:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306581/original/066326000_1784884535-e0eda8fb-7bf5-4faa-934f-d8b00610f32b__1_.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Ampas kopi yang biasanya berakhir di tempat sampah sebenarnya masih menyimpan banyak manfaat jika diolah dengan tepat. Banyak orang belum mengetahui cara memanfaatkan ampas kopi untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, padahal kandungan alaminya bisa menyuburkan tanaman hingga mengatasi bau tidak sedap di berbagai sudut rumah tanpa mengeluarkan biaya tambahan sama sekali.
Setiap hari, jutaan cangkir kopi diseduh baik di rumah maupun di kedai, dan sisa ampasnya kerap dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan lebih jauh. Padahal, tekstur serta kandungan senyawa dalam ampas kopi memiliki fungsi praktis yang jarang disadari banyak orang, mulai dari perawatan tanaman, kebersihan dapur, sampai pengendalian bau di berbagai sudut rumah.
Artikel ini akan mengulas tujuh cara memanfaatkan ampas kopi yang mudah dipraktikkan dirumah, yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (24/7/2026). Dengan sedikit kreativitas, sisa seduhan kopi yang tadinya dianggap sampah dapur bisa berubah menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan untuk berbagai keperluan rumah tangga.
1. Mengolah Ampas Kopi Menjadi Pupuk Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306582/original/074667700_1784884535-4893c7a6-5b7d-4b48-be4b-3fb1abc05e3b.jpg)
Perbesar
Ampas kopi mengandung nitrogen, kalium, fosfor, dan bahan organik yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Kandungan tersebut tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga merangsang aktivitas mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesehatan struktur tanah di sekitar akar tanaman sehingga pertumbuhannya berlangsung lebih optimal.
Sebelum digunakan, ampas kopi perlu dikeringkan terlebih dahulu agar tidak mudah ditumbuhi jamur saat bersentuhan dengan media tanam yang lembap. Proses pengeringan ini cukup dilakukan dengan menjemurnya di tempat terbuka selama beberapa jam hingga teksturnya benar-benar kering dan tidak lagi menggumpal.
Setelah kering, taburkan ampas kopi secara tipis di sekitar pangkal tanaman atau campurkan langsung ke media tanam secukupnya sesuai kebutuhan. Hindari penggunaan dalam jumlah berlebihan karena lapisan yang terlalu tebal dapat menghambat sirkulasi udara pada permukaan tanah tempat akar tumbuh.
2. Menambahkan Ampas Kopi ke dalam Kompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306583/original/067626000_1784884537-Membuang_Ampas_Kopi_ke_Kompos.jpg)
Perbesar
Selain berfungsi sebagai pupuk langsung, ampas kopi juga tergolong bahan hijau yang baik untuk campuran kompos rumahan. Kandungan nitrogennya membantu mempercepat proses penguraian bahan organik lain di dalam tumpukan kompos agar hasil akhirnya lebih matang, gembur, dan siap dipakai kembali.
Cara mengaplikasikannya cukup sederhana, yaitu memasukkan ampas kopi ke dalam wadah kompos bersama sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering yang sudah terkumpul sebelumnya. Komposisi bahan hijau dan bahan cokelat perlu diperhatikan agar proses penguraian berjalan seimbang dan tidak menimbulkan bau.
Tumpukan kompos yang sudah dicampur ampas kopi sebaiknya diaduk secara berkala agar oksigen dapat masuk ke seluruh bagian secara merata. Pengadukan rutin ini membuat bahan organik terurai lebih cepat dan mengurangi risiko timbulnya bau tidak sedap dari tumpukan kompos tersebut.
3. Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306584/original/075195900_1784884537-1caf5eef-ab5c-442f-888b-0a383cc3eb09.jpg)
Perbesar
Bau makanan yang bercampur di dalam kulkas kerap mengganggu, terutama jika berbagai jenis bahan makanan disimpan dalam satu ruang pendingin yang sama dalam waktu lama. Ampas kopi kering memiliki kemampuan menyerap aroma sehingga efektif digunakan sebagai penetral bau alami di dalam kulkas.
Caranya, keringkan ampas kopi hingga benar-benar tidak lembap agar tidak menimbulkan bau apek baru saat diletakkan di ruang tertutup seperti kulkas. Ampas yang masih basah justru berisiko ditumbuhi jamur dan membuat masalah bau semakin parah daripada sebelum digunakan sama sekali.
Letakkan ampas kopi kering dalam mangkuk kecil atau wadah terbuka di salah satu sudut kulkas yang jarang terganggu aktivitas buka tutup pintu. Gantilah secara berkala, terutama ketika kemampuan menyerap aromanya mulai berkurang dan bau di dalam kulkas kembali tercium jelas.
4. Menyerap Bau pada Sepatu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306585/original/081206000_1784884537-e530638f-42c3-4f43-9206-39d668f72cea.jpg)
Perbesar
Sepatu yang sering dipakai dalam waktu lama cenderung menyimpan kelembapan dan keringat yang memicu bau tidak sedap di bagian dalamnya, terutama setelah dipakai seharian. Ampas kopi kering dapat dimanfaatkan sebagai penyerap alami untuk mengatasi masalah ini tanpa harus mengeluarkan biaya membeli produk khusus.
Untuk menggunakannya, siapkan kantong kain kecil atau kaus kaki tipis yang bersih, lalu isi dengan ampas kopi yang sudah benar-benar kering dan tidak menggumpal. Pastikan kantong tersebut tertutup rapat agar ampas tidak tumpah dan mengotori bagian dalam sepatu saat digunakan.
Letakkan kantong berisi ampas kopi tersebut di dalam sepatu semalaman agar aromanya sempat menyerap bau yang menempel pada bagian dalam sepatu. Keesokan harinya, keluarkan kantong tersebut sebelum sepatu kembali dipakai supaya tidak meninggalkan residu ampas kopi yang menempel di dalamnya.
5. Membersihkan Peralatan Dapur dengan Scrub Ampas Kopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306586/original/086642000_1784884537-0a76076a-80fd-42e9-bf31-f1ca9c6eb08e.jpg)
Perbesar
Tekstur ampas kopi yang sedikit kasar membuatnya efektif digunakan sebagai bahan pembersih alami untuk mengangkat noda maupun kerak membandel pada peralatan dapur. Sifat abrasif ringan ini bekerja hampir seperti scrub pada umumnya tanpa perlu menambahkan bahan kimia tambahan apa pun.
Cara penggunaannya cukup dengan menaburkan sedikit ampas kopi pada spons atau kain basah, kemudian menggosokkannya perlahan pada bagian peralatan yang bernoda dan sulit dibersihkan. Peralatan berbahan logam yang cukup kokoh umumnya lebih tahan terhadap gesekan ringan dari tekstur ampas kopi tersebut.
Setelah proses menggosok selesai, bilas peralatan hingga tidak ada sisa ampas kopi yang menempel pada permukaannya agar tidak meninggalkan noda baru. Penggunaan scrub ampas kopi sebaiknya dihindari pada peralatan berlapis antilengket karena permukaannya lebih rentan tergores oleh bahan yang bersifat abrasif.
6. Mengusir Semut secara Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306587/original/092197400_1784884537-632cfa92-7ee9-4bd5-847d-b2c69fedcc00.jpg)
Perbesar
Semut yang kerap muncul di celah pintu maupun sudut dapur sering kali mengganggu kenyamanan penghuni rumah, terutama saat musim penghujan tiba. Aroma khas dari ampas kopi dipercaya dapat mengganggu jejak penciuman semut sehingga serangga tersebut enggan melintasi area yang sudah ditaburi ampas kopi.
Sebelum digunakan, pastikan ampas kopi dalam kondisi kering agar aromanya lebih kuat dan tidak lembap saat bersentuhan dengan permukaan lantai rumah. Ampas kopi basah cenderung cepat berjamur sehingga fungsinya sebagai pengusir semut menjadi kurang maksimal dibandingkan yang benar-benar kering sempurna.
Taburkan ampas kopi kering secara tipis di sepanjang jalur yang biasa dilalui semut atau di sekitar celah pintu rumah yang rawan dimasuki serangga. Bersihkan dan ganti dengan ampas baru secara berkala, terutama setelah terkena air atau saat aromanya mulai memudar dari permukaan lantai.
7. Meredam Bau di Tempat Sampah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306588/original/097248600_1784884537-25a9c2ba-be4b-42f0-ad91-2e079e57427e.jpg)
Perbesar
Tempat sampah organik yang jarang dibersihkan sering menimbulkan bau menyengat, apalagi jika sisa makanan di dalamnya tidak segera dibuang keluar rumah dalam waktu singkat. Ampas kopi kering dapat membantu meredam aroma tersebut sehingga tempat sampah tidak terlalu mengganggu penciuman penghuni rumah.
Sebelum memasang kantong sampah baru, taburkan lapisan tipis ampas kopi kering di bagian dasar tempat sampah terlebih dahulu sebagai lapisan awal. Lapisan ini akan menyerap sebagian bau dan kelembapan yang biasanya muncul dari sisa makanan yang membusuk di dalam kantong sampah.
Setiap kali membuang sampah organik, tambahkan sedikit ampas kopi kering di atasnya sebagai lapisan tambahan penyerap bau baru. Kebiasaan sederhana ini dapat menjaga tempat sampah tetap lebih segar dan mengurangi frekuensi bau tidak sedap yang biasanya tercium di area dapur.
Pertanyaan Seputar Cara Memanfaatkan Ampas Kopi
- Apakah ampas kopi harus dikeringkan sebelum digunakan? Ya, ampas kopi sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Ampas yang masih basah lebih mudah ditumbuhi jamur dan justru dapat menimbulkan bau apek baru, baik saat digunakan sebagai pupuk maupun sebagai penyerap bau.
- Apakah ampas kopi aman untuk semua jenis tanaman? Sebagian besar tanaman dapat menerima ampas kopi dalam jumlah secukupnya karena kandungan nutrisinya membantu kesuburan tanah. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu dibatasi agar tidak terlalu tebal sehingga sirkulasi udara di permukaan tanah tetap terjaga dengan baik.
- Berapa lama ampas kopi efektif menyerap bau di kulkas? Kemampuan ampas kopi menyerap bau di kulkas biasanya bertahan hingga aromanya mulai memudar, yang bisa berlangsung selama beberapa hari tergantung intensitas bau di dalamnya. Setelah itu, ampas kopi perlu diganti dengan yang baru agar fungsinya tetap optimal.
- Apakah ampas kopi bisa merusak peralatan dapur? Ampas kopi tergolong aman untuk peralatan berbahan logam yang cukup kokoh, tetapi sebaiknya dihindari pada permukaan antilengket. Tekstur abrasif ringannya berisiko meninggalkan goresan pada lapisan antilengket yang lebih rentan dibandingkan permukaan logam biasa.
- Apakah ampas kopi benar-benar efektif mengusir semut? Efektivitas ampas kopi dalam mengusir semut dapat berbeda-beda tergantung jenis semut dan kondisi rumah masing-masing. Meski demikian, aroma kuat dari ampas kopi kering dipercaya cukup mengganggu jejak penciuman semut sehingga mengurangi aktivitasnya di area tertentu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306804/original/052040800_1784899923-42b9f27e-e5cf-44ca-9298-d55c20cdc122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4252261/original/028892100_1670385680-antonino-visalli-RNiBLy7aHck-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306760/original/029914400_1784895439-Gemini_Generated_Image_h23z1xh23z1xh23z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306490/original/070120600_1784880090-97ea6d8c-b605-4a46-9ccc-7a4106ab6d3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306689/original/095109400_1784890408-2a231305-3499-43cd-bc32-37c1b711e507.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306593/original/060669700_1784884771-Rumah_dengan_Half_Outdoor_Living_Room_Tren_Baru_untuk_Iklim_Tropis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306424/original/077461000_1784878342-2149029655.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300034/original/050009800_1784284377-beb3b27c-b355-48c0-a3b2-287eabbd1f31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470485/original/016708400_1768207249-unnamed-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574789/original/083665500_1777978772-Desain_Kamar_Mandi_Mungil_Kekinian_dengan_Motif_Batu_Alam___Rak_Vertikal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306666/original/017619500_1784888858-Gemini_Generated_Image_eq9yhzeq9yhzeq9y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3416346/original/025795600_1617190012-pexels-malte-luk-1669754.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306553/original/028178600_1784883605-janko-ferlic-KwU5Cl0LSXs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297120/original/003350200_1784080745-f832818d-a49e-4620-b3ac-5b992b62daa4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306528/original/005783200_1784882210-Screenshot_2026-07-24_145818.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306470/original/008085600_1784879626-ac6cf92b-2696-4962-8d7f-db7898b2004e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306467/original/033259600_1784879535-Desain_Kamar_Kos_yang_Bikin_Penghuninya_Bangun_Pagi_yang_Cocok_untuk_Pekerja_dan_Mahasiswa_yang_Sering_Kesiangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306518/original/050964200_1784881762-pexels-olly-3885603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421809/original/040895800_1763960008-pexels-emil-kalibradov-3013808-7085779.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490121/original/066294000_1769999045-Tanaman_Hias_Outdoor_Berdaun_Cantik_dan_Berbunga_Indah.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541563/original/023593700_1774868056-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521871/original/058370700_1772702607-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541835/original/099746700_1774921684-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541806/original/020142900_1774918571-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539899/original/018518500_1774666349-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147509/original/040234600_1662392918-smiling-gardener-carrying-lavender-flower-pots-crate-plant-nursery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542101/original/053321400_1774933354-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538752/original/033816000_1774579817-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539778/original/051715100_1774620041-pexels-cottonbro-6591158.jpg)