10 Tips Merawat Ayam di Kandang Supaya Tidak Stres dan Banyak Telur, Bersih dan Untung

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Memelihara ayam di kandang memerlukan perhatian khusus agar hasil panen maksimal. Kesejahteraan ayam menjadi faktor utama dalam mencapai produksi telur yang tinggi dan berkualitas. Namun, sebagai peternak, Anda perlu melakukan pendekatan yang terencana dalam proses perawatan untuk meminimalkan risiko stres yang sering menghambat produktivitas ternak.

Penerapan praktik perawatan yang tepat berdampak pada kesehatan ayam dan keberlanjutan usaha peternakan. Lingkungan kandang yang mendukung, asupan nutrisi baik, serta manajemen kesehatan yang proaktif adalah standar operasional yang penting. Dengan cara ini, peternak dapat memastikan ayam tumbuh dalam kondisi ideal untuk menghasilkan telur secara konsisten.

Berikut 10 tips penting dalam merawat ayam di kandang. Simak informasinya sebagai edukasi dalam kelancaran usaha, dihadirkan untuk Anda, Kamis (8/1).

1. Pemilihan Bibit Ayam Berkualitas

Langkah pertama dalam usaha peternakan ayam petelur adalah dengan memilih bibit berkualitas. Bibit ayam unggul memiliki potensi untuk menghasilkan telur dalam jumlah banyak. Pemilihan bibit yang tepat menjadi fondasi keberhasilan usaha peternakan. Bibit yang sehat juga memiliki ketahanan terhadap penyakit, sehingga mengurangi risiko kerugian.

Bibit ayam yang berkualitas dapat dikenali dari ciri fisik. Bibit harus terlihat sehat, aktif, dan memiliki bulu yang rapi. Mata bibit harus cerah dan gerakannya lincah, menunjukkan tidak ada dehidrasi. Memilih bibit dari peternak terpercaya adalah hal penting untuk keberhasilan usaha.

Beberapa jenis ayam petelur yang dikenal produktif antara lain Lohmann Brown dan Hy-Line. Ayam ras petelur dapat menghasilkan lebih dari 250 butir telur per tahun. Memilih bibit yang tepat akan memberikan hasil yang optimal dalam usaha peternakan.

2. Penyediaan Kandang yang Nyaman dan Luas

Kandang yang nyaman dan luas merupakan faktor penting untuk mencegah stres pada ayam. Kandang yang terlalu padat dapat meningkatkan tingkat stres ayam. Kepadatan populasi yang sesuai akan mencegah persaingan berlebihan antar ayam. Desain kandang harus memungkinkan ayam bergerak bebas dan berinteraksi secara alami.

Kandang yang luas membantu menjaga kelembaban dan suhu di dalamnya tetap stabil. Hal ini berkontribusi pada kenyamanan ayam dan mengurangi kemungkinan terjadinya stres. Selain ukuran, material kandang juga perlu diperhatikan agar tidak melukai ayam dan mudah dibersihkan.

Kandang yang dirancang dengan baik mendukung kesehatan fisik dan mental ayam. Kesehatan ayam akan berdampak positif pada produksi telur. Dengan kandang yang nyaman, ayam dapat berproduksi secara optimal.

3. Manajemen Pakan yang Tepat dan Bergizi

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Pemilihan jenis pakan harus dilakukan secara cermat. Pakan yang seimbang dan nutrisi yang tepat sangat penting dalam merawat ayam petelur. Pakan yang baik akan memastikan ayam memiliki energi yang cukup untuk bertelur.

Pakan harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam petelur, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Kandungan protein sekitar 16–18% mendukung produksi telur. Kalsium dan fosfor yang cukup memperkuat cangkang telur, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium.

Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan dalam jumlah yang cukup. Hindari pakan berkualitas buruk atau berjamur yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Ketersediaan pakan yang konsisten penting untuk menjaga produktivitas ayam.

4. Ketersediaan Air Minum Bersih dan Cukup

Air bersih dan cukup sangat berpengaruh terhadap kesehatan ayam. Ayam membutuhkan air dua kali lebih banyak dibandingkan pakan. Ketersediaan air minum yang tidak memadai dapat menyebabkan dehidrasi, terutama saat cuaca panas. Hal ini berdampak pada penurunan produksi telur.

Air minum harus selalu tersedia, bersih, dan diganti minimal dua kali sehari. Penggunaan air bersih dan bebas kontaminasi bakteri penting untuk menghindari penyakit. Pembersihan saluran air minum harus rutin dilakukan, terutama saat suhu tinggi.

Menjaga akses mudah ke air minum yang segar adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan ayam. Penambahan elektrolit atau vitamin ke dalam air dapat membantu ayam dalam kondisi stres. Ketersediaan air yang cukup mendukung produktivitas ayam secara keseluruhan.

5. Pengaturan Suhu dan Ventilasi Kandang

Suhu lingkungan merupakan faktor utama yang memengaruhi kenyamanan ayam. Ayam adalah hewan berdarah panas yang sulit mengatur suhu tubuhnya. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres panas. Stres panas dapat menurunkan nafsu makan dan mengurangi produksi telur.

Ventilasi yang baik di kandang berfungsi untuk memastikan sirkulasi udara yang lancar. Sirkulasi udara yang baik menghilangkan gas berbahaya seperti amonia. Sistem ventilasi juga membantu menjaga suhu yang stabil di dalam kandang, sehingga ayam lebih sehat.

Suhu optimal untuk ayam petelur berada dalam rentang 23°C hingga 30°C. Pada suhu ini, ayam mampu mengonsumsi pakan dengan baik. Penggunaan kipas angin dan pengaturan ketinggian kandang dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara.

6. Pencahayaan yang Optimal

Pencahayaan memegang peran penting dalam manajemen ternak ayam petelur. Cahaya merangsang aktivitas dan metabolisme tubuh ayam. Kurangnya pencahayaan dapat mengakibatkan pertumbuhan ayam yang kurang optimal. Pencahayaan yang tepat merangsang bagian hipotalamus pada otak ayam.

Pencahayaan yang baik menyebabkan kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon yang merangsang pembentukan sel telur. Hormon tersebut juga mempengaruhi pergerakan sel telur menuju saluran telur untuk ovulasi. Pencahayaan yang sesuai mendukung ritme alami ayam.

Ayam petelur membutuhkan pencahayaan dari fase DOC hingga fase bertelur. Umumnya, ayam membutuhkan sinar matahari selama 14-16 jam setiap hari untuk memicu produksi telur. Pencahayaan yang baik meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam.

7. Menjaga Kebersihan Kandang Secara Rutin

Lingkungan kandang yang bersih adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan ayam. Kebersihan kandang yang terjaga akan mencegah penyebaran penyakit. Kotoran ayam yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang bakteri. Pembersihan kandang harus dilakukan secara rutin.

Pembersihan harus mencakup menyapu bagian dalam dan membersihkan bagian bawah kandang. Peralatan kandang seperti tempat pakan dan minum juga harus dibersihkan setiap hari. Setelah dibersihkan, peralatan dapat direndam dalam larutan desinfektan.

Sanitasi kandang secara menyeluruh melibatkan pembersihan dinding, lantai, dan plafon. Penyemprotan desinfektan pada seluruh bagian kandang penting untuk memastikan tidak ada patogen yang tersisa. Lingkungan yang bersih mendukung kesehatan ayam dan meningkatkan produktivitas.

8. Pengelolaan Limbah Kandang yang Efisien

Pengelolaan limbah peternakan ayam yang efisien berkontribusi pada kebersihan lingkungan kandang. Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan. Kotoran ayam, sisa pakan, dan bahan organik lainnya merupakan limbah yang perlu ditangani. Limbah padat dapat diolah menjadi pupuk organik.

Proses pengomposan mengubah bahan organik menjadi pupuk kaya nutrisi. Ini memberikan manfaat tambahan secara lingkungan dan ekonomi. Limbah cair juga memerlukan penanganan khusus untuk mencegah pencemaran air tanah.

Sistem pengolahan limbah cair seperti anaerobik atau aerobik dapat diterapkan. Beberapa teknologi juga memungkinkan pengolahan limbah menjadi biogas. Pengelolaan limbah yang baik mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

9. Pencegahan dan Penanganan Stres

Stres pada ayam dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi kandang yang tidak ideal, kepadatan populasi, atau perubahan pakan dapat memicu stres. Ayam yang stres dapat menunjukkan perubahan perilaku. Untuk mencegah stres, penting untuk menjaga temperatur kandang agar tetap ideal.

Penjarangan ayam dapat membantu mengurangi kepadatan dan stres. Pemberian air dan pakan secara rutin juga berkontribusi mengurangi tingkat stres. Jika ayam mengalami stres, penanganan cepat diperlukan untuk mencegah penurunan produktivitas.

Pemberian vitamin C dan elektrolit dapat membantu mengatasi stres panas. Meminimalkan gangguan fisik dan suara di sekitar kandang juga dapat mengurangi stres. Lingkungan yang tenang dan stabil sangat dibutuhkan untuk menjaga ayam tetap produktif.

10. Program Kesehatan dan Vaksinasi Teratur

Menjaga kesehatan ayam melalui program kesehatan yang teratur adalah kunci untuk produktivitas. Ayam yang sehat akan lebih tahan terhadap penyakit. Pemeriksaan kesehatan rutin dan vaksinasi yang diperlukan harus dilakukan. Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan penting untuk melindungi ayam.

Jadwal vaksinasi harus diikuti sesuai rekomendasi ahli. Selain vaksinasi, penerapan biosekuriti yang ketat juga penting. Jika ada ayam yang sakit, segera pisahkan dari populasi lainnya untuk mencegah penyebaran penyakit.

Amati perubahan perilaku ayam, seperti nafsu makan menurun. Penanganan penyakit yang cepat akan meminimalkan kerugian. Program kesehatan yang baik mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa saja ciri-ciri ayam yang sedang stres?

A: Ayam yang stres dapat menunjukkan perilaku seperti minum air berlebihan dan penurunan nafsu makan.

Q: Bagaimana cara meningkatkan produksi telur pada ayam?

A: Produksi telur dapat ditingkatkan dengan memberikan pakan berkualitas dan menjaga kebersihan kandang.

Q: Mengapa kebersihan kandang ayam sangat penting?

A: Kebersihan kandang penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kesehatan ayam.

Q: Apa dampak suhu lingkungan terhadap produksi telur ayam?

A: Suhu tinggi dapat menyebabkan stres panas dan menurunkan produksi telur ayam.

Q: Bagaimana cara mengelola limbah kotoran ayam?

A: Limbah kotoran ayam dapat dikelola dengan mengolahnya menjadi pupuk organik melalui pengomposan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |