4 Cara Menghadapi Puluhan Anakan Ular yang Menetas di Kebun Rumah Tanpa Panik

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta Kondisi ketika banyak reptil kecil muncul tiba-tiba di pekarangan sering membuat pemilik rumah terkejut. Untuk mengurangi ketegangan, memahami cara menghadapi puluhan anakan ular yang menetas di kebun rumah tanpa panik menjadi langkah awal yang sangat membantu.

Biasanya, tempat yang lembap dan tersembunyi dipilih induknya untuk bertelur. Karena itu, pemilik rumah perlu tetap tenang sambil menerapkan cara menghadapi puluhan anakan ular yang menetas di kebun rumah tanpa panik agar tidak melakukan tindakan berisiko.

Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama. Dengan mengikuti cara menghadapi puluhan anakan ular yang menetas di kebun rumah tanpa panik, pemilik rumah bisa mengontrol keadaan sambil menunggu bantuan pihak yang lebih berpengalaman.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menghadapi puluhan anakan ular yang menetas di kebun rumah tanpa panik, Kamis (27/11/2025).

1. Prioritaskan Keselamatan Saat Anakan Ular Muncul

Mengutip buku berjudul Jenis-jenis Ular (2022) oleh Sarah Nila Adiansyah, ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular merupakan salah satu jenis reptil yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis reptil yang lain.

Berikut cara menghadapi anakan ular yang muncul:

1. Tetap tenang dan hindari kepanikan

Panik dapat memicu gerakan tiba-tiba yang membuat ular merasa terancam. Mundurlah secara perlahan, beri ruang bagi ular untuk menjauh, dan hindari kontak mata langsung atau gerakan mendadak.

2. Amankan anak-anak dan hewan peliharaan

Segera pindahkan mereka ke area yang aman dan tutup pintu rapat-rapat. Hewan peliharaan seperti kucing atau anjing bisa mencoba menyerang ular sehingga membahayakan diri mereka dan lingkungan sekitar.

3. Jangan menangkap atau membunuh ular sendiri

Tanpa keahlian, tindakan ini sangat berisiko karena ular dapat menyerang saat merasa terpojok. Beberapa spesies memiliki perilaku defensif kuat, sehingga tindakan tergesa-gesa dapat meningkatkan bahaya bagi seluruh penghuni rumah.   

2. Memahami Karakteristik dan Tanda Keberadaan Ular

Menurut Ajeng (2015) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 1(1) Maret 2019: 36-43, ular umumnya ditemukan di daerah yang memiliki suhu, kelembaban, cahaya matahari yang stabil, serta adanya kelimpahan makanan.

Berikut ini tanda keberadaan ular:

1. Anakan ular tetap berbahaya

Meskipun berukuran kecil, anakan ular—terutama jenis berbisa—dapat mengeluarkan bisa tanpa kontrol. Anakan kobra misalnya, sudah memiliki bisa mematikan dan justru lebih berisiko karena belum mampu mengatur dosisnya saat menggigit.

2. Kemunculan banyak anakan bisa menandakan adanya sarang induk

Jika jumlahnya banyak, ini mengindikasikan bahwa induknya kemungkinan bersarang di area sekitar rumah dan perlu diwaspadai.

3. Tanda-tanda keberadaan sarang atau aktivitas ular yang perlu diperhatikan:

  • Kulit ular yang terkelupas di sekitar rumah atau taman.
  • Kotoran ular yang menyerupai kotoran burung, berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Jejak pergerakan ular di permukaan berdebu atau berpasir.
  • Bau menyengat, terutama dari jenis ular tertentu seperti ular tikus.
  • Lubang atau celah berongga yang tidak biasa di tanah atau dinding.
  • Berkurangnya populasi hewan kecil seperti tikus atau katak.
  • Suara gemerisik tidak biasa dari semak-semak atau tumpukan barang.
  • Gerakan cepat di sudut gelap, terutama pada malam hari.

4. Identifikasi dari jarak aman

Jika memungkinkan, amati dari jauh untuk mengetahui jenis ular. Informasi ini akan membantu petugas profesional menentukan tindakan. Namun, ingat bahwa bentuk kepala atau warna tidak selalu akurat sebagai penanda ular berbisa, terutama pada anakan kobra yang kepalanya berbentuk oval.

3. Langkah Penanganan dan Bantuan Profesional

Anakan ular juga berbahaya dan berbisa. Ketahui ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa agar lebih waspada. Mengutip buku berjudul Ensiklopedia Hewan Ovipar (2024) oleh M. Sumarto, Ciri-ciri ular berbisa adalah mempunyai gigi taring yang kecil, ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, ular berbisa umumnya berwarna terang dan mencolok, ular berbisa memiliki mata lonjong, biasanya ular berbisa memiliki satu baris sisik.

Sementara ciri ular tak berbisa beberapa diantaranya, memiliki dua gigi taring besar di bagian rahang atas, ular tanpa bisa mempunyai bentuk dan sisik sederhana, ular tidak berbisa memiliki mata berbentuk bulat.

Berikut ini langkah penanganan anakan ular masuk rumah:

1. Mengusir anakan ular dengan cara aman

Untuk ular kecil, Anda dapat menyemprotkan air dari jarak aman agar ular merasa tidak nyaman dan pergi menjauh. Jika ular sudah masuk ke dalam rumah, gunakan alat panjang seperti tongkat untuk menggiringnya perlahan ke arah luar. Hindari menyentuh ular langsung dengan tangan kosong.

2. Menggunakan perangkap aman jika diperlukan

Jika upaya menggiring tidak berhasil, perangkap aman dapat menjadi alternatif. Gunakan perangkap lem khusus reptil—bukan lem tikus—karena perangkap ini dirancang untuk menahan reptil sementara tanpa menyebabkan cedera serius. Ikuti petunjuk penggunaan dari produsen agar proses tetap efektif dan aman.

3. Memanggil tenaga profesional

Segera cari bantuan profesional jika jumlah anakan ular banyak, diduga berbisa, atau jika Anda merasa tidak yakin menangani situasi tersebut. Kontak layanan darurat seperti 112 atau pawang ular berpengalaman. Petugas profesional memiliki keahlian, peralatan, dan prosedur yang tepat untuk menangani ular dengan aman sekaligus memberi saran pencegahan di kemudian hari.   

4. Strategi Pencegahan Jangka Panjang di Rumah

1. Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan

  • Singkirkan tumpukan sampah, kayu, bebatuan, daun kering, atau barang bekas yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
  • Pangkas rumput dan semak secara rutin karena area yang rimbun dan lembap merupakan habitat ideal bagi ular.
  • Kebun yang rapi dan terbuka mengurangi peluang ular mencari tempat bersarang atau bersembunyi.

2. Mengendalikan Sumber Makanan Ular

  • Ular datang karena adanya mangsa seperti tikus, katak, atau kadal. Kurangi populasi hewan-hewan ini dengan metode pengendalian hama yang aman.
  • Hindari meninggalkan sisa makanan hewan peliharaan di halaman yang dapat menarik tikus.
  • Simpan makanan manusia dalam wadah tertutup agar tidak mengundang pengerat.

3. Menutup Celah dan Lubang Masuk Ular

  • Anakan ular dapat masuk melalui celah sangat kecil, sehingga inspeksi menyeluruh pada bagian rumah sangat penting.
  • Tutup celah bawah pintu, retakan dinding, atau ruang di sekitar pipa menggunakan bahan yang tepat seperti door seal atau semen.
  • Pasang kawat ram berukuran kecil pada ventilasi untuk mencegah ular masuk.

4. Membuat Penghalang Fisik dan Pengusir Alami

  • Pasang pagar berlubang kecil atau jaring kawat di area tertentu untuk mencegah ular masuk.
  • Beberapa tanaman seperti lidah mertua, sereh, atau bawang putih dikenal memiliki aroma yang tidak disukai ular.
  • Kapur barus, bubuk belerang, atau amonia dapat ditempatkan di sudut ruangan sebagai penghalau bau.
  • Pencahayaan halaman yang terang membantu mengurangi aktivitas hewan nokturnal, termasuk ular.

5. Meningkatkan Pengetahuan Keluarga

  • Edukasi anggota keluarga tentang jenis-jenis ular di sekitar lingkungan, baik yang berbisa maupun tidak.
  • Ajarkan cara menghadapi ular dengan aman, termasuk tidak panik, tidak mendekat, dan segera mencari bantuan.
  • Pengetahuan yang baik membantu Anda tetap tenang jika suatu saat harus menghadapi situasi serupa di rumah.

Q & A Seputar Topik

Apa yang harus dilakukan pertama kali saat menemukan puluhan anakan ular di kebun rumah?

Langkah pertama adalah menjaga ketenangan dan menjauh perlahan dari area tersebut. Jangan membuat gerakan tiba-tiba atau mencoba menyentuh ular. Memberi jarak aman adalah cara terbaik untuk mencegah ular merasa terancam dan menyerang.

Bagaimana cara mengamankan keluarga dan hewan peliharaan?

Segera pindahkan anak-anak dan hewan peliharaan ke dalam rumah atau area tertutup. Pastikan pintu tertutup rapat agar ular tidak masuk. Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing sering nekat mendekati ular sehingga dapat menciptakan risiko gigitan.

Apakah boleh menggiring anakan ular agar keluar dari area rumah?

Boleh, selama dilakukan dari jarak aman dan menggunakan alat panjang seperti tongkat atau sapu untuk menggiring ular menuju area terbuka. Jangan mencoba memegang ular dengan tangan kosong dan hindari mendorong ular terlalu agresif agar tidak membuatnya defensif.

Apa metode aman yang bisa digunakan jika ular sulit diarahkan?

Anda dapat memakai semprotan air untuk membuat ular merasa tidak nyaman sehingga bergerak menjauh. Alternatif lain adalah memasang perangkap aman khusus reptil (bukan lem tikus). Perangkap jenis ini menahan ular sementara tanpa membahayakan secara fatal.

Kapan sebaiknya memanggil bantuan profesional?

Segera hubungi petugas darurat (112) atau pawang ular profesional jika jumlah anakan ular sangat banyak, diduga jenis berbisa (seperti kobra), atau Anda merasa tidak yakin menanganinya. Penangan profesional lebih aman karena mereka memiliki alat, teknik, dan pengalaman khusus.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |