Liputan6.com, Jakarta Rayap di bagian atas rumah sering luput dari perhatian, padahal kerusakannya bisa sangat fatal. Mengetahui cara menghilangkan rayap di atap rumah menjadi langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Atap yang terbuat dari kayu atau memiliki rangka kayu sangat rentan diserang rayap. Jika tidak segera ditangani, hama ini bisa merusak struktur. Oleh karena itu, penting memahami cara menghilangkan rayap di atap rumah sejak dini.
Dengan metode yang tepat, rayap bisa diatasi tanpa merusak bangunan. Pelajari langkah pencegahan dan pengobatannya agar cara menghilangkan rayap di atap rumah bisa dilakukan secara efektif dan aman.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menghilangkan rayap di atap rumah, Selasa (18/11/2025).
Tanda-tanda Keberadaan Rayap di Atap Rumah
Menurut Handru, Herwina, Dahelmi, (2012) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Hutan Lestari (2017) Vol. 5 (2) : 481 - 489, rayap adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu komunitas yang dikenal dengan istilah koloni.
Koloni rayap terdiri dari tiga kasta, yaitu kasta prajurit, kasta pekerja dan kasta reproduktif. Setiap kasta memiliki bentuk fisik yang berbeda, disesuaikan dengan fungsi masing-masing. Jumlah spesies rayap di dunia ada sekitar 2.648 yang digolongkan ke dalam tujuh famili dan 281 genus.
Mengenali tanda-tanda awal serangan rayap sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Perhatikan beberapa gejala berikut untuk mengetahui apakah atap atau struktur kayu rumah Anda telah diserang.
Salah satu indikasi paling umum adalah kayu yang terasa berongga atau terdapat lubang-lubang kecil. Ketika diketuk, kayu yang sudah dimakan rayap akan terdengar kopong karena bagian dalamnya telah digerogoti. Selain itu, rayap sering membangun jalur tanah (mud tubes) sebagai akses perlindungan antara tanah dan kayu yang menjadi target mereka.
Berikut ciri-ciri lain yang bisa muncul:
- Kayu Berlubang atau Berongga: Kayu mudah rapuh atau terdengar kosong saat diketuk.
- Jalur Tanah (Mud Tubes): Pipa kecil dari tanah yang menempel pada dinding atau rangka kayu.
- Suara Klik atau Benturan Halus: Terdengar dari dalam kayu, pertanda rayap sedang aktif.
- Bekas Sayap Laron: Banyak sayap kecil yang tertinggal di dekat jendela atau pintu.
- Cat Mengelupas: Terjadi karena kelembapan akibat aktivitas rayap di balik permukaan.
- Residu Kayu (Kotoran Rayap): Butiran kecil cokelat seperti pasir di sekitar area kayu.
Metode Alami untuk Mengatasi Rayap
Mengutip buku berjudul Mencegah & Membasmi Rayap (2017) oleh Kiat Praktis, rayap merupakan jenis serangga yang telah menyerang hampir semua komponen bangunan, terutama komponen kayu pada konstruksi bangunan atau furnitur. Serangan rayap ini seakan tidak mengenal waktu. Rayap menyerang selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 360 hari setahun.
Jika serangan rayap masih tergolong ringan, penggunaan metode alami atau DIY bisa menjadi solusi ramah lingkungan dan mudah dilakukan. Metode ini memanfaatkan bahan-bahan yang biasanya sudah tersedia di rumah.
Beberapa cara alami yang bisa dicoba antara lain:
- Air Cucian Beras: Semprotkan secara merata pada kayu yang terinfeksi; cairan ini tidak disukai rayap dan bisa membantu mengusirnya.
- Minyak Tanah atau Thinner: Efektif membunuh rayap jika disemprotkan langsung ke area sarang atau kayu yang diserang.
- Kapur Sirih: Oleskan pada permukaan kayu; kapur akan menimbulkan reaksi panas pada kulit rayap dan membunuhnya.
- Larutan Garam: Semprotkan larutan garam ke sarang; garam akan membuat tubuh rayap perih hingga mati.
- Minyak Jeruk (D-limonene): Bahan alami ini dapat mematikan rayap secara bertahap jika diaplikasikan secara rutin.
- Asam Borat: Taburkan atau semprotkan pada jalur rayap untuk menghentikan aktivitas mereka.
- Kapur Barus / Naftalena: Letakkan di sekitar area kayu; aromanya dapat mengusir rayap.
- Air Sabun: Kombinasi sabun dan air dapat memblokir saluran pernapasan rayap.
- Sinar Matahari: Jemur furnitur atau bahan kayu yang terinfeksi untuk membunuh rayap melalui panas.
- Tanaman Pengusir Rayap: Tanaman seperti catnip, mint, dan kemangi memiliki aroma kuat yang tidak disukai rayap.
Metode alami ini dapat dijadikan langkah awal sebelum menggunakan cara yang lebih ekstrem jika rayap sudah menyebar luas.
Penanganan Rayap dengan Metode Kimia dan Profesional
Jika serangan rayap sudah sangat parah atau metode alami tidak lagi efektif, langkah selanjutnya adalah menggunakan bahan kimia atau memanggil jasa profesional. Metode ini menawarkan efektivitas tinggi dan perlindungan jangka panjang.
Beberapa pilihan penanganan kimiawi yang tersedia:
- Insektisida atau Termisida: Tersedia dalam bentuk semprotan, cairan, atau bubuk yang dapat langsung diaplikasikan ke area yang diserang rayap. Penggunaan bahan kimia harus disertai alat pelindung diri dan mengikuti petunjuk penggunaan untuk menghindari risiko terhadap kesehatan.
- Racun Lambung dan Sistemik: Produk tertentu memiliki bahan aktif yang bekerja lewat kontak atau sistemik untuk membasmi koloni dan mencegah rayap datang kembali.
Untuk kasus yang lebih berat atau area yang sulit dijangkau, jasa pembasmi rayap profesional menjadi pilihan aman. Mereka memiliki pengalaman dan peralatan lengkap, serta biasanya memberikan jaminan perawatan berkala selama 3–5 tahun.
Beberapa metode yang umum dilakukan oleh jasa profesional meliputi:
- Drill Inject (Suntik Rayap): Membuat lubang kecil untuk menyuntikkan termisida ke jalur rayap.
- Spraying (Penyemprotan): Menyemprotkan bahan kimia langsung ke sarang atau jalur aktif rayap.
- Termite Baiting System (Sistem Umpan): Menggunakan umpan beracun untuk mengeliminasi seluruh koloni rayap, termasuk ratu.
- Pipanisasi (Retikulasi): Membuat sistem pipa khusus di bawah lantai atau pondasi untuk mendistribusikan termisida secara merata ke seluruh struktur bangunan.
Pencegahan Rayap di Atap Rumah
Mengutip buku berjudul Mencegah & Membasmi Rayap secara Ramah Lingkungan & Kimiawi oleh Kurnia Wiji Prasetyo dan Sulaeman Yusuf, upaya pencegahan dan pengendalian serangan rayap harus memerhatikan karakteristik rayap. seperti jenis rayap, habitat rayap, cara menyerang, dan tanda serangan rayap.
Karakteristik ini harus diketahui terlebih dahulu sehingga akan bisa dicari cara pencegahan dan pengendalian serangan rayap perusak yang tepat.
Berikut ini cara pencegahan rayap di atas rumah:
1. Perbaiki Semua Kebocoran
Segera perbaiki atap, pipa, atau saluran air yang bocor. Kelembapan menjadi magnet bagi rayap, jadi menjaga area rumah tetap kering adalah langkah utama.
2. Bersihkan Area Sekitar Rumah
Hindari menumpuk kayu, kardus, atau bahan organik di dekat dinding. Sisa material ini bisa menjadi tempat persembunyian sekaligus sumber makanan rayap.
3. Tutup Retakan dan Celah Kecil
Tutup retakan pada dinding, lantai, atau kusen kayu. Celah kecil sekalipun dapat menjadi jalur masuk rayap ke dalam struktur bangunan.
4. Kontrol Kelembapan dan Ventilasi
Pastikan ventilasi rumah baik dan sinar matahari dapat masuk untuk menjaga lingkungan tetap kering. Jaga agar tidak ada genangan air di halaman atau selokan.
5. Jauhkan Perabot Kayu dari Dinding dan Lantai
Beri jarak minimal beberapa sentimeter antara perabot kayu dan dinding atau lantai untuk mencegah rayap menjalar dari tanah atau dinding.
6. Gunakan Material Tahan Rayap dan Pemeriksaan Rutin
Pilih material tahan rayap seperti kayu jati, ulin, atau baja ringan untuk rangka. Lakukan pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali sebagai deteksi dini.
Q & A Seputar Topik
Apa tanda-tanda awal terdapat rayap di atap rumah?
Tanda yang umum muncul adalah bunyi seperti gemerisik di plafon, serbuk kayu halus yang jatuh, adanya lorong tanah kecil di dinding atau balok kayu, serta kayu yang terasa rapuh ketika diketuk. Jika plafon terasa melengkung atau berubah warna, ini juga bisa menjadi indikasi serangan rayap di atap rumah.
Apa cara paling efektif untuk menghilangkan rayap dari atap rumah?
Cara paling efektif adalah dengan menggunakan jasa pembasmi rayap profesional yang menggunakan obat khusus dan sistem umpan. Namun, untuk penanganan sendiri, Anda bisa memakai cairan anti rayap berbahan dasar fipronil dan menyemprotkannya ke area yang terinfeksi, atau memasang sistem umpan di dekat jalur rayap.
Apakah bahan alami bisa digunakan untuk mengusir rayap di atap rumah?
Ya, beberapa bahan alami seperti cuka, air sabun, dan minyak jeruk (d-limonene) dapat membantu. Cairan ini bisa disemprotkan ke area yang terinfeksi. Namun, metode alami biasanya hanya efektif untuk kasus ringan dan bukan solusi permanen untuk rayap di atap rumah.
Bagaimana cara mencegah rayap kembali ke atap rumah setelah dibasmi?
Pastikan tidak ada kebocoran dan titik lembap di atap, gunakan kayu yang telah diawetkan, dan lakukan pengecekan rutin setidaknya setiap enam bulan. Anda juga bisa mengaplikasikan pelapis anti rayap pada rangka kayu dan plafon untuk perlindungan jangka panjang.
Kapan waktu yang tepat untuk memanggil jasa profesional pembasmi rayap?
Jika rayap sudah menyebar ke sebagian besar atap rumah atau merusak struktur kayu hingga terasa rapuh, itu waktu yang tepat untuk memanggil jasa profesional. Mereka memiliki alat dan teknik yang lebih efektif untuk menghentikan rayap secara total dan mencegah serangan ulang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)