5 Cara Mengenali Pohon yang Jadi Sarang Ular, Panduan Lengkap untuk Keamanan Lingkungan Anda

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Di banyak wilayah tropis maupun subtropis, keberadaan ular di sekitar pekarangan, kebun, ataupun area berhutan merupakan hal yang wajar. Ular memanfaatkan vegetasi sebagai tempat beristirahat, berburu, dan berlindung dari predator. Karena itu, pemahaman awal tentang karakteristik pohon atau tanaman yang berpotensi menjadi sarang ular sangat penting, baik untuk keamanan diri maupun pengelolaan lingkungan.

Meskipun tidak semua ular memilih pepohonan sebagai tempat tinggal utamanya, banyak spesies memanfaatkan cabang, celah kulit batang, atau semak di bawahnya sebagai akses untuk mengatur suhu tubuh, menunggu mangsa, atau menghindari gangguan. Beberapa penelitian konservasi juga menunjukkan bahwa ular dapat memanjat dengan sangat efisien, terutama jika struktur pohon mendukung.

Liputan6.com akan membahas cara mengenali pohon yang jadi sarang ular dengan merujuk pada berbagai sumber satwa dan pengamatan lapangan, termasuk perilaku memanjat ular, jenis vegetasi yang menarik mangsa, serta ciri fisik pohon yang paling mungkin digunakan ular untuk bersembunyi, Selasa (24/11/2025).

1. Pohon dengan Ranting Rendah dan Struktur yang Mendukung Panjatan

Studi konservasi mengenai blue racer di Pelee Island menunjukkan bahwa ular dapat memanjat pohon yang memiliki cabang rendah atau dilapisi rambatan. Spesies seperti blue racer, ratsnake, dan foxsnake tidak selalu mampu memanjat batang yang sepenuhnya vertikal dan licin, namun sangat mahir naik pada pohon dengan:

  • Ranting berlapis mulai dari permukaan tanah
  • Sulur atau tanaman merambat menutupi batang
  • Ranting rapat yang menghubungkan lantai hutan ke cabang atas

Dalam beberapa kasus, ular dapat ditemukan beristirahat atau berjemur hingga ketinggian 6–9 meter, bahkan pernah tercatat mencapai 9–10 meter pada pohon hackberry. Ini berarti bahwa pohon bercabang rendah adalah kandidat kuat sebagai tempat ular memulai panjatan sebelum menuju cabang lebih tinggi.

Ciri-ciri yang perlu diperhatikan:

  • Banyak sulur atau tanaman merambat seperti ivy, markisa, atau anggur hutan
  • Ranting-ranting horizontal yang kuat
  • Celah-celah di batang tempat ular dapat menyelip

Jika sifat pohon mendukung panjatan, besar kemungkinan ular memanfaatkannya sebagai rute pergerakan ataupun tempat beristirahat.

2. Pohon yang Menarik Mangsa Ular

Ular tidak tertarik pada tanaman dari aromanya, melainkan pada mangsa yang hidup di sekitarnya. Pohon yang menghasilkan buah, beraroma manis, atau memiliki rongga sering menarik burung, tikus, kelelawar buah, dan berbagai serangga—semua ini adalah sumber makanan utama ular.

Tanaman dan pohon yang umum menjadi magnet mangsa:

  • Mangga: buahnya menarik burung, kelelawar, dan tikus (mengundang ular pemangsa tikus).
  • Guava/jambu biji: buah jatuh cepat membusuk dan memikat tikus.
  • Pohon berry dan semak buah lainnya: ramai oleh burung dan serangga.
  • Pohon kelapa dengan semak tebal di pangkalnya: tempat persembunyian ideal bagi tikus dan reptil kecil.
  • Banana/pepohonan pisang: kelembapannya tinggi, buahnya memikat banyak satwa kecil.

Jika banyak aktivitas burung atau tikus di suatu pohon, atau Anda menemukan sarang burung pada cabangnya, peluang ular mengunjungi pohon tersebut meningkat.

Tanda tambahan:

  • Kotoran burung yang menumpuk
  • Buah berserakan dan membusuk di bawah pohon
  • Lubang kecil yang menunjukkan aktivitas tikus

3. Pohon atau Tanaman dengan Foliage yang Sangat Lebat

Ular menyukai tempat yang memberi perlindungan dan kesempatan menghilang dari predator. Tanaman dengan daun tebal, tajuk rimbun, dan kelembapan tinggi merupakan habitat ideal bagi mereka.

Contoh tanaman dan pohon dengan karakteristik ini:

  • English ivy (Hedera helix): dikenal sebagai “perangkap diam-diam” karena lapisan daunnya menciptakan ruang lembap dan teduh yang ideal bagi ular untuk bersembunyi.
  • Bamboo/bambu: rimbun, rapat, dan memiliki naungan alami.
  • Pohon dengan banyak rongga batang atau kulit terkelupas, seperti pohon tua atau lapuk.
  • Pohon dengan akar papan (buttress roots) yang menyimpan banyak celah.

Jika bagian bawah pohon tampak gelap, sulit terlihat dari luar, atau dikelilingi semak padat, area tersebut sangat potensial menjadi sarang ular.

4. Pohon yang Berdekatan dengan Vegetasi Penutup Tanah

Keseluruhan ekosistem sekitar pohon juga menentukan apakah ular memilihnya sebagai sarang. Vegetasi penutup tanah yang terlalu rapat menciptakan “koridor tersembunyi” bagi ular untuk bergerak.

Penutup tanah yang berisiko:

  • Ivy merambat
  • Creepers
  • Semak rendah sekitar 20–60 cm
  • Rumput hias tinggi seperti pampas, fountain grass, lemongrass
  • Tumpukan daun kering, mulsa tebal, atau kayu bakar di pangkal pohon

Jika pohon berada di tengah area vegetasi padat seperti ini, kemungkinan digunakan ular sebagai jalur masuk sangat tinggi.

5. Keberadaan Sumber Air di Dekat Pohon

Ular yang memakan amfibi akan tertarik pada lokasi lembap dan teduh, terutama di dekat kolam, parit, atau genangan. Pohon yang tumbuh di pinggir kolam, apalagi dengan tanaman air seperti papirus atau teratai, sering menjadi tempat persembunyian ular.

Indikatornya:

  • Gerakan kecil di tepi air
  • Banyak katak atau serangga air
  • Vegetasi terlalu rimbun di pinggir kolam

Jika pohon tumbuh tepat di sisi air dengan akar atau batang yang membentuk celah, itu hampir pasti menarik ular pemangsa katak.

Bagaimana Mengenali Pohon yang Sudah Digunakan Ular?

Untuk mengenali secara langsung apakah sebuah pohon sedang digunakan ular sebagai sarang atau jalur, perhatikan tanda-tanda berikut:

  1. Kulit ular yang mengelupas (shedding) di sekitar pangkal pohon.
  2. Jejak tubuh ular di debu atau tanah lembut.
  3. Lubang-lubang kecil di sekitar akar tempat mangsa tikus hidup.
  4. Ranting patah atau daun kusut di bagian yang sering dipanjat.
  5. Kotoran mangsa seperti burung atau tikus di cabang tertentu.

Jika beberapa tanda muncul bersamaan, pohon tersebut sangat mungkin menjadi jalur favorit atau tempat istirahat ular.

FAQ Seputar Sarang Ular

1. Apakah semua ular bisa memanjat pohon?

Tidak. Hanya beberapa spesies yang memiliki kemampuan panjat kuat, terutama yang terbiasa hidup di daerah berhutan atau mencari mangsa di sarang burung.

2. Apakah pohon besar pasti menjadi sarang ular?

Tidak selalu. Faktor ramainya mangsa dan rapatnya vegetasi jauh lebih menentukan dibanding ukuran pohon.

3. Apakah buah yang jatuh bisa menarik ular?

Ya. Bukan buahnya yang menarik ular, melainkan tikus atau burung yang memakan buah tersebut.

4. Apakah memotong semak di bawah pohon membantu mencegah ular?

Sangat membantu. Menghilangkan perlindungan dan tempat persembunyian mengurangi peluang ular menetap.

5. Bolehkah mengusir ular di pohon sendiri?

Untuk ular yang berpotensi berbisa, lebih aman menghubungi petugas satwa liar setempat.Sumber Rujukan

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |