Liputan6.com, Jakarta - Lantai dapur yang licin dan mudah kotor merupakan masalah umum yang kerap dihadapi di setiap rumah, terutama karena aktivitas memasak yang melibatkan minyak dan tumpahan makanan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya terpeleset yang serius bagi penghuni rumah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lantai dapur menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Penumpukan lemak dan kotoran yang tidak terangkat sempurna oleh pembersihan biasa menjadi penyebab utama lantai dapur terasa licin. Bahkan, sering mengepel pun tidak menjamin lantai bebas licin jika metode yang digunakan kurang efektif. Partikel makanan, debu, dan uap berminyak dapat melekat, menciptakan lapisan tipis yang lengket dan menjadi sarang bakteri. Pembersihan yang hanya mengandalkan air biasa tidak akan mampu mengangkat penumpukan lemak ini secara optimal.
Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan lantai dapur tetap bersih, kesat, serta tidak mudah kotor lagi, ada beberapa cara efektif yang bisa diterapkan. Artikel ini akan mengulas tuntas 7 cara membersihkan lantai dapur licin agar tidak mudah kotor lagi, mulai dari langkah awal hingga tips perawatan lanjutan yang bisa Anda praktikkan di rumah.
Sapu Lantai Dapur Secara Rutin
Menyapu lantai dapur setiap hari merupakan langkah fundamental dalam menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan kotoran. Aktivitas ini berfungsi untuk menghilangkan debu, remah-remah makanan, dan kotoran kering lainnya yang berpotensi menyebabkan lantai licin. Dengan menyapu secara rutin, Anda dapat mencegah kotoran ini bercampur dengan cairan pembersih saat mengepel, yang bisa mengakibatkan noda lebih sulit dihilangkan.
Penting untuk memastikan bahwa seluruh area dapur tersapu bersih, termasuk sudut-sudut ruangan yang sering terlewatkan. Jangan lupakan area di bawah meja dan lemari dapur, tempat kotoran sering menumpuk tanpa disadari. Menyapu sebelum mengepel akan membuat hasil pembersihan lebih maksimal dan memastikan lantai benar-benar bersih dari partikel padat.
Kebiasaan menyapu lantai dapur setiap hari tidak hanya membantu membersihkan debu dan sisa makanan yang berceceran, tetapi juga mencegah penumpukan kotoran yang dapat menjadi sarang bakteri. Langkah sederhana ini adalah fondasi penting untuk menjaga lantai dapur tetap higienis dan tidak mudah kotor.
Gunakan Campuran Air Hangat dan Sabun Cuci Piring
Setelah menyapu, langkah selanjutnya untuk membersihkan lantai dapur licin adalah menggunakan larutan pembersih yang efektif. Campuran air hangat dan sabun cuci piring terbukti menjadi cairan pembersih yang aman dan ampuh untuk mengatasi lantai yang licin dan lengket akibat minyak. Sifat degreasing pada sabun cuci piring sangat baik untuk mengangkat lemak.
Cara penggunaannya pun sangat mudah; cukup larutkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam air hangat. Setelah tercampur rata, semprotkan larutan tersebut ke seluruh permukaan lantai dapur yang akan dibersihkan. Penggunaan air hangat akan membantu melarutkan minyak lebih cepat, membuat lantai jauh lebih kesat setelah dibersihkan.
Kemudian, pel lantai menggunakan kain pel atau kain bersih yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut. Pastikan untuk mengepel secara merata agar semua sisa minyak dan kotoran terangkat sempurna. Metode ini merupakan solusi praktis dan ekonomis untuk menjaga kebersihan lantai dapur sehari-hari.
Manfaatkan Baking Soda untuk Noda Membandel
Untuk mengatasi noda membandel, terutama pada nat atau pinggiran lantai yang seringkali sulit dibersihkan, baking soda atau soda kue adalah solusi yang sangat efektif. Baking soda memiliki sifat abrasif ringan dan mampu menyerap minyak, menjadikannya pilihan ideal untuk mengangkat kotoran yang menempel kuat.
Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental, lalu oleskan pasta ini pada area lantai yang bernoda atau licin. Setelah dioleskan, gosok perlahan menggunakan sikat kecil untuk membantu mengangkat kotoran. Biarkan pasta bekerja selama sekitar 15 menit agar bahan aktifnya dapat melarutkan noda dan minyak.
Setelah didiamkan, bilas area tersebut dengan air hangat dan keringkan menggunakan kain bersih. Jika noda masih terlihat, ulangi proses ini hingga lantai benar-benar bersih dan kesat. Baking soda tidak hanya membersihkan tetapi juga membantu menambah tekstur pada lantai agar tidak licin.
Gunakan Campuran Cuka, Air Panas, dan Garam
Apabila lantai dapur Anda sangat kotor dan licin, kombinasi cuka, air panas, dan garam dapat menjadi pembersih yang sangat ampuh. Cuka dikenal sebagai agen pembersih alami yang efektif, sementara garam dapat membantu mengikis kotoran dan menambah daya bersih.
Untuk membuat larutan ini, tuangkan 1 cangkir cuka dan 1 cangkir air panas ke dalam botol semprot. Kemudian, tambahkan 1 cangkir garam dan 2 sendok makan sabun cuci piring ke dalam campuran tersebut. Kocok perlahan hingga semua bahan tercampur rata dan biarkan selama sekitar 3 menit agar larutan siap digunakan.
Semprotkan cairan pembersih ini secara merata ke seluruh permukaan lantai dapur yang bermasalah. Setelah itu, lap lantai menggunakan kain bersih atau pel hingga kotoran terangkat dan lantai kembali kesat. Campuran ini sangat efektif untuk membersihkan lantai dapur yang berminyak dan lengket.
Gunakan Campuran Cuka Apel dan Garam
Selain cuka putih, cuka apel juga bisa dimanfaatkan sebagai pembersih lantai dapur yang berminyak dan licin. Campuran cuka apel dan garam merupakan solusi sederhana namun ampuh untuk mengatasi masalah ini. Kombinasi keduanya efektif dalam melarutkan lemak dan kotoran.
Cara membuatnya cukup mudah, Anda hanya perlu mencampurkan garam dengan cuka apel tanpa perlu dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Aduk atau kocok hingga kedua bahan tercampur sempurna, lalu masukkan larutan ke dalam botol semprot untuk memudahkan aplikasi.
Semprotkan larutan cuka apel dan garam ini pada bagian lantai yang berminyak, kemudian lap dengan kain bersih. Jika noda minyak sangat membandel, semprotkan ulang dan diamkan beberapa waktu agar cairan bekerja lebih efektif, lalu bilas dengan air dan pembersih lantai biasa untuk hasil maksimal.
Gunakan Cairan Pembersih Lantai Khusus Dapur
Untuk memastikan lantai dapur tidak hanya bersih tetapi juga higienis dan kesat, penggunaan cairan pembersih lantai yang diformulasikan khusus untuk dapur sangat direkomendasikan. Produk ini biasanya mengandung bahan aktif yang efektif mengangkat lemak dan kotoran membandel.
Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk untuk takaran yang tepat, misalnya 30ml cairan pembersih untuk 1 liter air bersih. Pastikan kain pel tidak terlalu basah saat mengepel agar lantai cepat kering dan tidak meninggalkan residu licin. Peras pel hingga cukup lembap untuk mengangkat kotoran tanpa membuat genangan air.
Pembersih lantai khusus dapur tidak hanya membersihkan secara mendalam tetapi juga seringkali dilengkapi dengan wangi alami yang tahan lama, menciptakan suasana dapur yang lebih segar. Pemilihan produk yang tepat akan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan keamanan lantai dapur Anda.
Pastikan Ventilasi Dapur Baik dan Keringkan Lantai
Setelah proses pembersihan selesai, langkah krusial berikutnya adalah memastikan lantai dapur benar-benar kering dan tidak lembap. Kelembapan yang tertinggal dapat menjadi penyebab lantai kembali licin dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Segera buka semua ventilasi di dapur, seperti jendela atau pintu, untuk mempercepat proses pengeringan. Jika dapur Anda memiliki sirkulasi udara yang terbatas, gunakan kipas angin untuk membantu mengeringkan lantai dan mendorong udara panas keluar dari ruangan. Biarkan kipas menyala selama 15-20 menit untuk memastikan lantai kering sempurna.
Lantai dapur yang kering sempurna tidak hanya mencegah risiko terpeleset, tetapi juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan bau tidak sedap dan membuat lantai cepat kotor kembali. Perhatian terhadap detail ini adalah kunci untuk menjaga lantai dapur tetap bersih, kesat, dan aman dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Kenapa lantai dapur sering terasa licin meski sudah dipel?
Lantai dapur tetap licin karena adanya sisa minyak dan lemak yang tidak terangkat sempurna, sehingga membentuk lapisan tipis lengket meski lantai sudah dipel dengan air biasa.
2. Apakah air biasa cukup untuk membersihkan lantai dapur berminyak?
Air biasa tidak cukup efektif membersihkan lantai dapur berminyak karena tidak memiliki kemampuan mengurai lemak, sehingga diperlukan campuran sabun, cuka, atau pembersih khusus dapur.
3. Bahan alami apa yang efektif untuk menghilangkan lantai dapur licin?
Baking soda, cuka, garam, dan cuka apel merupakan bahan alami yang efektif mengangkat minyak dan kotoran pada lantai dapur tanpa merusak permukaan lantai.
4. Seberapa sering lantai dapur harus dibersihkan agar tidak licin?
Lantai dapur sebaiknya disapu setiap hari dan dipel secara rutin, minimal satu kali sehari atau setiap selesai memasak berat, untuk mencegah penumpukan minyak dan kotoran.
5. Apakah lantai dapur yang lembap bisa menjadi berbahaya?
Lantai dapur yang lembap berisiko menyebabkan terpeleset dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri serta jamur, sehingga penting untuk memastikan lantai benar-benar kering setelah dibersihkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470634/original/047052500_1768212369-tanaman_akuaponik__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458183/original/082517500_1767073354-ide__healing_spot__di_teras_kecil__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470586/original/004864400_1768211459-rambut_bob_33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470533/original/040786300_1768209842-kandang_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338481/original/061373500_1756972138-pexels-andreaedavis-23719547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470477/original/076893900_1768206743-Ikan_Aquaponik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470053/original/096964300_1768196338-Gemini_Generated_Image_g5zm7hg5zm7hg5zm.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465564/original/037089600_1767771007-Gemini_Generated_Image_j3lfruj3lfruj3lf.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470416/original/052730500_1768204892-Menanam_Kangkung_Air.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470495/original/075490200_1768207970-Pergola.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470693/original/010766800_1768215858-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470382/original/066990700_1768204663-Gaya_Industrial_dengan_Pipa_Ekspos__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470620/original/005560700_1768212080-Sepatu_running_yang_rusak_karena_salah_mencuci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470353/original/049340000_1768203208-rice_cooker_anak_kos__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467912/original/049910400_1767935034-Gemini_Generated_Image_pgd2l7pgd2l7pgd2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470351/original/038678100_1768203199-Cara_Memanfaatkan_Kardus_Bekas_untuk_Berkebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470340/original/068326200_1768203031-Ide_Jualan_Es_Murah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470300/original/048386800_1768202185-Menanam_Cabai_di_Pot_Tempel_Geometris_pada_Dinding_Pagar__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)