Liputan6.com, Jakarta Sering kali rumah menjadi sasaran bagi tikus, sehingga banyak penghuni yang merasa terganggu dan khawatir. Penyebab rumah sering dimasuki tikus dan solusinya dapat ditemukan melalui beberapa faktor yang tidak hanya melibatkan kebersihan, tetapi juga struktur rumah itu sendiri. Ketika lingkungan rumah tidak terjaga atau terdapat akses yang mudah bagi tikus untuk masuk, masalah ini bisa berkembang menjadi gangguan serius.
Penyebab rumah sering dimasuki tikus dan solusinya juga berkaitan erat dengan kebiasaan membiarkan sisa makanan tercecer, atau tempat sampah yang tidak tertutup rapat. Tikus sangat sensitif terhadap bau makanan, dan keberadaan makanan yang tertinggal akan mengundang mereka. Solusi yang paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan memastikan bahwa semua sisa makanan dibuang dengan benar.
Lingkungan sekitar rumah juga memainkan peran penting dalam menarik perhatian tikus. Penyebab rumah sering dimasuki tikus dan solusinya tidak hanya terbatas pada bagian dalam rumah saja, melainkan juga pada kebersihan halaman dan sekitar rumah. Area yang dipenuhi tumpukan sampah, rumput tinggi dan saluran air yang tersumbat, bisa menjadi tempat berlindung tikus sebelum mereka memasuki rumah.
Rutin membersihkan area luar, memangkas tanaman yang tumbuh lebat dan memastikan saluran air tetap lancar, adalah langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Simak ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/11/2025).
1. Sisa Makanan dan Tempat Sampah yang Terbuka
Salah satu alasan utama mengapa tikus sering kali merasa betah berada di dalam rumah adalah ketersediaan makanan yang melimpah. Hewan ini memiliki penciuman yang sangat tajam, memungkinkan mereka untuk mendeteksi aroma makanan dari jarak jauh, bahkan ketika makanan tersebut sudah tidak tampak oleh mata manusia. Sisa nasi, lauk-pauk yang tercecer, remah roti, atau bungkus makanan yang tidak dibuang dengan benar menjadi "panggilan terbuka" yang menarik tikus untuk mendekat.
Apalagi, jika makanan tersebut dibiarkan terbuka di area dapur atau ruang makan, tikus akan segera menemukan jalan masuk. Selain itu, tempat sampah yang tidak tertutup rapat juga dapat menjadi sumber utama daya tarik bagi tikus. Tumpukan sampah yang lembap, berbau menyengat, dan memiliki sisa makanan di dalamnya merupakan tempat ideal bagi mereka untuk mencari makan dan bahkan menjadikannya sebagai tempat bersarang.
Solusi: Agar rumah Anda terhindar dari kedatangan tikus, pastikan seluruh makanan tersimpan rapat dalam wadah yang tertutup. Hindari meninggalkan makanan terbuka di meja atau meja dapur setelah makan. Selain itu, pastikan untuk menggunakan tempat sampah dengan tutup yang kuat dan selalu buang sampah secara rutin, minimal sekali sehari, terutama di area dapur. Setelah makan, segera bersihkan area tersebut, termasuk lantai, agar tidak ada sisa makanan yang tercecer yang bisa menarik perhatian tikus.
2. Lubang atau Celah di Dinding dan Lantai
Celah-celah kecil di dinding, lantai, atau langit-langit rumah dapat menjadi jalur masuk bagi tikus tanpa disadari oleh penghuni rumah. Tikus memiliki kemampuan luar biasa untuk masuk ke dalam rumah melalui celah sekecil 1,5 cm, sebuah ukuran yang hampir tidak tampak oleh mata manusia. Selain itu, tikus juga sangat ahli memanjat dan menggigit benda keras seperti kayu, kawat, atau kabel listrik. Jika rumah Anda memiliki plafon gantung, dinding berlubang, atau ventilasi yang tidak tertutup rapat, hal tersebut dapat menjadi celah yang mudah dijadikan akses oleh tikus untuk masuk dan bersarang.
Solusi: Periksa seluruh area rumah secara seksama, terutama di sudut-sudut, bawah pintu, di sekitar ventilasi, serta di atap atau plafon. Segera tutup setiap lubang atau celah yang ditemukan menggunakan bahan kedap udara seperti semen, kawat kasa, atau bahan logam. Jika rumah memiliki plafon gantung, pastikan tidak ada celah terbuka yang dapat digunakan tikus untuk masuk. Menggunakan bahan yang kuat dan tahan lama akan mencegah tikus untuk menggigit atau merusak bahan tersebut guna membuka akses.
