6 Desain Lanskap Taman yang Terlihat Aman Ini Justru Menarik Ular ke Halaman

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Desain lanskap taman yang hijau sering terasa menenangkan. Daun segar, tanah lembap, dan tanaman yang tumbuh sehat biasanya identik dengan kenyamanan, bukan kewaspadaan. Namun, ruang hijau juga memengaruhi cara hewan bergerak dan menetap di sekitarnya.

Ular tidak tertarik pada keindahan atau warna tanaman. Mereka mencari kenyamanan: tanah yang sejuk, kelembapan, tempat bersembunyi, serta sumber makanan di dekatnya. Beberapa tanaman yang menyukai kondisi lembap tanpa sadar menyediakan semua kebutuhan tersebut.

Seiring waktu, taman yang terasa damai bagi Anda bisa berubah menjadi tempat yang aman bagi ular. Inilah yang sering mengejutkan, karena dari luar semuanya tampak normal dan tidak ada tanda bahaya yang jelas.

Berikut ini 7 desain lanskap taman yang terlihat aman tapi justru menarik ular ke halaman, dilansir Liputan6.com dari Times of India, Kamis (1/1/2026).

1. Ada tanaman penyuka lembap yang menarik ular

Ular mengatur suhu tubuh lewat lingkungan. Tanaman yang menyimpan kelembapan menciptakan area sejuk, teduh, dan lembap di permukaan tanah. Kondisi inilah yang dianggap ular sebagai tempat berlindung aman, bukan karena tanamannya, tetapi karena lingkungan mikro di bawahnya.

2. Tanaman penutup tanah sebagai tempat persembunyian

Groundcover tumbuh rapat dan menahan kelembapan, membuat tanah gelap dan dingin. Ular bisa bergerak tanpa terlihat, sementara hewan kecil yang bersembunyi di bawahnya menjadi sumber makanan. Risiko meningkat jika tanaman ini tumbuh di area minim sinar matahari.

3. Rumput tinggi yang memberi perlindungan

Rumput hias yang tinggi dan lebat menciptakan gumpalan lembap di bagian bawahnya. Area ini sering dipakai ular untuk beristirahat, apalagi karena serangga dan tikus juga berkumpul di sana. Berbahaya jika ditanam dekat jalur jalan atau teras.

4. Tanaman lembap di dekat sumber air

Tanaman seperti pakis dan hosta menjaga tanah tetap basah, menarik katak dan serangga. Kehadiran mangsa membuat ular mengikuti. Kolam kecil, tempat minum burung, atau penyiraman berlebihan memperparah kondisi ini.

5. Semak yang menyembunyikan lebih dari yang terlihat

Semak yang jarang dipangkas menciptakan area lembap, gelap, dan minim sirkulasi udara. Daun gugur dan cabang rendah menjadi sarang tikus, sekaligus jalur aman bagi ular untuk bersembunyi dan bergerak.

6. Kombinasi tanaman dan barang berantakan

Masalah muncul saat tanaman lembap berpadu dengan tumpukan mulsa, pot, papan, atau daun kering. Lapisan ini menahan air dan memberi banyak tempat persembunyian, membuat ular betah meski taman tampak rapi dari atas.

Cara mengurangi risiko tanpa merusak taman

Tidak perlu menghilangkan semua tanaman. Pangkas rumput dan semak secara rutin, tipiskan penutup tanah, atur penyiraman, dan bersihkan daun serta barang tak terpakai. Tanah yang cepat kering dan lebih terbuka membuat ular enggan menetap.

Ular datang secara bertahap karena kondisi yang terasa nyaman. Mengelola kelembapan, bayangan, dan area dekat tanah sudah cukup untuk membuat taman tetap hijau sekaligus lebih aman.

FAQ

Apakah semua tanaman bisa menarik ular?

Tidak. Ular tertarik pada kondisi lembap, teduh, dan tersembunyi, bukan jenis tanaman tertentu.

Mengapa ular sering muncul di taman yang terlihat rapi?

Karena area dekat tanah bisa tetap lembap dan tertutup meski bagian atas taman tampak bersih.

Tanaman apa yang paling berisiko mengundang ular?

Groundcover rapat, rumput tinggi, pakis, semak tidak terpangkas, dan tanaman dekat sumber air.

Apakah sering menyiram tanaman bisa memicu kedatangan ular?

Ya. Penyiraman berlebihan membuat tanah selalu basah dan menarik mangsa ular.

Bagaimana cara aman mencegah ular tanpa merusak taman?

Pangkas rutin, atur air, tipiskan tanaman rapat, dan bersihkan daun serta barang tak terpakai.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |