Liputan6.com, Jakarta - Pot tanah liat, atau terakota, sering menjadi pilihan favorit para pecinta tanaman karena sifatnya yang berpori dan mampu menyediakan drainase yang baik. Namun, karakteristik ini juga membuat pot jenis ini rentan terhadap pertumbuhan lumut, alga, serta penumpukan mineral yang mengganggu penampilan dan kesehatan tanaman. Kehadiran lumut tidak hanya mengurangi estetika pot, tetapi juga bisa menjadi sarang bagi hama atau penyakit jika tidak ditangani dengan baik.
Membersihkan pot tanah liat secara rutin menjadi langkah krusial untuk menjaga keindahan taman atau rumah Anda, sekaligus memastikan tanaman tumbuh optimal. Proses pembersihan yang tepat sangat penting agar tekstur asli pot tidak rusak, sehingga pot tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Banyak metode yang bisa diterapkan, dari cara alami hingga penggunaan bahan desinfektan, tergantung pada tingkat keparahan lumut dan kebutuhan pot tersebut.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif 7 cara membersihkan lumut di pot tanah liat tanpa merusak tekstur, memberikan panduan praktis yang bisa Anda terapkan di rumah. Setiap metode dirancang untuk efektif menghilangkan lumut dan kotoran lainnya, memastikan pot terakota Anda kembali bersih seperti baru.
Berikut selengkapnya:
Pembersihan Awal dan Pengosongan Pot
Sebelum memulai proses pembersihan yang lebih mendalam, langkah pertama dan paling fundamental adalah mengosongkan pot dari tanaman dan sisa tanah yang ada di dalamnya. Hal ini penting untuk memastikan seluruh permukaan pot dapat dijangkau dan dibersihkan secara menyeluruh tanpa mengganggu akar tanaman. Pembersihan awal ini juga mencegah tanah atau kerikil menyebar ke area lain saat proses pencucian berlangsung.
Setelah pot dikosongkan, gunakan sikat atau kuas untuk menyeka bagian dalam pot guna membersihkan sisa-sisa tanah atau kerikil yang mungkin masih menempel erat. Proses ini membantu menghilangkan kotoran kasar yang bisa menghambat efektivitas pembersihan selanjutnya. Penting untuk membersihkan pot di luar ruangan agar kotoran tidak membuat berantakan di dalam rumah atau area tertutup lainnya.
Pengosongan dan pembersihan awal ini merupakan fondasi penting sebelum masuk ke tahap pencucian dengan larutan pembersih. Dengan memastikan pot bebas dari material padat, Anda dapat memaksimalkan hasil dari setiap metode pembersihan yang akan diaplikasikan. Langkah ini juga mempersiapkan pot untuk menerima perlakuan selanjutnya dengan lebih efisien.
Menggosok dengan Sikat Nilon dan Air
Langkah selanjutnya dalam membersihkan pot tanah liat adalah menggosok permukaan yang terkena lumut menggunakan sikat nilon dan air bersih. Sikat gosok berbulu nilon atau sikat lembut sangat direkomendasikan karena efektif mengangkat kotoran tanpa merusak tekstur pot.
Penggunaan sikat nilon ini sangat membantu menghilangkan tanah gembur dan lapisan akar lumut yang menempel di permukaan pot. Keunggulan sikat nilon adalah kemampuannya membersihkan baik pada keramik yang diglasir maupun yang tidak diglasir, tanpa meninggalkan bekas goresan.
Setelah menggosok seluruh permukaan pot yang berlumut, bilas pot dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa lumut dan kotoran yang telah terlepas. Proses ini memastikan pot siap untuk tahap pembersihan berikutnya atau pengeringan jika sudah cukup bersih.
Perendaman dengan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring
Untuk membersihkan lumut dan kotoran yang lebih membandel, perendaman pot tanah liat dengan campuran air hangat dan sabun cuci piring bisa menjadi solusi efektif. Siapkan ember besar dan isi dengan air hangat, lalu tambahkan cairan pencuci piring atau pembersih serbaguna secukupnya.
Rendam pot terakota sepenuhnya dalam larutan sabun tersebut selama beberapa waktu agar kotoran dan lumut melunak. Setelah direndam, gunakan sikat gosok untuk menggosok permukaan dalam dan luar pot secara menyeluruh.
Setelah proses penggosokan selesai, bilas pot dengan air bersih mengalir hingga tidak ada sisa busa atau sabun yang tertinggal. Pastikan pot benar-benar bersih dari residu sabun sebelum digunakan kembali untuk tanaman.
Menggunakan Larutan Cuka Putih
Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang sangat efektif untuk mengatasi lumut dan noda mineral pada pot tanah liat. Untuk membuat larutan pembersih, campurkan satu bagian cuka putih dengan empat atau lima bagian air panas.
Agar daya bersihnya lebih optimal, tambahkan sedikit sabun cuci piring cair ke dalam campuran cuka dan air panas tersebut. Rendam pot tanah liat dalam larutan ini selama sekitar 30 menit.
Setelah perendaman, sikat pot dengan lembut untuk menghilangkan sisa lumut dan noda, lalu bilas dengan air bersih hingga tidak ada bau cuka yang tersisa. Metode ini tidak hanya membersihkan tetapi juga membantu mensterilkan pot secara alami.
