2026 Berapa Hijriah? Ini Kalender Hijriah 2026 dan Jadwal Pentingnya

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang penasaran, 2026 berapa Hijriah dalam kalender Islam. Hal ini wajar karena kalender Hijriah sering dijadikan acuan untuk menentukan berbagai momen ibadah penting bagi umat Muslim, seperti awal Ramadan, Idul Fitri, hingga Idul Adha.

Secara umum, tahun 2026 Masehi bertepatan dengan dua tahun Hijriah, yaitu 1447 H dan 1448 H. Perbedaan ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan yang memiliki jumlah hari lebih sedikit dibanding kalender Masehi yang berbasis matahari.

Berbagai momen penting seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha jatuh pada tahun 2026 ini. Berikut Liputan6.com ini akan membahas 2026 berapa hijirah, jadwal ibadah, serta perbedaan mendasar antara kalender Masehi dan Hijriah, dihimpun dari berbagai sumber pada Selasa (17/3).

2026 Berapa Hijriah?

Tahun 2026 Masehi bertepatan dengan dua tahun dalam kalender Hijriah, yaitu 1447 Hijriah dan 1448 Hijriah. Hal ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan (lunar), sehingga jumlah harinya lebih pendek dibanding kalender Masehi yang berbasis matahari.

Pada awal tahun 2026, umat Islam masih berada di tahun 1447 H. Tahun tersebut kemudian berakhir sekitar pertengahan tahun 2026, setelah itu kalender Hijriah memasuki tahun 1448 H.

Perbedaan jumlah hari antara kalender Masehi (365 hari) dan Hijriah (sekitar 354 hari) membuat tahun Hijriah selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah?

Hari raya Idul Fitri tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah. Dalam kalender Masehi, tanggalnya diprediksi berada di sekitar 20–21 Maret 2026, namun kepastian waktunya tetap menunggu hasil sidang isbat dan pengamatan hilal yang dilakukan pemerintah.

Perayaan Idul Fitri menandai berakhirnya bulan Ramadan 1447 H, setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Pada 1 Syawal, umat Muslim biasanya melaksanakan salat Id, saling bermaafan, serta mempererat silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Untuk awal Ramadan 2026, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memperkirakan puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal puasa lebih awal, yaitu Rabu, 18 Februari 2026, karena menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Perbedaan ini merupakan hal yang lazim, sehingga umat Muslim diimbau tetap saling menghormati dan menunggu keputusan resmi sidang isbat sebagai acuan nasional.

Jadwal Penting Sepanjang 2026 Masehi dalam Kalender Hijriah

Tahun 2026 Masehi dipenuhi dengan sejumlah tanggal penting dalam kalender Hijriah yang perlu diketahui umat Muslim. Berbagai ibadah dan perayaan besar akan jatuh pada tahun ini, mulai dari Ramadan hingga Idul Adha. Memahami jadwal ini membantu dalam perencanaan spiritual dan sosial.

  • Januari 2026: Berada dalam rentang 12 Rajab 1447 H hingga 12 Sya'ban 1447 H.
  • Februari 2026: Mencakup bulan Sya'ban dan Ramadan. Awal Bulan Ramadan dan Hari Pertama Puasa Ramadan diperkirakan pada 19 Februari 2026.
  • Maret 2026: Nuzulul Qur'an pada 7 Maret 2026. 10 Hari Terakhir Ramadan dari 11-19 Maret 2026. Awal Bulan Syawal dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada 20/21 Maret 2026 (menunggu sidang isbat).
  • April 2026: Awal Bulan Dzulqaidah (Bulan Mulia) pada 18 April 2026.
  • Mei 2026: Awal Bulan Dzulhijah (Bulan Mulia) pada 18 Mei 2026. Wuquf di 'Arafah (Puasa Arafah) pada 26 Mei 2026. Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026. Hari Tasyriq dari 28-30 Mei 2026.
  • Juni 2026: Awal Bulan Muharam (Bulan Mulia) dan Tahun Baru Islam 1448 H pada 16 Juni 2026. Puasa Tasu'a pada 24 Juni 2026 dan Puasa 'Asyura pada 25 Juni 2026.
  • Juli 2026: Awal Bulan Shafar pada 16 Juli 2026.
  • September 2026: Awal Bulan Rabi'ul-Akhir pada 12 September 2026.
  • Oktober 2026: Awal Bulan Jumadil-Ula pada 12 Oktober 2026.
  • November 2026: Awal Bulan Jumadil-Akhirah pada 11 November 2026.
  • Desember 2026: Awal Bulan Rajab (Bulan Mulia) pada 10 Desember 2026.

Perbedaan Mendasar Kalender Masehi dan Hijriah

Kalender Masehi dan Hijriah memiliki perbedaan fundamental dalam penentuan siklus waktu. Kalender Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (solar calendar), dengan jumlah hari 365 atau 366 dalam setahun. Sistem ini digunakan secara luas di seluruh dunia untuk keperluan sipil dan pemerintahan.

Sebaliknya, Kalender Hijriah didasarkan pada siklus fase bulan (lunar calendar). Titik awal kalender Hijriah adalah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Bulan baru secara resmi dimulai ketika hilal (bulan sabit pertama) terlihat pada akhir bulan sebelumnya.

Karena perbedaan dasar ini, jumlah hari dalam setahun Hijriah lebih pendek, yaitu sekitar 354 hingga 355 hari. Akibatnya, tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah akan bergeser sekitar 10-11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Pemahaman terhadap perbedaan ini sangat penting untuk perencanaan jangka panjang, terutama terkait perayaan keagamaan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. 2026 berapa Hijriah?

Tahun 2026 Masehi akan berada dalam rentang 1447 Hijriah hingga 1448 Hijriah.

2. Kapan pergantian tahun Hijriah dari 1447 H ke 1448 H di tahun 2026?

Pergantian tahun Hijriah dari 1447 H ke 1448 H akan berlangsung pada tanggal 16 Juni 2026.

3. Kapan awal Ramadan 2026 menurut pemerintah?

Awal Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan Sidang Isbat Kementerian Agama.

4. Apa perbedaan utama antara kalender Masehi dan Hijriah?

Kalender Masehi berbasis matahari (365/366 hari), sedangkan Kalender Hijriah berbasis bulan (354/355 hari) dan dimulai dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |