Liputan6.com, Jakarta Membangun rumah yang kokoh dan nyaman tidak hanya bergantung pada desain atau tampilan luar, tetapi juga pada pemilihan material konstruksi. Banyak orang belum menyadari bahwa hewan pengerat bisa menjadi ancaman serius terhadap struktur rumah. Gigitan kecil mereka mampu merusak kabel listrik, pipa air, bahkan fondasi. Oleh sebab itu, memahami jenis bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus menjadi langkah penting, untuk menciptakan hunian yang aman dan tahan lama.
Dalam konteks arsitektur modern, pemilihan material berkualitas bukan hanya soal estetika, melainkan juga ketahanan terhadap gangguan hama. Beton padat, kawat baja, serta keramik bertekstur keras menjadi contoh material yang memberikan perlindungan ekstra. Melalui pemanfaatan bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus, hunian terasa lebih aman tanpa mengorbankan nilai keindahan atau kenyamanan.
Selain mempertimbangkan aspek kekuatan fisik, ketahanan terhadap serangan hewan pengerat turut menentukan umur bangunan. Rumah yang dibangun dari material kuat akan lebih mudah dirawat dan tidak mudah rusak akibat aktivitas tikus. Penerapan bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus juga mendukung gaya hidup sehat, karena mencegah penyebaran penyakit melalui hama. Langkah sederhana ini menjadi investasi cerdas, bagi siapa pun yang ingin memiliki rumah berkualitas tinggi dan bebas gangguan.
Berikut ulasan lengkap terkait bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (6/11/2025).
Mengapa Pemilihan Bahan Bangunan Berperan Penting?
Pemilihan bahan bangunan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan hunian yang aman, nyaman dan tahan lama. Banyak orang berfokus pada aspek estetika atau biaya saat membangun rumah, tetapi sering kali melupakan faktor ketahanan terhadap gangguan eksternal seperti serangan tikus. Padahal, hewan pengerat ini dapat menimbulkan kerusakan serius, mulai dari merusak kabel listrik, menggerogoti kayu, hingga meninggalkan kotoran yang mengancam kesehatan penghuni rumah. Oleh sebab itu, menentukan bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga bentuk investasi jangka panjang bagi keamanan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Selain berfungsi sebagai pelindung struktural, bahan bangunan juga berperan dalam mengatur sirkulasi udara, suhu ruangan, serta daya tahan terhadap cuaca ekstrem. Material berkualitas tinggi seperti beton bertulang, bata padat, atau logam pelindung dapat mencegah tikus masuk melalui celah kecil dan rongga tersembunyi. Hal ini membantu menjaga integritas konstruksi rumah agar tetap kokoh meski telah dihuni bertahun-tahun. Lebih dari itu, pemilihan material yang tepat turut meminimalkan risiko perbaikan akibat kerusakan kecil yang sering diabaikan namun berpotensi membesar bila dibiarkan.
Dari sisi kesehatan, pemilihan bahan bangunan yang tidak mudah ditembus tikus juga memiliki manfaat signifikan. Rumah yang bebas hama otomatis menjadi lebih higienis, sehingga menurunkan risiko penyebaran penyakit seperti leptospirosis, salmonellosis, maupun alergi akibat kotoran hewan. Selain itu, material tahan tikus umumnya memiliki sifat kedap air dan tahan lembap, dua faktor penting untuk mencegah berkembangnya jamur atau bakteri berbahaya di dalam ruangan.
Jenis Bahan Bangunan Rumah yang Tahan dari Serangan Tikus
Dalam membangun hunian yang aman, sehat dan tahan lama, pemilihan material konstruksi tidak hanya berfokus pada kekuatan struktur, tetapi juga pada kemampuan bahan tersebut dalam mencegah gangguan hama, terutama tikus. Hewan pengerat ini dikenal cerdik dan ulet, mampu menembus celah kecil atau menggigit bahan bangunan lembut demi mencari tempat berlindung dan sumber makanan. Oleh sebab itu, menggunakan bahan bangunan rumah yang tahan dari serangan tikus menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan serta kebersihan lingkungan rumah. Berikut penjelasan rinci mengenai jenis-jenis material yang efektif dalam menghadang ancaman tikus di area tempat tinggal.
1. Beton Bertulang
Beton merupakan material paling kuat dan solid yang dikenal tidak dapat digigit oleh hewan pengerat. Kombinasi antara semen, pasir, air, serta kerikil menciptakan struktur padat yang hampir mustahil ditembus oleh tikus. Dalam penerapan konstruksi, penggunaan beton bertulang di bagian pondasi, lantai dasar, serta dinding bawah memberikan perlindungan maksimal terhadap kemungkinan celah yang bisa menjadi jalur masuk tikus. Lapisan ini juga menambah kekokohan bangunan, sekaligus menciptakan barikade alami dari gangguan eksternal seperti kelembapan dan hama.
2. Bata Merah dan Bata Ringan
Material bata, baik versi tradisional berupa bata merah maupun jenis modern seperti bata ringan, memiliki kepadatan tinggi dan daya tahan luar biasa terhadap gigitan tikus. Permukaannya keras dan tidak menarik bagi hewan pengerat untuk dijadikan sarang. Selain itu, bata juga mampu menahan suhu panas maupun dingin, menjaga kestabilan suhu ruangan secara alami. Agar perlindungan semakin optimal, setiap susunan bata sebaiknya menggunakan campuran semen yang rapat tanpa menyisakan rongga sedikit pun, sehingga tidak ada ruang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan tikus untuk bersarang.
3. Kawat Logam atau Mesh Baja
Pada bagian rumah yang memiliki lubang sirkulasi udara seperti ventilasi, saluran air, atau area dapur dan gudang, penggunaan kawat logam atau mesh baja sangat dianjurkan. Jenis bahan ini berfungsi sebagai penghalang kuat tanpa menghambat aliran udara. Mesh baja tahan karat memiliki pori-pori kecil yang mencegah hewan pengerat menyelinap masuk sambil tetap menjaga kualitas sirkulasi udara agar rumah tetap sejuk dan bebas pengap. Material ini tahan lama, tidak berkarat, dan mudah dibersihkan sehingga sangat ideal untuk diterapkan di berbagai titik rentan rumah.
4. Plat Seng dan Aluminium
Untuk memperkuat area-area rawan seperti bagian bawah pintu, tepi dinding, atau lantai dapur, pelapisan menggunakan plat seng atau aluminium terbukti efektif. Permukaan logam yang keras, halus, dan tidak mudah rusak membuat tikus kesulitan menggigit atau menembusnya. Selain berfungsi sebagai pelindung dari hama, material logam ini juga menambah nilai estetika serta memberikan tampilan modern pada interior maupun eksterior rumah. Keunggulan lainnya, seng dan aluminium mudah dirawat serta memiliki daya tahan tinggi terhadap kelembapan dan karat.
5. Keramik dan Granit untuk Lantai
Pemilihan lantai berbahan keras seperti keramik dan granit tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga memberikan perlindungan ekstra terhadap gangguan hewan pengerat. Material ini tidak memiliki celah atau rongga tempat tikus dapat menggali atau menyelinap. Selain itu, sifatnya yang halus membuat kotoran atau sisa makanan mudah dibersihkan sehingga mengurangi kemungkinan menarik perhatian tikus. Dari sisi estetika, lantai granit atau keramik memberikan kesan mewah dan elegan, menjadikan rumah tidak hanya aman tetapi juga indah dipandang.
6. Pipa dan Saluran Air dari Logam
Salah satu jalur yang sering dimanfaatkan tikus untuk masuk ke dalam rumah adalah pipa saluran air. Oleh karena itu, penggunaan pipa berbahan logam atau PVC berkualitas tinggi sangat disarankan. Logam memiliki permukaan keras yang tidak bisa digerogoti, sementara PVC tebal memberikan ketahanan tambahan terhadap gigitan. Pastikan setiap sambungan pipa terpasang rapat tanpa ada ruang terbuka yang dapat menjadi jalan masuk tikus. Pemasangan yang tepat tidak hanya mencegah hama, tetapi juga menjaga sistem drainase agar berfungsi optimal tanpa kebocoran atau penyumbatan.
