5 Kebiasaan Berkendara yang Bikin Bensin Cepat Habis dan Cara Menghindarinya

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengendara mengeluh soal konsumsi bensin yang terasa boros, padahal spesifikasi motor atau mobil mereka tergolong irit. Yang sering terlupakan adalah bahwa perilaku pengemudi memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi bahan bakar. Hal-hal sepele yang dilakukan di jalan bisa membuat bensin terkuras lebih cepat dari yang seharusnya.

Kebiasaan boros ini tidak hanya merugikan dompet, tetapi juga berdampak pada kesehatan mesin. Akselerasi yang tidak terkontrol, beban berlebih, hingga pengaturan tekanan ban yang salah dapat memperpendek usia komponen kendaraan. Karena itu, memahami penyebab boros bensin adalah langkah awal sebelum mencari solusinya.

Melalui artikel ini, kita akan mengulas kebiasaan berkendara yang bikin bensin cepat habis dan bagaimana cara menghindarinya. Pendekatannya sederhana, mudah diterapkan, dan tidak membutuhkan modifikasi aneh-aneh. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Rabu (1/14/2026).

1. Akselerasi Mendadak dan Rem Mendadak

Salah satu penyebab boros bensin paling umum adalah akselerasi yang terlalu agresif. Menginjak gas secara tiba-tiba memaksa mesin memasok bahan bakar lebih banyak untuk mencapai kecepatan. Rem mendadak setelahnya juga membuat energi terbuang sia-sia.

Berkendara yang halus dan terukur membantu menjaga putaran mesin tetap stabil. Semakin stabil RPM, semakin sedikit bahan bakar yang dihabiskan. Kebiasaan ini juga membuat mesin lebih awet dan ban tidak cepat aus.

Biasakan menambah dan menurunkan kecepatan secara bertahap. Selain hemat bensin, cara ini juga lebih aman dan nyaman bagi pengendara maupun penumpang.

2. Mengangkut Beban Berlebihan

Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga mesin yang dibutuhkan untuk bergerak. Akibatnya, bensin terbakar lebih banyak meski jarak tempuh sama. Ini berlaku baik pada motor maupun mobil.

Banyak orang tidak sadar bahwa membawa barang-barang tidak penting di bagasi berkontribusi pada pemborosan bahan bakar. Pada motor, membawa barang terlalu berat juga membebani suspensi.

Mulailah memilah barang bawaan dan keluarkan yang tidak penting. Untuk perjalanan jauh, bawa beban seperlunya agar mesin bekerja lebih ringan dan bensin lebih efisien.

3. Tekanan Ban Tidak Sesuai Standar

Ban dengan tekanan terlalu rendah menciptakan hambatan gulir yang lebih besar, sehingga mesin harus bekerja ekstra. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga membuat handling kurang nyaman dan grip berkurang.

Mayoritas pengendara jarang mengecek tekanan ban, padahal kondisi ini sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Tekanan ban yang tepat membuat kendaraan melaju lebih ringan dan stabil.

Selalu cek tekanan minimal seminggu sekali, terutama sebelum perjalanan jarak jauh. Sesuaikan tekanan dengan rekomendasi pabrikan untuk hasil paling optimal.

4. Terlalu Lama Panaskan Mesin

Kebiasaan memanaskan mesin terlalu lama sering dianggap baik, padahal untuk kendaraan modern langkah ini tidak diperlukan. Sistem injeksi bekerja cepat dan hanya butuh beberapa detik hingga oli naik.

Memanaskan mesin ditempat terlalu lama hanya membuang bahan bakar tanpa manfaat berarti. Pada mobil dan motor injeksi, durasi 30–60 detik sudah cukup.

Jika memanaskan mesin dilakukan setiap hari selama beberapa menit, jumlah bensin yang terbuang dalam sebulan bisa cukup besar. Mulailah hemat dari hal sederhana seperti ini.

5. Berkendara pada Kecepatan Tinggi secara Konsisten

Mengemudi dalam kecepatan tinggi membuat mesin lebih banyak mengonsumsi bahan bakar. Rasio udara-bahan bakar meningkat untuk mempertahankan tenaga dan kecepatan.

Efek ini lebih terasa di jalan tol, ketika banyak pengendara mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu lama. Mobil yang berjalan stabil di kecepatan 80 km/jam jauh lebih irit dibanding di 120 km/jam.

Kuncinya adalah menjaga kecepatan dalam rentang efisien. Setiap kendaraan punya “sweet spot” yang biasanya berada di RPM rendah-menengah.

People Also Ask

1. Kenapa kendaraan bisa boros bensin padahal mesinnya sehat?

Jawaban: Karena kebiasaan pengemudi dan kondisi ban atau beban kendaraan juga memengaruhi konsumsi BBM.

2. Berapa lama memanaskan mesin motor injeksi yang ideal?

Jawaban: Sekitar 30–60 detik sudah cukup untuk penggunaan harian.

3. Apakah tekanan ban benar-benar berpengaruh pada bensin?

Jawaban: Ya, tekanan terlalu rendah membuat bensin terbuang karena mesin bekerja lebih berat.

4. Apakah membawa barang sedikit lebih banyak bisa bikin boros?

Jawaban: Bisa, terutama jika dilakukan terus-menerus karena beban ekstra butuh tenaga ekstra.

5. Kecepatan ideal agar tidak boros itu berapa?

Jawaban: Tergantung kendaraan, tetapi umumnya di rentang kecepatan stabil dengan RPM rendah-menengah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |