6 Tempat Tak Terduga yang Sering Jadi Sarang Rayap di Rumah, Jangan Abaikan

1 week ago 5

Liputan6.com, Jakarta Rayap bisa merusak kayu tanpa disadari. Bahkan ada tempat tak terduga yang sering jadi sarang rayap di rumah, seperti lemari sudut atau rak lama, yang sering luput diperiksa.

Kelembapan dan tumpukan bahan berbasis kayu atau kertas juga menarik koloni rayap. Beberapa tempat tak terduga yang sering jadi sarang rayap di rumah muncul di plafon atau area bawah furnitur.

Rayap tak hanya menyerang area terlihat. Mengetahui tempat tak terduga yang sering jadi sarang rayap di rumah membantu pemilik rumah rutin memeriksa dan mencegah kerusakan.

Menurut Handru, Herwina, Dahelmi, (2012) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Hutan Lestari (2017) Vol. 5 (2) : 481 - 489, rayap adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu komunitas yang dikenal dengan istilah koloni.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tempat tak terduga yang sering jadi sarang rayap di rumah, Rabu (19/11/2025).

Tempat Tak Terduga Sering Jadi Sarang Rayap di Rumah

Mengutip buku berjudul Mencegah & Membasmi Rayap (2017) oleh Kiat Praktis, rayap merupakan jenis serangga yang telah menyerang hampir semua komponen bangunan, terutama komponen kayu pada konstruksi bangunan atau furnitur. Serangan rayap ini seakan tidak mengenal waktu. Rayap menyerang selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 360 hari setahun.

Berikut ini tempat tak terduga sering jadi sarang rayap:

1. Area Lembap di Ruang Bawah Tanah, Kamar Mandi, dan Dapur

Rayap sangat tertarik pada kondisi lembap karena mereka membutuhkan air untuk bertahan hidup. Ruang bawah tanah, kamar mandi, dan dapur sering memiliki kelembapan tinggi akibat ventilasi buruk atau genangan kecil yang tidak disadari. Kebocoran pipa di bawah wastafel dapur atau kamar mandi menciptakan lingkungan ideal bagi rayap untuk membuat terowongan lumpur. Jika tidak segera diperbaiki, rayap dapat memperluas koloni dan menyerang struktur kayu di sekitarnya.

2. Atap Bocor dan Plafon Kayu

Rayap kayu kering sering memanfaatkan area seperti atap bocor dan plafon kayu yang lembap akibat rembesan air hujan. Ketika atap memiliki retakan kecil atau genteng yang bergeser, air dapat merembes dan membuat balok langit-langit lembap. Kondisi gelap, hangat, dan jarang diperiksa membuat rayap mudah berkembang tanpa terdeteksi. Koloni yang tumbuh di plafon biasanya baru terlihat ketika kayu mulai rapuh atau plafon berubah bentuk.

3. Bagian Bawah Lantai Kayu

Area di bawah lantai kayu merupakan tempat tersembunyi yang sering menjadi jalur masuk rayap. Ruang sempit, lembap, dan minim cahaya membuat lokasi ini sangat ideal untuk membangun koloni. Rayap dapat merusak lantai dari bawah hingga kayu terasa kopong saat diinjak. Serangan di area ini biasanya sulit diketahui sejak awal karena rayap memakan kayu dari dalam dan meninggalkan permukaan luar yang tampak normal.

4. Kusen Pintu, Jendela, dan Dinding Retak

Kusen pintu dan jendela yang bersentuhan dengan tanah atau dinding lembap merupakan jalur paling umum bagi rayap tanah untuk masuk ke rumah. Celah kecil pada kusen atau retakan pada dinding menjadi pintu masuk alami bagi mereka. Rayap dapat masuk, membangun terowongan lumpur, dan mulai menggerogoti kayu secara bertahap. Jika dibiarkan, kusen bisa membengkak, sulit dibuka, atau bahkan rusak total. Rayap juga dapat menyusup melalui pondasi yang retak dan menyebar ke struktur lain.

5. Belakang Lemari dan Perabot Besar yang Jarang Dipindah

Perabot besar seperti lemari kayu, rak, atau sofa berat sering menutupi area yang jarang dibersihkan. Ruang gelap, tertutup, dan jarang terjamah ini sangat disukai rayap, terutama jika terdapat sedikit kelembapan. Rayap bisa memulai sarang di belakang perabot atau bahkan langsung menyerang furnitur kayu dari dalam. Kerusakan biasanya baru terlihat saat perabot dipindahkan atau saat bagian dalamnya mulai rapuh dan berlubang.

6. Tumpukan Kayu, Kardus, dan Bahan Organik di Area Luar Rumah

Rayap sering memulai koloninya dari luar rumah, terutama pada tumpukan kayu bakar, sisa material bangunan, kardus, atau tunggul pohon mati di halaman. Bahan-bahan ini kaya selulosa, sehingga menjadi sumber makanan utama rayap. Setelah koloni terbentuk, mereka akan merayap melalui tanah menuju struktur rumah. Jika tumpukan material diletakkan terlalu dekat dengan tembok atau menyentuh tanah langsung, risiko rayap masuk ke rumah semakin besar.

Tanda-Tanda Keberadaan Rayap di Balik Persembunyiannya

Mengutip buku berjudul Dunia Burung dan Serangga: Mengenal Fakta Sains dan Keunikannya (2014) oleh Syerif Nurhakim Dede Abdurohman, rayap membangun sarangnya dari tanah yang dicampur dengan air liurnya. Tinggi sarang rayap dapat mencapai 6 meter, sedangkan lebarnya mencapai 12 meter. Sarang rayap memiliki pasokan udara yang terus berganti sehingga suhu dan kelembapan di dalamnya relatif tetap. 

Dindingnya yang tebal dan keras melindungi bagian dalam dari panas di luar sarang. Pori-pori yang terdapat pada dinding berfungsi untuk menyaring udara. Sirkulasi udara diatur dengan membuat terowongan khusus pada sisi dinding sebelah dalam. Di bagian luar sarang terdapat saluran dan atap yang dibuat dengan kemiringan tertentu untuk mencegah masuknya air. 

1. Ciri Fisik pada Kayu dan Permukaan Rumah

  • Kayu terasa kopong atau berongga saat diketuk, karena bagian dalam sudah habis dimakan rayap.
  • Permukaan kayu mudah hancur ketika ditekan ringan, menandakan struktur dalamnya telah rusak.
  • Muncul serbuk kayu halus (frass) berwarna cokelat muda di sekitar furnitur, kusen pintu, atau jendela—ini biasanya ditinggalkan rayap kayu kering.
  • Cat dinding atau kayu menggelembung atau tidak rata, akibat aktivitas rayap atau kelembapan tinggi yang memancing mereka.

2. Aktivitas Rayap yang Dapat Terlihat Langsung

  • Adanya jalur lumpur (mud tubes) pada dinding bawah, pondasi, atau belakang furnitur yang menempel ke tembok—ciri khas rayap tanah sedang aktif mencari makanan.
  • Laron beterbangan di dekat lampu, terutama saat musim kawin, menandakan adanya koloni rayap dewasa di sekitar rumah.
  • Sayap rayap berserakan di lantai atau dekat ventilasi, karena laron melepaskan sayapnya setelah menemukan tempat untuk membangun koloni baru.

Q & A Seputar Topik

Apakah rayap bisa bersarang di furniture yang jarang dipakai?

Ya, furniture kayu yang jarang disentuh atau bergerak sangat rentan. Rayap senang tempat gelap dan lembap, jadi sofa tua, lemari sudut, atau rak yang jarang dibuka bisa menjadi sarang.

Apakah lantai kayu atau parket bisa menjadi tempat rayap bersarang?

Sangat mungkin, terutama jika ada kebocoran air atau kelembapan tinggi. Rayap mudah menembus kayu yang lembab dan bisa merusak struktur lantai dari bawah permukaan.

Bisakah plafon atau langit-langit kayu menjadi sarang rayap?

Bisa. Rayap sering membangun koloni di langit-langit kayu atau plafon lama, terutama jika ada kayu yang lembap akibat bocor atap atau kondensasi.

Apakah tumpukan kertas, buku, atau kardus bisa diserang rayap?

Ya, rayap menyukai bahan berbasis selulosa. Tumpukan buku lama, kardus, atau dokumen yang disimpan di tempat lembap bisa menjadi target empuk rayap.

Bagaimana dengan area tersembunyi di dinding atau kusen pintu?

Area ini sangat berpotensi. Rayap dapat membuat terowongan di balik dinding, kusen, atau ambang pintu tanpa terlihat dari luar, sehingga kerusakan baru terlihat saat sudah parah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |