12 Pohon Buah yang Akarnya Merusak Pondasi Rumah, Hindari Jika Bermodal Lahan Sempit

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di sekitar rumah memang memberikan banyak manfaat, mulai dari keteduhan alami hingga hasil panen yang bisa dinikmati sendiri, namun tidak semua jenis pohon cocok ditanam dekat bangunan karena beberapa di antaranya memiliki sistem perakaran yang agresif dan berpotensi merusak struktur pondasi dalam jangka panjang. Banyak orang sering kali hanya mempertimbangkan ukuran batang atau tinggi pohon, padahal akar yang tersembunyi di dalam tanah justru menjadi faktor utama yang bisa menyebabkan keretakan dinding, lantai terangkat, hingga saluran air terganggu.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis-jenis pohon buah yang memiliki akar kuat, menyebar luas, dan cenderung invasif agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari, terutama bagi Anda yang memiliki lahan terbatas atau rumah dengan jarak tanam yang sempit. Dengan memahami karakteristik setiap pohon, Anda dapat merencanakan penanaman yang lebih aman, baik dengan menjaga jarak ideal maupun memilih alternatif tanaman yang lebih ramah terhadap lingkungan sekitar rumah.

1. Mangga

Pohon mangga dikenal sebagai salah satu tanaman buah favorit di Indonesia karena buahnya yang lezat dan mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah, namun di balik keunggulannya tersebut, mangga memiliki sistem akar tunggang yang sangat kuat dan mampu menembus lapisan tanah keras hingga kedalaman tertentu. Akar utama ini berfungsi menopang pohon yang bisa tumbuh besar, tetapi juga dapat memberikan tekanan pada struktur tanah di sekitar pondasi rumah.

Selain akar utama, pohon mangga juga memiliki akar lateral yang menyebar luas ke segala arah untuk mencari sumber air dan nutrisi, sehingga jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan, akar-akar tersebut dapat masuk ke celah kecil pada pondasi atau saluran air. Kondisi ini sering kali tidak disadari hingga muncul retakan pada dinding atau lantai yang mulai terangkat secara perlahan.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan akar mangga yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan struktural yang cukup serius, terutama pada rumah dengan pondasi dangkal atau tanah yang relatif lunak. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menanam pohon mangga dengan jarak minimal beberapa meter dari bangunan utama agar risiko kerusakan dapat diminimalkan.

2. Rambutan

Rambutan merupakan pohon buah yang memiliki tajuk rimbun dan mampu memberikan keteduhan yang baik di halaman rumah, namun sistem akarnya tergolong agresif karena mampu menyebar secara horizontal dengan cepat untuk menyerap air dalam jumlah besar. Hal ini membuat rambutan sering kali menjadi penyebab kerusakan pada struktur bawah tanah jika ditanam terlalu dekat dengan rumah.

Akar rambutan cenderung tumbuh mengikuti sumber air, sehingga tidak jarang masuk ke dalam saluran pembuangan atau retakan kecil pada pondasi, yang kemudian memperbesar celah tersebut seiring pertumbuhan akar. Situasi ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem drainase serta meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada instalasi air.

Jika dibiarkan tanpa pengawasan, akar rambutan dapat terus berkembang dan menekan tanah di sekitar bangunan, yang pada akhirnya memicu pergeseran kecil pada pondasi rumah. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan lokasi tanam yang cukup jauh dari bangunan agar pertumbuhan akar tidak mengganggu struktur yang ada.

3. Durian

Durian dikenal sebagai “raja buah” dengan ukuran pohon yang besar dan kokoh, sehingga membutuhkan sistem akar yang sangat kuat untuk menopangnya, termasuk akar tunggang yang dalam serta akar cabang yang menyebar luas. Kombinasi ini menjadikan durian sebagai salah satu pohon yang berisiko tinggi jika ditanam di dekat rumah.

Akar durian tidak hanya kuat tetapi juga terus berkembang seiring bertambahnya usia pohon, sehingga dapat memberikan tekanan besar pada tanah di sekitarnya. Jika terdapat pondasi rumah di dekatnya, tekanan ini dapat menyebabkan retakan atau bahkan pergeseran struktur secara perlahan.

Selain itu, durian membutuhkan ruang tumbuh yang luas agar dapat berkembang secara optimal, sehingga menanamnya di lahan sempit justru meningkatkan risiko kerusakan pada bangunan sekitar. Oleh sebab itu, durian lebih cocok ditanam di area terbuka yang jauh dari konstruksi permanen.

4. Nangka

Pohon nangka memiliki batang yang besar dan kuat serta sistem akar yang mampu menopang beban buah yang cukup berat, sehingga akarnya juga berkembang dengan kuat di dalam tanah. Akar nangka cenderung menyebar luas dan dapat menembus tanah keras, yang membuatnya berpotensi merusak pondasi jika ditanam terlalu dekat.

Selain menyebar, akar nangka juga dapat tumbuh ke arah permukaan tanah, terutama jika kondisi tanah tidak terlalu dalam, sehingga dapat mengangkat paving atau lantai di sekitarnya. Hal ini sering terjadi pada halaman rumah yang memiliki lapisan tanah tipis di atas struktur keras.

Jika tidak diperhitungkan dengan baik, pertumbuhan akar nangka dapat menyebabkan perubahan kontur tanah yang berdampak pada kestabilan bangunan di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan jarak tanam yang cukup agar akar tidak mengganggu struktur rumah.

5. Alpukat

Alpukat merupakan pohon buah yang cukup populer karena manfaat kesehatannya, namun sistem akarnya tergolong luas dan aktif dalam mencari air, terutama pada lapisan tanah bagian atas. Akar ini sering kali menyebar jauh dari batang utama dan bisa mencapai area di bawah pondasi rumah.

Karakter akar alpukat yang menyebar di permukaan membuatnya berpotensi masuk ke celah-celah kecil pada struktur bangunan atau saluran air, yang kemudian berkembang dan memperbesar kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem drainase serta munculnya retakan pada lantai.

Dalam kondisi tertentu, akar alpukat juga dapat mengangkat permukaan tanah di sekitarnya, terutama jika tumbuh pada tanah yang padat atau terbatas ruangnya. Oleh karena itu, penanaman alpukat sebaIKNya dilakukan dengan jarak aman dari bangunan.

6. Sawo

Sawo memiliki sistem akar yang kuat dan mampu menopang pohon yang cukup besar dengan tajuk yang lebat, sehingga membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas. Akar sawo dapat berkembang secara horizontal maupun vertikal, yang membuatnya berpotensi mengganggu struktur di sekitarnya.

Akar yang menyebar luas ini sering kali mencari sumber air hingga ke bawah pondasi rumah, sehingga dapat menyebabkan keretakan atau gangguan pada saluran air yang tertanam di dalam tanah. Kondisi ini dapat semakin parah jika tanah di sekitar rumah memiliki kelembapan tinggi.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan akar sawo yang tidak terkendali dapat memengaruhi kestabilan tanah di sekitar bangunan, sehingga penting untuk mempertimbangkan jarak tanam yang ideal agar tidak menimbulkan kerusakan.

7. Jambu Biji

Jambu biji sering dianggap sebagai tanaman yang aman karena ukurannya tidak terlalu besar, namun akarnya ternyata cukup agresif dan mampu menyebar luas di dalam tanah. Akar ini aktif mencari air dan nutrisi, sehingga dapat menjangkau area di sekitar pondasi rumah.

Meskipun tidak sebesar pohon lain, akar jambu biji dapat masuk ke dalam celah kecil dan memperbesar retakan yang sudah ada, terutama pada struktur bangunan yang sudah mulai melemah. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang tidak terlihat pada awalnya.

Jika ditanam terlalu dekat, akar jambu biji juga dapat mengganggu sistem drainase dan menyebabkan penyumbatan pada saluran air. Oleh karena itu, tetap diperlukan jarak tanam yang aman meskipun pohonnya relatif kecil.

8. Jambu Air

Jambu air memiliki sistem akar yang cenderung dangkal namun menyebar luas di permukaan tanah, sehingga sering kali menyebabkan perubahan pada struktur tanah di sekitarnya. Akar ini dapat dengan mudah mengangkat paving atau lantai jika tidak memiliki ruang yang cukup.

Karena sifatnya yang menyebar, akar jambu air juga dapat menjangkau pondasi rumah dan masuk ke celah-celah kecil, yang kemudian berkembang dan menyebabkan kerusakan struktural. Hal ini sering terjadi pada rumah dengan pondasi yang tidak terlalu dalam.

Selain itu, pertumbuhan akar yang cepat membuat jambu air perlu ditempatkan pada area yang cukup luas agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Penempatan yang tepat dapat mengurangi risiko kerusakan.

9. Kelapa

Pohon kelapa memiliki akar serabut yang jumlahnya sangat banyak dan menyebar luas ke segala arah untuk menopang batang yang tinggi. Meskipun tidak memiliki akar tunggang besar, jumlah dan penyebarannya tetap dapat memengaruhi struktur tanah.

Akar kelapa dapat mengganggu pondasi jika ditanam terlalu dekat karena menyebar hingga beberapa meter dari batang utama, terutama dalam mencari sumber air. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepadatan tanah di sekitar bangunan.

Selain itu, akar yang terus tumbuh dapat menekan struktur bawah tanah seperti saluran air atau septic tank, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, kelapa sebaIKNya ditanam di area yang jauh dari rumah.

10. Petai

Petai merupakan pohon besar yang membutuhkan sistem akar kuat untuk menopang tinggi dan lebar tajuknya, sehingga memiliki akar yang dalam dan menyebar luas. Akar ini mampu menembus tanah keras dan mencari air dalam jumlah besar.

Karakter akar yang agresif membuat petai berpotensi merusak pondasi jika ditanam terlalu dekat, terutama pada bangunan dengan struktur yang tidak terlalu kuat. Akar dapat masuk ke celah kecil dan memperbesar kerusakan.

Dalam jangka panjang, akar petai dapat menyebabkan pergeseran tanah yang berdampak pada kestabilan bangunan, sehingga penting untuk menanamnya di area terbuka yang jauh dari rumah.

11. Duku / Langsat

Duku atau langsat memiliki sistem akar yang berkembang cukup luas untuk menopang pertumbuhan pohon yang cukup besar, sehingga membutuhkan ruang yang memadai. Akar ini dapat menjangkau area yang cukup jauh dari batang utama.

Jika ditanam dekat rumah, akar duku dapat masuk ke dalam celah pondasi atau saluran air dan menyebabkan gangguan struktural, terutama pada tanah yang lembap. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang tidak langsung terlihat.

Pertumbuhan akar yang terus berlangsung dapat memengaruhi kestabilan tanah di sekitar bangunan, sehingga penting untuk menjaga jarak tanam yang aman agar tidak menimbulkan risiko.

12. Manggis

Manggis memiliki akar yang kuat dan dalam, yang berfungsi menopang pohon dengan pertumbuhan yang cukup besar dan stabil. Akar ini mampu menembus lapisan tanah yang keras dan berkembang seiring waktu.

Selain akar dalam, manggis juga memiliki akar samping yang menyebar luas, sehingga dapat menjangkau area di sekitar pondasi rumah dan berpotensi menyebabkan kerusakan. Hal ini terutama terjadi jika ruang tumbuh terbatas.

Dalam jangka panjang, akar manggis dapat memengaruhi struktur tanah dan menyebabkan perubahan pada pondasi bangunan, sehingga sebaiknya ditanam jauh dari area rumah untuk menghindari risiko tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban Pohon Buah yang Akarnya Merusak Pondasi Rumah

1. Berapa jarak aman menanam pohon dari rumah?

Idealnya antara 5 hingga 10 meter tergantung ukuran dan jenis akar pohon.

2. Apakah semua pohon buah berbahaya untuk pondasi?

Tidak, hanya pohon dengan akar besar dan agresif yang berpotensi merusak.

3. Apa tanda akar sudah merusak pondasi?

Biasanya muncul retakan pada dinding, lantai terangkat, atau saluran air tersumbat.

4. Apakah pohon kecil juga bisa merusak pondasi?

Bisa, jika akarnya menyebar luas dan masuk ke celah struktur bangunan.

5. Apa solusi jika sudah terlanjur menanam dekat rumah?

Lakukan pemangkasan akar secara berkala atau pertimbangkan relokasi pohon.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |