4 Ide Kandang Bertingkat untuk Ternak Ayam Petelur yang Efisien dan Produktif

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak ayam petelur merupakan salah satu sektor peternakan yang memiliki prospek cerah di Indonesia. Permintaan telur yang stabil sepanjang tahun membuat banyak peternak, baik skala kecil maupun besar, tertarik mengembangkan usaha ini. Namun, keberhasilan beternak ayam petelur tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan pakan, melainkan juga oleh sistem kandang yang digunakan.

Kandang berperan penting dalam menjaga kesehatan ayam, memudahkan manajemen pemeliharaan, serta meningkatkan produktivitas telur. Salah satu konsep kandang yang banyak diterapkan saat ini adalah kandang bertingkat. Desain ini dinilai mampu mengoptimalkan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja peternak.

Liputan6.com akan membahas secara mendalam berbagai ide kandang bertingkat untuk ternak ayam petelur, mulai dari konsep dasar, jenis-jenis kandang, hingga tips memilih kandang sesuai skala usaha dan tujuan produksi. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (15/1/2026).

1. Ide Kandang Baterai Bertingkat Tipe A

Kandang baterai tipe A merupakan salah satu bentuk kandang bertingkat yang paling umum digunakan. Rangkanya berbentuk huruf “A” dengan susunan bertingkat, biasanya terdiri dari dua hingga empat tingkat. Kandang ini sering diaplikasikan pada sistem open house atau semi open house.

Keunggulan utama kandang tipe A terletak pada sirkulasi udara yang relatif baik karena susunannya tidak saling bertumpuk secara vertikal penuh. Selain itu, biaya pembuatannya cenderung lebih hemat karena dapat menggunakan material seperti kawat dan rangka besi ringan. Namun, kapasitas tampung per luas lahan lebih rendah dibandingkan tipe lain, sehingga perlu perencanaan matang jika populasi ayam cukup besar.

2. Ide Kandang Baterai Bertingkat Tipe H

Berbeda dengan tipe A, kandang baterai tipe H memiliki susunan vertikal dan horizontal yang lebih padat. Rangkanya berbentuk persegi panjang dan dirancang untuk menampung ayam dalam jumlah besar pada lahan terbatas. Tipe ini sangat cocok untuk peternakan modern dengan sistem closed house.

Kelebihan kandang tipe H adalah daya tampung yang tinggi dan struktur yang kokoh. Kandang ini memungkinkan integrasi sistem otomatis seperti pemberian pakan, minum, dan pengangkutan kotoran. Meski demikian, biaya investasi awal relatif lebih mahal dan membutuhkan sistem ventilasi yang baik agar kepadatan tinggi tidak berdampak negatif pada kesehatan ayam.

3. Ide Kandang Bertingkat Tipe V dan W

Kandang bertingkat tipe V dan W merupakan pengembangan dari tipe A yang disesuaikan dengan kondisi lahan tertentu. Meskipun tidak sepopuler tipe A dan H, desain ini cukup efektif untuk area dengan kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara khusus.

Kandang tipe ini biasanya diterapkan pada peternakan dengan bentuk lahan tidak konvensional. Dengan perencanaan yang tepat, tipe V dan W dapat menjadi alternatif ide kandang bertingkat untuk ternak ayam petelur yang efisien dan fleksibel.

4. Integrasi Kandang Bertingkat dengan Sistem Close House

Salah satu inovasi modern dalam peternakan ayam petelur adalah penggabungan kandang bertingkat dengan sistem close house. Dalam sistem ini, seluruh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, pencahayaan, dan sirkulasi udara dikontrol secara otomatis.

Kandang bertingkat dalam close house memungkinkan produksi telur yang lebih stabil karena ayam terhindar dari stres akibat perubahan cuaca. Dari sisi bisnis, meskipun biaya awal cukup tinggi, sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan keuntungan jangka panjang.

Pentingnya Kandang Bertingkat dalam Ternak Ayam Petelur

Kandang bertingkat pada dasarnya merupakan sistem kandang yang disusun secara vertikal untuk memaksimalkan penggunaan ruang. Sistem ini sangat relevan diterapkan di daerah dengan keterbatasan lahan atau pada peternakan dengan populasi ayam yang besar. Selain hemat tempat, kandang bertingkat juga memudahkan pengelolaan pakan, air minum, telur, dan kotoran ayam.

Dalam praktiknya, ide kandang bertingkat untuk ternak ayam petelur harus mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti sirkulasi udara, pencahayaan, kepadatan kandang, serta kemudahan perawatan. Kandang yang dirancang dengan baik akan menciptakan lingkungan yang nyaman, menekan stres ayam, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas telur.

Selain itu, pemilihan kandang juga perlu disesuaikan dengan tujuan usaha. Peternakan skala kecil tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan peternakan komersial berskala besar yang menargetkan produksi telur dalam jumlah massal.

Pertimbangan Dasar dalam Merancang Kandang Bertingkat

Sebelum menentukan desain kandang bertingkat, ada beberapa pertimbangan utama yang perlu diperhatikan oleh peternak:

  1. Fungsi kandang: Kandang harus mampu melindungi ayam dari cuaca ekstrem, predator, dan penyakit. Selain itu, kandang juga harus memudahkan aktivitas harian seperti pemberian pakan, penggantian air minum, pengambilan telur, serta pembersihan kotoran.
  2. Tujuan usaha peternakan: Peternakan skala kecil biasanya lebih mengutamakan efisiensi biaya, sehingga desain kandang sederhana namun fungsional menjadi pilihan. Sebaliknya, peternakan skala besar membutuhkan kandang bertingkat dengan kapasitas tinggi dan sistem yang terintegrasi, bahkan hingga otomatisasi.
  3. Umur dan fase produksi ayam: Ayam petelur dewasa membutuhkan kandang yang mendukung proses bertelur dengan aman, termasuk kemiringan lantai agar telur mudah menggelinding tanpa pecah.

Dengan memahami ketiga aspek ini, ide kandang bertingkat untuk ternak ayam petelur dapat diterapkan secara optimal sesuai kebutuhan.

Ukuran dan Material Kandang Bertingkat

Ukuran kandang baterai bertingkat umumnya berkisar 40 × 45 × 45 cm per ekor ayam. Ukuran ini dirancang agar ayam cukup nyaman untuk bergerak terbatas tanpa mengganggu proses bertelur. Material kandang dapat berupa kawat galvanis, besi, atau kombinasi dengan rangka bambu untuk menekan biaya.

Pemilihan material sangat berpengaruh terhadap daya tahan kandang dan kemudahan perawatan. Kandang yang kuat dan tahan karat akan lebih awet dan ekonomis dalam jangka panjang.

Menjaga Kebersihan Kandang Bertingkat

Salah satu keunggulan kandang bertingkat adalah pengelolaan kotoran yang lebih mudah. Kotoran ayam biasanya langsung jatuh ke bagian bawah kandang sehingga tidak menumpuk di area ayam. Meski demikian, pembersihan rutin tetap wajib dilakukan untuk mencegah bau dan penyakit.

Pembersihan kotoran sebaiknya dilakukan setiap hari atau minimal dua kali seminggu. Selain itu, desinfeksi kandang secara berkala dan perawatan tempat pakan serta minum akan membantu menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur.

FAQ Seputar Kandang Ayam Petelur

1. Apa keunggulan kandang bertingkat dibanding kandang biasa?

Kandang bertingkat lebih hemat lahan, memudahkan pengelolaan telur dan kotoran, serta cocok untuk populasi ayam yang besar.

2. Apakah kandang bertingkat cocok untuk peternak pemula?

Cocok, terutama tipe A yang biaya pembuatannya lebih terjangkau dan mudah dirawat.

3. Berapa ideal tingkat kandang untuk ayam petelur?

Umumnya 2–4 tingkat, disesuaikan dengan kekuatan rangka dan sistem ventilasi kandang.

4. Apakah kandang bertingkat aman untuk kesehatan ayam?

Aman selama ventilasi, pencahayaan, dan kepadatan kandang diperhatikan dengan baik.

5. Mana yang lebih baik, kandang bertingkat open house atau close house?

Keduanya baik, tergantung modal dan tujuan usaha. Close house lebih stabil secara produksi, sedangkan open house lebih ekonomis untuk skala kecil.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |