Liputan6.com, Jakarta Menemukan reptil melata di antara rimbunnya dedaunan pot tanaman seringkali memicu kepanikan dan rasa terkejut bagi banyak orang. Namun, kehadiran ular di area taman, terutama di dalam pot, bukanlah hal yang aneh dan justru cukup sering terjadi di berbagai lingkungan rumah. Pot tanaman menyediakan kondisi ideal bagi ular, seperti tempat persembunyian yang gelap, lembap, serta sumber makanan melimpah.
Lingkungan pot yang teduh dan lembap menjadi daya tarik utama bagi beberapa spesies ular kecil, terutama yang gemar bersembunyi atau mencari mangsa seperti serangga, cacing, atau kadal kecil. Keberadaan ular ini seringkali tidak disadari hingga pot dipindahkan atau tanaman disiram, membuat pertemuan tak terduga menjadi momen yang mengagetkan.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman, membantu Anda mengidentifikasi mereka, memahami tingkat bahayanya, serta memberikan panduan aman untuk penanganan yang tepat. Jadi simak informasi selengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (22/11/2025).
1. Ular Kawat (Ular Cacing/Pot)
Ular kawat (Indotyphlops braminus), atau yang dikenal juga sebagai Brahminy blindsnake, adalah salah satu jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman dan sering disalahpahami sebagai cacing tanah. Ular ini memiliki ukuran sangat kecil, jarang melebihi panjang 15 cm, dengan tubuh licin, mengilap, dan berwarna cokelat tua hingga kehitaman keunguan.
Matanya sangat kecil, hampir tidak terlihat, dan hanya dapat membedakan intensitas cahaya, bukan melihat objek. Ular kawat sangat menyukai tempat lembap di balik pot tanaman, bebatuan, dan kayu yang lapuk, menjadikannya penghuni umum di area kebun.
Mangsa utamanya adalah telur, larva, dan pupa semut serta rayap, sehingga ular ini berperan sebagai pengendali hama alami yang efektif di taman. Ular kawat sama sekali tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan peliharaan, serta tidak agresif.
Ular ini dikenal sebagai "Flowerpot Snake" karena sering terbawa secara tidak sengaja dalam tanah pot tanaman ke berbagai belahan dunia. Kemampuan reproduksi partenogenesis, di mana semua individu betina dapat berkembang biak tanpa jantan, menjelaskan persebarannya yang luas di seluruh dunia.
2. Ular Rumput Hijau (Opheodrys aestivus)
Ular rumput hijau (Opheodrys aestivus) adalah jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman dengan ciri khas warna hijau terang yang membantunya menyatu sempurna dengan dedaunan dan lingkungan sekitarnya. Tubuhnya ramping dan panjang, memungkinkan kamuflase yang efektif di antara tanaman.
Ular ini sering ditemukan di taman, kebun, atau area sekitar rumah yang lembap dan memiliki semak-semak. Mereka aktif di siang hari, sering berjemur atau berburu mangsa berupa serangga kecil seperti belalang dan laba-laba.
Ular rumput hijau tidak berbisa dan cenderung menghindari manusia. Mereka akan segera kabur jika didekati dan lebih mengandalkan kecepatan serta kemampuan berkamuflase untuk menghindari ancaman predator daripada agresi.
3. Ular Gadung (Ular Pucuk) (Ahaetulla prasina)
Ular gadung (Ahaetulla prasina), juga dikenal sebagai ular pucuk, adalah jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman dengan ciri tubuh yang sangat ramping dan panjang, serta berwarna hijau cerah. Kepalanya berbentuk runcing seperti anak panah, dan matanya agak besar dengan pupil mendatar.
Panjang tubuh ular gadung dapat mencapai 2 meter, meskipun yang sering ditemui biasanya antara 1 hingga 1,5 meter. Ular ini aktif di siang hari dan sering ditemukan merayap di pohon, semak-semak, atau tanaman merambat. Mereka juga bisa singgah di pot tanaman besar yang dekat dengan struktur vertikal di kebun yang lembap.
Mangsa utamanya adalah kadal pohon, burung kecil, dan katak pohon. Meskipun ular gadung memiliki bisa lemah, taringnya terletak di bagian belakang mulut (rear-fanged) sehingga sulit untuk menggigit manusia secara efektif. Gigitannya umumnya tidak berbahaya bagi manusia, namun sebaiknya tetap tidak dipegang.
4. Ular Cacing Timur (Carphophis amoenus)
Ular cacing timur (Carphophis amoenus) adalah jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman yang berukuran kecil, dengan panjang dewasa sekitar 19–28 cm. Ular ini memiliki sisik yang halus dan mengilap, punggung berwarna cokelat gelap, dan perut berwarna merah muda cerah. Kepalanya kecil dan tumpul, tidak terlalu berbeda dari tubuhnya, dan matanya sangat kecil.
Ular ini adalah ahli penggali (fossorial) yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam tanah, di bawah batu, kayu lapuk, atau lapisan mulsa yang gembur. Mereka jarang terlihat di permukaan tanah dan makanan utamanya adalah cacing tanah, tetapi juga memakan siput, laba-laba, dan ulat.
Ular cacing timur tidak berbisa dan sangat jinak. Mereka tidak akan menggigit dan aman untuk dipegang, meskipun kadang dapat mengeluarkan bau busuk sebagai mekanisme pertahanan diri saat merasa terancam.
5. Ular Tanah (Virginia valeriae)
Ular tanah (Virginia valeriae), atau smooth earth snake, adalah jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman yang berukuran kecil, biasanya 7 hingga 10 inci (sekitar 18-25 cm). Ular ini memiliki sisik yang halus, tubuh berwarna abu-abu atau cokelat, kadang dengan bintik-bintik hitam samar, dan perut berwarna putih hingga kecoklatan.
Ular tanah menyukai tempat lembap di bawah pot, batu, tumpukan daun, atau di hutan gugur yang lembap. Mereka adalah predator kecil yang memakan cacing tanah dan serangga bertubuh lunak seperti larva, siput, dan lintah. Ular ini reklusif dan jarang terlihat di siang hari, lebih aktif di malam hari saat mangsanya bergerak.
Ular tanah tidak berbisa dan sangat kalem. Mereka tidak pernah menggigit, bahkan saat ditangani, dan berperan penting dalam mengendalikan populasi serangga di kebun Anda.
Tips Aman Menghadapi Ular di Pot Tanaman
Menemukan ular di pot tanaman bisa mengejutkan, tetapi sebagian besar jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman tidak berbahaya. Kunci utamanya adalah tetap tenang dan bertindak bijaksana untuk memastikan keselamatan Anda dan ular tersebut.
Jangan Panik
Hal pertama adalah tetap tenang, menjaga jarak aman, dan segera menjauhkan anggota keluarga serta hewan peliharaan dari lokasi ular. Ingatlah bahwa sebagian besar ular yang ditemukan di pot tanaman adalah jenis yang tidak berbisa dan tidak agresif. Kepanikan dapat menyebabkan tindakan gegabah yang justru membahayakan diri sendiri atau ular.
Jangan Sentuh dengan Tangan Langsung
Meskipun ular tersebut mungkin tidak berbisa, hindari kontak langsung dengan tangan kosong. Menggunakan tangan kosong, memukul, atau menakut-nakuti ular bisa membuat hewan tersebut merasa terancam, menjadi agresif, dan menyerang. Gunakan sarung tangan berkebun yang tebal atau alat bantu seperti sapu dan pengki untuk mengusirnya dengan hati-hati.
Alihkan dengan Lembut
Jika ular berada di tempat yang mudah dijangkau dan tidak menunjukkan tanda-tanda agresif, Anda bisa mencoba mengalihkannya dengan lembut. Siram area tersebut dengan air perlahan untuk mendorong ular pergi ke tempat yang lebih aman di luar pot. Ini adalah cara yang manusiawi untuk membimbingnya menjauh tanpa melukai.
Pindahkan ke Habitat yang Lebih Tepat
Apabila ular tidak bergerak sendiri, Anda bisa menggunakan wadah seperti ember atau kotak untuk memindahkannya. Letakkan wadah di samping ular, lalu gunakan sapu untuk mendorong ular masuk ke dalamnya secara perlahan. Setelah ular berada di dalam wadah, pindahkan ke area kebun atau semak yang tidak sering dilewati manusia, di mana ia dapat menemukan tempat berlindung dan makanan alami.
Cegah Kedatangan Ulang
Untuk mencegah ular kembali, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Kurangi kelembapan berlebih di sekitar pot tanaman dan rapikan tumpukan daun, kayu, atau puing-puing yang bisa menjadi tempat persembunyian. Pastikan pot memiliki drainase yang baik agar tanah tidak selalu basah.
Pencegahan juga meliputi menjaga kebersihan lingkungan secara keseluruhan, memangkas rumput dan semak secara teratur, serta menutup celah di rumah. Beberapa tanaman seperti serai, bawang putih, dan lidah mertua juga dipercaya dapat mengusir ular karena aromanya yang menyengat atau bentuk daunnya yang tajam, membuat area pot kurang menarik bagi mereka.
FAQ
Q: Apa saja ciri-ciri umum jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman?
A: Umumnya, jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman berukuran kecil, tidak agresif, dan memiliki warna yang menyerupai tanah atau daun (seperti hitam, cokelat, atau hijau) untuk berkamuflase. Mereka adalah pemakan serangga, cacing, atau kadal kecil.
Q: Apakah semua ular di pot tanaman berbahaya?
A: Tidak. Justru, sebagian besar jenis ular yang biasa muncul di pot tanaman seperti ular kawat (Indotyphlops braminus), ular rumput hijau (Opheodrys aestivus), ular cacing timur (Carphophis amoenus), dan ular tanah (Virginia valeriae) TIDAK BERBISA dan bahkan menguntungkan karena memakan hama kebun. Ular gadung (Ahaetulla prasina) memiliki bisa lemah yang tidak berbahaya bagi manusia.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika menemukan ular berbisa di pot tanaman?
A: Jika Anda menemukan ular yang Anda curigai berbisa, jangan coba menangani atau mengusirnya sendiri. Jaga jarak aman, awasi pergerakannya dari jauh, dan segera hubungi pemadam kebakaran, BPBD, atau jasa penangkaran ular profesional. Mereka memiliki peralatan dan pengetahuan yang tepat untuk penanganan yang aman.
Q: Bagaimana cara mencegah ular bersarang di pot tanaman saya?
A: Beberapa cara untuk mencegah ular bersarang di pot tanaman Anda adalah: menjaga area sekitar pot tetap bersih dan tidak lembap, menghindari tumpukan barang seperti kayu atau puing-puing, menggunakan mulsa yang tidak terlalu tebal, dan memastikan pot memiliki drainase yang baik agar tanah tidak selalu basah. Menanam tanaman pengusir ular seperti serai, bawang putih, atau lidah mertua juga dapat membantu.
Q: Mengapa ular kawat sangat sering ditemukan di dalam pot?
A: Ular kawat (Indotyphlops braminus) adalah spesies yang hidupnya di dalam tanah (fossorial) dan memakan telur semut serta rayap. Mereka sering terbawa secara tidak sengaja bersama media tanam saat kita membeli tanaman baru dari nurseri, sehingga dijuluki \"Flowerpot Snake\". Selain itu, setiap individu adalah betina dan dapat bereproduksi secara aseksual (parthenogenesis), yang berarti satu ular saja dapat membentuk koloni baru. Ini menjadi alasan utama mengapa populasinya mudah terbentuk dan tersebar luas di seluruh dunia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)