- Apakah usia 40 cocok untuk memulai usaha tanpa pengalaman?
- Bagaimana cara mengidentifikasi ide bisnis yang cocok di usia 40 tanpa pengalaman?
- Apakah bisnis rumahan di kota memerlukan modal besar untuk usia 40-an?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia 40 seringkali menjadi titik balik bagi banyak individu untuk mengejar impian kewirausahaan. Meskipun tantangan memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman mungkin terdengar besar, lingkungan perkotaan justru menawarkan berbagai peluang unik yang bisa dimanfaatkan. Dengan perencanaan matang dan strategi yang tepat, usia matang justru menjadi modal berharga untuk meraih kesuksesan bisnis.
Peluang bisnis di kota sangat beragam, dan dengan bekal pengalaman hidup serta jaringan yang telah terbentuk, Anda bisa menemukan celah pasar yang menjanjikan. Dengan fokus pada efisiensi, manajemen risiko, dan pemanfaatan teknologi, Anda akan menemukan bahwa memulai bisnis di usia ini bukan hanya mungkin, tetapi juga sangat potensial untuk memberikan keuntungan yang konsisten dan memuaskan.
Lantas bagaimana saja cara memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman yang cocok untuk lingkungan kota? Melansir dari berbagai sumber, Senin (30/3/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Evaluasi Diri dan Identifikasi Minat/Keterampilan yang Dapat Ditransfer
Memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman formal di bidang bisnis memerlukan proses introspeksi yang mendalam. Tahap ini krusial untuk mengenali kekuatan, minat, dan keterampilan yang telah Anda miliki dari berbagai pengalaman hidup. Banyak keahlian yang didapat dari pekerjaan sebelumnya, hobi, atau bahkan tanggung jawab sehari-hari dapat diadaptasi menjadi ide bisnis yang prospektif.
Langkah pertama adalah mengidentifikasi minat dan gairah Anda. Memulai bisnis yang selaras dengan apa yang benar-benar Anda nikmati dapat memberikan motivasi berkelanjutan dan membuat pekerjaan terasa seperti hobi, membantu Anda melewati berbagai tantangan yang mungkin muncul. Selanjutnya, analisis keterampilan yang dapat ditransfer. Keterampilan seperti manajemen proyek, komunikasi, pemecahan masalah, negosiasi, dan kepemimpinan, yang sering diasah dalam karir sebelumnya, sangat relevan untuk menjalankan usaha. Buatlah daftar lengkap keterampilan keras (hard skills) dan lunak (soft skills) Anda, lalu pertimbangkan bagaimana keterampilan tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar.
Pengalaman hidup yang kaya di usia 40 juga memberikan perspektif unik dan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pasar. Pengalaman mengelola rumah tangga, mengasuh anak, atau bahkan kegiatan sukarela dapat memberikan wawasan berharga tentang layanan atau produk yang dibutuhkan oleh komunitas. Jaringan sosial dan profesional yang telah terbangun selama bertahun-tahun juga merupakan aset berharga untuk mendapatkan dukungan, saran, atau pelanggan pertama. Lakukan penilaian diri yang jujur untuk memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, yang merupakan langkah krusial dalam menentukan jenis bisnis yang paling sesuai dengan kepribadian dan kemampuan Anda.
2. Riset Pasar dan Identifikasi Peluang di Lingkungan Kota
Lingkungan perkotaan menawarkan dinamika pasar yang kompleks dengan kepadatan penduduk tinggi, demografi beragam, dan kebutuhan yang terus berkembang. Riset pasar yang efektif menjadi kunci untuk mengidentifikasi celah dan peluang bisnis yang sesuai, terutama bagi Anda yang ingin memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman.
Mulailah dengan menganalisis demografi dan gaya hidup urban. Kota-kota besar seringkali memiliki populasi yang beragam dalam hal usia, pendapatan, etnis, dan gaya hidup, menciptakan berbagai segmen pasar potensial. Perhatikan tren gaya hidup urban seperti permintaan akan kenyamanan, keberlanjutan, pengalaman unik, atau layanan berbasis teknologi. Selanjutnya, identifikasi masalah dan kebutuhan yang belum terpenuhi di sekitar Anda. Peluang bisnis sering muncul dari masalah yang belum terpecahkan; amati keluhan umum atau layanan yang kurang memadai di kota Anda. Misalnya, masalah kemacetan atau kurangnya waktu luang di kota besar dapat menjadi dasar ide bisnis makanan sehat cepat saji.
Analisis kompetitor juga sangat penting. Pelajari pesaing langsung maupun tidak langsung untuk memahami apa yang sudah ada di pasar, apa yang berhasil, dan di mana ada celah untuk menawarkan sesuatu yang berbeda atau lebih baik. Perhatikan harga, kualitas layanan, strategi pemasaran, dan ulasan pelanggan pesaing untuk menemukan keunggulan kompetitif Anda. Manfaatkan data dan sumber daya lokal, seperti data publik dari pemerintah kota atau kamar dagang, untuk mendapatkan wawasan tentang ekonomi lokal dan tren industri. Berpartisipasi dalam acara komunitas atau kelompok diskusi online juga dapat memberikan wawasan langsung dari calon pelanggan. Di lingkungan kota yang padat, fokus pada niche market (pasar ceruk) dapat lebih efektif. Menargetkan segmen pasar yang spesifik memungkinkan Anda fokus pada kebutuhan unik mereka dan membangun reputasi sebagai ahli di bidang tersebut.
3. Pengembangan Ide Bisnis dan Model Bisnis Sederhana
Setelah mengidentifikasi minat pribadi dan peluang pasar, langkah selanjutnya adalah mengembangkan ide bisnis menjadi model yang konkret dan sederhana. Bagi mereka yang memulai di usia 40 tanpa pengalaman bisnis formal, fokus pada model yang tidak memerlukan modal besar atau infrastruktur kompleks adalah strategi yang bijak.
Pilihlah ide bisnis berbasis layanan atau produk digital, karena jenis usaha ini seringkali memiliki biaya awal yang lebih rendah dan dapat dimulai dengan keterampilan yang sudah ada. Contoh bisnis berbasis layanan yang cocok untuk pemula di kota meliputi konsultasi (keuangan, pemasaran, karir), pelatihan pribadi, jasa penulisan, desain grafis, atau layanan kebersihan. Produk digital seperti e-book, kursus online, atau template juga menarik karena skalabilitasnya. Gunakan Model Bisnis Kanvas (Business Model Canvas), sebuah alat visual yang membantu Anda merancang dan memvalidasi ide bisnis secara sistematis. Model ini memetakan elemen kunci seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, dan aliran pendapatan, sehingga Anda dapat melihat gambaran besar bisnis Anda.
Fokuslah pada Proposisi Nilai Unik (Unique Value Proposition) yang menjelaskan mengapa pelanggan harus memilih produk atau layanan Anda dibandingkan yang lain, menyoroti manfaat spesifik yang ditawarkan. Ini bisa berupa harga kompetitif, kualitas tinggi, layanan pelanggan luar biasa, atau solusi untuk masalah yang sangat spesifik. Terapkan pendekatan lean startup dengan memulai dari skala kecil, yaitu meluncurkan versi minimal dari produk atau layanan Anda (Minimum Viable Product/MVP). Pendekatan ini mengurangi risiko finansial dan memungkinkan Anda belajar serta beradaptasi dengan cepat dari umpan balik pelanggan. Terakhir, rencanakan aliran pendapatan dan struktur biaya secara cermat. Penting untuk memahami model penetapan harga, sumber pendapatan, dan semua biaya operasional untuk memastikan keberlanjutan finansial bisnis Anda.
4. Pendidikan dan Pelatihan Tambahan (Jika Diperlukan)
Meskipun Anda memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman bisnis formal, ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada diri sendiri melalui pendidikan dan pelatihan. Langkah ini dapat mengisi kesenjangan pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan Anda menghadapi tantangan kewirausahaan.
Banyak platform menawarkan kursus online gratis atau berbayar tentang berbagai aspek bisnis. Platform seperti Coursera, edX, Udemy, dan Skillshare menyediakan kursus pemasaran digital, manajemen keuangan, pengembangan web, dan keterampilan bisnis lainnya yang dapat diakses dari mana saja. Workshop lokal atau seminar yang diselenggarakan oleh kamar dagang atau inkubator bisnis juga sangat bermanfaat untuk mendapatkan pengetahuan praktis. Selain itu, mencari mentor atau bergabung dengan kelompok bisnis dapat memberikan bimbingan, saran, dan dukungan yang tak ternilai. Seorang mentor berpengalaman dapat membantu Anda menghindari kesalahan umum, memberikan wawasan industri, dan membuka pintu ke jaringan yang berharga. Bergabung dengan asosiasi industri juga akan memperluas kesempatan belajar dan membangun koneksi.
Manfaatkan berbagai sumber daya bisnis yang tersedia, seperti buku-buku yang ditulis oleh para ahli kewirausahaan, pemasaran, keuangan, dan manajemen. Buku-buku ini dapat menjadi sumber belajar mandiri yang efektif untuk membangun pemahaman bisnis yang kuat. Fokus pada topik yang paling relevan dengan ide bisnis Anda. Selain itu, banyak pemerintah daerah atau organisasi nirlaba menawarkan program pelatihan dan sumber daya gratis atau berbiaya rendah untuk usaha kecil. Di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM sering menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, termasuk yang baru memulai usaha. Terakhir, jangan takut untuk belajar dari pengalaman langsung. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses dalam kewirausahaan, dan setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan meningkatkan diri.
5. Perencanaan Keuangan dan Sumber Modal Awal
Perencanaan keuangan yang matang adalah fondasi penting bagi setiap bisnis yang sukses, terutama bagi mereka yang memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman dan mungkin dengan modal terbatas. Langkah ini akan memastikan bisnis Anda memiliki sumber daya yang cukup untuk beroperasi dan berkembang.
Pertama, buatlah rencana keuangan pribadi yang solid. Pastikan keuangan pribadi Anda stabil sebelum memikirkan modal bisnis. Memiliki dana darurat pribadi yang cukup untuk menutupi biaya hidup selama beberapa bulan akan mengurangi tekanan finansial saat Anda memulai bisnis dan mungkin belum menghasilkan pendapatan yang stabil. Penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis sejak awal untuk menjaga profesionalisme dan memudahkan pelacakan. Selanjutnya, hitung biaya awal dan buat proyeksi keuangan yang realistis. Buat daftar semua biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis Anda, seperti pendaftaran, peralatan, pemasaran awal, dan sewa jika ada. Proyeksi keuangan harus mencakup perkiraan pendapatan, biaya operasional, dan titik impas (break-even point) untuk setidaknya 1-3 tahun pertama.
Ada beberapa sumber modal awal yang bisa dipertimbangkan. Menggunakan tabungan pribadi atau bootstrapping adalah cara paling umum bagi pemula, memungkinkan Anda mempertahankan kendali penuh atas bisnis dan menghindari utang di awal. Pinjaman dari keluarga atau teman juga bisa menjadi sumber modal yang fleksibel, namun pastikan untuk membuat perjanjian tertulis yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman. Selain itu, bank atau lembaga keuangan sering memiliki program khusus untuk usaha kecil, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia, yang menawarkan pinjaman UMKM dengan bunga relatif rendah. Crowdfunding juga bisa menjadi cara efektif untuk mengumpulkan dana sekaligus menguji minat pasar terhadap produk atau layanan Anda. Terakhir, kelola arus kas dengan cermat. Memantau pemasukan dan pengeluaran secara teratur sangat penting untuk memastikan bisnis Anda memiliki cukup uang tunai untuk beroperasi dan membayar tagihan. Jika Anda masih bekerja, memulai bisnis sebagai sampingan (side hustle) dapat mengurangi risiko finansial, memungkinkan Anda menguji ide dan membangun basis pelanggan sebelum berkomitmen penuh.
6. Pemasaran dan Pembangunan Jaringan (Networking)
Di lingkungan kota yang kompetitif, pemasaran yang efektif dan pembangunan jaringan yang kuat adalah kunci vital untuk menarik pelanggan dan membangun reputasi bisnis Anda. Strategi ini sangat penting bagi mereka yang memulai usaha di usia 40 tanpa pengalaman formal di bidang ini.
Kembangkan strategi pemasaran digital yang komprehensif. Pemasaran digital sangat penting di era modern, terutama di kota, dan dapat mencakup optimasi mesin pencari (SEO), pemasaran media sosial, iklan berbayar online, pemasaran konten (blog, video), dan email marketing. Fokuslah pada platform di mana target audiens Anda paling aktif. Manfaatkan media sosial lokal untuk terhubung dengan komunitas setempat. Grup Facebook lokal, akun Instagram yang berfokus pada kota Anda, atau platform seperti Nextdoor dapat menjadi cara yang bagus untuk mempromosikan bisnis Anda kepada calon pelanggan di area geografis Anda. Berinteraksilah dengan postingan lokal dan tawarkan nilai kepada komunitas.
Bangun jaringan profesional (networking) yang kuat, karena jaringan adalah aset berharga, terutama di kota. Hadiri acara industri, seminar bisnis, pertemuan kamar dagang, atau bergabung dengan asosiasi profesional untuk bertemu dengan calon pelanggan, mitra, dan mentor. Pertukaran kartu nama dan tindak lanjut yang tulus dapat membuka banyak pintu peluang. Selain itu, minta ulasan dan testimoni dari pelanggan Anda. Ulasan positif dari pelanggan adalah bentuk pemasaran yang sangat kuat dan dapat membangun kepercayaan serta kredibilitas bagi bisnis baru Anda di platform seperti Google My Business atau Yelp. Dorong pelanggan yang puas untuk meninggalkan ulasan. Terakhir, pertimbangkan untuk menawarkan nilai gratis atau promosi awal untuk menarik pelanggan pertama. Promosi perkenalan, konsultasi gratis, atau sampel produk dapat menciptakan buzz dan mendorong orang untuk mencoba produk atau layanan Anda, yang kemudian dapat diubah menjadi pelanggan setia.
7. Legalitas dan Administrasi Bisnis
Memahami dan memenuhi persyaratan hukum serta administrasi adalah langkah krusial untuk memastikan bisnis Anda beroperasi secara legal dan terhindar dari masalah di kemudian hari. Hal ini sangat penting di lingkungan kota yang seringkali memiliki regulasi lebih ketat.
Pilih struktur hukum bisnis yang sesuai dengan skala dan jenis usaha Anda. Pilihan umum di Indonesia meliputi Perusahaan Perseorangan (UD), Persekutuan Komanditer (CV), atau Perseroan Terbatas (PT) untuk skala yang lebih besar, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki regulasi khusus. Setiap bentuk memiliki implikasi berbeda terkait tanggung jawab hukum, pajak, dan administrasi. Selanjutnya, daftarkan nama bisnis Anda dan dapatkan izin yang diperlukan. Di Indonesia, pendaftaran nama perusahaan dilakukan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Kementerian Hukum dan HAM, dan perizinan usaha dapat diurus melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi di bawah Kementerian Investasi/BKPM. Izin yang dibutuhkan bervariasi tergantung jenis bisnis dan lokasi, seperti Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Pahami kewajiban pajak sebagai pemilik bisnis. Pajak yang relevan untuk usaha kecil di Indonesia dapat meliputi Pajak Penghasilan (PPh) Final untuk UMKM (PP 23 Tahun 2018), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika omzet melebihi batas tertentu, dan pajak daerah. Konsultasikan dengan akuntan untuk memastikan Anda memenuhi semua kewajiban pajak. Penting juga untuk membuka rekening bank bisnis terpisah untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis Anda. Ini akan memudahkan pelacakan keuangan, audit, dan menjaga profesionalisme. Jika Anda akan bekerja dengan pemasok, klien, atau karyawan, pahami pentingnya kontrak dan perjanjian. Memiliki perjanjian tertulis yang jelas dapat melindungi bisnis Anda dari perselisihan di masa depan dan memastikan semua pihak memahami hak dan kewajiban mereka. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan pengacara untuk menyusun dokumen hukum penting. Terakhir, pertimbangkan asuransi bisnis yang sesuai dengan jenis usaha Anda, seperti asuransi tanggung jawab umum atau asuransi properti, untuk melindungi dari risiko tak terduga.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Memulai Usaha di Usia 40 Tanpa Pengalaman
1. Apakah usia 40 cocok untuk memulai usaha tanpa pengalaman?
Jawaban: Sangat cocok, karena usia 40 seringkali memiliki pengalaman hidup, keterampilan yang dapat ditransfer, dan jaringan sosial yang matang sebagai modal berharga untuk memulai usaha baru, meskipun tanpa pengalaman bisnis formal sebelumnya.
2. Bagaimana cara mengidentifikasi ide bisnis yang cocok di usia 40 tanpa pengalaman?
Jawaban: Mulailah dengan mengevaluasi minat, gairah, dan keterampilan yang dapat ditransfer dari pengalaman kerja atau hobi. Lakukan riset pasar di lingkungan kota untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan yang belum terpenuhi, lalu fokus pada niche market.
3. Apakah bisnis rumahan di kota memerlukan modal besar untuk usia 40-an?
Jawaban: Tidak selalu. Banyak ide bisnis rumahan di kota, seperti katering, konsultasi online, atau dropshipper, dapat dimulai dengan modal relatif kecil atau bahkan tanpa modal, memanfaatkan keahlian atau peralatan yang sudah ada.
4. Apa peran pendidikan dan pelatihan dalam memulai usaha di usia 40?
Jawaban: Pendidikan dan pelatihan tambahan sangat penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan bisnis. Anda bisa mengikuti kursus online, workshop, mencari mentor, atau memanfaatkan program pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4688498/original/045344200_1702718201-pexels-anna-tarazevich-7772006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540940/original/031250800_1774843781-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541020/original/023893100_1774846485-8609af26-7b4e-4d46-9697-fb36e8cf16e7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3933452/original/076231800_1644826323-silica-g7f43fae84_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540899/original/069411700_1774841747-pagar_botol_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540898/original/047340300_1774841593-unnamed__26_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540968/original/009979400_1774845208-Screenshot_2026-03-30_113124.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495025/original/006871000_1770352113-mulsa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540988/original/010989800_1774845928-unnamed-95.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540913/original/036134100_1774841865-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540852/original/003315800_1774838974-cara_manfaatkan_hanger_kawat_bekas_untuk_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540935/original/090061400_1774842980-Screenshot_2026-03-30_105422.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540790/original/046560400_1774834838-unnamed__89_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515501/original/077125600_1772178069-unnamed__67_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540897/original/080696200_1774841487-Gemini_Generated_Image_qx9i1uqx9i1uqx9i.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540869/original/025989400_1774839274-Desain_Gambar_Rumah_Minimalis_2_Lantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540825/original/072120400_1774836779-Desain_Panggung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520908/original/010319200_1772664980-jangkrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540860/original/027409800_1774838992-6e76d10a-984f-495c-b5f9-18ac356d2f62.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4742149/original/039956700_1707820687-Ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434426/original/076779000_1764927095-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434416/original/001727500_1764927012-model_rumah_minimalis_di_lahan_miring__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430192/original/010399500_1764655052-gamis_batik_payet_mewah_tapi_tetap_ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428777/original/048085300_1764563353-Membuka_aplikasi_WA__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434443/original/082209300_1764927628-unnamed_-_2025-12-05T162601.026.jpg)