Tips Tambahan Agar Rumah Aman dari Tikus
Berikut beberapa tips tambahan yang bisa diterapkan agar rumah tetap aman dari gangguan tikus, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat:
- Lakukan pemeriksaan rutin pada setiap sudut rumah, terutama di area dapur, gudang, serta belakang lemari. Tikus dapat masuk melalui lubang sekecil dua sentimeter. Gunakan campuran semen atau busa perekat bangunan untuk menutup celah, lalu lapisi area rentan dengan bahan keras seperti plat seng atau kawat logam agar tidak mudah digigit. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah hewan pengerat masuk tanpa disadari.
- Tikus tertarik pada aroma makanan, baik sisa masakan, remah, maupun bahan mentah. Gunakan wadah kedap udara dari kaca atau logam untuk menyimpan bahan pangan, dan hindari meninggalkan sisa makanan di meja. Pastikan juga tempat sampah memiliki penutup kuat agar tidak mudah dibuka hewan liar. Kebersihan dapur berperan besar dalam menekan populasi tikus di dalam rumah.
- Tumpukan barang tidak terpakai seperti kardus, kain, atau kayu bekas dapat menjadi sarang tikus. Rapikan area penyimpanan dan buang barang yang tidak diperlukan. Selain itu, bersihkan halaman secara teratur agar tidak ada semak atau lubang yang bisa dijadikan tempat bersembunyi. Lingkungan yang rapi dan terbuka membuat tikus enggan mendekat.
- Beberapa bahan alami seperti daun mint, serai, cengkeh, dan kapur barus diketahui memiliki aroma yang dibenci tikus. Letakkan bahan-bahan tersebut di area strategis seperti sudut dapur, bawah wastafel, atau dekat pintu masuk. Cara ini bukan hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan efek pengharum alami bagi ruangan.
- Tikus sering masuk melalui pipa saluran air atau ventilasi yang terbuka. Pasang saringan logam pada lubang pembuangan dan pastikan tidak ada celah di sekitar pipa yang mengarah ke luar rumah. Selain menghalangi akses tikus, tindakan ini juga mencegah masuknya serangga lain.
- Jika populasi tikus sudah terlanjur tinggi, gunakan perangkap ramah lingkungan seperti jebakan lem atau perangkap otomatis. Tempatkan di jalur yang sering dilalui, seperti sepanjang dinding atau belakang kulkas. Hindari penggunaan racun secara sembarangan agar tidak mencemari lingkungan atau membahayakan hewan peliharaan.
FAQ Seputar Topik
Apa bahaya utama serangan tikus di rumah?
Tikus dapat menyebabkan kerusakan struktural pada kabel listrik dan pipa, mencemari makanan, serta menularkan berbagai penyakit berbahaya seperti leptospirosis dan hantavirus.
Material bangunan apa saja yang efektif untuk mencegah tikus?
Plafon PVC dan GRC, rangka plafon metal atau hollow, semen, beton, kawat kasa logam, lembaran seng tipis, dan wol kawat baja stainless sangat efektif untuk mencegah tikus.
Seberapa kecil celah yang bisa dilewati tikus untuk masuk rumah?
Tikus memiliki kemampuan luar biasa untuk menyelinap melalui lubang atau celah sekecil diameter pensil atau bahkan 1-2 sentimeter.
Hindari menggunakan bahan yang mudah digerogoti seperti saringan plastik, karet, vinil, busa, atau kayu untuk menutup celah karena tikus dapat dengan mudah merusaknya.
Selain material, apa peran kebersihan dalam mencegah tikus?
Menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan membuang sampah secara rutin adalah kunci utama karena tikus tertarik pada sisa makanan dan tempat kotor.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)