fan sangat disarankan. Alat ini berfungsi menghisap udara lembap dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar, sehingga ruangan tetap kering.
Alternatif lain adalah menggunakan kipas angin biasa untuk membantu menggerakkan udara di dalam ruangan. Arahkan kipas ke area yang paling lembap agar proses penguapan air lebih cepat.
Penggunaan alat ini sangat efektif terutama di rumah dengan area jemur tertutup tanpa jendela besar atau sirkulasi alami yang baik.
3. Mengurangi Tingkat Kelembapan dengan Dehumidifier
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322537/original/042499400_1782191484-3.jpeg)
Perbesar
Kelembapan tinggi adalah penyebab utama munculnya bau apek di ruang jemur. Untuk mengatasinya, penggunaan dehumidifier bisa menjadi solusi modern yang efektif.
Dehumidifier bekerja dengan cara menyerap kelembapan udara sehingga ruangan menjadi lebih kering dan nyaman. Alat ini sangat membantu terutama pada musim hujan atau di daerah dengan kelembapan tinggi.
Jika tidak memiliki dehumidifier, alternatif sederhana seperti menaruh arang aktif atau silica gel dalam jumlah besar juga bisa membantu menyerap kelembapan di ruangan.
4. Menjaga Kebersihan Lantai dan Dinding Area Jemur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322538/original/071157200_1782191484-4.jpeg)
Perbesar
Bau apek tidak hanya berasal dari udara lembap, tetapi juga bisa berasal dari permukaan ruangan seperti lantai dan dinding yang kotor atau berjamur.
Lantai yang sering terkena tetesan air dari pakaian basah harus rutin dibersihkan dan dikeringkan. Gunakan cairan pembersih anti jamur untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Dinding juga perlu diperhatikan, terutama jika mulai terlihat noda lembap atau jamur. Jika dibiarkan, jamur dapat berkembang dan memperparah bau apek di ruangan.
5. Mengatur Jarak dan Penataan Jemuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322539/original/097793100_1782191484-5.jpeg)
Perbesar
Penataan jemuran yang terlalu rapat dapat menghambat aliran udara di dalam ruangan. Akibatnya, udara lembap terperangkap di antara pakaian dan area jemur menjadi semakin pengap.
Pastikan setiap pakaian memiliki jarak yang cukup agar udara bisa mengalir dengan bebas. Hindari menumpuk jemuran di satu titik karena dapat memperlambat proses pengeringan dan meningkatkan kelembapan ruangan.
Selain itu, atur posisi jemuran agar tidak menghalangi ventilasi atau aliran udara dari kipas dan exhaust fan.
6. Menggunakan Pengharum dan Penyerap Bau Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322541/original/026397400_1782191485-6.jpeg)
Perbesar
Untuk menjaga kesegaran area jemur, penggunaan bahan alami seperti arang aktif, baking soda, atau kopi bubuk bisa menjadi pilihan efektif. Bahan-bahan ini mampu menyerap bau tidak sedap di udara.
Letakkan wadah berisi arang atau baking soda di beberapa sudut ruangan untuk membantu menetralisir bau apek. Namun perlu diingat, ini bukan solusi utama, melainkan pendukung dari perbaikan sirkulasi udara.
Pengharum ruangan juga bisa digunakan, tetapi sebaiknya pilih yang tidak terlalu menyengat agar tidak bercampur dengan bau lembap dan justru memperburuk aroma ruangan.
7. Memastikan Area Jemur Tidak Terlalu Lembap Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322542/original/051061200_1782191485-7.jpeg)
Perbesar
Setelah proses menjemur selesai, banyak orang membiarkan area jemur tetap tertutup tanpa pengeringan tambahan. Padahal, sisa kelembapan dari pakaian dan udara bisa tertinggal di ruangan.
Biasakan untuk mengeringkan kembali area jemur setelah digunakan. Buka ventilasi, nyalakan kipas atau exhaust fan selama beberapa saat, dan pastikan tidak ada genangan air di lantai.
Jika memungkinkan, lakukan “reset udara” dengan membuka seluruh ventilasi selama 15–30 menit agar udara lembap benar-benar keluar dari ruangan.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Bau Apek pada Area Jemur Tertutup
1. Apa penyebab utama bau apek di area jemur tertutup? Penyebab utamanya adalah kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk, sehingga udara lembap terperangkap di dalam ruangan jemur.
2. Apakah bau apek berasal dari pakaian? Tidak selalu. Dalam kasus ini, bau apek lebih sering berasal dari area jemur itu sendiri yang lembap, bukan dari pakaian yang dijemur.
3. Apakah exhaust fan efektif menghilangkan bau apek? Ya, exhaust fan sangat efektif karena membantu mengeluarkan udara lembap dan menggantinya dengan udara yang lebih segar.
4. Bagaimana cara alami mengurangi bau apek di ruang jemur? Bisa menggunakan arang aktif, baking soda, atau kopi bubuk untuk menyerap bau dan menjaga udara tetap segar.
5. Apakah membuka ventilasi saja sudah cukup? Membuka ventilasi sangat membantu, tetapi akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan kipas, exhaust fan, atau pengontrol kelembapan seperti dehumidifier.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8340011/original/094109600_1782211900-37fa0076-426d-46f2-8553-be455c43cea2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8338260/original/016823100_1782210008-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8337281/original/046540500_1782208784-hl4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336948/original/034306300_1782207862-6383143947717163819.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336174/original/083285700_1782206991-hl_dapur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814268/original/065287400_1780631863-16748699804316069778.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8334278/original/009412100_1782204744-c2b2a2f3-fbfc-4f66-91bd-8237ce97889b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8332427/original/000757000_1782202644-312184c3-d90c-4913-bdef-e0ec742c1f8b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8332495/original/074137400_1782202700-17989411765790520722.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8331358/original/056747700_1782201481-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8327402/original/085642000_1782197032-dc30dad9-02b5-4742-aa88-a8c779a6d2ef.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8325332/original/087273500_1782194790-f74e2952-166a-4b75-9eba-b3b9b6b4298d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264373/original/052303700_1782108905-6342f6fd-d4dd-4bee-904b-316eebee200b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8324992/original/077464500_1782194449-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7666367/original/097563400_1780460318-Desain_Dapur_Kecil_Minimalis_dengan_Kombinasi_Roster_dan_Tanaman_Model_Roster_sebagai_Pembatas_Area.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8320530/original/089161700_1782189096-HL_usaha_irt.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8327208/original/078954100_1782196795-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377503/original/072288400_1760098669-ide_taman_rumah_dengan_kolam_ikan_u__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8329755/original/064013700_1782199598-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8329177/original/069012500_1782199059-03e2b2a6-2368-4e22-947a-0f435aa7bbde.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514811/original/095715400_1772108340-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)