5 Trik Menghilangkan Noda Ompol atau Keringat di Kasur yang Ampuh, Kembali Bersih dan Segar

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kasur menjadi pusat kenyamanan di kamar tidur, tetapi noda sulit seperti ompol anak atau keringat berlebih dapat mengurangi kualitas tidur. Trik menghilangkan noda ompol atau keringat di kasur sangat penting diketahui agar kasur tetap bersih, higienis dan bebas bau. Pemahaman tentang cara menangani noda ini akan membantu menjaga kebersihan kasur setiap hari.

Tumpahan cairan atau bekas keringat yang menempel lama bisa menimbulkan bekas kuning, bau tidak sedap, serta jamur yang merusak serat kasur. Trik menghilangkan noda ompol atau keringat di kasur menawarkan solusi sederhana, baik itu menggunakan bahan alami maupun alat rumah tangga. Dengan penanganan tepat, noda dapat hilang tanpa merusak kualitas kasur.

Selain estetika, kebersihan kasur juga berpengaruh pada kesehatan keluarga. Trik menghilangkan noda ompol atau keringat di kasur membantu mengurangi risiko alergi dan iritasi kulit akibat bakteri atau jamur. Langkah-langkah pembersihan yang efektif memastikan kasur tetap nyaman dan aman untuk digunakan setiap malam.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/1/2026).

1. Menepuk dan Menyerap Cairan Secara Cepat dan Efektif

Langkah pertama yang krusial ketika kasur terkena ompol atau keringat adalah bertindak secepat mungkin agar noda tidak menembus lapisan busa atau kain lebih dalam. Gunakan handuk bersih, kain microfiber, atau kain katun tebal untuk menepuk area yang basah dengan perlahan dan menyerap cairan sebanyak mungkin.

Hindari menggosok atau menekan terlalu keras, karena gerakan tersebut justru dapat menyebarkan noda ke area lain dan memperparah penetrasi ke dalam serat kasur. Penyerapan cepat tidak hanya mengurangi risiko noda menetap, tetapi juga mengurangi timbulnya bau menyengat yang biasanya muncul akibat reaksi amonia dalam ompol atau bakteri penyebab keringat. Teknik ini menjadi fondasi penting sebelum melanjutkan ke tahap pembersihan lanjutan dengan cairan pembersih atau bahan alami lainnya.

2. Larutan Cuka Putih dan Air untuk Netralisasi Bau

Cuka putih merupakan bahan alami yang efektif dalam menetralkan bau amonia yang sering muncul pada noda ompol dan keringat. Untuk menggunakannya, campurkan cuka putih dengan air bersih dalam perbandingan satu bagian cuka dan dua bagian air, kemudian tuangkan ke botol semprot.

Semprotkan larutan tersebut secara merata di permukaan noda, atau tepuk perlahan menggunakan kain bersih agar larutan meresap secara optimal ke serat kain tanpa membasahi terlalu banyak. Setelah itu, gunakan kain lembap untuk menepuk kembali area tersebut, mengangkat sisa larutan serta kotoran yang larut. Metode ini tidak hanya membersihkan noda, tetapi juga membantu meminimalkan aroma menyengat yang timbul akibat penumpukan kotoran organik dan keringat lama.

3. Baking Soda untuk Menyerap Kelembapan dan Menghilangkan Bau

Setelah tahap awal penyerapan dan pembersihan larutan cuka, taburkan baking soda secara merata di atas area yang sebelumnya terkena ompol atau keringat. Baking soda bekerja sebagai agen penyerap kelembapan sekaligus deodorizer alami, sehingga cairan sisa dapat terserap dan bau tidak sedap berkurang signifikan.

Biarkan baking soda menempel di permukaan kasur selama beberapa jam atau hingga kering sepenuhnya. Setelah itu, gunakan vacuum cleaner untuk menyedot sisa baking soda beserta partikel kotoran yang ikut terserap. Penggunaan baking soda tidak hanya membersihkan kasur secara fisik, tetapi juga mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, atau mikroorganisme lain yang dapat merusak kain dan busa di masa depan.

4. Air Lemon untuk Noda Membandel dan Aroma Segar

Noda kuning akibat keringat lama atau ompol yang sempat mengering dapat ditangani dengan bantuan air lemon, yang memiliki sifat asam alami cukup kuat untuk memecah pigmen noda. Campurkan air perasan lemon dengan sedikit air biasa, kemudian tepuk perlahan ke area yang bernoda menggunakan kain bersih atau spons lembap. Biarkan larutan meresap dan mengering secara alami sebelum menyeka sisa cairan dengan kain lembap. Metode ini efektif tidak hanya untuk menghilangkan noda membandel, tetapi juga memberikan aroma segar alami pada kasur, sehingga permukaan kasur menjadi lebih nyaman dan higienis untuk digunakan.

5. Penggunaan Mattress Protector atau Pelindung Kasur

Setelah kasur dibersihkan dan kering, pemasangan mattress protector atau pelindung kasur anti air menjadi langkah preventif penting agar masalah yang sama tidak terjadi di masa mendatang. Pelindung ini berfungsi sebagai lapisan penghalang antara kasur dan cairan, sehingga ompol atau keringat tidak meresap ke busa atau kain utama. Selain memudahkan pembersihan rutin, penggunaan pelindung kasur juga mengurangi risiko timbulnya bau, pertumbuhan bakteri, jamur, dan serbuan lalat. Mattress protector sangat berguna bagi keluarga dengan anak kecil, hewan peliharaan, atau bagi siapa saja yang ingin menjaga kasur tetap higienis dan awet dalam jangka panjang.

Tips Agar Kasur Cepat Kering

  • Setelah membersihkan noda, tepuk-tepuk permukaan kasur dengan handuk atau kain microfiber bersih. Cara ini membantu menyerap sisa air yang menembus lapisan kain atau busa sebelum proses pengeringan lebih lanjut. Semakin banyak cairan terserap, semakin cepat kasur kering dan risiko bau menurun. Hindari menggosok karena dapat merusak serat kasur atau menyebarkan noda.
  • Jika memungkinkan, letakkan kasur di area terbuka yang terkena angin atau sinar matahari langsung. Sinar matahari tidak hanya membantu menguapkan air, tetapi juga memiliki efek antibakteri alami. Pastikan kasur dibalik beberapa kali supaya bagian bawah juga kering merata, terutama pada kasur busa atau latex yang cenderung menyerap air.
  • Untuk pengeringan di dalam rumah atau saat cuaca mendung, gunakan hair dryer pada suhu rendah hingga sedang, atau arahkan kipas angin ke area yang lembap. Lakukan secara merata dan jangan terlalu dekat dengan permukaan kasur agar tidak merusak kain atau busa. Metode ini efektif untuk pengeringan cepat, terutama saat kasur harus segera digunakan kembali.
  • Setelah menepuk dan membersihkan noda, taburkan baking soda tipis di area lembap. Baking soda menyerap kelembapan sisa dan membantu mencegah bau. Biarkan beberapa jam hingga kering, lalu vakum untuk membersihkan residu. Ini sangat berguna untuk kasur berbusa atau memory foam yang sulit kering sempurna.
  • Jika pengeringan dilakukan di dalam rumah, buka jendela atau gunakan exhaust fan agar sirkulasi udara lancar. Udara bergerak akan mempercepat penguapan air dan mengurangi kelembapan. Hindari menutup kasur dengan kain atau plastik selama proses pengeringan karena justru membuat kasur lembap dan bau lebih cepat muncul.
  • Kasur yang basah cenderung menahan air di bagian bawah. Mengangkat kasur sedikit dan membalik sisi atas-bawah atau kiri-kanan selama proses pengeringan memastikan semua bagian kering merata. Teknik ini penting untuk mencegah bagian bawah tetap lembap dan berkembangnya jamur.

FAQ Seputar Topik

Mengapa noda ompol dan keringat di kasur perlu segera ditangani?

Noda ompol dan keringat dapat menjadi sarang bakteri, tungau, jamur, serta memicu alergi dan masalah pernapasan jika tidak segera ditangani.

Bahan alami apa saja yang efektif untuk menghilangkan noda ompol dan keringat di kasur?

Baking soda, cuka putih, hidrogen peroksida, garam, dan deterjen berenzim adalah beberapa bahan yang efektif untuk membersihkan noda pada kasur.

Bagaimana cara mengeringkan kasur setelah dibersihkan agar tidak berjamur?

Keringkan kasur di bawah sinar matahari langsung, atau gunakan hair dryer pada pengaturan panas hangat dan kipas angin untuk mempercepat sirkulasi udara.

Bagaimana cara mencegah noda ompol atau keringat agar kasur tetap bersih?

Gunakan pelindung kasur anti-air, ganti sprei secara rutin, hindari makan dan minum di atas kasur, serta lakukan vacuum kasur secara berkala.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |