Liputan6.com, Jakarta - Ayunan ban bekas menjadi solusi kreatif dan ramah lingkungan untuk menciptakan sarana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak di rumah. Proyek ini tidak hanya mendaur ulang limbah ban yang tidak terpakai, tetapi juga menawarkan daya tahan luar biasa yang bisa dinikmati selama bertahun-tahun.
Minat terhadap cara membuat ayunan dari ban meningkat seiring tren kegiatan luar ruang di lingkungan tempat tinggal. Ban bekas mudah ditemukan, serta dapat diolah menjadi wahana bermain sederhana tanpa biaya besar. Proses perakitan bisa dilakukan secara mandiri, asalkan mengikuti tahapan dasar serta memperhatikan aspek keselamatan.
Bagi keluarga, mempelajari cara membuat ayunan dari ban dapat menjadi kegiatan produktif saat waktu luang. Kegiatan ini mendorong kreativitas, melatih ketelitian, serta mempererat kebersamaan antaranggota keluarga. Hasil akhirnya mampu menjadi pusat perhatian anak-anak saat bermain di pekarangan.
Kesadaran terhadap keamanan menjadikan informasi cara membuat ayunan dari ban semakin banyak dicari. Penentuan lokasi, pemilihan tali kuat, juga kondisi penopang perlu diperhatikan sejak awal. Persiapan matang membantu menciptakan ayunan tahan lama serta nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/1/2026).
1. Menentukan Cabang Pohon yang Kuat dan Aman
Langkah awal dalam cara membuat ayunan dari ban dimulai dari proses pemilihan cabang pohon yang benar-benar kokoh, kuat, serta mampu menopang beban dalam jangka waktu panjang. Cabang pohon ideal sebaiknya memiliki diameter sekitar 20 hingga 25 sentimeter agar tidak mudah patah saat menerima tekanan dari ayunan dan pengguna. Selain itu, posisi cabang dianjurkan berada pada ketinggian kurang lebih 3 sampai 6 meter dari permukaan tanah agar ayunan dapat bergerak bebas tanpa menyentuh tanah maupun membahayakan pengguna. Kondisi pohon juga harus dipastikan sehat, tidak berlubang, tidak rapuh, serta tidak menunjukkan tanda-tanda pelapukan. Jenis pohon dari kayu keras sangat disarankan agar daya tahan cabang tetap stabil meskipun digunakan secara rutin.
2. Menyiapkan Ban Bekas Berkualitas
Pemilihan ban bekas memegang peranan penting dalam menciptakan ayunan yang aman dan nyaman digunakan. Ban harus dipilih secara cermat dengan memastikan tidak terdapat retakan, bagian getas, atau struktur dinding yang melemah akibat usia pemakaian. Ban yang masih lentur dan kokoh akan lebih aman saat diduduki serta mampu menahan beban secara merata. Setelah ban terpilih, tahap berikutnya adalah membersihkan ban secara menyeluruh menggunakan sabun cair dan air mengalir. Proses pembersihan ini bertujuan menghilangkan sisa oli, lumpur, debu, serta kotoran lain yang menempel agar ayunan menjadi lebih higienis, bersih, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
3. Menggunakan Tali Polypropylene yang Tahan Cuaca
Pemilihan tali merupakan salah satu faktor krusial dalam cara membuat ayunan dari ban, sebab tali berfungsi sebagai penopang utama seluruh beban ayunan. Tali berbahan polypropylene sangat direkomendasikan lantaran memiliki ketahanan tinggi terhadap air hujan, panas matahari, serta perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, tali jenis ini tidak mudah lapuk dan memiliki daya tarik kuat sehingga mampu menopang beban ban dan pengguna secara aman. Panjang tali perlu disesuaikan dengan tinggi cabang pohon, umumnya sekitar 15 meter, agar pemasangan lebih fleksibel serta memudahkan pengaturan ketinggian ayunan sesuai kebutuhan.
4. Meletakkan Tali ke Atas Cabang Pohon Tanpa Tangga
Apabila tidak tersedia tangga tinggi untuk menjangkau cabang pohon, pemasangan tali tetap dapat dilakukan menggunakan metode lempar yang sederhana namun efektif. Caranya adalah mengikat tali benang atau tali tipis pada benda kecil seperti kantong pasir atau batu ringan, lalu melemparkannya ke atas hingga melewati cabang pohon. Setelah benang berhasil melingkari cabang, ujung benang disambungkan pada tali utama. Tarik perlahan hingga tali polypropylene naik dan melingkari cabang secara rapi dan seimbang. Metode ini cukup praktis serta aman apabila dilakukan secara hati-hati dan terkontrol.
5. Mengikat Ban Secara Vertikal Menggunakan Simpul Kuat
Tahap pengikatan ban harus dilakukan secara teliti agar posisi ayunan stabil dan aman digunakan. Masukkan kedua ujung tali melalui bagian tengah ban, kemudian lilitkan pada bagian atas ban sebanyak dua kali untuk menciptakan pegangan yang kuat. Selanjutnya, atur posisi ban agar berada sekitar 90 sentimeter dari permukaan tanah sehingga nyaman digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Setelah posisi sesuai, ikat tali menggunakan simpul bowline ganda. Jenis simpul ini dikenal sangat kuat, tidak mudah bergeser, serta mampu menopang beban berat tanpa risiko melorot meskipun digunakan dalam waktu lama.
