Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun sayur sendiri di rumah kini bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Salah satu tanaman yang cukup mudah dibudidayakan di rumah adalah terong. Selain produktif, tanaman terong juga memiliki tampilan yang menarik sehingga cocok dijadikan elemen hijau di teras rumah minimalis.
Keterbatasan lahan sering kali menjadi alasan utama seseorang enggan berkebun. Padahal, dengan teknik berkebun di pot atau container gardening, teras rumah yang sempit sekalipun bisa disulap menjadi kebun mini yang fungsional dan estetik. Kuncinya adalah pemilihan pot, media tanam, serta tata letak yang tepat.
Melalui artikel ini, Anda akan menemukan berbagai inspirasi kebun terong di pot untuk teras rumah minimalis yang tidak hanya enak dipandang, tetapi juga mampu menghasilkan panen terong segar untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Berikut u;asan Liputan6.com, Minggu (4/1/2025).
1. Kebun Terong Tunggal dalam Pot Besar Minimalis
Inspirasi pertama yang paling sederhana adalah menanam satu tanaman terong dalam satu pot besar. Konsep ini sangat cocok untuk teras rumah minimalis yang mengutamakan kerapian dan kesan bersih. Pilih pot polos dengan warna netral seperti putih, abu-abu, atau hitam doff.
Letakkan pot di sudut teras yang mendapat sinar matahari maksimal. Dengan satu tanaman per pot, perawatan menjadi lebih fokus, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Tambahkan ajir atau penyangga agar batang terong tetap tegak saat mulai berbuah.
Model ini sangat pas bagi pemula yang ingin mencoba inspirasi kebun terong di pot untuk teras rumah minimalis tanpa perlu banyak pengaturan tata letak.
2. Kebun Terong dengan Grow Bags yang Fleksibel
Grow bags atau kantong tanaman menjadi alternatif menarik bagi Anda yang menginginkan kebun terong praktis dan fleksibel. Terbuat dari bahan kain, grow bags ringan dan mudah dipindahkan, serta memiliki sirkulasi udara yang baik untuk akar tanaman.
Gunakan grow bags berdiameter minimal 35 cm agar pertumbuhan terong optimal. Tata grow bags secara berjajar di teras atau susun mengikuti dinding rumah. Keunggulan utamanya adalah kemudahan dalam mengatur posisi tanaman sesuai kebutuhan cahaya matahari.
Selain fungsional, grow bags juga mendukung tampilan kebun yang lebih kasual namun tetap rapi, sangat cocok untuk konsep rumah minimalis modern.
3. Kebun Terong Vertikal dengan Rak Bertingkat
Jika luas teras sangat terbatas, kebun terong vertikal adalah solusi cerdas. Gunakan rak tanaman bertingkat dari besi atau kayu untuk menempatkan pot-pot terong. Pastikan setiap tingkat tetap mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Pada rak bertingkat, sebaiknya terong ditempatkan di tingkat paling bawah atau tengah karena bobot potnya cukup berat. Sementara tingkat atas bisa diisi tanaman pendamping seperti cabai atau tomat ceri dalam pot kecil.
Konsep ini tidak hanya hemat ruang, tetapi juga menciptakan tampilan teras yang hijau, rapi, dan estetik.
4. Kebun Terong di Sudut Teras yang Tak Terpakai
Sudut teras sering kali menjadi area yang kurang dimanfaatkan. Padahal, dengan sedikit kreativitas, sudut ini bisa diubah menjadi kebun terong mini yang produktif. Manfaatkan sudut yang paling cerah untuk meletakkan satu atau dua pot terong berukuran besar.
Tambahkan rak kecil, pot gantung, atau bahkan tangga bekas sebagai elemen display tanaman. Kombinasi ini membuat sudut teras terlihat lebih hidup tanpa mengganggu area utama rumah.
Inspirasi ini cocok bagi Anda yang ingin memaksimalkan setiap ruang tanpa mengubah tata letak teras secara keseluruhan.
5. Kebun Terong Kombinasi dengan Sayuran Lain
Inspirasi terakhir adalah mengombinasikan terong dengan tanaman sayur lain dalam satu area teras. Terong bisa dipadukan dengan cabai, tomat, atau mentimun dalam pot terpisah namun ditata berdekatan.
Susun pot secara rapi menggunakan plant caddies agar mudah diatur ulang. Selain mempercantik teras, kebun kombinasi ini juga menciptakan kebun dapur mini yang lebih variatif dan bermanfaat.
Dengan perawatan yang tepat—penyiraman rutin, pemupukan berkala, serta pengendalian hama alami seperti semprotan air rendaman kulit bawang—kebun ini dapat menghasilkan panen berkelanjutan.
Dasar Penting Kebun Terong di Pot Minimalis
Sebelum membahas inspirasi tata letaknya, penting memahami dasar penanaman terong di pot. Untuk kebun terong pot minimalis, gunakan pot berukuran cukup besar dengan diameter minimal 30–35 cm atau lebih agar pertumbuhan akar optimal. Pot yang terlalu kecil akan menghambat perkembangan tanaman dan hasil buahnya.
Pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik. Lubang di bagian bawah pot wajib ada untuk mencegah genangan air yang dapat menyebabkan akar busuk. Material pot bisa disesuaikan dengan konsep teras, mulai dari pot plastik, tanah liat, hingga wadah daur ulang seperti ember atau kaleng cat bekas.
Media tanam ideal untuk terong adalah campuran tanah subur, kompos atau pupuk kandang matang, serta sekam bakar atau cocopeat dengan perbandingan 1:1:1. Kombinasi ini mampu menjaga kelembapan, menyediakan nutrisi, sekaligus memastikan sirkulasi udara yang baik bagi akar.
Terong membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6–8 jam per hari. Oleh karena itu, penempatan pot sebaiknya di area teras yang paling terang. Untuk memudahkan pemindahan, gunakan plant caddies atau alas pot beroda agar tanaman bisa digeser mengikuti arah matahari.
Perawatan Rutin agar Terong Subur di Pot
Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama saat cuaca panas, namun hindari membasahi daun secara berlebihan. Pemupukan tambahan menggunakan kompos atau pupuk kandang dapat diberikan saat tanaman mulai berbunga dan berbuah.
Perhatikan juga hama seperti kutu daun atau ulat. Pencegahan alami dengan larutan bawang atau air sabun ringan bisa menjadi pilihan aman untuk kebun rumah.
Dengan mengikuti prinsip dasar dan menerapkan inspirasi kebun terong di pot untuk teras rumah minimalis, Anda bisa menikmati kebun yang indah sekaligus produktif.
FAQ Seputar Kebun Terong di Pot
1. Berapa ukuran pot minimal untuk menanam terong?
Ukuran pot minimal yang disarankan adalah diameter 30–35 cm agar akar terong dapat tumbuh optimal.
2. Apakah terong bisa ditanam di teras yang tidak terlalu luas?
Bisa. Dengan teknik berkebun di pot, rak bertingkat, atau grow bags, terong tetap dapat tumbuh baik di teras sempit.
3. Berapa lama terong mulai berbuah setelah ditanam?
Umumnya terong mulai berbuah sekitar 60–75 hari setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan.
4. Apakah terong harus terkena sinar matahari langsung?
Ya, terong membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6–8 jam per hari agar produktif.
5. Bagaimana cara mencegah hama pada terong di pot?
Gunakan metode alami seperti menyemprot air rendaman kulit bawang secara rutin dan menjaga kebersihan area tanam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437980/original/023574200_1765269370-Jamur_di_Dinding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463197/original/000810300_1767601615-pagar_besi_lipat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463178/original/030785000_1767601393-Desain_Rumah_dengan_Kebun_Sayur_di_Atas_Kolam_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462995/original/031546500_1767597081-Daya_Listrik_Chopper_dan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198055/original/051624900_1745492220-SJ-236MG-GB-GR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335725/original/078001700_1756802094-top-view-assortment-vegetables-paper-bag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463227/original/071609700_1767602814-Gemini_Generated_Image_gwoqnjgwoqnjgwoq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463158/original/033065400_1767600948-rice_cooker2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463260/original/084578000_1767603956-pexels-lorize-33530774.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347967/original/088187600_1757748727-ChatGPT_Image_13_Sep_2025__14.29.01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423286/original/024851500_1764058129-unnamed_-_2025-11-25T150545.842.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394677/original/027917700_1761638018-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_buah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462974/original/033657700_1767596724-Model_pagar_rumah_yang_cepat_kusam___sulit_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160493/original/039883900_1663309823-pexels-karolina-grabowska-4194866_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463106/original/058385000_1767599528-unnamed-32.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462848/original/011907300_1767590953-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463177/original/097129300_1767601199-Gemini_Generated_Image_3ro12z3ro12z3ro1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461646/original/040887000_1767427189-Roaster_Rumah_Agar_Teras_Terasa_Luas_tapi_Privasi_Terjaga_Model_Minimalis_Geometris.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440390/original/003833400_1765433113-Ide_Usaha_Modal_Kecil_di_Daerah_Pemukiman_Baru_yang_Potensial_Camilan_Rumahan_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457096/original/053841600_1766985729-Panen_Teratur___Cegah_Masalah_Sejak_Dini.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344958/original/029872800_1757497950-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5333184/original/050501600_1756610400-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)