Menggunakan Pasta Baking Soda
Bintik putih atau endapan mineral seringkali muncul pada pot tanah liat dan dapat mengurangi keindahannya. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa membuat pasta pembersih dari baking soda.
Campurkan sedikit baking soda dengan air hingga membentuk pasta dengan konsistensi seperti losion. Oleskan pasta ini pada bintik-bintik putih atau area dengan endapan mineral di permukaan pot.
Gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok area yang telah diolesi pasta baking soda hingga bintik putih hilang. Setelah itu, bilas pot hingga bersih dari sisa pasta dan kotoran.
Desinfeksi dengan Pemutih Klorin (Encer)
Jika pot tanah liat pernah digunakan untuk tanaman yang sakit atau terinfeksi hama, desinfeksi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Campurkan satu bagian pemutih klorin dengan sembilan bagian air untuk membuat larutan desinfektan yang aman.
Rendam pot dalam larutan pemutih yang sudah diencerkan ini selama 30 menit hingga beberapa jam, tergantung tingkat kontaminasi. Proses perendaman ini akan membunuh bakteri, jamur, dan spora lumut yang mungkin menempel.
Setelah direndam, sikat pot dan bilas secara menyeluruh dengan air bersih untuk menghilangkan semua residu pemutih. Penting untuk selalu menggunakan sarung tangan pelindung dan kacamata saat bekerja dengan pemutih klorin untuk keamanan.
Desinfeksi dengan Alkohol Isopropil
Sebagai alternatif dari pemutih klorin, alkohol isopropil juga dapat digunakan untuk mendisinfeksi pot tanah liat, terutama setelah pot dicuci bersih. Pilih alkohol isopropil dengan konsentrasi 70% atau lebih untuk efektivitas maksimal.
Setelah pot terakota dicuci bersih, Anda dapat mencelupkan pot ke dalam alkohol murni atau menyemprotkan alkohol ke seluruh permukaan pot, baik bagian dalam maupun luar. Pastikan seluruh permukaan pot terlapisi dengan alkohol.
Biarkan pot mengering sendiri setelah diaplikasikan alkohol. Metode ini efektif membunuh mikroorganisme tanpa meninggalkan residu berbahaya jika pot dikeringkan dengan baik, dan merupakan cara yang praktis untuk menjaga kebersihan pot tanaman.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Lumut di Pot Tanah Liat
1. Apakah lumut di pot tanah liat berbahaya bagi tanaman?
Lumut pada pot tanah liat umumnya tidak langsung membahayakan tanaman, namun dapat menjadi indikator kelembapan berlebih. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan jamur, bakteri, atau hama yang dapat mengganggu kesehatan akar tanaman jika dibiarkan dalam jangka panjang.
2. Seberapa sering pot tanah liat perlu dibersihkan dari lumut?
Idealnya, pot tanah liat dibersihkan setiap 2–3 bulan sekali atau saat lumut mulai terlihat jelas di permukaan. Pembersihan rutin membantu menjaga sirkulasi udara pori-pori pot dan mencegah penumpukan mineral yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
3. Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan pot terakota?
Cuka aman digunakan asalkan diencerkan dengan air dan dibilas hingga bersih setelah perendaman. Larutan cuka efektif menghilangkan lumut dan endapan mineral tanpa merusak tekstur pot, selama tidak digunakan secara berlebihan atau terlalu lama.
4. Mengapa pot tanah liat mudah berlumut dibanding pot plastik?
Pot tanah liat bersifat berpori sehingga mampu menyerap air dan menjaga kelembapan. Kondisi lembap inilah yang memicu pertumbuhan lumut dan alga, terutama jika pot diletakkan di area teduh atau sering terkena air.
5. Apakah pot tanah liat harus dikeringkan sebelum digunakan kembali?
Ya, pot tanah liat sebaiknya dikeringkan sepenuhnya sebelum digunakan kembali. Pengeringan membantu mencegah pertumbuhan jamur baru, menghilangkan sisa bahan pembersih, serta memastikan pot siap mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472937/original/003278600_1768380450-ide_jualan_es_krim_cup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4690036/original/087373000_1702884817-ilustrasi_daun_singkong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472830/original/080559100_1768377490-id-11134207-7rbk5-m8vejlqccbby61.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472763/original/018602100_1768375222-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473118/original/012188600_1768387447-Wadah_Makanan_Plastik_Menguning.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472707/original/087851400_1768373819-kolam_terpal__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473009/original/005465300_1768382966-Es_Semangka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472934/original/067086800_1768380252-007581700_1752218006-Depositphotos_184076658_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3354239/original/044328800_1611127016-20210120-Program-PEN-Sektor-Ketenagalistrikan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472992/original/024384000_1768382216-rak_pengering_piring_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472621/original/047387700_1768371799-Gemini_Generated_Image_alisoaalisoaalis.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472921/original/054480200_1768380154-unnamed-32.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472644/original/044603200_1768372461-Ide_Kandang_Puyuh_Mini__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472865/original/001071800_1768378726-Screenshot_2026-01-14_151538.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472624/original/062420900_1768371867-hll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472605/original/071569500_1768371686-Ide_Jualan_Refill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472591/original/077665200_1768370621-Menu_catering_sehat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472564/original/090060900_1768369892-Ide_Sudut_Kompos_Mini_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472562/original/014790900_1768369623-hl.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)