6. Melakukan Pengujian dan Pengamanan Akhir
Setelah seluruh rangkaian pemasangan selesai, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap bagian ayunan. Periksa kekuatan simpul, kestabilan tali, posisi ban, serta jarak ayunan dari batang pohon agar tidak berisiko menabrak saat digunakan. Mintalah orang dewasa mencoba ayunan secara perlahan untuk memastikan seluruh komponen terpasang dengan benar dan aman. Setelah pengujian dinyatakan berhasil, potong sisa tali secukupnya, lalu bakar ujung tali tersebut agar seratnya tidak mudah terurai seiring waktu.
7. Membuat Lubang Drainase pada Ban
Langkah tambahan dalam cara membuat ayunan dari ban adalah membuat lubang drainase pada bagian bawah ban menggunakan bor. Lubang ini berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan agar tidak menggenang di dalam ban. Genangan air dapat menyebabkan ban menjadi kotor, licin, berbau, serta berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dengan adanya lubang drainase, ayunan ban akan tetap kering, bersih, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Tips Keamanan Ayunan Ban
Periksa Kondisi Cabang Pohon Secara Berkala
Cabang pohon berperan sebagai penopang utama ayunan ban, sehingga kondisinya perlu diperiksa secara rutin. Pastikan tidak terdapat retakan, tanda lapuk, atau serangan serangga. Perubahan cuaca dan pertumbuhan pohon dapat memengaruhi kekuatan cabang, sehingga pengecekan berkala membantu mencegah risiko patah saat ayunan digunakan.
Gunakan Tali Berkualitas Tinggi dan Tahan Cuaca
Tali menjadi komponen vital dalam menjaga keamanan ayunan ban. Pilih tali berbahan polypropylene atau jenis serupa yang tidak mudah menyerap air dan tahan terhadap paparan sinar matahari. Hindari penggunaan tali usang, berbulu, atau menunjukkan tanda aus, sebab kondisi tersebut dapat mengurangi kekuatan tarik secara signifikan.
Pastikan Simpul Terikat Kuat dan Tepat
Simpul tali perlu dibuat menggunakan teknik simpul khusus seperti bowline ganda agar tidak mudah bergeser atau mengendur. Setelah diikat, lakukan pengujian dengan beban lebih berat sebelum ayunan digunakan oleh anak-anak. Simpul yang kuat membantu menjaga kestabilan ayunan saat bergerak.
Atur Jarak Aman dari Tanah dan Batang Pohon
Posisi ayunan harus berada pada ketinggian ideal agar mudah digunakan serta aman. Jarak antara ban dan tanah sebaiknya sekitar 80–100 cm, sementara jarak dari batang pohon perlu cukup lebar agar ayunan tidak menghantam batang saat bergerak maju atau berputar.
Sediakan Area Bermain yang Aman di Sekitar Ayunan
Area di bawah dan sekitar ayunan sebaiknya bebas dari batu, akar pohon, atau benda keras lainnya. Permukaan tanah berumput atau diberi alas pasir akan membantu mengurangi risiko cedera apabila pengguna terjatuh saat bermain.
FAQ Seputar Topik
Apa saja manfaat membuat ayunan dari ban bekas?
Ayunan ban bekas ramah lingkungan karena mendaur ulang limbah, sangat tahan lama, dan mendukung perkembangan fisik serta sensorik anak.
Bahan dan alat apa yang paling penting untuk membuat ayunan ban?
Bahan utama adalah ban bekas tanpa sabuk baja, tali tambang atau rantai yang kuat, serta alat seperti bor tangan dan alat potong.
Bagaimana cara memastikan keamanan ayunan ban yang telah dibuat?
Pastikan anak duduk saat bermain, batasi jumlah pengguna, awasi selalu, dan lakukan pemeriksaan rutin pada ban serta tali atau rantai.
Apa perbedaan antara ayunan ban horizontal dan vertikal?
Ayunan horizontal memungkinkan anak duduk di dalam ban utuh, sedangkan vertikal melibatkan pemotongan ban untuk membentuk tempat duduk yang unik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474398/original/029183700_1768475903-akuarium_dari_galon_bekas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474003/original/068265300_1768464654-model_teras_rumah_sempit_tanpa_pagar__jadi_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791067/original/049651900_1711977504-WhatsApp_Image_2024-04-01_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910268/original/047318100_1568355676-irene-kredenets-zNsSGYXaeP8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730423/original/015950200_1409506754-selada_air2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473921/original/083316700_1768461673-Ide_Jualan_Berbahan_Cendol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474196/original/058448600_1768469002-gamis_rok_bertingkat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469360/original/079402100_1768113479-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau_Model_Dinding_Bertingkat_Ventilasi_Silang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473779/original/055132400_1768456608-Kandang_Burung_Lovebird_dari_Botol_Bekas_Model_dengan_Alas_Laci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473805/original/012510800_1768457925-i_love_u1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469996/original/061154600_1768193928-Ide_Jualan_Lauk_Pauk_Rumahan_untuk_Buka_Puasa_Bulan_Ramadan_2026_yang_Menyegarkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4093894/original/027943300_1658232135-Sayuran-Hidroponik-Iqbal-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474071/original/042088800_1768465966-Gemini_Generated_Image_vz6jpuvz6jpuvz6j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473813/original/092300900_1768458683-model_dress_cheongsam_untuk_lebaran_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467940/original/021342200_1767936718-kebun_modal_0_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456792/original/025071500_1766975016-timun_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473751/original/031013200_1768455043-sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473735/original/042734400_1768454782-Gemini_Generated_Image_dmbeg9dmbeg9dmbe_2.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)