Liputan6.com, Jakarta Kotoran cicak sering dianggap sepele, padahal ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa muncul jika dibiarkan. Banyak orang tidak menyadari bahaya kotoran cicak, terutama karena ukurannya kecil dan mudah terabaikan di sudut rumah.
Kotoran ini dapat membawa bakteri yang berpotensi mengontaminasi makanan, alat makan, hingga udara di sekitar. Karena itu, memahami bahaya kotoran cicak penting agar Anda lebih waspada dan menjaga kebersihan area yang sering terkena paparan.
Dengan mengetahui bahaya kotoran cicak, Anda bisa lebih sigap melakukan pencegahan—mulai dari rutin membersihkan rumah, menutup celah tempat cicak masuk, hingga menjaga area dapur tetap kering agar lebih aman bagi keluarga.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Vitek Bidang Kedokteran Hewan Vol. 14 No. 2, November 2024, cicak memiliki potensi merugikan kesehatan sebagai pembawa bakteri pathogen Enterobacteriaceae kepada manusia salah satunya ialah Escherichia coli.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan bahaya kotoran cicak, Rabu (19/11/2025).
1. Kontaminasi Bakteri Berbahaya
Masih dari sumber yang sama, menurut penelitian Ariyadi (2012), Al-Taii et al (2017), Singh et al (2013) menemukan adanya keberadaan bakteri Escherichia coli dan beragam bakteri lainnya dalam ekskreta feses cicak. Resiko cicak sebagai vektor bakteri enterobakter dapat dipengaruhi oleh perilaku mencari makan sebagai bentuk adaptasi pada habitat manusia.
Kotoran cicak merupakan media yang mudah membawa berbagai bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Proteus mirabilis. Bakteri-bakteri ini dapat berpindah dengan cepat ke permukaan dapur, rak makanan, alat masak, hingga makanan yang dibiarkan terbuka.
Kotoran cicak semakin berisiko adalah fakta bahwa cicak dapat membawa bakteri meski terlihat sehat, sehingga kontaminasi bisa terjadi tanpa disadari. Ditambah lagi, serangga yang mereka makan sering membawa patogen lain, sehingga kotorannya dapat menjadi sumber penyebaran bakteri ganda di rumah.
2. Risiko Gangguan Pencernaan Serius
Masih sumber yang sama, cicak memiliki jenis makanan yang bervariasi, seperti makanan sisa manusia (Weterings, 2017), serangga, dan bahkan sesamanya (Diaz et al, 2012). Oleh karena sifat tersebut, cicak memiliki kemungkinan untuk memangsa hewan kecil atau makanan sisa manusia yang umumnya berada pada tempat sampah, lantai, tanah, atau belum dibuang pada meja makan. Perilaku ini meningkatkan resiko cicak terinfeksi bakteri Escherichia coli yang berasal dari lingkungan.
Jika bakteri dari kotoran cicak masuk ke tubuh, baik melalui makanan atau tangan yang tidak bersih, gejala pencernaan yang tidak nyaman dapat muncul. Keluhan seperti diare, mual, muntah, demam, dan nyeri perut biasanya muncul dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah paparan.
Kasus tertentu dapat berkembang lebih parah dan memerlukan bantuan medis, terutama jika bakteri menyebar ke aliran darah. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.
3. Bahaya untuk Kelompok Rentan
Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dari infeksi bakteri kotoran cicak.
Pada kelompok ini, bakteri dapat berkembang lebih cepat dan menyebabkan dehidrasi, infeksi berat, hingga harus dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, keberadaan cicak di area rumah, khususnya dapur dan tempat makan, harus mendapat perhatian serius agar tidak mengancam keselamatan kelompok rentan di keluarga.
4. Kontaminasi Makanan dan Permukaan Rumah
Feses cicak kecil dan sering kali tidak terlihat, sehingga lebih mudah menyebabkan kontaminasi makanan tanpa disadari. Kotoran dapat jatuh dari langit-langit, dinding, atau rak tinggi ke peralatan makan, sayuran, piring, hingga makanan matang.
Meskipun makanan dipanaskan, toksin yang diproduksi bakteri bisa tetap bertahan dan tetap berbahaya. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran ini dapat menyebar ke berbagai sudut rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis, meningkatkan risiko infeksi berkali-kali.
Mengutip kajian di Seminar Hasil-Hasil Penelitian – LPPM UNIMUS 2012, cicak (Cosymbotus pialyurus ) tergolong ke dalam suku Gekkonidae dan terdiri atas puluhan jenis.
Cicak merupakan hewan reptile yang biasa memakan serangga terutama nyamuk, berukuran sekitar 10 cm, berwarna abu - abu atau coklat kehitaman. Kotoran cicak banyak mengandung mikroorganisme yang dikeluarkan dan proses pencernaannya. Beberapa
5. Risiko Menelan Secara Tidak Sengaja
Ukurannya yang kecil membuat kotoran cicak mudah tercampur dengan debu atau tidak terlihat ketika jatuh ke makanan. Bayi dan anak kecil menjadi kelompok paling berisiko karena mereka cenderung menyentuh dan memasukkan benda ke mulut tanpa disadari.
Jika tertelan, bakteri yang terkandung di dalam kotoran tersebut bisa memicu muntah, diare, keracunan makanan, hingga infeksi usus. Karena itu, menjaga area bermain dan meja makan tetap bersih sangat penting agar anak terhindar dari bahaya ini.
6. Menjadi Sumber Penyakit Jika Tidak Dibersihkan
Jika kotoran cicak dibiarkan menumpuk, bakteri di dalamnya dapat berkembang biak dan menyebar melalui udara, debu, atau sentuhan tangan manusia. Sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan disinfektan dapat menempel di berbagai permukaan rumah, sehingga menjadi sumber penyakit yang terus-menerus.
Selain itu, keberadaan banyak cicak menandakan adanya area lembap atau celah di rumah yang perlu segera diperbaiki. Lingkungan seperti ini bukan hanya memudahkan cicak masuk, tetapi juga berpotensi menurunkan standar kebersihan rumah secara keseluruhan.
Q & A Seputar Topik
Apakah kotoran cicak berbahaya untuk kesehatan?
Ya, kotoran cicak bisa membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan, demam, hingga diare jika tidak sengaja terpapar atau tertelan.
Apa bahayanya jika kotoran cicak jatuh ke makanan?
Makanan yang terkena kotoran cicak sebaiknya langsung dibuang karena risiko kontaminasinya tinggi. Mengonsumsi makanan tersebut dapat memicu keracunan dan infeksi bakteri.
Bagaimana tanda-tanda tubuh terpapar bakteri dari kotoran cicak?
Gejala biasanya berupa mual, muntah, sakit perut, lemas, dan diare. Pada beberapa kasus, bisa disertai demam atau infeksi yang membutuhkan perawatan medis.
Apakah kotoran cicak berbahaya untuk anak-anak dan lansia?
Risikonya lebih tinggi karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah. Paparan kecil saja bisa menyebabkan infeksi yang lebih cepat dan lebih berat dibandingkan orang dewasa sehat.
Bagaimana cara mencegah bahaya kotoran cicak di rumah?
Pastikan area dapur bersih, tutup makanan dengan rapat, bersihkan sudut yang sering didatangi cicak, serta gunakan perangkap atau aromaterapi pengusir cicak agar tidak mendekati area makanan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)