3. Kondisi Rumah yang Lembap dan Jarang Dibersihkan
Tikus cenderung memilih tempat-tempat yang lembap, gelap, serta jarang tersentuh oleh aktivitas manusia untuk bersembunyi dan bertahan hidup. Area seperti gudang, bawah wastafel, atau kolong perabot besar sering kali menjadi tempat persembunyian ideal bagi tikus. Selain itu, kelembapan yang ada di tempat-tempat tersebut memberikan lingkungan yang memungkinkan tikus bertahan hidup lebih lama, membuat mereka semakin nyaman untuk tinggal. Tanpa adanya pemeliharaan rutin atau pembersihan yang intensif, area lembap seperti ini menjadi tempat berkembang biak bagi tikus.
Solusi: Untuk mencegah tikus berkembang biak di rumah, sangat penting untuk menjaga kebersihan seluruh area rumah, terutama di sudut-sudut yang jarang dijangkau seperti gudang atau bawah furnitur. Pastikan bahwa ventilasi udara berjalan lancar, serta cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah untuk mengurangi kelembapan. Anda juga bisa menggunakan pengharum ruangan atau kamper untuk mengusir bau lembap yang dapat menarik tikus. Menjaga rumah tetap kering dan bersih akan mengurangi daya tarik bagi tikus untuk datang dan bertahan.
4. Lingkungan Sekitar Rumah Kurang Terawat
Lingkungan di sekitar rumah juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehadiran tikus. Area luar rumah seperti taman, selokan, dan halaman yang tidak terawat dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus sebelum mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Rumput yang tinggi, tumpukan barang bekas, atau saluran air yang kotor sering kali menjadi sarang alami bagi tikus. Mereka akan bersembunyi di luar terlebih dahulu dan masuk ke dalam rumah ketika malam hari tiba untuk mencari makanan.
Solusi: Pastikan untuk membersihkan area halaman secara rutin, termasuk memangkas rumput yang tumbuh tinggi, serta menghilangkan tumpukan barang atau sampah yang tidak diperlukan. Selokan yang tersumbat juga bisa menjadi tempat berkembang biak tikus, sehingga pastikan air mengalir lancar dan tidak ada genangan yang dapat menarik perhatian tikus. Jika perlu, pasang jaring logam di sekitar saluran air atau lubang untuk mencegah tikus masuk dari luar rumah. Selain itu, menjaga kebersihan di sekitar rumah sangat penting agar tikus tidak merasa nyaman di lingkungan Anda.
5. Tidak Ada Pencegahan atau Pengusiran Aktif
Banyak orang hanya fokus pada kebersihan rumah tanpa melakukan tindakan pencegahan yang lebih proaktif untuk mencegah kedatangan tikus. Padahal, langkah-langkah preventif seperti menggunakan perangkap atau memasang bahan pengusir alami bisa sangat membantu dalam mengatasi masalah ini. Tikus memiliki indra penciuman yang sangat sensitif terhadap berbagai bahan alami, seperti daun mint, serai, atau cengkeh, yang bisa mengusir mereka secara efektif.
Solusi: Untuk mengatasi masalah tikus di rumah, Anda bisa mulai menggunakan bahan-bahan alami seperti daun mint, serai, atau cengkeh yang ditempatkan di sudut-sudut ruangan yang sering dilalui tikus. Selain itu, Anda bisa menggunakan perangkap modern atau alat pengusir tikus ultrasonik yang dapat mengeluarkan suara frekuensi tinggi yang tidak disukai tikus. Jika infestasi tikus sudah terlalu banyak atau Anda kesulitan menangani masalah ini sendiri, Anda bisa mempertimbangkan untuk memanggil jasa pengendalian hama profesional untuk menangani masalah tersebut secara efektif.
Bahaya yang Ditimbulkan Tikus di Rumah
Tikus adalah salah satu hewan pengerat yang sering ditemukan di sekitar pemukiman manusia. Kehadiran mereka di dalam rumah bisa menimbulkan sejumlah bahaya yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah. Meskipun ukurannya kecil dan sering kali dianggap tidak terlalu berbahaya, tikus dapat membawa dampak negatif yang serius apabila dibiarkan tinggal di dalam rumah dalam waktu yang lama. Berikut adalah beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh tikus di rumah:
1. Penyebaran Penyakit Berbahaya
Tikus adalah pembawa penyakit berbahaya yang dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung atau kontaminasi makanan dan air. Penyakit-penyakit seperti leptospirosis, hantavirus, salmonella, dan tularemia sering kali dikaitkan dengan tikus. Selain itu, tikus juga dapat membawa parasit seperti kutu, tungau, dan caplak yang menjadi vektor penyebaran penyakit lainnya. Kotoran atau urine tikus yang mengering bisa menjadi sumber penularan penyakit, terlebih jika terhirup oleh manusia. Keberadaan tikus di rumah sangat meningkatkan risiko terpapar penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius.
2. Kerusakan Pada Infrastruktur Rumah
Selain ancaman kesehatan, tikus juga dapat menyebabkan kerusakan fisik pada rumah. Hewan pengerat ini memiliki gigi yang terus tumbuh, sehingga mereka cenderung menggigit berbagai benda untuk mengikis giginya. Mereka sering menggerogoti kabel listrik, pipa air, kayu, hingga bahan-bahan bangunan lainnya. Kerusakan pada kabel listrik dapat memicu kebakaran, sementara pipa yang digigit bisa menyebabkan kebocoran dan kerusakan sistem sanitasi. Tak hanya itu, tikus juga bisa merusak perabotan rumah tangga dan makanan yang disimpan dalam kemasan yang mudah dibuka.
3. Kontaminasi Makanan dan Minuman
Tikus memiliki kebiasaan mencari makanan di tempat-tempat yang mudah dijangkau, termasuk di dapur atau ruang penyimpanan makanan. Mereka sering merusak kemasan makanan dan meninggalkan jejak kotoran serta air liur di sekitar area yang mereka jelajahi. Bahkan, makanan yang tidak dimakan oleh tikus bisa menjadi sarana penyebaran patogen dan bakteri. Konsumsi makanan yang terkontaminasi tikus dapat menyebabkan keracunan makanan dan infeksi yang berbahaya. Selain itu, tikus juga sering meninggalkan urin dan kotoran di tempat-tempat yang mereka kunjungi, yang menambah risiko kontaminasi.
4. Gangguan Kenyamanan dan Kesehatan Mental
Hadirnya tikus di rumah juga dapat mempengaruhi kenyamanan mental penghuni rumah. Suara berisik tikus yang berjalan di dinding, memanjat, atau menggigit benda-benda bisa mengganggu ketenangan rumah tangga, terutama saat malam hari. Ketegangan dan rasa khawatir akan kemungkinan terserang penyakit membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan stres. Bahkan, bagi sebagian orang, kehadiran tikus bisa memicu rasa jijik dan ketakutan yang mengganggu suasana hati dan kualitas hidup secara keseluruhan.
5. Potensi Kerusakan Pada Barang Berharga
Selain merusak makanan dan perabotan, tikus juga dapat merusak barang-barang berharga di rumah, seperti dokumen penting, pakaian, atau koleksi pribadi. Tikus sering menggigit kertas, kardus, dan kain yang mereka temui. Mereka juga dapat merusak buku, arsip, dan benda berharga lainnya yang disimpan di ruang penyimpanan atau gudang. Kerusakan ini tentu akan menambah biaya perbaikan dan penggantian barang yang tidak bisa digunakan lagi setelah digigit tikus.
6. Pertumbuhan Populasi yang Cepat
Tikus adalah hewan yang berkembang biak dengan sangat cepat. Seekor tikus betina dapat melahirkan hingga 12 anak dalam satu kali melahirkan dan dapat melakukannya beberapa kali dalam setahun. Kecepatan reproduksi ini berarti populasi tikus dapat berkembang pesat dalam waktu singkat, sehingga memperburuk masalah infestasi tikus jika tidak segera ditangani. Semakin banyak tikus yang ada, semakin besar pula potensi kerusakan yang ditimbulkan serta peningkatan risiko kesehatan bagi penghuni rumah.
FAQ Seputar Topik
Apa penyebab utama tikus masuk ke dalam rumah?
Tikus masuk ke rumah karena mencari tiga kebutuhan dasar: makanan, air, dan tempat berlindung. Rumah sering menyediakan sisa makanan, sumber air, dan area tersembunyi yang hangat untuk bersarang.
Bagaimana tikus bisa masuk ke dalam rumah?
Tikus dapat masuk melalui celah sekecil 1 sentimeter pada dinding, fondasi, sekitar pipa, atau kabel. Mereka juga bisa masuk melalui atap yang rusak, cabang pohon yang terlalu dekat, atau bahkan pipa saluran air.
Penyakit apa saja yang bisa ditularkan oleh tikus?
Tikus dapat menyebarkan lebih dari 35 penyakit, termasuk Leptospirosis, Hantavirus, dan Rat-Bite Fever (RBF). Penyakit ini menular melalui urine, feses, air liur, gigitan, atau kutu yang terinfeksi.
Bagaimana cara efektif mengusir tikus dari rumah?
Cara efektif mengusir tikus meliputi penggunaan aroma yang tidak disukai (minyak esensial), perangkap tikus, menjaga kebersihan, menutup semua celah masuk, dan jika perlu, menggunakan rodentisida atau memanggil jasa profesional.
Langkah pencegahan apa yang bisa dilakukan agar tikus tidak kembali?
Langkah pencegahan meliputi menjaga kebersihan rumah secara rutin, menyimpan makanan dalam wadah kedap udara, menutup semua celah dan lubang (rat-proofing), merapikan pekarangan, dan membersihkan tumpukan barang yang bisa menjadi sarang tikus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)