Liputan6.com, Jakarta Alam sering menjadi sumber inspirasi untuk berbagai karya seni, termasuk puisi. Deretan pegunungan hingga semilir angin bisa digubah menjadi puisi tentang alam yang memikat hati. Puisi tentang alam adalah sebentuk ekspresi kekaguman manusia terhadap ciptaan Tuhan yang menakjubkan. Pilhan kata indah dalam puisi tentang alam bisa merangkum keheningan, kedamaian, dan keajaiban yang terhampar luas di alam semesta.
Puisi tentang alam juga membantu kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Melalui rangkaian diksi yang indah, kita diajak untuk merasakan hangatnya mentari pagi, segarnya embun pagi, atau suara kehidupan di hutan yang sangat khas. Pembaca bisa menemukan makna baru tentang kehidupan, sekaligus menghargai anugerah alam yang luar biasa indah. Membaca puisi bisa memperhalus perasaan sebagaimana membaca dongeng pendek, dongeng sebelum tidur, atau cerita legenda singkat.
Puisi Alam tentang Gunung
1. Gunung berdiri menantang langit,
Namun hatinya penuh kedamaian.
Ia menyimpan cerita ribuan tahun,
Dalam sunyi yang tak pernah padam.
2. Puncak itu memanggil pelan,
Mengajak kaki melangkah lebih berani.
Di ketinggian, angin berbisik,
Menjadi sahabat sepanjang perjalanan.
3. Gunung adalah kamus tentang rasa tegar,
Meski awan kelabu datang bertubi-tubi.
Ia tetap kokoh menjaga bumi,
Menjadi penjaga waktu yang setia.
4. Dalam kabut pagi yang tipis,
Gunung seperti menghilang sesaat.
Padahal ia tak pernah pergi,
Selalu ada sebagai penopang harapan.
5. Setiap langkah menuju puncak,
Adalah doa yang perlahan naik.
Di antara batu dan akar yang keras,
Hati belajar arti keteguhan sejati.
Gunung sering menjadi simbol keteguhan dalam berbagai dongeng pendek atau dongeng sebelum tidur yang sarat makna. Dalam kisah seperti dongeng Malin Kundang atau dongeng Timun Mas, unsur alam digunakan untuk menggambarkan karakter manusia yang kuat dan berani. Dalam puisi ini gunung adalah lambang keteguhan hati dan kesabaran menghadapi ujian hidup.
Puisi Alam tentang Laut
6. Laut memantulkan warna langit,
Menjadi cermin dunia yang luas.
Gelombangnya tak pernah lelah,
Mengantar pesan dari penjuru bumi.
7. Angin laut membawa rindu,
Yang tak pernah sempat terucap.
Aroma asin menyapa akrab,
Membangunkan kenangan lama.
8. Ombak datang silih berganti,
Seperti kisah hidup manusia.
Kadang tenang, kadang berkecamuk,
Tapi ujungnya selalu kembali diam.
9. Di bawah permukaannya,
Tersimpan rahasia kehidupan.
Ikan menari dalam sunyi,
Menyulam harmoni tak kasat mata.
10. Senja di laut selalu memesona,
Menciptakan kanvas warna keemasan.
Waktu seakan berhenti sejenak,
Membiarkan hati bersyukur.
Seperti dalam dongeng lucu atau cerita pendek anak TK, laut sering digambarkan penuh keajaiban dan misteri. Puisi tentang alam ini mengajarkan bahwa di balik ombak yang bergemuruh, selalu ada ketenangan dan makna kehidupan yang dalam.
Puisi Alam tentang Hutan
11. Hutan adalah rumah bagi kehidupan,
Tempat burung bernyanyi riang.
Daun-daun saling berbisik,
Menyampaikan salam pada pagi.
12. Cahaya matahari menembus rimbun,
Menciptakan garis-garis keemasan.
Setiap pijarnya menghangatkan,
Membangunkan segala yang terlelap.
13. Hutan memeluk dunia,
Dengan oksigen yang ia hadiahkan.
Ia menjaga bumi tetap bernapas,
Tanpa meminta imbalan apa pun.
14. Langkah kaki di tanah basah,
Meninggalkan jejak singkat.
Namun hutan mengajarkan keteguhan hati,
Bahwa etiap jejak memiliki kisah sendiri-sendiri.
15. Pepohonan adalah sang penjaga abadi,
Tetap berdiri tegar meski hujan deras mengguyur.
Mereka mempertahankan dunia tetap hijau,
Agar manusia tetap punya harapan akan masa depan.
Hutan sering hadir dalam dongeng Sunda dan cerita legenda singkat sebagai tempat bertemunya manusia dengan keajaiban. Dalam dongeng sebelum tidur anak-anak, hutan sering mengajarkan tentang keberanian dan rasa ingin tahu. Adapun pada sebait puisi di atas, hutan menjadi simbol kehidupan yang memberi tanpa pamrih demi keberlangsungan hidup manusia.
Puisi Alam tentang Senja
16. Senja jatuh perlahan,
Mewarnai langit dengan lembut.
Warna oranye dan merah berpadu,
Menjadi penutup hari yang indah.
17. Angin sore menyapa lembut,
Membawa ketenangan ke dalam hati.
Langit perlahan meredup,
Namun pesonanya tak pernah hilang.
18. Senja seperti perpisahan,
tanpa kesedihan.
Ia hanya berpindah tempat,
Menunggu datangnya hari esok.
19. Awan berarak pelan,
Mengikuti cahaya yang memudar.
Senja kembali pada malam,
Memberi ruang pada bintang untuk menari-nari.
20. Senja adalah pengingat,
Bahwa setiap akhir membawa awal.
Dan setiap warna adalah pesan,
Tentang harapan yang tak pernah padam.
Dalam banyak dongeng pendek untuk anak SD, senja sering menjadi latar romantis dan menenangkan. Seperti dalam cerita pendek bahasa Inggris atau kisah klasik dunia, cahaya senja menandai harapan baru setelah hari yang panjang. Puisi ini pun mengajak kita memahami bahwa setiap perpisahan hanya jeda menuju awal yang baru.
Puisi tentang Pagi
21. Pagi datang dengan senyuman lembut,
Menghapus gelap malam yang panjang.
Cahaya pertama menyapa bumi,
Membangunkan segalanya dengan hangat.
22. Udara pagi begitu segar,
Mengisi paru-paru dengan harapan baru.
Burung mulai berkicau riang,
Menyambut hari yang cerah.
23. Embun menempel di dedaunan,
Seperti kristal kecil pemberian alam.
Ia berkilau tersapu matahari,
Suasana penuh sukacita nan damai.
24. Pagi mengajarkan awal,
Bahwa setiap hari punya kesempatan baru.
Dengan sinar yang lembut,
Ia membukakan pintu optimisme.
25. Ketika dunia mulai bergerak,
Pagi menjadi saksi pertama.
Ia menyapa tanpa suara,
Namun membuat hati penuh syukur.
Dalam berbagai karya sastra, pagi sering digambarkan sebagai simbol awal yang cerah dan penuh harapan. Banyak dongeng lucu atau kisah sederhana yang mengajarkan pentingnya bersyukur di waktu pagi. Sama seperti puisi ini, pagi menjadi lambang semangat baru untuk memulai langkah dalam keheningan yang damai.
Puisi Alam tentang Hujan
26. Hujan jatuh seperti doa,
Membasahi bumi yang lelah.
Setiap tetesnya menenangkan,
Menghapus panas yang membakar.
27. Aroma tanah basah,
Menghidupkan kembali kenangan.
Seperti buku lama yang dibuka,
Membawa pulang masa kecil.
28. Hujan kadang turun deras,
Namun tak pernah berniat menyakiti.
Ia hanya ingin menyembuhkan,
Dan memberi kehidupan subur pada tanah.
29. Suara rintiknya menenangkan,
Mengiringi malam dengan lembut.
Seolah dunia sedang beristirahat,
Dalam selimut kesejukan.
30. Setelah hujan reda,
Pelangi muncul tersenyum.
Menjadi simbol keindahan,
Setelah badai berlalu.
Hujan sering hadir dalam dongeng pendek untuk anak SD sebagai penanda keajaiban atau pembawa harapan baru. Dalam cerita legenda singkat atau kisah rakyat, hujan adalah simbol berkah dari langit. Puisi ini mencerminkan pesan yang sama bahwa setiap badai pasti menyisakan pelangi sebagai tanda kasih Tuhan.
Puisi Alam tentang Bulan dan Bintang
31. Bulan menggantung di langit,
Menjadi lampu malam yang lembut.
Ia tak pernah padam,
Meski awan kadang menutupinya.
32. Bintang bertaburan rapi,
Seperti permata di angkasa.
Mereka bersinar dalam hening,
Menghibur malam yang sunyi.
33. Bulan dan bintang bersahabat,
Menjaga dunia dari gelap pekat.
Mereka hadir tanpa suara,
Namun memberi cahaya yang menyala-nyala di kegelapan.
34. Di bawah langit malam,
Mimpi tumbuh perlahan.
Bersama sinar yang redup,
Hati belajar berharap.
35. Ketika malam semakin dalam,
Bintang tetap menyala setia.
Sinar kecilnya menguatkan,
Bahwa cahaya tak butuh besar untuk bermakna.
Dalam dongeng Timun Mas maupun dongeng Malin Kundang, langit malam sering menjadi saksi doa. Cerita pendek bahasa Inggris juga kerap menggambarkan bulan dan bintang sebagai simbol harapan di tengah kegelapan. Puisi ini mengajarkan bahwa secercah cahaya kecil mampu menerangi dunia yang luas.
8. Puisi tentang Padang Rumput
36. Padang rumput terhampar luas,
Bak permadani hijau ciptaan Tuhan.
Angin menari di atasnya,
Membuat gelombang lembut yang indah.
37. Aroma tanah dan rumput,
Memberi ketenangan luar biasa.
Setiap langkah terasa ringan,
Seakan dunia ikut bernapas lega.
38. Padang rumput menyimpan cerita,
Tentang hewan yang berlarian bebas.
Mereka hidup berdampingan harmonis,
Dalam alam yang penuh cinta.
39. Di bawah langit biru terbentang,
Padang rumput adalah saksi waktu.
Ia tumbuh mengikuti musim,
Namun tetap setia pada bentuknya.
40. Ketika sore mulai turun,
Padang rumput memantulkan cahaya lembut.
Seperti permadani emas yang indah,
Mengantar hari menuju malam.
Padang rumput adalah tempat bermain dan belajar makhluk-makhluk kecil, sekaligus melambangkan kesederhanaan dan kebebasan. Puisi ini mengingatkan kita bahwa ketenangan bisa bersumber dari keindahan sederhana di sekitar kita.
Pertanyaan seputar Puisi tentang Alam
1. Apa yang dimaksud puisi tentang alam?
Karya sastra yang menggambarkan keindahan, pesan, atau fenomena alam melalui bahasa yang indah dan penuh makna.
2. Mengapa banyak orang menulis puisi bertema alam?
Alam memberi ketenangan batin dan menjadi sumber inspirasi tanpa batas bagi penulis.
3. Apa ciri-ciri puisi tentang alam?
Ciri utamanya menggambarkan lanskap, suasana, dan emosi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
4. Apa manfaat membaca puisi tentang alam?
Menumbuhkan rasa syukur, kepedulian lingkungan, dan ketenangan hati.
5. Apakah puisi tentang alam harus memakai kata-kata indah?
Tidak selalu, yang terpenting puisi mampu menyampaikan perasaan dan makna tentang alam secara tulus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)