15 Jenis Usaha Makanan Ringan untuk Remaja yang Ingin Jualan di Sekolah Tanpa Ribet

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak jenis usaha makanan ringan untuk remaja yang ingin jualan di sekolah tanpa ribet. Remaja seringkali memiliki keinginan kuat untuk mandiri secara finansial, dan salah satu cara paling efektif adalah melalui jenis usaha makanan ringan di lingkungan sekolah. Ini bukan hanya tentang menambah uang saku, tetapi juga kesempatan berharga untuk belajar dasar-dasar wirausaha sejak dini. Namun, banyak yang ragu karena khawatir akan proses yang ribet, waktu yang lama, atau modal yang besar.

Kekhawatiran tersebut sangat wajar, mengingat padatnya jadwal pelajar serta keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Untungnya, ada berbagai jenis usaha makanan ringan yang dirancang khusus agar super praktis, bahkan beberapa di antaranya bisa disiapkan tanpa alat masak khusus atau listrik. Persiapan bisa dilakukan semalam sebelumnya, sehingga tidak mengganggu waktu belajar di pagi hari.

Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap bagi para remaja yang ingin memulai petualangan bisnis di sekolah dengan cara yang sederhana, modal minim, dan proses yang mudah. Berikut 15 ide jualan makanan ringan yang telah terbukti laris, lengkap dengan estimasi modal, harga jual, dan potensi keuntungannya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (2/4/2026).

Roti Goreng Crispy: Renyah dan Menguntungkan

Salah satu ide jenis usaha makanan ringan yang menarik adalah roti goreng crispy. Camilan renyah ini dibuat dari roti tawar yang diisi selai cokelat, dicelupkan ke adonan tepung, lalu dilapisi tepung panir dan digoreng hingga renyah. Proses pembuatannya tergolong sedang karena memerlukan penggorengan, tetapi hasilnya sangat disukai.

Untuk satu resep yang menghasilkan 15 buah ukuran besar, total modal yang dibutuhkan sekitar Rp16.500. Ini berarti modal per buah hanya sekitar Rp1.100. Anda bisa menjualnya dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp2.500 per buah.

Jika dijual Rp2.000 per buah, omset yang didapat adalah Rp30.000 dengan keuntungan Rp13.500. Apabila dijual Rp2.500 per buah, omsetnya bisa mencapai Rp37.500 dengan potensi keuntungan Rp21.000. Harga jual dapat disesuaikan jika ukuran roti dibuat lebih kecil.

Sosis dan Baso Ikan Bakar: Praktis Tanpa Api

Ide jualan di sekolah yang sangat praktis dan rendah keribetan adalah sosis dan baso ikan bakar. Pembuatannya sangat mudah, hanya perlu menusuk sosis dan baso ikan dengan tusuk sate. Pembakaran bisa dilakukan di teflon atau menggunakan pembakaran listrik.

Setelah dibakar, tambahkan saus tomat, saus sambal, mayones, dan berbagai topping lainnya untuk menambah daya tarik. Anda bisa menjualnya seharga Rp1.000 per tusuk atau Rp5.000 untuk tiga tusuk. Jajanan ini cocok untuk remaja karena prosesnya cepat dan tidak memerlukan keahlian memasak yang rumit.

Gorengan Mini: Jajanan Universal yang Laris

Gorengan merupakan jajanan universal yang digemari oleh semua kalangan, termasuk siswa sekolah. Berbagai jenis gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, dan pisang goreng bisa dijual dengan modal yang relatif kecil. Estimasi modal awal untuk memulai usaha gorengan ini adalah sekitar Rp2 jutaan.

Rasanya yang renyah dan harganya yang terjangkau menjadikan gorengan selalu laris di pasaran. Satu potong gorengan dapat dijual mulai dari Rp2.000, tergantung pada jenis dan ukurannya. Untuk menarik perhatian siswa SD, Anda bisa membuat gorengan mini yang mudah disantap. Gorengan ini dapat digoreng pada pagi hari sebelum sekolah dan umumnya mampu bertahan segar selama 3–4 jam.

Cilok (Aci Dicolok): Kenyal dengan Bumbu Gurih

Cilok, atau aci dicolok, adalah jajanan khas berbahan dasar tepung tapioka yang dicampur dengan tepung terigu. Adonan ini dibentuk bulat kecil, direbus, dan disajikan dengan bumbu kacang yang gurih. Biaya bahan baku cilok cukup terjangkau, dengan estimasi sekitar Rp3 jutaan.

Dengan teksturnya yang kenyal dan bumbu kacang pedas manis, cilok menjadi salah satu jajanan favorit di kalangan anak sekolah. Satu porsi cilok dapat dijual mulai dari Rp5.000. Anda juga bisa berkreasi dengan variasi isi, seperti cilok isi ayam, keju, atau mercon, untuk menarik lebih banyak pembeli.

Untuk kemudahan penjualan, bumbu kacang bisa disiapkan semalam sebelumnya dan disimpan di kulkas, lalu disajikan secara praktis dalam kemasan cup saat di sekolah. Hal ini mengurangi keribetan saat berjualan dan memastikan kualitas rasa tetap terjaga.

Jasuke (Jagung Susu Keju): Manis Gurih yang Sehat

Jagung susu keju, atau yang populer disebut Jasuke, adalah camilan sederhana yang banyak digemari. Jasuke dibuat dari jagung manis pipil yang direbus, kemudian ditambahkan susu kental manis dan parutan keju. Kombinasi rasa manis dan gurih ini menjadikannya pilihan jajanan yang lezat dan relatif sehat.

Biaya bahan baku untuk memulai usaha Jasuke diperkirakan sekitar Rp1,5 jutaan. Jajanan ini sangat mudah dibuat karena hanya memerlukan proses merebus jagung dan mencampurkan bahan-bahan lainnya. Tingkat keribetannya sangat rendah, cocok untuk remaja yang baru memulai usaha.

Anda bisa menjual Jasuke dengan harga mulai dari Rp5.000 per porsi, tergantung pada varian rasa atau topping tambahan yang ditawarkan. Jasuke juga menjadi salah satu menu jajanan yang wajib ada di sekolah karena kepraktisan dan rasanya yang disukai banyak orang.

Mie Level: Sensasi Pedas yang Menantang

Mie level adalah salah satu jajanan yang sering ditemui di depan sekolah. Konsepnya sederhana, yaitu mie goreng yang diberi bubuk cabai dengan berbagai tingkat kepedasan. Jajanan ini sangat populer di kalangan siswa yang menyukai tantangan rasa pedas.

Anda dapat menjual mie level seharga Rp3.000 per porsi. Untuk menambah nilai jual, tawarkan tambahan topping seperti sosis, kornet, atau telur dengan biaya tambahan Rp1.000.

Untuk mempermudah proses penjualan di sekolah, mie bisa dimasak di rumah pada pagi hari. Kemudian, bawa mie tersebut dalam wadah kedap udara agar tetap hangat dan siap disajikan saat jam istirahat. Ini mengurangi kebutuhan akan alat masak di lokasi jualan.

Telur Gulung: Camilan Klasik Sepanjang Masa

Telur gulung adalah camilan klasik yang tak lekang oleh waktu dan selalu menjadi primadona di sekolah-sekolah. Jajanan ini dibuat dari telur kocok yang digoreng dalam minyak panas, lalu digulung menggunakan tusuk sate. Rasa gurihnya yang khas membuat banyak siswa ketagihan.

Modal awal untuk memulai usaha telur gulung diperkirakan sekitar Rp2 jutaan. Harga satu porsi telur gulung biasanya dibanderol sekitar Rp2.000. Anda juga bisa menawarkan sistem paket, misalnya 1 paket kecil berisi 5 telur gulung dengan harga Rp10.000.

Telur gulung dapat dibuat di rumah pada pagi hari. Meskipun digoreng, jajanan ini tetap enak disantap saat istirahat sekolah. Kepraktisan dan popularitasnya menjadikan telur gulung pilihan yang menjanjikan untuk jenis usaha makanan ringan di sekolah.

Kue Cubit Mini: Manis dan Lembut dengan Topping Menarik

Kue cubit adalah kue kecil berbahan dasar tepung terigu dan susu, yang kemudian dihias dengan berbagai topping menarik seperti meses atau keju. Rasa manis dan teksturnya yang lembut, ditambah pilihan topping yang beragam, membuat kue ini menjadi favorit di kalangan anak-anak sekolah.

Dengan estimasi modal bahan baku sekitar Rp2 jutaan, Anda sudah bisa memulai usaha kue cubit untuk jajanan anak sekolah. Satu porsi kue cubit umumnya dipatok dengan harga Rp10.000 hingga Rp12.000, berisi 4 hingga 6 potong kue cubit.

Untuk kemudahan, Anda bisa menggunakan cetakan kue cubit mini listrik yang praktis. Jika ada akses listrik di sekolah, cetakan ini bisa dibawa untuk menyajikan kue cubit hangat dan segar langsung di tempat. Ini akan menambah daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Es Lilin Homemade: Segar di Kala Panas

Es lilin adalah minuman dingin yang sangat cocok dijual saat cuaca panas, terutama di sekolah. Jajanan ini dibuat dari susu, sirup, atau jus buah yang dibekukan dalam plastik kecil. Variasi rasa seperti stroberi, cokelat, atau melon membuatnya diminati banyak anak-anak.

Es lilin sangat mudah dibuat dan memiliki daya tarik visual karena warnanya yang cerah. Harga satu porsi es lilin berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000. Tingkat keribetan untuk membuat es lilin sangat rendah, karena hanya perlu menuang adonan dan membekukannya semalam.

Jajanan ini sangat ideal untuk remaja yang ingin berjualan tanpa banyak persiapan di pagi hari. Cukup ambil dari freezer dan bawa ke sekolah. Es lilin menjadi pilihan yang menyegarkan dan menguntungkan, terutama saat jam pulang sekolah.

Kue Leker: Pancake Tipis Nan Renyah

Kue leker adalah camilan berupa pancake tipis yang renyah dengan berbagai isian, seperti cokelat, keju, atau pisang. Dibuat dengan adonan tepung, telur, dan susu, jajanan ini cocok untuk usaha karena bahan bakunya yang relatif murah. Estimasi modal awal untuk usaha kue leker adalah sekitar Rp5 jutaan.

Kue ini digemari karena perpaduan tekstur renyah di luar dan isian manis di dalamnya. Satu porsi leker berukuran sedang biasanya memiliki harga jual mulai dari Rp5.000. Meskipun modal awalnya sedikit lebih besar, potensi keuntungan dari kue leker cukup menjanjikan karena popularitasnya.

Moci (Ketan Isi Kacang/Cokelat): Kenyal dan Tahan Lama

Moci adalah camilan tradisional berbahan dasar tepung ketan, yang biasanya berisi kacang tanah atau cokelat, lalu dilapisi tepung gula. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis membuatnya cocok untuk anak-anak sekolah. Estimasi biaya bahan baku dan modal awal untuk moci adalah sekitar Rp2 jutaan.

Moci memiliki keunggulan karena tahan lama, sehingga bisa dibuat 2–3 hari sebelumnya tanpa mengurangi kualitas. Jajanan ini bisa dijual dengan harga Rp2.000–Rp3.000 per buah. Rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau menjadikan moci pilihan menarik untuk jenis usaha makanan ringan di sekolah.

Maklor (Makaroni Telur): Gurih dan Mengenyangkan

Maklor, singkatan dari makaroni telur, adalah jajanan unik yang menggabungkan makaroni goreng dengan telur dadar. Teksturnya yang kenyal dari makaroni dan rasa gurih dari telur membuat jajanan ini populer di kalangan anak sekolah. Estimasi modal awal untuk usaha maklor adalah sekitar Rp2 jutaan.

Harga jual maklor tergolong murah, berkisar dari Rp2.000 hingga Rp3.000 per potong. Tingkat keribetan untuk membuat maklor tergolong sedang karena membutuhkan proses penggorengan makaroni dan telur. Namun, prosesnya bisa disiapkan di rumah agar lebih praktis saat berjualan.

Pisang Cokelat (Piscok) Kering: Renyah dan Manis

Pisang cokelat, atau piscok, adalah jajanan manis yang dibuat dari pisang matang yang dibungkus dengan kulit lumpia dan diisi cokelat, lalu digoreng hingga renyah. Jajanan ini digemari karena teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, serta rasa cokelat yang lezat.

Estimasi modal awal untuk piscok adalah sekitar Rp5 jutaan, namun angka ini bisa jauh berkurang tergantung kapasitas produksi dan bahan baku yang digunakan. Satu porsi pisang cokelat bisa dijual mulai dari Rp2.000. Piscok kering dapat digoreng pada pagi hari dan tetap tahan hingga jam istirahat siang.

Tahu Krispi Kemasan: Gurih dan Praktis

Tahu krispi adalah jajanan berbahan dasar tahu putih yang dipotong kecil, dibalut dengan adonan tepung, lalu digoreng hingga renyah. Jajanan ini sangat diminati karena teksturnya yang garing dan rasanya yang gurih, disukai baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Estimasi modal awal untuk usaha tahu krispi adalah sekitar Rp5 jutaan. Satu porsi tahu krispi biasanya dibanderol dengan harga Rp10.000 dan berisi 5 buah tahu. Untuk kemudahan penjualan, tahu krispi bisa dikemas dalam standing pouch kecil agar praktis dan mudah dibawa.

Corn Dog Mini (Tanpa Tusuk): Modern dan Kekinian

Corn dog adalah jajanan modern yang terdiri dari sosis atau keju yang dilapisi adonan tepung jagung, kemudian digoreng hingga renyah. Teksturnya yang garing di luar dan lembut di dalam, serta penyajiannya yang praktis, menjadikannya salah satu jajanan paling digemari di kalangan anak sekolah.

Satu porsi corn dog berukuran kecil biasanya berharga Rp10.000 hingga Rp15.000. Untuk versi yang lebih praktis dan tanpa ribet, Anda bisa membuat corn dog mini tanpa tusuk, memotongnya kecil-kecil, dan menjualnya dengan harga Rp2.000–Rp3.000 per potong.

Tingkat keribetan pembuatan corn dog tergolong sedang karena membutuhkan proses penggorengan. Namun, Anda bisa membuat dalam jumlah banyak sekaligus di rumah. Ini adalah pilihan jenis usaha makanan ringan yang kekinian dan memiliki daya tarik tinggi di kalangan remaja.

FAQ

Q: Apakah boleh jualan makanan di sekolah tanpa izin?

A: Sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu ke guru atau pihak kantin sekolah. Beberapa sekolah mungkin mengizinkan siswa berjualan di luar jam pelajaran atau saat istirahat. Penting untuk tidak berjualan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak sekolah untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Q: Berapa modal minimal untuk memulai usaha makanan ringan di sekolah?

A: Modal minimal untuk memulai usaha jajanan anak sekolah bisa mulai dari Rp20.000–Rp50.000. Contohnya, untuk es lilin (plastik + sirup/susu) atau cilok (tepung + bumbu). Anda tidak perlu membeli gerobak atau peralatan mahal di awal.

Q: Bagaimana cara menjaga makanan tetap segar sampai jam istirahat?

A: Untuk menjaga makanan tetap segar, Anda bisa menggunakan cooler bag kecil atau kotak makan yang dilengkapi dengan es batu. Gorengan dan pisang cokelat akan lebih tahan lama jika digoreng hingga kering, bukan basah. Hindari jajanan dengan saus basah jika akan dijual di suhu ruangan lebih dari 3 jam.

Q: Berapa keuntungan yang bisa didapat dalam sehari dari jualan makanan ringan di sekolah?

A: Sebagai contoh, Roti Goreng Crispy dengan modal Rp16.500 untuk 15 buah. Jika habis terjual Rp2.500 per buah, Anda bisa mendapatkan keuntungan Rp21.000 dalam satu kali produksi. Jika Anda berjualan setiap hari, potensi keuntungan bisa mencapai Rp400.000–Rp600.000 per bulan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |