6 Perbedaan Aktivitas Ular Sawah di Siang dan Malam Hari, Ketahui Perannya dalam Ekosistem

3 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Ular sawah merupakan salah satu predator alami yang memainkan peran penting dalam ekosistem pertanian. Perilaku hewan ini sering menarik perhatian peneliti, petani, maupun pengamat satwa, terutama untuk mempelajari kebiasaan berburu dan pola pergerakannya. Perbedaan aktivitas ular sawah di siang dan malam hari menjadi fokus utama, agar manusia dapat memahami jam-jam puncak pergerakan ular serta strategi bertahan hidup mereka.

Lingkungan memengaruhi cara ular sawah menyesuaikan diri terhadap kondisi sekitarnya. Faktor suhu, kelembapan dan ketersediaan mangsa menentukan tingkat aktivitas, serta lokasi persembunyian hewan tersebut. Perbedaan aktivitas ular sawah di siang dan malam hari membantu mengidentifikasi waktu optimal untuk berburu, beristirahat, maupun menjelajahi wilayah teritorial.

Pemahaman perilaku ular sawah juga penting bagi masyarakat sekitar, agar dapat menghindari kontak tidak sengaja dengan hewan ini. Perbedaan aktivitas ular sawah di siang dan malam hari memberikan informasi berharga, bagi pengelolaan lahan pertanian serta strategi konservasi.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (17/12/2025).

Perbedaan Aktivitas Ular Sawah

Aktivitas ular sawah secara umum sangat bervariasi antar spesies, meskipun mayoritas menunjukkan perbedaan perilaku yang cukup signifikan antara siang dan malam hari. Perbedaan ini berkaitan erat dengan sifat ular sebagai hewan berdarah dingin atau ektoterm, yang menjadikan mereka sangat tergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur metabolisme, tingkat energi dan kemampuan bergerak secara efisien.

Pemahaman terhadap pola aktivitas ini memiliki nilai penting bagi petani, peneliti dan pengamat satwa, karena dapat membantu mengantisipasi interaksi dengan ular sawah secara aman dan meminimalkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

Aktivitas Ular Sawah di Siang Hari

Pada siang hari, perilaku ular sawah sebagian besar dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan suhu lingkungan yang cenderung lebih tinggi. Ular memanfaatkan waktu ini untuk melakukan termoregulasi, yaitu menyesuaikan suhu tubuh agar metabolisme tetap optimal dan tubuh tidak mengalami stres akibat panas berlebih.

  1. Berjemur (Basking): Beberapa spesies, seperti ular kobra, sering terlihat aktif pada siang hari yang terik, terutama antara pukul 14.00 hingga 16.00, untuk berjemur. Aktivitas berjemur ini memungkinkan tubuh ular menaikkan suhu internalnya, sehingga energi, metabolisme, dan fungsi organ internal dapat bekerja lebih efisien.
  2. Bersembunyi: Sebagian besar ular sawah memilih strategi menghindar dari panas ekstrem dengan bersembunyi di tempat teduh dan lembap. Lokasi persembunyian meliputi lubang tanah, celah bebatuan, atau di bawah tumpukan jerami dan tanaman padi yang rimbun. Selain melindungi diri dari panas, tindakan ini juga mengurangi risiko diserang predator dan menjaga kelembapan tubuh tetap stabil.
  3. Berburu Terbatas: Beberapa spesies, seperti Ular Sapi (Coelognathus radiatus), bersifat diurnal dan kadang melakukan aktivitas berburu terbatas di siang hari. Aktivitas ini biasanya terjadi saat suhu masih nyaman dan cahaya matahari cukup terang, sehingga ular mampu bergerak untuk mencari mangsa tanpa risiko panas berlebih.

Aktivitas Ular Sawah di Malam Hari

Sebagian besar spesies ular sawah menunjukkan puncak aktivitas pada malam hari. Suhu yang lebih stabil dan relatif lebih rendah dibanding siang hari membuat ular lebih nyaman bergerak, menjelajahi wilayah, dan berburu mangsa secara efektif.

  1. Waktu Berburu Utama: Banyak ular sawah, termasuk Ular Kobra Jawa dan Ular Sanca (Piton), bersifat nokturnal. Mereka lebih aktif mencari mangsa pada malam hari, terutama antara pukul 17.00 hingga 03.00 dini hari, saat tikus, katak, dan serangga juga mulai bergerak dan menjadi target berburu.
  2. Pergerakan Aktif: Malam hari menjadi periode ideal untuk berpindah tempat atau menjelajahi wilayah baru. Aktivitas ini meliputi pencarian pasangan untuk reproduksi maupun eksplorasi lokasi berburu yang lebih produktif.
  3. Muncul Setelah Hujan: Ular sawah sering menunjukkan peningkatan aktivitas setelah hujan reda. Kondisi tanah lembap memunculkan mangsa baru dan mendorong ular keluar dari persembunyiannya untuk berburu serta menyesuaikan posisi tubuhnya pada area yang lebih kering.

Secara keseluruhan, pola aktivitas ular sawah menunjukkan adaptasi yang cerdas terhadap kondisi lingkungan. Siang hari umumnya digunakan untuk berjemur, beristirahat, atau berburu terbatas, sementara malam hari menjadi waktu puncak berburu dan eksplorasi wilayah. 

Peran Ular Sawah dalam Ekosistem Pertanian

Ular sawah adalah salah satu predator alami yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Kehadiran ular di area persawahan, ladang, atau area pertanian lain berfungsi sebagai pengendali populasi hama alami, terutama tikus, katak, serangga, dan hewan kecil lain yang bisa merusak tanaman.

1. Pengendali Hama Alami

Salah satu peran paling signifikan ular sawah adalah sebagai predator hama alami. Tikus sawah sering menjadi ancaman serius bagi petani karena mampu merusak benih, batang padi, dan tanaman muda. Ular sawah, terutama spesies nokturnal, berburu tikus pada malam hari sehingga membantu menekan populasi hama tanpa penggunaan pestisida.

Selain tikus, ular sawah juga memangsa katak, kodok, atau serangga tertentu yang dapat merugikan tanaman. Dengan demikian, keberadaan ular membantu mengurangi biaya pertanian yang biasanya diperlukan untuk pengendalian hama kimiawi.

2. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Ular sawah memainkan peran penting dalam rantai makanan pertanian. Sebagai predator, ular membantu menjaga keseimbangan jumlah mangsa agar tidak terjadi ledakan populasi yang merusak tanaman. Di sisi lain, ular juga menjadi sumber makanan bagi predator lain, seperti burung pemangsa atau mamalia kecil, sehingga ekosistem pertanian tetap seimbang.

3. Indikator Kesehatan Lingkungan

Keberadaan ular sawah juga dapat menjadi indikator kesehatan lingkungan pertanian. Area persawahan yang sehat, bebas pencemaran, dan memiliki populasi mangsa yang cukup biasanya menjadi habitat yang ideal bagi ular. Jika populasi ular menurun drastis, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah lingkungan, misalnya penggunaan pestisida berlebihan atau kerusakan habitat.

4. Alternatif Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Mengandalkan ular sawah sebagai pengendali hama merupakan metode alami dan ramah lingkungan. Petani dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia, menjaga kualitas tanah, dan melindungi keberagaman hayati. Dengan demikian, pertanian tetap produktif sekaligus mendukung konservasi satwa liar.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Ular Sawah di Rumah

  • Ular sawah biasanya tidak agresif terhadap manusia kecuali merasa terancam. Jangan mencoba menangkap atau mengejar ular karena hal ini bisa memicu gigitan.
  • Pastikan anak-anak, hewan peliharaan, dan orang lain menjauh dari area ular agar tidak terjadi kontak langsung.
  • Jika memungkinkan, perhatikan ciri-ciri ular dari jarak aman untuk mengetahui apakah termasuk spesies berbisa atau tidak. Sebagian besar ular sawah tidak berbisa dan justru bermanfaat untuk mengendalikan hama di sekitar rumah.
  • Membunuh ular dapat menimbulkan risiko dan mengganggu ekosistem. Ular sawah berperan sebagai predator alami yang membantu mengendalikan tikus, serangga, dan hewan kecil lainnya.
  • Jika ular berada di area rumah yang sulit dijangkau, hubungi petugas penanganan satwa liar, pihak Dinas Kehutanan, atau jasa evakuasi hewan liar untuk memindahkan ular secara aman.
  • Jika memungkinkan, buka pintu atau jendela untuk memberikan jalan keluar bagi ular. Ular biasanya akan meninggalkan rumah sendiri jika menemukan jalan menuju luar.
  • Tutup celah di pintu, jendela, atau lantai yang bisa menjadi jalan masuk ular.Bersihkan tumpukan kayu, rumput tinggi, atau sampah di sekitar rumah.Kendalikan populasi tikus di sekitar rumah, karena keberadaan mangsa dapat menarik ular.

FAQ Seputar Topik

Mengapa aktivitas ular sawah berbeda antara siang dan malam hari?

Aktivitas ular sawah berbeda karena mereka adalah hewan berdarah dingin (ektoterm) yang sangat bergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur metabolisme dan pergerakan. Ketersediaan mangsa juga memengaruhi pola aktivitas ini.

Jenis ular sawah apa saja yang aktif di siang hari?

Beberapa jenis ular sawah yang aktif di siang hari (diurnal) antara lain Ular Jali (Ptyas korros) dan Ular Pucuk (Ahaetulla prasina). Mereka memanfaatkan kehangatan matahari untuk mendapatkan energi.

Jenis ular sawah apa saja yang aktif di malam hari?

Beberapa jenis ular sawah yang aktif di malam hari (nokturnal) meliputi Ular Weling (Bungarus candidus), Ular Tanah (Calloselasma rhodostoma), dan Ular Hijau Berbisa. Aktivitas malam hari didorong oleh suhu yang lebih sejuk dan ketersediaan mangsa.

Apa peran ular sawah dalam ekosistem pertanian?

Ular sawah memiliki peran penting sebagai predator alami hama, terutama tikus dan hewan pengerat yang merusak hasil panen. Ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi penggunaan pestisida kimia.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular sawah di rumah?

Jika menemukan ular sawah di rumah, jangan mencoba menangkapnya sendiri. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau pawang ular profesional untuk penanganan yang aman dan tepat.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |