6 Jenis Ular yang Sering Muncul Saat Banjir, Waspadai Ancaman Tersembunyi

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta Banjir kerap memaksa ular keluar dari sarang mencari tempat aman. Mengetahui jenis ular yang sering muncul saat banjir penting agar masyarakat bisa waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Beberapa ular, seperti ular sawah, ular air, atau piton muda, cenderung muncul di sekitar pemukiman saat air naik. Memahami jenis ular yang sering muncul saat banjir membantu masyarakat mengenali ular yang mungkin berbahaya dan mengambil langkah aman untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.

Selain itu, mengetahui jenis ular yang sering muncul saat banjir memudahkan penanganan jika terjadi kontak. Beberapa berbisa, sebagian tidak, sehingga pengetahuan ini menjaga keselamatan keluarga.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang jenis ular yang sering muncul saat banjir, Senin (10/11/2025).

Jenis Ular Berbahaya saat Banjir

Ketahui ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa agar lebih waspada. Mengutip buku berjudul Ensiklopedia Hewan Ovipar (2024) oleh M. Sumarto, Ciri-ciri ular berbisa adalah mempunyai gigi taring yang kecil, ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, ular berbisa umumnya berwarna terang dan mencolok, ular berbisa memiliki mata lonjong, biasanya ular berbisa memiliki satu baris sisik.

Sementara ciri ular tak berbisa beberapa diantaranya, memiliki dua gigi taring besar di bagian rahang atas, ular tanpa bisa mempunyai bentuk dan sisik sederhana, ular tidak berbisa memiliki mata berbentuk bulat.

Berikut ini jenis ular berbahaya saat banjir:

1. Ular Kobra Jawa (Naja sputatrix)

Ular kobra ini merupakan spesies endemik yang memiliki bisa tinggi dan mampu menyemburkan racun. Kobra Jawa aktif siang maupun malam, dan sering ditemukan bersembunyi di garasi, pekarangan, atau bahkan dapur rumah, terutama saat musim hujan ketika telur menetas. Kehadiran ular ini dekat pemukiman meningkatkan risiko gigitan berbahaya jika tidak waspada.

2. Ular Weling (Bungarus candidus)

Ular ini memiliki motif belang hitam-putih dan dikenal dengan bisa yang enam kali lebih mematikan daripada kobra. Weling bersifat nokturnal, menyukai tempat gelap, lembap, dan tertutup. Ular ini dapat melata melalui celah pintu atau lubang kecil di rumah, sehingga perlu kewaspadaan ekstra saat banjir.

3. Ular Welang (Bungarus fasciatus)

Memiliki pola belang hitam-kuning yang mencolok dan sangat berbisa. Welang sering berpindah melalui jalur sempit seperti pipa atau celah drainase, meningkatkan kemungkinan pertemuan tak terduga di dalam rumah saat banjir. Mengetahui karakteristiknya membantu langkah pencegahan lebih tepat.

Ular Tidak Berbisa yang Sering Terbawa Arus Banjir

Saat banjir, waspadai gigitan ular karena ular akan mencari tempat yang lebih tinggi dan aman. Menurut Ahmad et al, (2008) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Kesehatan Kusuma Husada – Januari 2020, korban yang didgigit ular akan menimbulkan gejala yang khas.

Tingkat keparahan atau derajat keparahan envenomasi dibagi ke dalam empat kriteria yaitu derajat 1 (minor)=tidak ada gejala, derajat 2 (moderate)=gejala lokal (envenomasi ringan), derajat 3 (severe)=gejala berkembang ke daerah regional, derajat 4 (major)=gejala sistemik.

Banyak faktor yang mempengaruhi keparahan dan hasil akhir envenomasi diantaranya: ukuran tubuh korban, komorbiditas, lokasi gigitan, latihan fisik, sensirtivitas individual, karakteristik gigitan, spesies ular, infeksi sekunder, pengobatan.

Berikut ini ular tidak berbisa yang sering terbawa arus banjir:

1. Ular Sanca Batik (Python reticulatus)

Ular sanca batik termasuk salah satu jenis ular terpanjang di dunia dan sering muncul saat banjir. Bersifat semi-arboreal, ular ini suka bertengger di pohon atau atap bangunan, serta cenderung menghindari manusia. Meskipun tidak berbisa, ukurannya yang besar bisa menimbulkan kepanikan dan risiko bahaya fisik, terutama bagi anak-anak.

2. Ular Kadut (Homalopsis buccata)

Spesies ular air ini umum ditemukan saat banjir. Bisa yang dimilikinya ringan dan tidak membahayakan manusia, namun ular kadut suka menggigit. Hidup di perairan tawar dan area lembap, ular ini sering terbawa arus banjir masuk ke rumah melalui saluran pembuangan, mencari tempat lembap seperti kamar mandi atau dapur.

3. Ular Pipa (Cylindrophis ruffus) / Ular Kepala Dua

Ular pipa tidak berbisa dan jarang menggigit. Ciri khasnya adalah tubuh hitam belang dengan kepala dan ekor merah. Ular ini suka masuk lumpur untuk mencari cacing atau berendam di air untuk memakan ikan. Saat banjir, ular pipa mudah terbawa arus melalui saluran air dan masuk ke rumah, sehingga perlu kehati-hatian meskipun tidak berbahaya secara racun.

Penyebab Ular Muncul ke Pemukiman Saat Banjir

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan Geosfer Volume Khusus MBKM USK Unggul Nomor 1 2023, bencana alam (Natural disaster) adalah suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, tanah longsor, dan angin topan.

Beberapa hewan diyakini dapat mendengar suara dan merasakan getaran yang terkait dengan pergeseran lapisan di dalam bumi. Hewan dianggap memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi perubahan elektromagnetik di alam semesta daripada manusia.

Berikut ini penyebab ular muncul ke pemukiman saat banjir:

1. Mencari Tempat Tinggi untuk Bertahan Hidup

Ular bernapas dengan paru-paru, sehingga saat habitatnya terendam banjir, mereka akan bergerak mencari tempat lebih tinggi dan kering untuk mendapatkan oksigen. Ini merupakan naluri dasar ular demi kelangsungan hidupnya.

2. Terseret Arus Banjir

Arus banjir yang deras, terutama saat banjir bandang, dapat membawa ular jauh dari sarang atau habitat aslinya. Banyak ular akhirnya terbawa ke pemukiman warga karena tidak mampu melawan derasnya aliran air.

3. Mengikuti Mangsa

Banjir juga memaksa hewan mangsa ular seperti tikus, katak, atau kadal berpindah tempat. Ular akan mengikuti mangsanya ke lokasi lebih aman, termasuk masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

4. Stres dan Panik

Saat banjir, ular dapat mengalami stres dan panik sehingga mencari titik aman dan kering untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Beberapa spesies, seperti piton, bahkan bisa ditemukan di wilayah perkotaan karena mampu beradaptasi dengan lingkungan manusia berkat ketersediaan makanan, misalnya tikus.

Q & A Seputar Topik

Ular apa saja yang sering muncul saat banjir di pemukiman?

Beberapa jenis ular yang kerap muncul saat banjir antara lain Ular Kobra Jawa (Naja sputatrix), Ular Weling (Bungarus candidus), Ular Welang (Bungarus fasciatus), Ular Sanca Batik (Python reticulatus), Ular Kadut (Homalopsis buccata), dan Ular Pipa (Cylindrophis ruffus). Ular-ular ini bisa berbisa maupun tidak berbisa.

Apakah semua ular yang muncul saat banjir berbahaya bagi manusia?

Tidak. Ada ular berbisa seperti kobra dan weling yang berisiko tinggi, tetapi ada juga ular tidak berbisa seperti sanca batik, kadut, dan pipa. Meskipun tidak berbisa, ular besar seperti sanca batik bisa menimbulkan kepanikan dan bahaya fisik.

Mengapa ular sering masuk ke rumah saat banjir?

Ular masuk ke rumah karena habitat aslinya terendam air. Mereka mencari tempat kering untuk bertahan hidup, mengikuti mangsa seperti tikus atau katak, dan bisa terbawa arus banjir. Stres dan panik juga membuat mereka mencari lokasi aman di pemukiman.

Bagaimana ciri ular berbisa yang sering muncul saat banjir?

Ular berbisa seperti kobra memiliki kepala lebar, bisa menyemburkan racun, dan aktif siang maupun malam. Ular Weling dan Welang memiliki motif belang hitam-putih atau hitam-kuning dengan bisa tinggi. Mereka biasanya bersembunyi di tempat gelap dan lembap seperti celah rumah atau garasi.

Bagaimana cara mengurangi risiko bertemu ular saat banjir?

Pastikan lingkungan rumah bersih dari sampah dan tumpukan kayu atau semak. Tutup celah atau lubang di dinding dan saluran air, dan selalu waspada saat air naik. Jika melihat ular, jangan mencoba menangkap sendiri, sebaiknya hubungi petugas atau ahli satwa liar.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |