Liputan6.com, Jakarta - Pantun nasehat belajar merupakan puisi lama yang isinya berupa ajakan atau motivasi agar seseorang lebih rajin menuntut ilmu. Umumnya pantun ini terdiri dari empat baris, yang pada baris pertama berupa sampiran dan baris dua yang terakhir berupa isi dengan pesan moral tentang pentingnya belajar.
Tujuan utama dari pantun nasehat belajar, yakni memberikan dorongan positif agar anak-anak bisa memperoleh masa depan yang lebih baik.
Pantun nasehat belajar juga umum digunakan untuk menanamkan pesan moral agar mereka menjadi pribadi yang lebih tekun dan semangat dalam prosesnya menuntut ilmu. Pantun ini juga berisi pesan bahwa pendidikan merupakan bagian dari bekal penting untuk masa depan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap pembahasannya.
Pantun Nasehat Belajar 1-35
Pantun nasehat belajar umumnya berisikan pesan agar rajin menuntut ilmu, tetapi tidak terasa seperti ceramah-ceramah yang membosankan. Melalui pola rima dan irama yang khas, pantun bisa membuat sebuah nasehat yang berat menjadi lebih ringan didengarkan, serta mudah diterima para pendengarnya.
Ini pantun nasehat belajar yang dicontohkan Akhmad Nur Wakhid, dkk mengutip dari bukunya berjudul 40 + 7 Pantun Nasehat untuk Pelajar, Mahasiswa, Santri, Atlet, dan Pemuda.
1. Buah kelapa digigit tupai
Tupai terjatuh di atas batu
Jika kamu ingin pandai
Bacalah buku setiap waktu
2. Pergi ke pasar membeli jamu
Jamu untuk menghilangkan anemia
Gapailah semua cita-citamu
Orang tua pasti bahagia
3. Nonton bola bersama Pak Mumuh
Pak Mumuh pencipta grup MU
Dalam hidup jangan suka mengeluh
Usahakan belajar setiap waktu
4. Jalan-jalan ke Sumatra
Jangan lupa membawa kacamata
Belajarlah dengan suka cita
Agar mampu meraih cita-cita
5. Naik delman ke Yogyakarta
Mengejar layang terbang tinggi
Kalau kamu ingin jadi juara
Belajarlah setiap hari
6. Burung bangau terbang berjajar
Terbang tinggi di atas danau
Semangatlah dalam belajar
Kehidupanmu tidak akan galau
7. Makan nasi lauk gurami
Minumnya jus alpukat
Walaupun masa pandemi
Belajar tetap semangat
8. Hari Minggu pergi ke pasar
Beli sayur dan juga beras
Tiap hari harus belajar
Pasti akan jadi anak cerdas
9. Makan pecel di warung Pak Agus
Makan lahap jangan lupa minum
Manfaatkan waktu belajar terus
Bahagiakan orang tua agar tersenyum
10. Andita suka minum kopi susu
Kadang juga suka soda gembira
Sejak dini biasakan membaca buku
Sebab buku jendela dunia
Memahami pantun nasehat belajar dengan pola dan irama tertentu sangat baik untuk melatih daya ingat anak-anak. Pelajar bisa dengan mudah mengingat pesan-pesan di dalam pantun lebih lama. Ini karena sifat pantun itu dapat memberikan kesan mendalam dan mudah dihafal.
Penggunaan kosakata baru dalam pantun nasehat belajar ini misalnya, juga membantu mereka meningkatkan keterampilan berbahasa dan menciptakan alur berpikir yang matang.
Merangkum dari scribd, berikut ini pantun nasehat belajar selanjutnya:
11. Pohon kelapa tumbuh berjajar
Tumbuh berjajar di tepi pantai
Barang siapa rajin belajar
Tentu dia lekas pandai
12. Buah kelapa dibelah belah
Bawa kepasar dalam pedati
Barang siapa malas sekolah
Bila besar menyesal nanti
13. Pohon limau dimana tumbuh
Tumbuh dekat pohon rambutan
Tuntutlah ilmu bersungguh sungguh
Supaya selamat di hari kemudian
14. Jambu itu jambu portugal
Tumbuh subur lebat buahnya
Ilmu itu harta yang kekal
Penyuluh hidup dalam dunia
15. Kelapa muda beli dipasar
Dapat dibuat makanan lezat
Masa muda rajin belajar
Supaya selamat dunia akhirat
16. Buah kelapa muat ke perahu
Supaya dijual nanti dipasar
Barang siapa giat berguru
Tentu jadi orang terpelajar
17. Pohon kelapa tampaknya biru
Tampak biru di pinggir kota
Barang siapa banyak berguru
Baik berilmu daripada berharta
18. Batang arau dibelah-belah
Untuk pagar keliling sekolah
Jangan hiraukan letih dan lelah
Agar berhasil kita sekolah
19. Kelapa muda dipasar batu
Dibawa orang dari kuala
Masa muda giat berguru
Supaya senang dihari tua
20. Kelapa dibelah dibawa kepekan
Buat dijual jadi penghasilan
Waktu sekolah berkawan kawan
Giat menuntut ilmu pengetahuan
21. Kalau kita pergi berlayar
Cari dulu batu permata
Kalau kita orang terpelajar
Baik berilmu daripada berharta
Pantun nasehat belajar cocok untuk memberi motivasi anak karena tidak hanya berisi ajakan untuk rajin belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral (seperti jujur, tekun, dan menjadi pribadi beretika).
Mengutip dari buku Berbudi Melalui Pantun (2021) yang diterbitkan Guepedia, ini pantun nasehat belajar berikutnya:
22. Jalan-jalan ke Prabumulih
Jangan lupa membeli delima
Belajarlah dengan sungguh-sungguh
Agar menjadi insan yang berguna
23. Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita
24. Tumbuh ubi ke atas menjalar
Dilewati seekor tupai
Rajin-rajınlah saat belajar
Supaya cita-citanya tercapai
25. Ibu guru sedang mengajar
Mengingatkan anak membawa bekal
Meraih impian dengan belajar
Ilmu didapat dengan kekal
26. Ayah pegang pisau untuk diasah
Lalu daging akan dicacah
Belajar tanpa mengenal lelah
Supaya dapat manfaat dan faedah
27. Semangka jatuh pecah terbelah
Merah bersinar terkena matahari
Jika malas untuk belajar ke sekolah
Pasti menyesal kemudian hari
Mengutip buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi (2017) yang diterbitkan oleh Huta Publisher, ini pantun nasehat belajar lanjutannya:
28. Bunga mawar bunga melati
Kalau dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
29. Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
30. Dua tiga empat lima
Enam tujuh delapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekal
31. Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa
32. Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
33. Terang bulan terang cahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati
Pantun Nasehat Belajar 34-70
Cara membuat pantun nasehat belajar bisa dimulai dengan menentukan isi pantun yaitu tentang pentingnya belajar, kemudian membuat dua baris terakhir sebagai isi yang isinya berupa nasehat belajar tersebut.
Jika sudah, bisa langsung menyusun baris sampiran yang terdiri dari dua baris pertama yang memiliki rima sama dengan baris isi (misalnya saja yang umum berima a-b-a-b). Terakhir, cek jumlah suku kata di setiap baris, umumnya 8-12 suku kata.
Mengutip dari buku Kumpulan Pantun Nasehat, Anak-anak, dan Remaja (2021) yang diterbitkan Guepedia, ini contoh pantun nasehat berikutnya yang bisa disimak.
34. Burung pipit burung dara
Berterbangan di pohon cempaka
Banyak teman banyak saudara
Banyak musuh banyak celaka
35. Ada kertas dilipat-lipat
Ada buku sedang terbuka
Setialah pada sahabat
Dalam suka maupun duka
36. Kelapa peras diminum panda
Diburu sembunyi ke dalam goa
Siapa yang malas di masa muda
Perlu bekerja keras di waktu tua
37. Tanah luas tempatnya badak
Permukaan tanah tempat berpijak
Berpikirlah sebelum bertindak
Itulah tanda insan yang bijak
38. Pergi ke Malang mampir ke Batu
Ke Kota Blitar membawa belati
Jadilah orang yang suka membantu
Biar selamat di akhirat nanti
39. Cari bonsai pergi ke Maluku
Buat bingkai penghias diri
Jangan bosan membaca buku
Agar tidak menyesal kemudian hari
Merangkum dari scribd, berikut ini pantun nasehat belajar selanjutnya:
40. Pergi berbelanja ke pasar
Saking besarnya jadi kesasar
Jika ingin menjadi pintar
Tentulah harus rajin belajar.
41. Pergi ke sawah membawa bekal
Sebelum berangkat dahulukan sarapan
Anak pandai banyak akal
Dialah murid cerdas dan cekatan.
42. Ada mata disamping telinga
Untuk melihat yang dituju
Ilmu itu untuk ditimba
Bukan semata dibiarkan berlalu.
43. Jahit pakaian dari kain
Untuk dipakai ketika lebaran
Jadilah kamu anak yang rajin
Banyak ilmu banyak teman.
44. Teropong senapan untuk membidik
Tekan pelatuk dengan jari
Sekolah menjadi tempat terbaik
Menuntut ilmu wujudkan mimpi.
45. Ada air di daun talas
Tidaklah basah ketika hujan
Jangan jadi anak pemalas
Nanti susah dapat pelajaran.
46. Dua tiga anak nelayan
Pergi ke lait mencari ikan
Jika ingin wujudkan angan
Belajar jangan dinomor-duakan.
47. Jangan suka berandai-andai
Apalagi yang senonoh
Rajin belajar pangkal pandai
Jika malas pangkal bodoh.
48. Pisau di dapur haruslah diasah
Supaya tajam dan jadi kuat
Belajar harus tanpa kenal lelah
Agar dapat ilmu yang bermanfaat.
49. Petang datang para tamu
Jauh dari seberang sana
Rajinlah engkau meraih ilmu
Sebagai bekal di hari tua.
50. Rusa lari ke padang datar
Harimau datang tuk mengejar
Jika ingin tambah pintar
Tentu kita harus belajar.
51. Tinggi badan amat semampai
Petani pergi mengambil talas
Rajin belajar pangkal pandai
Semangat terus jangan malas.
52. Menggali tanah mendapat emas
Emas terhimpit batu belah
Jadi anak jangan pemalas
Ayo rajin ke sekolah.
53. Pohon jati tumbuh berjajar
Pandai berpantun orang Banjar
Jika kita malas belajar
Cita-cita tak kan terkejar.
54. Pohon jati tumbuh berjajar
Daunnya untuk membungkus ikan
Jika engkau rajin belajar
Manfaatnya engkau yang rasakan.
55. Harum sekali mangga kweni
Sayang hanya untuk titipan
Belajar tekun di hari ini
Akan bahagia di masa depan.
56. Buah kelapa banyak minyaknya
Tokek suka menjilat ludahnya
Orang yang banyak ilmunya
Tentu dia mudah hidupnya.
57. Ayam hutan ayam bekisar
Banyak dijual di tengah pasar
Di waktu kecil malas belajar
Sengsara dia di waktu besar.
58. Hari panas badannya gerah
Tetap bekerja meskipun lelah
Masa depanmu akan cerah
Jika belajar rajin di sekolah.
59. Di puncak gunung ada perunggu
Saat dicari tak ketemu
Masa depan sedang menunggu
Anak berprestasi penuh ilmu.
60. Shalat subuh saat fajar
Setelah salat bunga disiram
Siapa yang malas belajar
Masa depannya akan suram.
61. Burung gelatik minum tajin
Mencari makan waktu siang
Anak cantik pastilah rajin
Jika belajar hatinya riang.
62. Kancil lari tidak terkejar
Rusa lari sambil berputar
Sekarang kita mulai belajar
Supaya jadi anak yang pintar.
63. Lebar-lebar daun talas
Untuk membungkus nasi ketan
Siapa yang belajarnya malas
Nanti mirip orang utan.
64. Kalau sedang makan talas
Di bawah pohon duduk anteng
Siapa yang ribut di kelas
Nanti pacarnya monyet ganteng.
65. Buah mangga buah kweni
Dimasak dengan buah sukun
Hebatnya anakku ini
Wajahnya cantik orangnya tekun.
66. Kalau hendak memetik sukun
Petik sukun berpohon rendah
Kalau belajar dengan tekun
Ilmu didapat dengan mudah.
67. Waktu magrib pergi ke surau
Sore ini ada khataman
Kalau belajar jangan bergurau
Jangan bercanda dengan teman.
68. Kalau tamu dari Belanda
Nanti ingin menangkap rusa
Kalau kamu banyak bercanda
Nanti bodoh sepanjang masa.
69. Jangan sombong jangan angkuh
Di dalam pagar ada kemumu
Belajar itu bersungguh-sungguh
Agar cepat masuknya ilmu.
70. Kalau kamu bertemu panda
Bulunya lebat bagaikan busa
Kalau kamu sering bercanda
Pelajaran tak ada yang bisa.
Pantun Nasehat Belajar 71-106
Pantun nasehat belajar umumnya pakai gaya bahasa ringan dan mudah dimengerti siswa atau anak-anak. Hal ini membantu dalam proses penyampaian pesan moral bahwa menuntut ilmu atau belajar merupakan hal yang menyenangkan.
Jika dipelajari di sekolah, akan membuat setiap siswa merasa proses belajar jadi lebih menarik dan tidak monoton.
Misalnya saja dalam proses memahami pantun, hal ini bisa melatih mereka para siswa untuk berpikir secara asosiatif. Ini proses berpikir dengan menghubungkan kata-kata dengan makna, sekaligus mampu melatih mereka bisa berpikir logis dan runut.
71. Siang hari enaknya santai
Tidur siang lupakan dunia
Jadilah siswa yang rajin dan pandai
Demi masa depan bangsa dan negara.
72. Awan tinggi berwarna putih
Bentuknya seperti kepala tupai
Setelah mengerti coba berlatih
Supaya kamu bertambah pandai.
73. Kura-kura mudah dikejar
Tak dapat ia cepat berlari
Ilmu didapat dengan belajar
Belajar harus sepenuh hati.
74. Jika kamu tidak pakai baju
Pasti malu dilihat tetangga
Jika kamu tidak punya ilmu
Seumur hidup akan sengsara.
75. Memang cantik kereta Kancil,
Menuju ke bandar waktu Subuh,
Tugas adik semasa kecil,
Mesti belajar bersungguh-sungguh.
76. Pokok betik di tepi pagar,
Pokok meranti di tepi bangsal,
Sekiranya adik malas belajar,
Dewasa nanti pasti menyesal.
77. Pergi ke kedai bersama Mak Lijah,
Hendak membeli baju baru,
Waktu adik di bilik darjah,
Tumpukan kepada ajaran guru.
78. Pasar malam riuh tempatnya,
Di situ tempatnya melelong jualan,
Adik perlu rajin bertanya,
Malu bertanya sesat jalan.
79. Burung pipit di atas dahan,
Turun makan di tepi penjuru,
Selepas adik mencapai kejayaan,
Jangan lupa jasa guru.
80. Pagi-pagi minum teh hangat,
Ditemani roti rasa coklat.
Belajar giat janganlah penat,
Kelak sukses hidupmu hebat.
81. Ke kebun memetik mangga,
Buahnya manis dimakan senja.
Jangan malas jangan lengah,
Ilmu berguna sepanjang usia.
82. Ke pasar beli durian,
Dapat bonus sekarung mangga.
Rajin belajar tekun berlatih,
Agar masa depan cerah bercahaya.
83. Bunga mawar merah merekah,
Harumnya semerbak di pagi hari.
Belajar sungguh jangan menyerah,
Kelak impian pasti kau raih.
84. Bunga mawar merah merekah,
Harumnya semerbak di pagi hari.
Belajar sungguh jangan menyerah,
Kelak impian pasti kau raih.
85. Naik perahu ke tengah laut,
Lihat ikan berenang cepat.
Belajar rajin jangan takut,
Ilmu bermanfaat sepanjang hayat.
86. Di kebun bertemu rusa,
Melihat awan langit membiru.
Setiap hari belajarlah giat,
Ilmu tak hilang dibawa waktu.
87. Sarapan pagi roti dan madu,
Minumnya teh hangat terasa.
Rajin belajar sejak dulu,
Agar nanti sukses di masa.
88. Burung merpati terbang tinggi,
Hinggap sebentar di pohon tua.
Belajar itu investasi diri,
Demi masa depan yang bahagia.
89. Ke sawah melihat padi,
Petani bekerja tak kenal lelah.
Ilmu bermanfaat sepanjang hari,
Jangan bosan untuk belajar.
90. Malam hari lihat bintang,
Cahayanya indah menerangi malam.
Belajar sungguh janganlah bimbang,
Kelak ilmu jadi pegangan.
Diungkap Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia dalam penelitian berjudul Pembelajaran Pantun Dan Dampaknya Dalam Pembentukan Karakter Siswa (2024) oleh Sahri Nova Yoga, bahwa melalui materi pembelajaran pantun termasuk pantun nasehat belajar, sekolah artinya berperan aktif ikut serta melestarikan salah satu bentuk sastra lisan dari budaya Indonesia.
91. Hati senang bikin ketupat,
Hendak di masak di hari lebaran.
Carilah ilmu sampai dapat,
Jangan sampai putus harapan.
92. Sawah lebar ditebar benih,
Ikan sepat berenang di rawa.
Berletih-letih belajar hari ini,
Agar bahagia di hari tua.
93. Jalan-jalan ke Tanjung Pinang,
Makan enak keripik kentang.
Sang pembelajar akan menang,
Bersinar terang di masa datang.
94. Pohon jati tumbuh berjajar,
Jalan setapak menuju pasar.
Lebih baik susah di waktu belajar,
Daripada susah di waktu besar.
95. Tali pancing tali senar,
Dapat ikan dari rawa.
Niat belajar haruslah benar,
Karena Allah seikhlas jiwa.
96. Malam bercahaya kunang-kunang,
Buah sukun buah pepaya.
Yang rajin akan menang,
Yang tekun akan berjaya.
97. Jalan-jalan naik kereta,
Naik ke atas pakai tangga.
Mari kita gapai cita-cita,
Bahagia dunia, masuk ke surga.
98. Ke pasar Minggu beli sepatu baru
Sekalian beli kapur barus
Dengarkanlah nasehat ibu dan bapak guru
Supaya nilai tugas selalu bagus
99. Main robot-robotan yang perkasa
Sambil memutar
Kalau ingin jadi juara
Giat belajar kuncinya
100. Ada anak cantik berkulit kuning langsat
Wajahnya berubah menjadi sebuah kenangan
Belajar tidak akan membuatmu tersesat
Justru akan mempermudah dalam melewati tantangan
101. Pergi ke empang untuk memancing
Pulangnya bawa ikan patin
Orang tua merasa senang
Jika anak menempuh pendidikan
102. Jalan-jalan ke pemancingan
Berangkatnya naik motor
Jangan melupakan pendidikan
Karena di situ ilmu pengetahuan bertambah
103. Beli buku di pasar Johar
Belinya nggak cuma satu
Kalau kamu ingin pintar
Rajin belajar selalu
104. Belajar di sekolah dengan guru fisika
Setelah selesai pulang kerumah
Sebelum pembelajaran dibuka
Mari kita ucapkan basmalah
105. Buah (ceri/pisang) buah pepaya
Dimakan hari Minggu
Selamat (pagi/siang) semua
Tetap semangat sambut hari baru
106. Laut warnanya biru
Kalau darah warnanya merah
Kita sambut hari baru
Dengan senyum merekah
Cara Memahamkan Pantun Nasehat pada Anak
Ada langkah-langkah khusus yang bisa membantu memahamkan pantun nasehat, seperti pantun nasehat belajar tersebut kepada anak-anak dengan lebih mudah dan praktis.
Dra. Wiji Astuti menerangkan dalam bukunya berjudul The Learning Cell Dalam Pembelajaran Menulis Pantun, bahwa pantun selalu selesai di satu bait dan tidak dilanjutkan pada bait selanjutnya.
Wali murid, orang tua, hingga pengajar bisa memanfaatkan gaya bahasa yang lucu dan mudah diingat oleh anak-anak. Kemudian, cobalah sampaikan makna dari pantun nasehat tersebut secara langsung dengan tetap sederhana.
Bila perlu, bisa gunakan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan atau kebiasaan sehari-hari anak tersebut. Selain itu, pastikan pantun yang dicontohkan menggunakan gaya bahasa yang terasa ringan didengar dan mudah dipahami oleh anak.
1. Memilih pantun dengan bahasa sederhana
Memastikan bahwa kata-katanya tidak sulit dimengerti dan tidak bertele-tele. Pastikan intonasi yang digunakan saat menjelaskan bisa menarik perhatian mereka.
2. Menjelaskan maksud pantunnya
Setelah selesai membacakan pantun, jelaskan maksud dari pantun tersebut dengan yang bahasa anak-anak. Proses ini akan jauh lebih menyengkan jika dikaitkan dengan kebiasaan anak sehari-hari.
3. Mengajak mereka untuk praktik membuat pantun
Mengajak anak berpartisipasi menulis atau membuat pantun nasehat sendiri akan membuatnya lebih antusias dan bisa belajar dari pengalaman.
4. Memberikan contoh pantun yang relevan dengan usia
Pastikan untuk memberikan contoh pantun nasehat yang sesuai dengan usia mereka. Misalnya tidak memberikan contoh pantun nasehat belajar anak SD (Sekolah Dasar) kepada anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak).
5. Memanfaatkan komunikasi dengan pantun untuk hal positif
Memuji anak dengan pantun ketika mereka berhasil berbuat baik merupakan salah satu contohnya. Kemudian, memberikan nasehat bijak kepada anak ketika mereka sedang tidak bersemangat, juga membuat mereka tidak merasa dimarahi.
Pantun nasehat misalnya, bisa jadi media interaksi yang menyenangkan dengan anak-anak. Hal ini dapat memberikan manfaat kepada mereka, yakni berupa:
- Mampu memotivasi mereka dengan cara yang positif.
- Pesan moral bisa tersampaikan lewat pantun dengan mudah dan efektif.
- Mampu meningkatkan daya ingat mereka lewat rima dalam pantun.
- Membantunya berpikir kreatif dengan bahasa yang menarik.
- Anak jadi lebih kaya kosa-katanya.
- Terakhir, pantun juga membantu membangun karakter mereka dengan lebih efektif melalui nasehat.
FAQ
1. Apa itu pantun nasehat belajar?
Pantun berisi pesan moral tentang pentingnya menuntut ilmu.
2. Siapa yang cocok memakai pantun ini?
Pelajar, pengajar, serta orang tua.
3. Apa manfaat pantun nasehat belajar?
Memberi motivasi, melatih daya ingat, serta menanamkan karakter positif.
4. Mengapa pantun efektif untuk memberi dorongan belajar?
Rima dan iramanya membuat pesan lebih mudah diterima.
5. Kapan pantun nasehat belajar biasanya dipakai?
Saat memberi motivasi, kegiatan belajar, atau penyampaian pesan moral.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)