Liputan6.com, Jakarta - Urban farming telah menjadi solusi menarik bagi masyarakat perkotaan dengan lahan terbatas, memanfaatkan wadah bekas seperti thinwall adalah pilihan yang hemat serta berkelanjutan. Metode ini memungkinkan siapa saja untuk menanam cabai segar di rumah tanpa perlu investasi besar untuk pot atau wadah khusus. Namun, salah satu tantangan utama dalam budidaya cabai di thinwall adalah risiko busuk akar yang dapat menyebabkan tanaman layu dan gagal panen.
Penyakit busuk akar pada tanaman cabai umumnya disebabkan oleh patogen tular tanah, seperti jamur Phytophthora capsici, yang menyebar melalui air, terutama saat musim hujan lebat atau penyiraman berlebihan. Gejala paling jelas adalah tanaman layu meskipun tanahnya lembab, dengan akar yang berubah warna menjadi cokelat atau menghitam dan mudah hancur.
Artikel ini akan memandu Anda melalui 7 langkah berurutan dan praktis tentang cara menanam cabai di thinwall agar akar tidak cepat busuk, memastikan tanaman Anda tumbuh sehat, produktif, dan tahan penyakit. Dengan menerapkan teknik yang tepat, Anda bisa mengatasi masalah umum ini dan menikmati panen cabai yang melimpah dari kebun urban Anda. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).
Siapkan dan Modifikasi Thinwall Bekas dengan Benar
Langkah pertama yang krusial untuk mencegah busuk akar adalah memastikan drainase yang memadai pada wadah thinwall Anda. Pilihlah thinwall bekas kemasan makanan yang masih dalam kondisi baik dan bersih, lalu cuci secara menyeluruh menggunakan sabun dan air untuk menghilangkan sisa bahan kimia berbahaya.
Thinwall yang ideal adalah yang terbuat dari plastik food grade (kode daur ulang 1, 2, atau 5) dengan volume minimal 2-3 liter per tanaman agar akar memiliki ruang tumbuh optimal. Sistem drainase yang baik sangat krusial untuk mencegah busuk akar, sehingga buatlah empat hingga delapan lubang berdiameter sekitar 1 cm di bagian dasar wadah.
Untuk memastikan aliran air lebih lancar dan mencegah lubang drainase tersumbat, gunakan tatakan berlubang atau angkat sedikit wadah dari permukaan tanah. Hindari meletakkan wadah langsung di tanah.
Racik Media Tanam Porous dan Subur
Media tanam yang tepat adalah kunci untuk sirkulasi udara yang baik di sekitar akar dan mencegah genangan air. Media harus gembur, tidak padat, dan mampu mengalirkan air berlebih dengan cepat.
Anda bisa menggunakan campuran tanah gembur, kompos atau pupuk organik, dan sekam padi dengan perbandingan volume 1:1:1. Beberapa sumber juga menyarankan perbandingan tanah, kompos, dan arang sekam 2:1:1 untuk struktur yang lebih porous.
Bahan seperti sekam bakar, cocopeat, atau perlit sangat efektif dalam meningkatkan porositas media, mencegah penggumpalan, dan memastikan sirkulasi udara yang baik bagi akar. Penggunaan campuran media tanam yang tepat ini akan sangat membantu cara menanam cabai di thinwall agar akar tidak cepat busuk.
Perkuat Pertahanan Akar Sejak Dini dengan Mikoriza
Mikoriza adalah fungi menguntungkan yang bersimbiosis dengan akar tanaman, memberikan perlindungan dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Fungi ini membantu memperluas jangkauan penyerapan air dan nutrisi dari tanah, terutama fosfat, serta meningkatkan ketahanan akar terhadap patogen penyebab busuk.
Mikoriza dapat diaplikasikan ke tanaman dengan berbagai cara, salah satu metode yang paling umum adalah dengan menggunakan inokulan mikoriza yang dicampurkan ke dalam tanah atau media tanam. Untuk hasil yang optimal, penting untuk mengaplikasikan mikoriza pada saat penanaman atau transplantasi.
Anda dapat mencampurkan bubuk inokulan mikoriza ke dalam media tanam atau mencelupkan akar bibit cabai sebelum pindah tanam. Mikoriza juga dapat melindungi akar tanaman dari infeksi patogen tanah.
Teknik Penanaman Bibit yang Tepat
Penanaman bibit yang benar dapat mengurangi stres pada tanaman dan meminimalkan risiko infeksi. Pindahkan bibit cabai pada sore hari untuk mengurangi penguapan dan stres.
Buat lubang di media tanam, masukkan bibit dengan hati-hati, lalu padatkan tanah di sekeliling batang secara lembut hingga bibit kokoh. Untuk thinwall ukuran sedang, disarankan menanam satu bibit per wadah agar tanaman tidak berebut nutrisi dan memiliki ruang tumbuh yang optimal.
Pemindahan ini harus dilakukan secara hati-hati agar akar tidak putus dan bibit tidak stres. Teknik penanaman yang tepat merupakan bagian penting dari cara menanam cabai di thinwall agar akar tidak cepat busuk.
Terapkan Aturan Penyiraman 'Smart Watering'
Penyiraman adalah faktor paling kritis dalam mencegah busuk akar. Prinsipnya adalah menyiram berdasarkan kebutuhan, bukan jadwal. Selalu periksa kelembaban tanah dengan metode “finger test”; siram hanya jika 2-3 cm bagian atas media terasa kering saat disentuh.
Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi hari agar air terserap sempurna dan daun mengering sebelum malam tiba. Siram secara perlahan di bagian pangkal batang hingga air mulai keluar dari lubang drainase, lalu hentikan.
Hindari membiarkan wadah tergenang dalam tatakan air untuk waktu yang lama, idealnya tidak lebih dari 30 menit. Penyiraman yang tidak tepat dapat menyebabkan busuk akar pada tanaman cabai.
Pastikan Lokasi dengan Sinar Matahari & Sirkulasi Udara Optimal
Lingkungan yang tepat membantu penguapan air berlebih dan menjaga kesehatan tanaman secara keseluruhan. Tempatkan tanaman cabai di lokasi yang mendapat minimal 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari, karena panas matahari membantu media mengering secara alami.
Selain itu, pastikan ada sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman dan wadah. Hindari menempatkan tanaman terlalu rapat, karena udara yang bergerak membantu mengurangi kelembaban berlebih pada daun dan media tanam, yang dapat mencegah perkembangan penyakit.
Sirkulasi udara yang baik juga penting untuk menjaga tanaman tetap kering dan mencegah infeksi penyakit. Pemilihan lokasi yang tepat adalah kunci dalam cara menanam cabai di thinwall agar akar tidak cepat busuk.
Lakukan Perawatan Rutin dan Pengawasan Berkala
Perawatan yang konsisten dan deteksi dini masalah adalah kunci untuk menjaga tanaman cabai tetap sehat. Berikan pupuk organik cair atau kompos setiap 2-3 minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah yang berkelanjutan.
Rutin periksa kondisi tanaman, terutama daun bagian bawah dan pangkal batang. Waspadai tanda-tanda layu meskipun media tanam terasa lembab, karena ini bisa menjadi gejala awal busuk akar.
Jika ada tanaman yang terinfeksi parah, segera buang untuk mencegah penyebaran penyakit ke tanaman lain. Pencegahan adalah satu-satunya strategi praktis, karena busuk akar seringkali fatal dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah infeksi parah.
FAQ
Q: Mengapa cabai di thinwall sangat rentan busuk akar?
A: Wadah thinwall yang terbuat dari plastik cenderung menahan kelembaban lebih lama dibandingkan pot tanah liat. Jika tidak dimodifikasi dengan lubang drainase yang cukup, air akan menggenang dan akar terendam, menciptakan kondisi anaerobik yang ideal bagi jamur penyebab busuk akar.
Q: Berapa frekuensi penyiraman yang tepat untuk cabai dalam thinwall?
A: Tidak ada jadwal penyiraman yang tetap. Frekuensi penyiraman sangat tergantung pada cuaca, ukuran tanaman, dan jenis media tanam. Selalu gunakan metode "finger test" untuk memeriksa kelembaban tanah, siram hanya jika 2-3 cm bagian atas media terasa kering saat disentuh.
Q: Bolehkah menggunakan tanah kebun biasa untuk menanam di thinwall?
A: Tidak disarankan menggunakan tanah kebun biasa untuk menanam di thinwall atau pot karena cenderung padat dan lengket saat basah, sehingga drainasenya buruk. Selain itu, tanah kebun berisiko mengandung patogen atau hama yang dapat merusak tanaman.
A: Jika tanaman cabai menunjukkan gejala busuk akar seperti layu meskipun media tanam lembab, segera hentikan penyiraman. Pangkas daun yang layu parah dan pindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh agar media tanam mengering. Pencegahan adalah strategi terbaik karena busuk akar seringkali fatal dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah infeksi parah.
Q: Apakah fungisida kimia diperlukan untuk mencegah busuk akar?
A: Pencegahan terbaik adalah melalui teknik budidaya yang tepat, seperti drainase yang baik, media tanam porous, dan penyiraman cerdas. Fungisida hayati seperti mikoriza lebih direkomendasikan untuk membangun ketahanan alami tanaman. Penggunaan fungisida kimia dapat menjadi pilihan terakhir, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan resistensi dan pencemaran lingkungan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3460662/original/083743300_1621495769-pexels-cottonbro-5081930.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5036034/original/041934400_1733372495-IMG_3012.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474432/original/016248300_1768476831-Gemini_Generated_Image_eyhstaeyhstaeyhs.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470640/original/021517100_1768212371-tanaman_akuaponik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473664/original/073472300_1768452138-Teras_dengan_Kanopi_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474157/original/075486600_1768467804-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455604/original/079642800_1766719911-Jualan_kue_basah_di_depan_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474018/original/004020400_1768464817-Dasaran_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474341/original/017840500_1768473324-teras_mini_dekat_dapur_rumah_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474398/original/029183700_1768475903-akuarium_dari_galon_bekas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474003/original/068265300_1768464654-model_teras_rumah_sempit_tanpa_pagar__jadi_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791067/original/049651900_1711977504-WhatsApp_Image_2024-04-01_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910268/original/047318100_1568355676-irene-kredenets-zNsSGYXaeP8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730423/original/015950200_1409506754-selada_air2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473921/original/083316700_1768461673-Ide_Jualan_Berbahan_Cendol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474196/original/058448600_1768469002-gamis_rok_bertingkat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469360/original/079402100_1768113479-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau_Model_Dinding_Bertingkat_Ventilasi_Silang.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)