:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301854/original/057434800_1784522760-anak_menabung2.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Ajarkan anak menabung sejak dini untuk membangun literasi finansial yang kuat. Kebiasaan ini bukan hanya mengajarkan cara mengelola uang, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan pola pikir yang bermanfaat hingga mereka tumbuh dewasa.
Orang tua berperan penting mengenalkan konsep uang, nilai kerja keras, dan pentingnya perencanaan keuangan. Pendekatan yang tepat membantu anak memahami cara menggunakan uang dengan bijak, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Artikel Liputan6.com, Senin (27/7/2026), ini membahas manfaat mengajarkan anak menabung sejak dini, strategi yang dapat diterapkan orang tua, serta cara mengenalkan kebiasaan menabung sesuai tahapan usia agar anak siap mengelola keuangan secara mandiri di masa depan.
Pengenalan Konsep
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302078/original/068798600_1784532273-pexels-cottonbro-7118205.jpg)
Perbesar
1. Kenalkan Konsep Uang Sejak Dini
Langkah pertama untuk mengajarkan anak menabung adalah mengenalkan konsep uang sejak dini. Jelaskan bahwa uang memiliki fungsi sebagai alat tukar untuk membeli barang atau jasa, serta diperoleh melalui usaha. Gunakan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari agar anak lebih mudah memahami.
Misalnya, saat berbelanja, tunjukkan bagaimana uang digunakan untuk membayar kebutuhan. Dengan memahami dasar-dasar ini, anak akan lebih siap mempelajari pentingnya menabung sebagai bagian dari pengelolaan keuangan.
2. Jelaskan bahwa Uang Diperoleh Melalui Usaha
Anak perlu memahami bahwa uang tidak datang begitu saja, melainkan diperoleh melalui kerja keras dan usaha. Orang tua dapat menjelaskan pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan penghasilan atau memberikan contoh sederhana yang sesuai usia anak.
Pemahaman ini akan membantu mereka lebih menghargai uang dan berpikir sebelum menggunakannya. Ketika anak mengetahui proses memperoleh uang, mereka juga akan lebih termotivasi untuk menyisihkan sebagian uang yang dimiliki daripada menghabiskannya sekaligus.
Membangun Kebiasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173984/original/045003500_1742892616-happy-asian-family-saving-money-piggy-bank-pig-investment-future-concept_74952-1806.jpg)
Perbesar
3. Sediakan Celengan yang Menarik
Menggunakan celengan menjadi cara sederhana untuk membiasakan anak menabung. Pilih celengan dengan bentuk atau warna yang menarik agar anak lebih antusias menggunakannya. Celengan transparan juga dapat menjadi pilihan karena memungkinkan anak melihat jumlah uang yang terus bertambah.
Perkembangan tabungan yang terlihat secara langsung dapat meningkatkan semangat mereka untuk terus menabung. Simpan celengan di tempat yang mudah dijangkau agar kegiatan menabung dapat dilakukan secara rutin setiap hari.
4. Tetapkan Tujuan Menabung
Anak akan lebih bersemangat menabung jika memiliki tujuan yang jelas. Bantu mereka menentukan target sederhana, seperti membeli mainan, buku, atau perlengkapan sekolah yang diinginkan. Jelaskan bahwa tujuan tersebut dapat tercapai jika mereka konsisten menyisihkan uang.
Orang tua juga dapat membantu menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Cara ini mengajarkan anak pentingnya membuat perencanaan sekaligus melatih kesabaran dalam mencapai keinginan.
Salah satu cara mengajarkan anak menabung adalah tidak langsung memenuhi setiap permintaan mereka. Ketika anak menginginkan sesuatu, ajak mereka menabung terlebih dahulu hingga uang yang dibutuhkan terkumpul.
Proses ini membantu anak memahami bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan usaha dan waktu. Selain mengurangi sikap konsumtif, kebiasaan ini juga melatih kemampuan mengendalikan keinginan serta mengajarkan bahwa setiap keputusan keuangan perlu dipertimbangkan dengan baik.
6. Berikan Contoh Kebiasaan Menabung
Anak cenderung belajar melalui apa yang mereka lihat dari orang tua. Oleh karena itu, biasakan menunjukkan kebiasaan menabung atau mengelola uang secara bijak di rumah.
Misalnya, ceritakan saat menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan atau dana darurat. Ketika anak melihat orang tua konsisten melakukan hal tersebut, mereka akan lebih mudah meniru kebiasaan positif itu. Keteladanan menjadi salah satu cara paling efektif dalam membentuk karakter finansial anak sejak dini.
Menjaga Motivasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301853/original/043044200_1784522759-anak_menabung.jpeg)
Perbesar
7. Berikan Apresiasi saat Anak Berhasil Menabung
Memberikan apresiasi dapat membuat anak semakin termotivasi untuk menabung. Apresiasi tidak harus berupa hadiah mahal, tetapi bisa dalam bentuk pujian, ucapan selamat, atau penghargaan sederhana ketika target tabungan berhasil dicapai.
Orang tua juga dapat menerapkan sistem matching fund dengan menambahkan jumlah tertentu ke tabungan anak sebagai bentuk dukungan. Cara ini membantu anak merasa usaha mereka dihargai sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus mempertahankan kebiasaan menabung.
8. Libatkan Anak dalam Mengatur Uang
Saat anak mulai menerima uang saku, ajarkan cara mengelolanya dengan bijak. Bimbing mereka membagi uang untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan bila memungkinkan untuk berbagi kepada orang lain. Orang tua dapat membuat anggaran sederhana bersama anak agar mereka memahami pentingnya mengatur pengeluaran.
Kegiatan ini melatih rasa tanggung jawab terhadap uang yang dimiliki sekaligus membangun kebiasaan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana sejak usia dini.
9. Ajak Anak Menabung di Bank
Mengajak anak membuka rekening tabungan dapat menjadi pengalaman belajar yang berharga. Anak akan mengenal fungsi bank sebagai tempat menyimpan uang dengan aman sekaligus melihat bahwa tabungan dapat terus bertambah seiring waktu.
Orang tua juga dapat menjelaskan proses menabung, mulai dari menyetor uang hingga memeriksa saldo. Pengalaman langsung ini membuat anak lebih memahami pentingnya menyimpan uang secara teratur dan bertanggung jawab terhadap tabungannya.
10. Ajarkan Berbagi dari Hasil Tabungan
Selain mengajarkan cara menyimpan uang, orang tua juga perlu mengenalkan nilai kepedulian melalui kebiasaan berbagi. Ajak anak menyisihkan sebagian kecil tabungannya untuk membantu orang lain atau berdonasi ketika ada kesempatan.
Dengan begitu, anak memahami bahwa uang tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi sesama. Kebiasaan ini membantu membentuk karakter yang dermawan sekaligus bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Menyesuaikan Perkembangan Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771021/original/090316200_1710314806-IMG_1696.jpeg)
Perbesar
11. Sesuaikan Cara Mengajar dengan Usia Anak
Setiap tahap usia memiliki kemampuan memahami konsep keuangan yang berbeda. Balita dapat dikenalkan pada fungsi dasar uang, sementara anak usia sekolah mulai belajar menabung, mengatur uang saku, dan membuat anggaran sederhana.
Ketika memasuki usia remaja, orang tua bisa memperkenalkan konsep yang lebih kompleks, seperti usaha kecil atau investasi. Menyesuaikan metode belajar dengan usia akan membuat anak lebih mudah memahami dan menerapkan kebiasaan menabung.
12. Buat Kegiatan Menabung Menjadi Menyenangkan
Menabung sebaiknya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan kewajiban yang terasa membebani. Orang tua dapat mengajak anak menghias celengan, membuat tabel perkembangan tabungan, atau memberikan tantangan sederhana agar mereka semakin bersemangat.
Cerita inspiratif tentang manfaat menabung juga dapat menjadi motivasi tambahan. Dengan suasana yang positif, anak akan menganggap menabung sebagai kebiasaan baik yang dilakukan dengan senang hati dan berpotensi terus dibawa hingga dewasa.
Pertanyaan Seputar Ajarkan Anak Menabung
Mengapa penting mengajarkan anak menabung sejak dini?
Mengajarkan anak menabung sejak dini penting untuk membentuk kebiasaan positif, karakter finansial, kemandirian, serta membekali mereka dengan keterampilan mengelola uang dan perencanaan untuk masa depan.
Bagaimana cara efektif mengajarkan anak menabung?
Cara efektif meliputi menjadi teladan, mengenalkan konsep dasar uang, menggunakan celengan atau rekening, menetapkan tujuan menabung yang jelas, memberikan apresiasi, melibatkan anak dalam perencanaan keuangan sederhana, dan menerapkan sistem insentif.
Apakah ada pendekatan menabung yang berbeda sesuai usia anak?
Ya, pendekatan menabung perlu disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, balita (3-4 tahun) dikenalkan fungsi uang, usia 5-6 tahun diajarkan menyisihkan uang, usia sekolah dasar (7-8 tahun) diajak membuat anggaran pribadi, dan remaja diperkenalkan konsep investasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308527/original/033040300_1785146325-502e7255-f793-4540-9fe8-89b04c9bb129.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308435/original/012772400_1785141829-87632cb8-2ab2-4bd9-8939-4887add110c6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308567/original/007938300_1785147874-Screenshot_2026-07-27_172116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288316/original/095948700_1783311928-SLIK_OJK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308373/original/013138900_1785139295-Ide_Desain_Kamar_dengan_Rak_Buku_yang_Sesuai_dengan_Kepribadianmu_yang_Bikin_Semangat_Meraih_Cita-Cita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572958/original/079080700_1777876799-Gemini_Generated_Image_jpc67ijpc67ijpc6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308349/original/082789200_1785138626-39157435_SL-011823-55360-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455574/original/012498100_1766717374-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738671/original/083442500_1707453092-art-markiv-zAm1sdicGXc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947695/original/031236500_1726722294-pexels-claud-lina-1891016-3523107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350641/original/028199300_1678255527-ilustrasi_kecelakaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308252/original/004071600_1785133716-pexels-keira-burton-6147114_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308293/original/092781000_1785135246-pexels-andres-ayrton-6550871.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5139836/original/093654300_1740125777-portrait-beautiful-carefree-adult-woman-glasses-jacket-white-t-shirt-pointing-upper-right-corner-smiling-with-shiny-teeth.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418998/original/040266900_1763634186-pexels-cottonbro-4108715.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308165/original/038292200_1785130591-0b2a8fb5-409f-4cf7-bd63-b63e0c57b8ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308180/original/064727900_1785131224-Gemini_Generated_Image_po1m27po1m27po1m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305215/original/017475100_1784787652-KPfmjsqZEwbAZFErRKH9JVH3dLfD2GnFaboBPGZp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308061/original/045068500_1785127257-103e6d46-4081-4de4-aa63-3de0e91e911e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307992/original/041141300_1785125476-38403e8c-25dc-4607-9af4-a3206a4900c3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541563/original/023593700_1774868056-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541835/original/099746700_1774921684-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541806/original/020142900_1774918571-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542101/original/053321400_1774933354-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5541755/original/022614200_1774891755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541296/original/058179000_1774858088-c44cf3d7-d077-4b05-9674-769fab1081ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542211/original/004703900_1774936638-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545506/original/095111700_1775196399-Gemini_Generated_Image_qunmakqunmakqunm.jpg)