6 Tips Anti Mual saat Mudik Naik Pesawat, Biar Perjalanan Lebih Nyaman

8 hours ago 5
  • Apa penyebab utama mabuk perjalanan saat naik pesawat?
  • Makanan atau minuman apa yang sebaiknya dihindari sebelum penerbangan untuk mencegah mual?
  • Bagaimana cara memilih tempat duduk yang strategis di pesawat untuk mengurangi mabuk udara?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan mudik seringkali jadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Namun bagi sebagian orang, perjalanan udara bisa menjadi tantangan karena mabuk perjalanan (motion sickness). Kondisi ini dapat menimbulkan mual, pusing, hingga muntah, sehingga mengurangi kenyamanan selama penerbangan, terutama pada perjalanan yang cukup lama.

Mabuk udara terjadi ketika otak menerima sinyal yang tidak selaras dari mata, telinga bagian dalam (yang mengatur keseimbangan), dan sensor tubuh. Misalnya, mata melihat kabin pesawat tampak stabil, tetapi telinga bagian dalam merasakan gerakan pesawat. Perbedaan sinyal ini membuat otak “bingung” dan memicu gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit kepala, tubuh terasa lemas, berkeringat, atau panas dingin.

Agar perjalanan mudik tetap nyaman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum dan selama penerbangan. Mulai dari menjaga pola makan, memilih kursi yang tepat, hingga beristirahat cukup. Dengan persiapan yang baik, risiko mabuk udara dapat diminimalkan sehingga perjalanan terasa lebih tenang dan menyenangkan.

Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman Sebelum Terbang

Sebelum terbang, sebaiknya konsumsi makanan ringan yang sehat untuk membantu mencegah mual. Jangan bepergian dengan perut kosong karena hal ini justru dapat memperparah mabuk udara. Pilih makanan ringan seperti buah, sayur, biskuit tawar, atau roti kering. Namun, hindari makan berlebihan karena perut yang terlalu penuh juga bisa memicu mual.

Hindari makanan berlemak, berminyak, pedas, atau terlalu asin sebelum dan selama penerbangan. Jenis makanan tersebut lebih sulit dicerna dan berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, makanan yang terlalu asin dapat mempercepat dehidrasi, sementara udara di dalam kabin pesawat cenderung kering.

Untuk pilihan yang lebih aman, konsumsi makanan rendah lemak, cukup protein, dan bercita rasa ringan (tidak terlalu manis atau asin), seperti roti tawar atau biskuit asin. Makanan ini dapat membantu menenangkan lambung.

Selain makanan, perhatikan juga asupan minuman. Hindari kopi, teh berkafein, alkohol, dan minuman bersoda karena dapat memperburuk dehidrasi dan memicu mual. Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama penerbangan.

Pilih Posisi Duduk yang Strategis di Pesawat

Memilih tempat duduk yang tepat dapat membantu mengurangi risiko mabuk udara secara signifikan. Kursi di bagian tengah pesawat, tepat di atas atau dekat sayap, merupakan area paling stabil karena berada di pusat gravitasi pesawat. Duduk di area ini dapat meminimalkan sensasi naik-turun yang sering memicu mual.

Jika terbang pada siang hari, memilih kursi dekat jendela juga bisa membantu. Melihat pemandangan di luar dan memusatkan pandangan pada cakrawala atau titik yang jauh dapat membantu otak menyelaraskan informasi visual dengan gerakan yang dirasakan tubuh. Cara ini efektif mengurangi kebingungan sensorik yang menjadi penyebab mual.

Sebaliknya, hindari kursi di bagian belakang pesawat, terutama baris paling belakang, karena area ini biasanya terasa lebih berguncang saat turbulensi atau pendaratan. Kursi yang berada tepat di atas mesin juga bisa menimbulkan getaran tambahan yang memperparah rasa tidak nyaman. Jika kursi dekat sayap tidak tersedia, kursi di bagian depan pesawat bisa menjadi pilihan yang relatif lebih stabil dibandingkan bagian belakang.

Hindari Aktivitas yang Memperparah Mual

Membaca buku atau menatap layar ponsel dan tablet terlalu lama saat penerbangan dapat memperparah mual. Aktivitas ini membuat mata fokus pada objek yang diam di dalam kabin, sementara telinga bagian dalam tetap merasakan gerakan pesawat. Perbedaan sinyal ini dapat memicu konflik sensorik yang menyebabkan pusing dan mual.

Untuk menguranginya, sebaiknya batasi penggunaan gawai atau membaca dalam waktu lama. Anda bisa memejamkan mata dan mencoba tidur agar tubuh lebih rileks. Istirahat yang cukup selama penerbangan dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.

Jika sulit tidur, alihkan perhatian dengan mendengarkan musik atau podcast. Anda juga bisa berbincang santai dengan teman perjalanan. Menonton film dari layar kursi yang jaraknya lebih jauh dibandingkan layar ponsel juga bisa menjadi pilihan, karena mata tidak terlalu terfokus pada objek dekat sehingga membantu mengurangi rasa mual dan membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Manfaatkan Bantuan Alami dan Medis untuk Anti Mual

Jahe dikenal sebagai bahan alami yang efektif untuk meredakan mual. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk teh jahe, permen jahe, atau suplemen. Kandungan bioaktif dalam jahe membantu memperlancar pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung, sehingga dapat mengurangi rasa mual selama penerbangan.

Selain jahe, mengunyah permen karet rasa mint juga dapat membantu. Gerakan mengunyah merangsang sistem pencernaan, sementara aroma dan rasa mint memberi efek menenangkan pada lambung. Aromaterapi seperti minyak esensial peppermint atau lavender juga bisa digunakan untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Bagi yang sangat rentan terhadap mabuk udara, obat antimual bisa menjadi pilihan. Obat yang mengandung dimenhidrinat yang tersedia bebas di apotek. Obat tersebut bekerja dengan menekan aktivitas sistem keseimbangan (vestibular) yang memicu mual. Sebaiknya minum 30–60 menit sebelum keberangkatan agar efeknya optimal. Namun, obat ini dapat menyebabkan kantuk.

Untuk obat resep seperti skopolamin (biasanya dalam bentuk plester), konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pastikan Istirahat Cukup Sebelum Mudik

Kondisi tubuh yang kurang fit dapat memicu atau memperparah mabuk perjalanan. Karena itu, pastikan Anda tidur cukup pada malam sebelum keberangkatan. Tubuh yang segar dan tidak kelelahan akan lebih siap menghadapi perubahan gerakan selama penerbangan.

Kurang tidur dapat membuat sistem saraf lebih sensitif terhadap gerakan, sehingga gejala seperti mual dan pusing lebih mudah muncul. Dengan istirahat yang cukup, tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks, sehingga risiko mabuk udara dapat berkurang.

Selain menjaga kualitas tidur, kelola stres sebelum perjalanan. Rasa cemas atau tegang dapat memperburuk keluhan mabuk perjalanan. Cobalah teknik relaksasi sederhana seperti menarik napas dalam, meditasi ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Jika penerbangan Anda cukup panjang atau memiliki waktu transit, manfaatkan waktu di pesawat untuk beristirahat agar tubuh tidak semakin lelah.

Fokus pada Titik Stabil dan Udara Segar

Saat mulai merasa mual, segera alihkan pandangan ke titik yang stabil di luar pesawat, seperti cakrawala. Cara ini membantu menyelaraskan informasi dari mata dengan gerakan yang dirasakan telinga bagian dalam, sehingga mengurangi “kebingungan” sensorik penyebab mabuk perjalanan. Jika tidak bisa melihat ke luar jendela, pejamkan mata dan cobalah beristirahat atau tidur sejenak.

Aliran udara segar juga dapat membantu meredakan gejala. Arahkan ventilasi udara di atas kursi ke wajah Anda untuk mendapatkan hembusan udara sejuk. Sensasi ini dapat membantu mengurangi rasa mual dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Selain itu, pastikan sirkulasi udara di sekitar Anda tetap baik. Hindari paparan bau menyengat seperti parfum berlebihan atau aroma lain yang kuat karena dapat memicu atau memperparah mual. Menjaga udara tetap segar sama pentingnya dengan langkah pencegahan lainnya agar perjalanan mudik tetap nyaman dan bebas gangguan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa penyebab utama mabuk perjalanan saat naik pesawat?

Mabuk perjalanan terjadi karena otak menerima sinyal yang bertentangan dari mata, telinga bagian dalam (keseimbangan), dan sensor tubuh mengenai gerakan.

2. Makanan atau minuman apa yang sebaiknya dihindari sebelum penerbangan untuk mencegah mual?

Hindari makanan berlemak, berminyak, pedas, terlalu asin, serta minuman berkafein, alkohol, dan bersoda.

3. Bagaimana cara memilih tempat duduk yang strategis di pesawat untuk mengurangi mabuk udara?

Pilih kursi di tengah pesawat, tepat di atas sayap, karena area ini paling stabil dan meminimalkan guncangan.

4. Apakah ada bantuan alami yang efektif untuk mengatasi mual saat di pesawat?

Jahe (teh, permen, suplemen) dan permen karet rasa mint dikenal efektif mengurangi mual secara alami.

5. Kapan waktu terbaik mengonsumsi obat antimual sebelum penerbangan?

Sebaiknya konsumsi obat antimual seperti dimenhidrinat sekitar 30-60 menit sebelum keberangkatan untuk hasil optimal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |