Liputan6.com, Jakarta Counter Phoveus dikenal sebagai salah satu hero paling menyebalkan di Land of Dawn. Banyak gamers kewalahan menghadapi hero ini karena kekuatan anti-dash dan kemampuan menyerap damage yang luar biasa. Meski demikian, seperti hero kuat lain, Phoveus juga memiliki titik lemah. Beberapa hero bisa menahan bahkan mematikan Phoveus karena kombinasi damage jarak jauh, efek crowd control, atau kemampuan anti-shield.
Berikut ini 20 hero counter Phoveus paling mematikan yang bisa kamu gunakan. Mulai dari fighter, mage, hingga marksman. Beberapa di antaranya juga efektif sebagai counter Dyrroth, counter Alpha, hingga counter Nolan karena skill serupa yang bisa menahan hero-hero agresif.
1. Esmeralda
Esmeralda disebut sebagai musuh alami bagi Phoveus karena kemampuannya menyerap shield lawan dan menjadikannya milik sendiri. Saat bertemu Esmeralda, kekuatan bertahan Phoveus otomatis turun drastis karena shield-nya terkuras terus-menerus. Dalam duel 1 lawan 1, Esmeralda bisa menahan serangan Phoveus sekaligus memberi balasan magic damage tanpa henti. Gunakan kombinasi skill 1 dan 2 untuk menjaga jarak, lalu aktifkan ultimate ketika Phoveus mulai menyerang agresif.
Rahasia kemenangan dengan Esmeralda adalah kesabaran dan waktu yang tepat. Biarkan Phoveus mengeluarkan skill-nya terlebih dahulu, baru kemudian serap shield-nya. Penggunaan build seperti Enchanted Talisman, Calamity Reaper, dan Oracle, membuat Esmeralda tidak hanya counter Phoveus, tapi juga efektif sebagai counter Julian atau bahkan counter Vexana yang sama-sama mengandalkan sustain magic.
2. Yin
Yin adalah fighter duelist yang bisa mengisolasi Phoveus menggunakan ultimate My Turn. Saat Phoveus ditarik ke arena domain miliknya, kemampuan Phoveus memanfaatkan dash lawan hilang seketika. Di dalam area tersebut, Yin bisa menghujani combo cepat hingga Phoveus tidak sempat membalas.
Gunakan skill 2 Yin untuk menghindari Astaros Eye, lalu kombinasikan dengan Frenzy Strike agar burst damage bisa maksimal. Yin cocok dimainkan sebagai jungler atau sidelaner dengan build semi-tank seperti War Axe, Hunter Strike, dan Dominance Ice. Selain jadi counter Phoveus, Yin juga cukup ampuh menjadi counter Alpha dan counter Nolan karena bisa menetralkan pergerakan cepat mereka di duel tertutup.
3. XBorg
XBorg menjadi pilihan aman melawan Phoveus karena gaya bermainnya tak mengandalkan dash. Berbekal Fire Missiles, XBorg bisa memberikan poke damage dari jarak aman, perlahan mengikis HP Phoveus sebelum duel jarak dekat terjadi. Berkat Firaga Armor, XBorg memiliki lapisan pertahanan ekstra untuk menahan serangan beruntun Phoveus.
Gunakan skill 1 untuk menjaga jarak dan memancing Phoveus agar membuang skill secara sia-sia. Saat HP lawan menipis, aktifkan ultimate Last Insanity untuk mengamankan kill. Build terbaik adalah Bloodlust Axe, War Axe, dan Immortality. Selain menjadi counter Phoveus, XBorg juga cocok menjadi counter Odette atau counter Nana karena bisa menghancurkan mereka sebelum sempat mengeluarkan ultimate.
4. Cici
Cici termasuk hero dengan mobilitas unik karena pergerakannya tak memicu ultimate Phoveus. Berkat Yo-Yo Blitz, Cici bisa menyerang sambil menjaga jarak tanpa harus melakukan dash. Mobilitas tinggi dan kendali arah membuatnya sulit dikunci oleh Phoveus, terutama di teamfight.
Strategi terbaik yang bisa dilakukan untuk melawan Phoveous yakni menjaga posisi dan melakukan poke terus-menerus dengan Yo-Yo Dance. Cici juga efektif menyerang dari luar jangkauan Astaros Eye. Gunakan build Windtalker, Corrosion Scythe, dan Demon Hunter Sword untuk hasil maksimal.
5. Lunox
Lunox adalah salah satu mage terbaik untuk melawan Phoveus. Seluruh skill-nya berbasis cast dan tidak memicu efek ultimate Phoveus. Memiliki mode Chaos dan Order, Lunox bisa memberikan burst magic damage besar bahkan dari jarak aman.
Pada posisi terdesak, aktifkan Brilliance of Order agar kebal terhadap damage Phoveus. Gunakan build Clock of Destiny, Lightning Truncheon, dan Divine Glaive agar damage meningkat signifikan.
6. Nana
Skill Molina Smooch milik Nana bisa menghentikan agresi Phoveus seketika. Begitu Phoveus melompat, Nana bisa langsung mengubahnya jadi kucing kecil tak berdaya. Phoveus yang tak bergantung pada dash sulit aktif saat melawan Nana.
Gunakan combo Magic Boomerang dan Molina Blitz untuk menjaga area. Pasifnya juga memberikan kesempatan hidup kedua jika diserang mendadak. Build Genius Wand dan Ice Queen Wand akan menambah kontrol sekaligus damage-nya.
7. Baxia
Baxia efektif melawan Phoveus berkat pasif yang mengurangi efek shield dan lifesteal. Dengan Shield Unity, ia bisa menahan serangan sekaligus mengganggu posisi Phoveus di teamfight. Hero ini tidak bergantung pada dash, menjadikannya aman dari ultimate Phoveus. Kamu bisa menggunakan build Antique Cuirass, Cursed Helmet, dan Radiant Armor untuk menahan damage magic dari Phoveus.
8. Minsitthar
King’s Calling dari Minsitthar adalah skill penghenti alami bagi Phoveus. Begitu area ini aktif, semua hero di dalamnya tak bisa menggunakan dash. Dengan demikian, Phoveus otomatis kehilangan kekuatannya. Ditambah skill spear yang menarik lawan, Minsitthar bisa mengurung Phoveus dengan mudah.
Sebaiknya gunakan combo spear lalu ultimate agar Phoveus tak bisa bergerak. Build Dominance Ice, Athena’s Shield, dan Guardian Helmet menjadikan Minsitthar petarung tangguh di garis depan.
9. Cyclops
Cyclops bisa menyerang Phoveus dari jarak jauh tanpa. Ultimate-nya bisa mengunci pergerakan Phoveus sebelum sempat melompat. Cyclops jadi pilihan aman melawan hero satu ini. Gunakan build Enchanted Talisman, Glowing Wand, dan Holy Crystal untuk damage optimal.
10. Hanabi
Hanabi merupakan marksman yang susah ditangkap Phoveus. Serangan pantul dan lifesteal tinggi membuatnya bisa menyerang dari jarak aman. Hanabi juga tidak memiliki dash, jadi ultimate Phoveus tidak akan aktif. Kamu bisa menggunakan ultimate Hanabi untuk menghentikan pergerakan Phoveus di teamfight.
11. Franco
Franco adalah salah satu counter Phoveus paling praktis di game. Penggunaan Iron Hook dan Brutal Massacre membuat Franco bisa menghentikan pergerakan Phoveus bahkan sebelum sang lawan sempat memulai combo.
Gunakan hook dari semak untuk menculik Phoveus di awal teamfight dan kunci dengan ultimate agar tim bisa menghabisinya bersama. Build Dominance Ice, Antique Cuirass, dan Immortality akan membuat Franco makin tahan lama di garis depan. Tak hanya efektif sebagai counter Phoveus, Franco juga sering digunakan sebagai counter Dyrroth atau counter Julian karena kemampuannya mengisolasi target berbahaya.
12. Odette
Odette bisa menjadi senjata mematikan melawan Phoveus jika dimainkan dengan posisi yang tepat. Hero ini bisa memberikan burst damage area besar tanpa perlu mendekat. Odette juga tidak mengandalkan dash sehingga Phoveus kesulitan memicu ultimate-nya.
Gunakan kombinasi dengan tank seperti Atlas atau Franco untuk melindungi Odette selama channeling ulti. Build Clock of Destiny, Genius Wand, dan Holy Crystal akan memperkuat damage-nya. Di sisi lain, Odette juga bisa berfungsi sebagai counter Nana dan counter Vexana berkat area serangannya yang luas dan kontrol yang stabil.
13. Ruby
Ruby termasuk fighter defensif yang sangat kuat dalam duel panjang. Pasif lifesteal-nya membuatnya sulit ditumbangkan, bahkan oleh hero sekeras Phoveus. Berkat crowd control dari skill 2 dan ultimate, Ruby bisa menahan sekaligus membalikkan serangan Phoveus kapan saja.
Gunakan skill combo saat Phoveus mencoba melompat, dan manfaatkan sustain tinggi untuk menekan balik. Build War Axe, Oracle, dan Bloodlust Axe akan menjadikan Ruby semakin tangguh. Selain jadi counter Phoveus, Ruby juga sering digunakan sebagai counter Alpha berkat kemampuannya menahan burst damage dan menciduk lawan.
14. Gloo
Gloo dikenal sebagai tank unik dengan kemampuan melekat pada musuh menggunakan ultimate Split Split. Saat menempel ke tubuh Phoveus, Gloo bisa mengacaukan pergerakannya dan menguras HP secara perlahan. Dengan skill crowd control yang konstan, Gloo adalah counter Phoveus alami di teamfight besar.
Gunakan Gloo untuk membuka war dan paksa Phoveus mengeluarkan skill lebih awal. Build Cursed Helmet, Dominance Ice, dan Guardian Helmet akan membuat Gloo tahan lama di garis depan. Ia juga efektif sebagai counter Nolan dan counter Julian karena bisa membatasi mobilitas mereka.
15. Lapu-Lapu
Lapu-Lapu memiliki keseimbangan antara damage, defense, dan crowd control yang pas untuk melawan Phoveus. Dalam mode ultimate, Lapu-Lapu bisa menahan serangan Phoveus sekaligus memberikan balasan menyakitkan.
Gunakan skill 1 untuk menghindari Astaros Eye, lalu aktifkan ultimate untuk duel terbuka. Build War Axe, Bloodlust Axe, dan Brute Force Breastplate akan membuatnya unggul dalam duel panjang. Lapu-Lapu juga cocok digunakan sebagai counter Dyrroth karena sama-sama bisa memanfaatkan timing untuk memenangkan pertarungan jarak dekat.
16. Valir
Valir bisa membuat Phoveus frustrasi hanya dengan satu skill yakni Searing Torrent. Skill itu mampu mendorong Phoveus menjauh dan membatalkan inisiasinya. Ultimate Vengeance Flame juga memberi efek kebal terhadap crowd control, membuat Valir sulit ditangkap.
Gunakan combo Burst Fireball untuk poke dari jauh dan jaga posisi di belakang tank. Build Glowing Wand, Ice Queen Wand, dan Divine Glaive akan memperkuat kontrol lane. Selain jadi counter Phoveus, Valir juga ampuh sebagai counter Odette berkat kemampuannya menghentikan skill area besar lawan.
17. Argus
Argus bisa dibilang hero paling berani menghadapi Phoveus. Berkat ultimate Eternal Evil, ia kebal dari kematian selama beberapa detik dan justru semakin berbahaya di momen kritis. Saat Phoveus berusaha burst, Argus bisa berbalik menekan dengan true damage besar. Gunakan ultimate tepat sebelum HP habis agar Phoveus kehilangan momentum. Build War Axe, Berserker’s Fury, dan Malefic Roar akan memperkuat serangan baliknya.
18. Brody
Brody termasuk marksman dengan mobilitas rendah yang justru jadi keunggulan saat melawan Phoveus. Semua skill-nya berbasis cast tanpa dash, membuat Phoveus sulit mengaktifkan ultimate. Selain itu, damage Brody sangat besar di early hingga mid game, cukup untuk menekan Phoveus di lane. Gunakan skill 2 untuk menjaga jarak dan ultimate Torn Apart Memory untuk finishing. Build Hunter Strike, Malefic Roar, dan Blade of Despair adalah kombinasi terbaiknya.
19. Layla
Layla bisa menyerang Phoveus dari jarak paling jauh di game. Phoveus yang tak memiliki dash akan kesulitan menjangkaunya tanpa bantuan flicker. Pemilihan positioning yang baik membuat Layla bisa menumbangkan Phoveus bahkan sebelum ia sempat melompat. Gunakan skill 2 untuk memberi slow dan manfaatkan ultimate Destruction Rush untuk zoning. Build Windtalker, Berserker’s Fury, dan Malefic Roar menjamin damage tinggi di late game.
20. Karrie
Karrie adalah mimpi buruk bagi Phoveus, terutama di fase late game. True damage dari pasif Lightwheel Mark bisa menembus pertahanan dan shield Phoveus dengan mudah. Kamu bisa menggunakan ultimate Speedy Lightwheel untuk menyerang dari jarak aman dan manfaatkan attack speed tinggi untuk membunuh Phoveus lebih cepat. Build Demon Hunter Sword, Golden Staff, dan Wind of Nature akan menjadikannya counter Phoveus paling mematikan sekaligus efektif untuk counter Alpha atau counter Dyrroth.
Pertanyaan seputar Counter Phoveus
1. Siapa hero paling efektif untuk counter Phoveus?
Esmeralda, karena dia mampu menyerap shield dan menetralkan sustain Phoveus.
2. Item apa yang cocok untuk melawan Phoveus?
Gunakan Sea Halberd, Dominance Ice, dan Malefic Roar untuk menekan lifesteal serta shield-nya.
3. Apakah Phoveus lemah melawan hero jarak jauh?
Ya, karena sulit menjangkau mereka tanpa target dash.
4. Spell terbaik untuk counter Phoveus?
Purify, agar bisa lepas dari efek ultimate-nya.
5. Role apa yang paling efektif untuk melawannya?
Mage dan marksman jarak jauh karena bisa menyerang tanpa terjangkau skill Phoveus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)