10 Usaha Ternak Berbasis Organik yang Diminati Pasar Modern, Peluang Untung Terus

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak berbasis organik kini menjadi salah satu sektor agribisnis yang berkembang pesat. Melansir laman Rodale Institute, ternak organik dikelola secara berbeda dari peternakan konvensional. Biasanya peternakan organik menerapkan berbagai kriteria tertentu seperti pembatasan penggunaan antibiotik dan hormon. Hewan yang dipelihara secara organik juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada hewan yang dipelihara secara konvensional.

Selain itu, usaha ternak berbasis organik juga berkontribusi pada pengelolaan limbah maupun penyediaan pangan sehat. Tak boleh dilupakan, konsep ini juga menawarkan potensi keuntungan ekonomi yang menjanjikan. Selain ternak, produk turunan yang dihasilkan seperti daging, telur, dan susu, seringkali memiliki keuntungan menggiurkan karena dianggap lebih sehat. 

Meningkatnya permintaan akan produk-produk alami dan berkelanjutan telah mendorong banyak peternak untuk mengadopsi metode organik.  Pasar global untuk makanan organik menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan penjualan yang meningkat sepanjang tahun. Di Indonesia sendiri, pangsa pasar produk organik terus berkembang, didorong oleh kesadaran masyarakat akan kesehatan, terutama pasca pandemi.

Di bawah ini akan dipaparkan secara khusus tentang 10 usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern dan berpotensi hasilkan untung berlipat. Berikut informasinya untuk Anda dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (27/3/2026).

1. Ternak Ayam Kampung Organik

Usaha ternak ayam kampung organik menjadi salah satu pilihan menarik karena permintaan pasar yang stabil dan meningkatnya kesadaran konsumen akan produk unggas yang lebih sehat. Ayam kampung organik dipelihara dengan pakan alami tanpa bahan kimia sintetis, hormon, atau antibiotik, sehingga menghasilkan daging dan telur yang berkualitas unggul dan bergizi.

Penerapan sistem organik pada ayam kampung melibatkan penggunaan pakan yang berasal dari bahan alami seperti dedak padi, sisa sayuran, atau tanaman hijauan yang ditanam di sekitar peternakan. Selain itu, manajemen kandang yang higienis dengan ventilasi yang baik dan sinar matahari cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan ayam tanpa ketergantungan pada obat-obatan kimia. Kotoran ayam yang dihasilkan juga dapat diolah menjadi pupuk organik, menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pasar untuk ayam kampung organik sangat luas, mulai dari rumah tangga yang mengutamakan kesehatan hingga restoran dan rumah makan yang menyajikan menu sehat. Meskipun harga jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan ayam konvensional, konsumen bersedia membayar lebih untuk kualitas dan keamanan pangan yang ditawarkan. Hal ini menjadikan ternak ayam kampung organik sebagai usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern dengan potensi keuntungan yang menjanjikan.

2. Ternak Bebek Petelur Organik

Ternak bebek petelur organik menawarkan peluang bisnis yang menguntungkan, terutama karena telur bebek memiliki permintaan yang konsisten tinggi dan sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional maupun modern. Bebek dikenal sebagai unggas yang tangguh dan tidak mudah terserang penyakit, menjadikannya pilihan yang relatif mudah untuk dibudidayakan secara organik.

Dalam sistem organik, bebek petelur diberi pakan alami seperti dedak, keong mas, atau sisa sayuran, yang relatif mudah didapatkan dan murah. Pemeliharaan yang ramah lingkungan juga mencakup penyediaan area umbaran yang luas, memungkinkan bebek bergerak bebas dan mencari pakan alami, yang berkontribusi pada kesehatan dan produktivitasnya.

Produk telur bebek organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar karena dianggap lebih sehat dan bebas residu kimia. Selain telur, daging bebek juga dapat dijual setelah masa produksi telur menurun, memberikan dua sumber pendapatan yang menguntungkan. Dengan manajemen yang tepat, ternak bebek petelur organik dapat menjadi usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang stabil dan berkelanjutan.

3. Ternak Kambing Perah Organik (Susu Kambing Etawa)

Kambing perah organik, khususnya jenis Etawa, semakin diminati karena menghasilkan susu dengan nilai gizi tinggi dan manfaat kesehatan yang diakui. Susu kambing Etawa memiliki pasar khusus yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Pemeliharaan kambing perah secara organik melibatkan pemberian pakan hijauan segar, sayuran organik, dan dedak tanpa tambahan bahan kimia atau antibiotik. Kondisi kandang yang bersih, sirkulasi udara yang baik, dan lingkungan bebas stres sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas susu kambing. Kotoran kambing juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman, menciptakan sistem pertanian terpadu yang efisien.

Potensi keuntungan dari ternak kambing perah organik cukup menarik karena harga jual susu kambing Etawa relatif tinggi dibandingkan susu kambing biasa. Selain susu, kambing juga dapat dijual untuk kebutuhan daging, terutama menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Adha. Dengan demikian, ternak kambing perah organik merupakan usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang menawarkan diversifikasi produk dan pendapatan.

4. Ternak Sapi Organik (Pedaging/Perah)

Ternak sapi organik, baik untuk pedaging maupun perah, memiliki potensi besar di pasar modern karena permintaan daging dan susu yang terus meningkat. Konsumen semakin mencari produk sapi yang dihasilkan secara alami, bebas hormon pertumbuhan, dan antibiotik.

Sapi organik dipelihara dengan pakan alami seperti rumput, jerami, dan biji-bijian organik, serta limbah pertanian yang difermentasi untuk meningkatkan nilai gizi. Pengelolaan kesehatan sapi dilakukan dengan meminimalkan penggunaan obat kimia dan mengutamakan pencegahan penyakit melalui kebersihan kandang dan lingkungan yang sehat. Integrasi dengan pertanian juga memungkinkan pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik, mendukung keberlanjutan ekosistem.

Meskipun modal awal untuk ternak sapi organik bisa lebih besar, potensi keuntungannya juga tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar premium. Produk daging dan susu organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena dianggap lebih sehat dan berkualitas. Dengan demikian, ternak sapi organik adalah usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang menjanjikan untuk jangka panjang.

5. Ternak Lele Organik

Budidaya ikan lele organik menjadi salah satu usaha ternak rumahan yang populer karena masa panen yang singkat, modal relatif terjangkau, dan potensi keuntungan yang tinggi. Lele organik diminati karena menghasilkan daging yang lebih sehat, bebas bahan kimia, dan memiliki biaya produksi yang rendah dengan hasil tinggi.

Lele organik dipelihara dalam kolam menggunakan pakan organik berbahan limbah sayur, dedak, atau pelet organik yang aman. Pengelolaan air kolam juga harus diperhatikan untuk menjaga kualitas air tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Limbah ikan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman sayur atau buah di sekitar kolam, menciptakan integrasi peternakan dan pertanian organik.

Permintaan lele di pasar lokal sangat stabil, menjadikannya primadona bagi peternak pemula maupun skala besar. Keunggulan lele organik terletak pada kualitas dagingnya yang lebih baik dan aman dikonsumsi, menarik konsumen yang peduli kesehatan. Oleh karena itu, ternak lele organik merupakan usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang cocok untuk skala rumahan maupun komersial.

6. Ternak Kelinci Organik (Pedaging)

Ternak kelinci organik untuk pedaging mulai diminati sebagai alternatif sumber protein rendah lemak yang dianggap lebih sehat dibandingkan beberapa jenis daging lainnya. Daging kelinci organik memiliki kualitas tinggi, rendah lemak, dan aman dikonsumsi, menjadikannya alternatif protein yang diminati pasar sehat dan restoran organik.

Kelinci organik dipelihara dengan pakan hijauan segar, sayuran organik, dan dedak tanpa tambahan bahan kimia atau antibiotik. Perawatan kelinci relatif mudah, dan mereka tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga cocok untuk peternak pemula atau yang memiliki lahan terbatas.

Kotoran kelinci yang kaya nutrisi dapat diolah menjadi pupuk kompos yang mendukung pertumbuhan tanaman organik di rumah atau kebun, sehingga tercipta siklus organik yang berkelanjutan. Meskipun permintaan daging kelinci belum sebesar ayam atau sapi, pasarnya masih belum terlalu ramai, sehingga peluang pertumbuhan usaha terbuka cukup luas bagi pelaku baru. Ternak kelinci organik adalah usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang menjanjikan dengan potensi pasar yang terus berkembang.

7. Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly)

Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) bukanlah ternak dalam arti tradisional, namun merupakan komponen krusial dalam sistem peternakan organik modern karena perannya sebagai pengurai limbah organik dan sumber pakan berprotein tinggi. Maggot BSF dapat dibudidayakan dari limbah organik rumah tangga seperti sisa sayur, buah, atau dedak, sekaligus mengolah sampah menjadi sumber daya bernilai.

Keunggulan budidaya maggot BSF adalah kemampuannya mengurai limbah organik secara efisien, mengurangi volume sampah, dan menghasilkan biomassa maggot yang kaya protein. Larva maggot ini menjadi pakan alami dan kaya protein untuk ayam, bebek, atau ikan organik, mengurangi biaya pakan konvensional.

Siklus hidup maggot yang singkat dan perawatannya yang mudah menjadikannya pilihan yang menarik. Selain sebagai pakan ternak, maggot juga dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Budidaya maggot BSF mendukung konsep zero waste dan menciptakan siklus produksi yang efisien dan berkelanjutan bagi usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern.

8. Ternak Cacing Tanah (Vermikompos & Pakan)

Ternak cacing tanah, atau vermikompos, adalah usaha yang sangat ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat, mulai dari produksi pupuk organik hingga pakan ternak. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) sangat efektif dalam mengurai limbah organik seperti kotoran ternak atau sampah organik menjadi kompos berkualitas tinggi.

Modal awal untuk memulai usaha ternak cacing relatif kecil, dan tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga bisa dilakukan di pekarangan rumah. Cacing memiliki siklus reproduksi yang cepat, sehingga hasil panen bisa didapatkan dalam waktu singkat. Produk dari ternak cacing, seperti kompos dan pupuk cair, memiliki permintaan tinggi di pasar, terutama di kalangan petani organik.

Selain sebagai penghasil pupuk, cacing tanah juga dapat digunakan sebagai pakan ternak berprotein tinggi untuk ikan, burung, atau unggas lainnya. Pengolahan limbah organik menjadi media ternak cacing memungkinkan produksi yang berkelanjutan dengan biaya operasional yang sangat minim namun hasil penjualannya rutin. Ternak cacing tanah merupakan usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang mendukung pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

9. Ternak Burung Puyuh Organik

Ternak burung puyuh organik menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan karena telur dan daging puyuh memiliki permintaan yang stabil di pasaran. Telur puyuh, khususnya, diminati oleh warung makan, pedagang jajanan, hingga industri kuliner skala kecil dan menengah.

Burung puyuh organik dipelihara dengan pakan alami dan manajemen kesehatan yang meminimalkan penggunaan bahan kimia. Ukuran tubuhnya yang kecil memungkinkan budidaya di lahan yang relatif sempit, cocok untuk usaha rumahan atau di area pemukiman. Puyuh juga dikenal memiliki masa panen yang cepat, sekitar 6-7 minggu, dan sudah bisa bertelur pada usia 35 hari.

Dengan modal yang relatif terjangkau dan waktu produksi yang cepat, beternak burung puyuh merupakan salah satu usaha peternakan yang cocok untuk pemula. Konsumsi telur puyuh yang konsisten memastikan pemasukan rutin bagi peternak. Oleh karena itu, ternak burung puyuh organik adalah usaha ternak berbasis organik yang diminati pasar modern yang efisien dan menguntungkan.

10. Budidaya Udang Organik

Ternak udang organik, meskipun memerlukan investasi awal yang lebih besar, memiliki nilai jual yang tinggi baik di pasar lokal maupun internasional. Udang adalah komoditas ekspor yang sangat menjanjikan di Indonesia, terutama jenis udang vaname dan udang windu. 

Melansir dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Udang masih menjadi komoditas utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD 1.397,23  juta pada periode Januari - September 2025. Amerika Serikat sendiri masih menjadi tujuan utama ekspor udang dengan pangsa 63,1% dari total ekspor udang Indonesia. 

Konsep organik dalam budidaya udang menekankan pada kualitas air, pakan alami, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Budidaya udang organik menghindari penggunaan antibiotik dan bahan kimia dalam pakan maupun pengelolaan air. Pakan yang digunakan berasal dari sumber alami atau pelet organik yang teruji. Pengelolaan tambak dilakukan dengan memperhatikan ekosistem sekitar, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Meskipun membutuhkan pengetahuan khusus tentang manajemen air dan kesehatan udang, keuntungan yang didapat dari usaha ini sangat besar dan stabil. Pasar untuk udang sangat luas dan permintaannya terus meningkat, menjadikan usaha ternak udang organik sebagai investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. 

Tips Memulai Usaha Ternak Organik

  • Mulailah dengan memilih jenis ternak yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan modal. Fokus pada kualitas daripada kuantitas di tahap awal.
  • Pastikan memahami standar organik dan teknik pemeliharaan yang benar. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi produk.
  • Terakhir, bangun jaringan pemasaran yang kuat agar produk dapat dikenal oleh pasar yang lebih luas.

Pertimbangan Sertifikasi Organik dari Lembaga Resmi

Pemasaran menjadi kunci sukses dalam usaha ini. Gunakan label “organik” dengan sertifikasi resmi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, seperti Icert International, Lesos Indonesia, Mutu International, Inofice, dan lain-lainnya.

Melansir dari laman ICERT International, ternak dan produk asal ternak seperti susu dan daging organik dapat dipasarkan di Indonesia dengan ketentuan mendapatkan sertifikasi organik berdasarkan SNI 6729:2016, Permentan No. 64/2013 dan Perka BPOM No.1/2017 oleh lembaga sertifikasi organik yang telah terakreditasi.

Ketentuan untuk lolos sertifikasi pun perlu dipertimbangkan, seperti:

  • Menerapkan sistem manajemen organik dalam proses produksi peternakan organik.’
  • Pakan ternak menggunakan bahan organik atau yang diijinkan dalam standar.
  • Ternak harus dipelihara secara organik sejak lahir. Ketika stok organik tidak tersedia karena tahap awal pengembangan ternak organik, diizinkan untuk membawa bibit ternak dari produksi konvensional
  • Pemeliharaan ternak memperhatikan kondisi kesejahteraan ternak [kondisi kandang, air minum, penerangan alami, udara segar dan lingkungan bebas stres].
  • Produksi organik mendukung dan memelihara kesehatan dan kesejahteraan hewan melalui diet organik seimbang, lingkungan bebas stres dan pemilihan benih/bibit ternak untuk ketahanannya terhadap penyakit, parasit, dan infeksi.

FAQ Seputar Ide Usaha Ternak Berbasis Organik yang Diminati Pasar Modern

1. Apa yang dimaksud dengan usaha ternak berbasis organik?

Usaha ternak berbasis organik adalah praktik peternakan yang mengandalkan bahan-bahan alami, menghindari penggunaan bahan kimia sintetis, hormon, dan antibiotik, serta mengutamakan kesejahteraan hewan dan keberlanjutan lingkungan.

2. Mengapa produk ternak organik diminati pasar modern?

Produk ternak organik diminati karena dianggap lebih sehat, bebas residu pestisida dan bahan kimia, berkualitas tinggi, serta diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan hewan.

3. Apa saja tantangan utama dalam memulai usaha ternak organik?

Tantangan utama meliputi ketersediaan pakan organik yang konsisten dan lebih mahal, pertumbuhan ternak yang lebih lambat tanpa zat pemacu pertumbuhan, serta proses sertifikasi organik yang memerlukan investasi dan kepatuhan standar.

4. Bagaimana peternakan organik berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan?

Peternakan organik berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi polusi tanah, air, dan udara karena tidak menggunakan bahan kimia sintetis, serta memanfaatkan limbah ternak sebagai pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

5. Jenis usaha ternak organik apa yang cocok untuk pemula dengan modal terbatas?

Beberapa jenis usaha ternak organik yang cocok untuk pemula dengan modal terbatas dan lahan sempit antara lain budidaya maggot BSF, ternak cacing tanah, ternak kelinci, dan ternak burung puyuh.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |