17 Cara agar Menangis dengan Cepat untuk Meluapkan Emosi yang Terpendam

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Ada kalanya dada terasa sesak oleh emosi, tetapi air mata sama sekali tidak mau keluar. Cara agar menangis dengan cepat yang paling mudah adalah menahan kedipan sambil menatap satu titik selama 20-30 detik hingga mata mulai berair.

Selain trik fisik, memutar lagu sedih atau mengenang kenangan menyakitkan juga ampuh memancing air mata. Perpaduan rangsangan fisik dan emosional inilah cara agar menangis dengan cepat yang paling sering direkomendasikan.

Menangis merupakan respons alami tubuh terhadap emosi yang kuat, mulai dari sedih, marah, hingga bahagia. Mengutip Medical News Today, menangis karena emosi dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin dan endorfin. Zat kimia ini dapat membantu menimbulkan efek menenangkan sekaligus meredakan rasa sakit fisik maupun emosional.

Cara agar Menangis dengan Cepat dengan Rangsangan Fisik

Saat perasaan terasa mampet dan air mata enggan turun, tubuh terkadang perlu sedikit dipancing secara fisik. Sejumlah cara agar menangis dengan cepat berikut memanfaatkan refleks alami mata serta pola napas untuk merangsang kelenjar air mata hanya dalam hitungan detik.

  1. Tahan Kedipan dan Tatap Satu Titik: Buka mata lebar-lebar, arahkan pandangan ke satu titik di kejauhan atau dinding polos, lalu tahan agar tidak berkedip selama 20-30 detik. Menurut Toronto Film School, teknik menatap tanpa berkedip sering digunakan untuk membantu memunculkan air mata saat berakting. Secara fisiologis, kurang berkedip dapat membuat permukaan mata mengering dan memicu keluarnya air mata secara refleks.

  2. Menguap Berulang Kali: Cobalah menguap selebar mungkin beberapa kali berturut-turut. Refleks menguap menekan kelenjar lakrimal untuk memproduksi cairan sehingga mata cepat berkaca-kaca tanpa harus mengaduk emosi terlebih dahulu.

  3. Iris Bawang atau Manfaatkan Menthol: MasterClass juga menyebut bahwa bawang dapat memicu keluarnya air mata, meski dalam praktik profesional tear stick berbahan menthol lebih umum digunakan karena lebih praktis dan mudah dikontrol. Gunakan seperlunya dan hindari kontak langsung dengan bola mata.

  4. Ambil Napas Pendek dan Dangkal: Berbeda dengan pernapasan dalam yang menenangkan, menarik beberapa napas pendek dan dangkal di dada bagian atas justru dapat memicu pelepasan hormon stres yang mendorong keluarnya air mata. Jika kepala mulai terasa ringan, segera hentikan dan kembalilah pada latihan pernapasan yang tenang.

  5. Cukupi Cairan Tubuh: Tubuh yang dehidrasi cenderung "pelit" mengeluarkan air, termasuk air mata. Minum cukup air putih sebelum mencoba menangis membuat kelenjar air mata lebih mudah bekerja begitu dirangsang.

  6. Tirukan Ekspresi dan Suara Orang Menangis: Bentuk raut wajah seperti hendak menangis, ubah pola napas menjadi tersengal, dan keluarkan suara isakan pelan. Meniru seluruh respons tubuh saat menangis sering kali menuntun otak untuk benar-benar meneteskan air mata.

Melawan refleks berkedip adalah pemicu paling sederhana sekaligus paling sering dipakai. Menurut Women’s Health, psikoterapis Lena Suarez-Angelino, LCSW, menjelaskan bahwa berkedip merupakan respons alami tubuh untuk membantu menjaga kelembapan mata serta membersihkan debu dan partikel kecil yang dapat menempel pada permukaan mata.

Perlu diingat, rangsangan fisik umumnya hanya menghasilkan air mata refleks. Agar tangisan terasa benar-benar melegakan, para pelatih akting menyarankan untuk memadukannya dengan pancingan emosional.

Cara agar Menangis dengan Cepat Lewat Sentuhan Emosional

Rangsangan fisik memang praktis, tetapi tangisan yang benar-benar melegakan biasanya lahir dari perasaan. Menyentuh titik terdalam emosi adalah cara agar menangis dengan cepat yang paling alami sekaligus paling menyembuhkan.

  1. Kenang Momen Paling Menyakitkan: Pejamkan mata dan putar ulang kejadian yang pernah membuat Anda terluka, kehilangan, atau kecewa. Semakin detail gambaran dan perasaan yang dihadirkan, semakin cepat air mata terpancing.

  2. Dengarkan Lagu Sedih yang Menyentuh: Musik punya kekuatan membuka kotak emosi. Susun daftar putar berisi musik galau yang menyentuh hati, lalu resapi setiap liriknya sampai suasana ikut terbawa.

  3. Tonton Film atau Baca Kisah Menyedihkan: Pilih adegan perpisahan, kehilangan, atau pengorbanan pada film sedih yang menguras air mata. Deretan film anime sedih maupun drama Korea yang menyayat hati juga bisa menjadi pilihan.

  4. Ciptakan Ruang yang Aman dan Nyaman: Cari tempat pribadi, redupkan lampu, siapkan tisu, selimut, atau benda yang menenangkan. Suasana yang aman membuat Anda berani menurunkan pertahanan diri dan menangis lepas.

  5. Tuangkan Perasaan lewat Tulisan: Menulis surat yang tidak akan dikirim atau menuangkannya dalam jurnal membantu emosi naik ke permukaan sehingga lebih mudah dikenali dan ditangisi. Kegiatan menulis jurnal juga meredakan kecemasan yang menumpuk.

  6. Sengaja Kurangi Jam Tidur: Kondisi lelah membuat pertahanan emosi melemah sehingga air mata jauh lebih gampang tumpah. Namun ingat, kurang tidur yang berkepanjangan berdampak buruk bagi kesehatan.

Dalam wawancara yang dikutip StarNow, Margot Robbie disebut pernah menyinggung bahwa kelelahan dapat membuatnya lebih mudah mengekspresikan emosi saat adegan menangis.

Jangan khawatir memutar lagu galau akan memperparah suasana hati. Sebuah studi justru menemukan bahwa mendengarkan lagu sedih menciptakan rasa keterhubungan yang membuat pengalaman itu terasa melegakan bagi banyak pendengarnya.

Teknik Akting untuk Memancing Air Mata dalam Sekejap

Cara agar menangis dengan cepat juga bisa dipelajari dari dunia akting, tempat para pemain dituntut meneteskan air mata sesuai perintah. Rahasianya bukan berpura-pura, melainkan benar-benar menghadirkan emosi dari dalam.

  1. Selami Karakter dan Situasi: Bayangkan diri Anda benar-benar berada dalam situasi menyedihkan, lengkap dengan siapa yang hadir dan apa yang dirasakan. Semakin nyata pengalaman itu terasa, semakin cepat air mata datang.

  2. Gunakan Teknik Substitusi: Bila situasi yang seharusnya menyedihkan sulit Anda rasakan, ganti dengan pengandaian "seolah-olah" dan hadirkan hal lain yang pasti membuat Anda hancur.

  3. Bangun Lamunan Emosional: Sebelum benar-benar butuh menangis, lamunkan sesuatu yang menyayat hati dan biarkan pikiran menuntun perasaan Anda ke sana.

  4. Salurkan Amarah untuk Membuka Tangisan: Terkadang tangisan tersumbat oleh amarah yang belum tuntas. Menurut sejumlah terapis, melampiaskan energi dengan berteriak atau memukul bantal selama beberapa menit sering berujung pada derasnya air mata.

  5. Rasakan Emosinya, Bukan Sekadar Beraksi: Fokuslah untuk mengalami perasaannya, bukan memaksakan air mata. Air mata yang keluar dari emosi yang jujur akan terasa jauh lebih lega dan bisa menjadi latihan mengendalikan emosi sehari-hari.

Menurut Voices.com, pelatih akting Jessica Payne menjelaskan bahwa aktor dapat menangis sesuai kebutuhan adegan dengan mendalami situasi karakter dan membayangkan bagaimana perasaan mereka jika peristiwa tersebut benar-benar terjadi pada diri sendiri.

Kekuatan imajinasi memang inti dari teknik ini. Menurut Women’s Health, pengajar akting Charlie Sandlan menjelaskan bahwa latihan imajinasi atau lamunan dapat membantu aktor membangkitkan emosi yang kuat, seperti kemarahan, kesedihan, dan patah hati terhadap situasi yang dianggap tidak adil.

Menurut Backstage, pelatih akting Zane Stephens menyarankan agar aktor lebih berfokus pada perasaan yang ingin dialami daripada sekadar memikirkan tindakan yang harus dilakukan di depan kamera.

Tidak perlu berkecil hati bila belum berhasil di percobaan pertama. Bahkan aktor kawakan pun kerap kesulitan menangis sesuai perintah, dan berkaca-kaca saja sebenarnya sudah cukup untuk menyampaikan emosi.

Manfaat Menangis bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Menangis bukan tanda kelemahan, melainkan mekanisme alami tubuh untuk memulihkan diri. Justru, menangis bukan tanda lemah, dan banyak orang merasa lebih ringan setelah air mata tumpah.

Secara psikologis, menangis merupakan bentuk katarsis. Itulah sebabnya cara menangis yang sehat dianggap sebagai jalan alami tubuh untuk melepaskan beban emosi yang menumpuk.

  • Meredakan stres dan menenangkan diri: Menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang membantu tubuh kembali rileks, mirip efek dari berbagai cara menghilangkan stres lainnya.

  • Memperbaiki suasana hati: Setelah menangis, tekanan emosional berkurang dan pikiran terasa lebih jernih untuk menghadapi masalah.

  • Meredakan rasa sakit: Pelepasan oksitosin dan endorfin saat menangis membantu tubuh menahan rasa sakit fisik sekaligus emosional.

  • Membersihkan dan melindungi mata: Air mata mengandung lisozim yang bersifat antibakteri sehingga membantu membersihkan sekaligus menjaga kelembapan mata.

  • Mengundang dukungan sosial: Air mata menjadi sinyal bahwa seseorang sedang butuh bantuan sehingga mendorong orang di sekitar untuk memberi perhatian.

  • Membantu tidur lebih nyenyak: Efek menenangkan setelah menangis membuat tubuh lebih mudah terlelap dan beristirahat.

Meski begitu, tidak semua tangisan langsung membuat perasaan membaik, dan penelitian menyebut sebagian orang justru merasa biasa saja setelahnya. Sebaliknya, bila Anda sulit menangis padahal ingin, penyebabnya bisa berupa sindrom mata kering atau konsumsi obat tertentu seperti antidepresan dan antihistamin, sedangkan bila menangis terjadi tak terkendali dan mengganggu keseharian, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Yang pasti, jangan menahan air mata terlalu sering karena menangis di tempat yang aman adalah cara sehat tubuh menjaga keseimbangan dan kesehatan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menangis dengan Cepat

Kenapa saya susah menangis padahal sedang sedih?

Sulit menangis bisa disebabkan faktor medis seperti sindrom mata kering yang membuat produksi air mata sedikit, efek samping obat tertentu seperti antidepresan dan antihistamin, atau kebiasaan menahan dan menghindari emosi. Menciptakan suasana pribadi yang tenang lalu memancing perasaan dengan kenangan, musik, atau film sedih biasanya cukup membantu air mata kembali mengalir.

Apakah menangis benar-benar bisa membuat perasaan lebih lega?

Ya, menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis serta melepaskan oksitosin dan endorfin sehingga tubuh terasa lebih tenang dan rileks. Efek ini serupa dengan sejumlah cara mengatasi stres lain, meski sebagian orang baru merasa lega setelah mendapat dukungan dari orang terdekat.

Apakah sering menahan tangis berbahaya bagi kesehatan?

Menahan tangis sesekali masih wajar, tetapi menekan emosi terus-menerus membuat tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Dalam jangka panjang hal ini berisiko memicu tekanan darah tinggi, sulit tidur, dan kecemasan, sehingga lebih sehat untuk menangis di tempat yang aman atau menyalurkannya lewat cara mengelola emosi yang sehat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |