5 Cara Membersihkan Kerak di Dinding Dapur dengan Bahan Sederhana, Bebas Minyak dan Noda

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kerak di dinding dapur sering kali terbentuk dari sisa minyak, uap masakan, dan cipratan bumbu yang dibiarkan menempel terlalu lama tanpa dibersihkan secara rutin. Jika tidak ditangani dengan cara yang tepat, kerak ini bukan hanya membuat dapur terlihat kotor, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat menempelnya debu serta kuman.

Membersihkan kerak di dinding dapur sebenarnya tidak selalu membutuhkan bahan mahal atau alat khusus, karena banyak cara sederhana yang bisa dilakukan menggunakan bahan rumahan. Dengan teknik pembersihan yang benar dan kebiasaan perawatan yang konsisten, dinding dapur dapat kembali bersih, nyaman dipandang, dan lebih higienis untuk aktivitas memasak sehari-hari.

1. Membersihkan Kerak dengan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

Air hangat yang dicampur dengan sabun cuci piring menjadi solusi awal yang efektif untuk membersihkan kerak ringan hingga sedang di dinding dapur. Suhu hangat dari air membantu melunakkan lapisan lemak, sementara kandungan sabun bekerja mengikat minyak agar lebih mudah diangkat dari permukaan dinding.

Proses pembersihan dapat dilakukan dengan membasahi spons atau kain lap bersih ke dalam larutan tersebut, kemudian menggosok dinding dapur secara perlahan dan merata. Gosokan sebaiknya dilakukan searah dan tidak terlalu keras agar permukaan cat atau keramik dinding tidak rusak akibat gesekan berlebihan.

Setelah kerak mulai terangkat, dinding perlu dilap kembali menggunakan kain bersih yang dibasahi air biasa untuk menghilangkan sisa sabun. Tahap akhir berupa pengeringan dengan lap kering penting dilakukan agar tidak muncul bercak air yang dapat membuat dinding tampak kusam.

2. Mengangkat Kerak Membandel Menggunakan Baking Soda

Baking soda dikenal sebagai bahan pembersih alami yang efektif untuk mengatasi kerak membandel tanpa merusak permukaan dinding dapur. Tekstur halus namun abrasif dari baking soda membantu mengikis kotoran yang sudah mengeras akibat minyak dan uap panas dari aktivitas memasak.

Untuk penggunaannya, baking soda dicampur dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental, lalu dioleskan pada bagian dinding yang berkerak. Pasta ini perlu didiamkan beberapa menit agar mampu menembus lapisan kotoran dan melunakkan kerak yang menempel kuat.

Setelah didiamkan, area tersebut digosok perlahan menggunakan spons atau sikat berbulu halus hingga kerak terangkat. Dinding kemudian dibersihkan dengan kain basah untuk menghilangkan sisa baking soda, lalu dikeringkan agar hasilnya lebih bersih dan rapi.

3. Melarutkan Lemak dengan Cuka atau Air Jeruk Nipis

Cuka dan air jeruk nipis memiliki sifat asam alami yang mampu melarutkan lemak serta noda minyak yang menempel di dinding dapur. Selain membersihkan, bahan ini juga membantu mengurangi bau tidak sedap yang sering muncul di area memasak.

Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menyemprotkan cuka atau air jeruk nipis langsung ke permukaan dinding yang kotor. Cairan ini perlu didiamkan selama beberapa menit agar dapat bekerja melunakkan kerak dan memudahkan proses pembersihan.

Setelah itu, dinding dilap menggunakan kain bersih sambil digosok perlahan hingga noda menghilang. Tahap akhir berupa pembilasan ringan dan pengeringan sangat dianjurkan agar dinding tidak lengket dan tetap tampak bersih alami.

4. Menggunakan Cairan Pembersih Khusus Dapur

Untuk kerak yang sudah menumpuk lama dan sulit dibersihkan dengan bahan alami, cairan pembersih khusus dapur bisa menjadi solusi yang lebih praktis. Produk ini umumnya dirancang untuk melarutkan lemak berat dan noda membandel dalam waktu singkat.

Penggunaan cairan pembersih perlu mengikuti petunjuk pada kemasan agar hasilnya maksimal dan aman bagi permukaan dinding. Cairan disemprotkan secara merata pada area yang berkerak, kemudian didiamkan beberapa saat agar bahan aktifnya bekerja efektif.

Setelah didiamkan, dinding digosok menggunakan spons hingga kerak terangkat, lalu dilap dengan kain bersih hingga tidak ada sisa cairan yang tertinggal. Ventilasi dapur sebaiknya dibuka selama proses ini untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik.

5. Menjaga Kebersihan Dinding agar Kerak Tidak Mudah Kembali

Membersihkan kerak akan jauh lebih mudah jika dilakukan secara rutin sebelum kotoran menumpuk terlalu tebal. Kebiasaan sederhana seperti mengelap dinding dapur setelah memasak dapat mencegah minyak dan uap menempel terlalu lama.

Area dinding yang paling dekat dengan kompor sebaiknya mendapat perhatian khusus karena paling sering terkena cipratan minyak. Dengan pembersihan ringan namun konsisten, kerak tidak sempat mengeras dan proses perawatan dapur menjadi lebih ringan.

Selain itu, menjaga ventilasi dapur tetap baik juga membantu mengurangi kelembapan dan uap yang menjadi penyebab utama terbentuknya kerak. Dapur yang bersih dan terawat tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga mendukung kebersihan makanan yang dimasak.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah kerak di dinding dapur berbahaya jika dibiarkan?

Kerak dapat menjadi tempat menumpuknya kuman dan menimbulkan bau tidak sedap.

Seberapa sering dinding dapur perlu dibersihkan?

dealnya dilap ringan setiap selesai memasak dan dibersihkan menyeluruh seminggu sekali.

Apakah baking soda aman untuk semua jenis dinding dapur?

Umumnya aman, tetapi sebaiknya diuji terlebih dahulu pada area kecil.

Bolehkah mencampur cuka dan sabun cuci piring?

Boleh, asalkan digunakan secukupnya dan dibilas hingga bersih.

Apa penyebab utama kerak cepat muncul di dinding dapur?

Uap minyak, cipratan masakan, dan kurangnya pembersihan rutin.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |