Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu menjadi kesempatan emas bagi para pengusaha kuliner, khususnya bagi mereka yang berfokus pada hidangan takjil tradisional. Ide jualan kolak untuk di bulan puasa merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan, mengingat kolak adalah menu buka puasa yang selalu dinanti dan memiliki banyak penggemar.
Dengan modal yang relatif terjangkau dan proses pembuatan yang tidak terlalu rumit, ide jualan kolak untuk di bulan puasa menjadi pilihan usaha yang ideal bagi berbagai kalangan yang ingin menambah penghasilan.
Inovasi dan keunikan dalam penyajian kolak menjadi kunci utama untuk sukses dalam mengembangkan ide jualan kolak untuk di bulan puasa agar dapat bersaing di pasar yang kompetitif. Tidak hanya mengandalkan resep klasik, para pelaku usaha perlu menciptakan varian-varian menarik yang sesuai dengan selera konsumen masa kini. Perpaduan antara cita rasa autentik dengan presentasi yang menawan dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Berikut ini telah Liputan6 ulas, beragam ide jualan kolak untuk di bulan puasa yang berpotensi populer dan menguntungkan, dilengkapi dengan analisis bisnis serta strategi pemasaran yang efektif, pada Selasa (6/1). Mulai dari varian premium hingga kreasi fusion modern, setiap ide yang dibahas telah disesuaikan dengan tren pasar terkini dan preferensi konsumen di Indonesia.
Mengapa Kolak Selalu Laris di Bulan Puasa?
Kolak memiliki posisi istimewa di hati masyarakat Indonesia sebagai hidangan berbuka puasa yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga mengenyangkan. Kombinasi rasa manis, tekstur yang bervariasi, dan kandungan nutrisi yang baik menjadikan kolak pilihan ideal untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Daya Tarik Kolak sebagai Takjil
Popularitas kolak tidak terlepas dari kemampuannya menyediakan asupan energi cepat melalui kandungan gula alami dan karbohidrat. Santan yang kaya memberikan rasa gurih yang menyeimbangkan manisnya gula aren, sementara berbagai bahan seperti pisang, ubi, dan kolang-kaling menawarkan tekstur yang menarik dan nutrisi yang lengkap. Kolak juga memiliki nilai emosional yang kuat karena sering dikaitkan dengan tradisi keluarga dan kenangan masa kecil, yang menciptakan loyalitas tinggi di kalangan konsumen.
Hidangan manis dengan kuah santan kental ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan sensasi comfort food yang sangat dicari saat berbuka. Selain itu, bahan-bahan dasar pembuatan kolak umumnya mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang relatif stabil. Kolak memiliki keunggulan dalam daya tahan dan kemudahan transportasi, mampu bertahan 6-8 jam di suhu ruang tanpa penurunan kualitas signifikan, memudahkan penjual untuk menyiapkan stok dalam jumlah banyak.
Peluang Pasar yang Besar
Pasar takjil di Indonesia sangat luas dan terus berkembang setiap tahunnya. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menawarkan potensi pasar yang sangat besar untuk berbagai jenis takjil, termasuk kolak. Tren fotografi makanan dan media sosial juga membuka peluang bagi varian kolak yang unik dan menarik secara visual untuk menjadi viral.
Tren konsumen yang semakin sadar akan makanan tradisional dan sehat juga mendukung prospek bisnis kolak. Dibandingkan takjil modern yang mungkin mengandung pengawet, kolak dengan bahan alami lebih dipercaya dan disukai keluarga, termasuk untuk anak-anak dan orang tua.
Varian Kolak Premium yang Menjanjikan
Konsep kolak premium menawarkan pengalaman rasa yang lebih mewah dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan penyajian yang lebih eksklusif.
Kolak Sultan dengan Isian Melimpah
Kolak Sultan adalah varian premium yang menggabungkan berbagai bahan pilihan dalam satu sajian. Kolak ini dapat menggunakan pisang raja atau pisang tanduk yang dikenal lebih manis dan bertekstur lembut, santan murni yang kental, serta gula aren pilihan yang memberikan aroma karamel alami. Keistimewaan kolak ini terletak pada variasi isian yang berlimpah, seperti nangka segar untuk aroma harum, cincau hitam untuk tekstur kenyal yang menyegarkan, dan pacar cina yang memberikan sensasi unik.
Penambahan ketan durian atau bola-bola ubi ungu dapat menjadi ciri khas yang membedakannya dari pesaing. Penyajian kolak Sultan menggunakan kemasan yang menarik dan premium, dengan porsi yang lebih besar dan presentasi yang menarik untuk media sosial, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari takjil istimewa.
Kolak Biji Salak Warna-Warni
Inovasi pada kolak biji salak dengan menggunakan ubi berwarna-warni menciptakan tampilan visual yang sangat menarik dan unik. Ubi ungu memberikan warna violet alami, sementara ubi kuning menciptakan kontras yang menarik perhatian. Teknik pembuatan biji salak yang tepat menghasilkan tekstur kenyal dan lembut, dengan warna-warna cerah yang tetap mempertahankan rasa otentik ubi.
Kuah gula aren tradisional dapat diperkaya dengan sedikit santan kental untuk tekstur yang lebih lembut. Kemasan transparan sangat penting untuk menampilkan keindahan warna-warni biji salak, menjadikannya produk yang sangat fotogenik dan berpotensi viral di media sosial. Konsumen mendapatkan berbagai tekstur dan rasa dalam satu pembelian, cocok bagi mereka yang ingin mencoba berbagai rasa sekaligus.
Kolak Fusion Modern yang Trending
Penggabungan elemen tradisional dengan sentuhan modern menciptakan varian kolak yang unik dan menarik bagi konsumen milenial dan Gen Z.
Kolak Pisang Bakar Keju
Konsep fusion ini menggabungkan teknik pembakaran pada pisang dengan topping keju modern, menciptakan sensasi rasa yang berbeda. Pisang yang dikukus terlebih dahulu kemudian dibakar sebentar dengan mentega dapat memberikan aroma smoky yang khas dan tekstur yang lebih kompleks. Proses pembakaran tidak hanya memberikan aroma, tetapi juga mengkaramelisasi gula alami dalam pisang, menciptakan lapisan rasa yang lebih dalam.
Kuah kolak tetap menggunakan resep tradisional, namun sentuhan akhir dengan parutan keju atau lelehan cokelat dapat memberikan sentuhan modern yang tak terduga. Varian ini cocok untuk menarik pelanggan yang menyukai kombinasi rasa manis dan gurih dengan sentuhan kekinian.
Kolak Es Krim dan Dessert Hybrid
Pengembangan kolak sebagai hidangan penutup modern dengan penambahan es krim vanila atau es krim kelapa menciptakan kontras suhu yang menarik. Kolak hangat disajikan terpisah dengan satu sendok es krim, memberikan pengalaman makan yang dinamis. Varian ini dapat diperkaya dengan topping modern seperti granola, kacang-kacangan, atau buah kering untuk menambah tekstur dan nilai gizi.
Penyajian dalam gelas atau mangkuk yang elegan menjadikannya menu hidangan penutup yang dapat bersaing dengan produk kafe modern. Ide ini menargetkan konsumen yang mencari pengalaman kuliner unik dan berbeda saat berbuka puasa.
Analisis Bisnis dan Perhitungan Keuntungan
Memahami struktur biaya dan proyeksi keuntungan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis kolak.
Breakdown Biaya Produksi
Untuk produksi kolak, biaya produksi mencakup bahan baku utama seperti pisang, ubi, kolang-kaling, dan sagu mutiara. Santan dapat menggunakan kelapa segar atau santan instan premium, tergantung pada target kualitas dan anggaran. Gula aren berkualitas tinggi menjadi kunci rasa yang autentik. Biaya operasional juga mencakup kemasan, bahan bakar, dan utilitas. Perhitungan biaya produksi yang cermat adalah langkah awal untuk menentukan harga jual yang menguntungkan.
Sebagai contoh, estimasi modal Rp 9.500 per porsi dapat dijual Rp 16.000 dengan potensi keuntungan Rp 6.500. Modalnya relatif terjangkau dengan perputaran uang yang cepat, cocok untuk pemula.
Strategi Optimalisasi Profit
Margin keuntungan dapat ditingkatkan melalui pembelian bahan baku dalam jumlah besar, negosiasi harga dengan pemasok, dan efisiensi proses produksi. Diversifikasi ukuran porsi (misalnya, reguler, besar, ukuran keluarga) dapat memperluas target pasar dan meningkatkan nilai transaksi rata-rata. Sistem pre-order untuk varian premium dapat membantu manajemen arus kas dan mengurangi risiko pemborosan.
Program loyalitas dan penawaran paket juga dapat meningkatkan retensi pelanggan dan frekuensi pembelian. Penting juga untuk memilih menu yang populer dan mudah dibuat agar penjualan maksimal.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Q1: Berapa modal minimum yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kolak?
A: Modal minimum sekitar Rp 500.000 - Rp 1.000.000 sudah cukup untuk memulai dengan produksi skala kecil. Modal ini mencakup bahan baku untuk 3-4 batch produksi, peralatan dasar, dan packaging. Untuk skala yang lebih besar atau varian premium, modal Rp 2-5 juta lebih realistis.
Q2: Varian kolak mana yang paling mudah dibuat untuk pemula?
A: Kolak pisang ubi sederhana adalah yang paling mudah untuk pemula. Bahan mudah didapat, teknik pembuatan straightforward, dan risiko gagal rendah. Setelah menguasai basic recipe, bisa dikembangkan dengan menambah variasi isian atau improvisasi presentation.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464472/original/019567900_1767690882-kangkung5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466276/original/066160600_1767841210-balkon7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454921/original/058981200_1766582154-Tanaman_Gantung_untuk_Teras_Sempit_yang_Awet_Meski_Jarang_Disiram_Jenis_Lobelia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466149/original/027361800_1767835227-jajanan_ibu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452308/original/052965900_1766394893-frozen_seafood.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466201/original/063420400_1767839730-ChatGPT_Image_8_Jan_2026__09.35.08.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466178/original/097430500_1767838556-413316db-0998-4099-bbfa-3fbf20f7c2f2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466131/original/007634400_1767829097-KItchen_Set_Bahan_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466162/original/012778200_1767837211-Nat_Keramik_Kamar_Mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464311/original/017299500_1767685044-ide_jualan_takjil_cup_kekinian__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5042496/original/065572500_1733802853-9674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344958/original/029872800_1757497950-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5333184/original/050501600_1756610400-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)