10 Tips Menumis Kangkung Tetap Hijau dan Renyah, Tampilan Menggugah Selera

2 weeks ago 12

Liputan6.com, Jakarta Kangkung merupakan salah satu sayuran favorit yang sering dijumpai di meja makan masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang lezat, kangkung juga kaya akan nutrisi penting bagi tubuh, termasuk Vitamin A, C, K, zat besi, kalsium, serat, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Namun, seringkali kita menghadapi masalah saat memasak kangkung, yaitu warnanya yang berubah menjadi kehitaman dan teksturnya yang menjadi lembek. Kondisi ini tidak hanya mengurangi tampilan hidangan, tetapi juga dapat menurunkan kandungan nutrisinya. Beberapa orang bahkan percaya jika warna sayur kangkung yang menghitam berbahaya bagi kesehatan.

Artikel ini akan membahas berbagai tips menumis kangkung tetap hijau segar dan mempertahankan tekstur renyahnya. Dengan panduan lengkap ini, Anda dapat menghasilkan hidangan kangkung yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik secara visual dan kaya akan nutrisi, menjawab mengapa, bagaimana, dan kapan kangkung harus dimasak dengan benar. Jadi simak tips selengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (11/11/2025).

1. Pilih Kangkung yang Masih Segar

Langkah pertama untuk mendapatkan hasil masakan kangkung yang optimal adalah dengan memilih dan menyiapkan bahan dengan benar. Kualitas bahan baku sangat menentukan hasil akhir tumisan kangkung Anda.

Pilih kangkung yang segar dengan daun yang hijau cerah dan batang yang masih keras. Hindari kangkung yang daunnya sudah layu atau menguning, karena ini menandakan kangkung sudah tidak prima. Kangkung yang masih segar juga bisa dilihat dari batangnya yang tidak mudah patah saat dipetik.

Selain itu, kangkung yang masih segar tidak memiliki bau yang tidak sedap dan permukaan daunnya tidak terdapat bintik-bintik hitam atau tanda-tanda kerusakan lainnya. Kangkung segar akan lebih mudah dijaga warna dan teksturnya saat dimasak, sehingga hasil tumisan Anda akan lebih memuaskan.

2. Pisahkan Batang dan Daun Saat Menumis

Batang kangkung memiliki tekstur yang lebih alot sehingga membutuhkan proses pemasakan yang lebih lama dibandingkan daunnya. Memasak keduanya secara bersamaan dengan waktu yang sama akan membuat daun terlalu matang atau batang kurang empuk.

Untuk hasil yang lebih maksimal dalam menjaga tekstur dan warna, pisahkan antara batang dan daun kangkung. Tumis batang kangkung terlebih dahulu selama sekitar 30 detik untuk melunakkannya sedikit.

Setelah itu, baru masukkan daun kangkung dan aduk cepat selama 1-2 menit hingga layu tapi masih hijau. Daun kangkung cukup dimasak sebentar saja agar tetap berwarna hijau cerah dan tidak kehilangan kerenyahannya.

3. Gunakan Api Besar dan Waktu Singkat

Kangkung adalah sayuran yang cepat matang, sehingga teknik memasak yang tepat sangat krusial. Memasak terlalu lama akan menyebabkan warnanya berubah dan teksturnya menjadi lembek, menghilangkan daya tarik hidangan.

Gunakan api besar saat menumis agar kangkung cepat matang. Api besar akan membuat kangkung lebih cepat matang, sehingga semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mengubah warna hijaunya. Kangkung sebaiknya tidak dimasak lebih dari 5 menit untuk mencegah klorofil rusak.

Memasak dengan suhu tinggi dalam waktu singkat membantu mempertahankan warna hijau dan nutrisi kangkung. Tumis hanya sampai kangkung layu sedikit, sekitar 1-2 menit, untuk mendapatkan hasil tumisan yang sempurna.

4. Jangan Terlalu Sering Diaduk

Mengaduk kangkung secara berlebihan saat memasak dapat membuat kangkung terkena panas yang berlebihan. Hal ini akan mempercepat proses layu dan membuat warnanya cepat pudar.

Masukkan kangkung ke dalam wajan, tetapi jangan langsung diaduk secara terus-menerus. Biarkan kangkung terkena uap panas dan masak perlahan selama kurang lebih 1 menit agar matang merata.

Setelah hampir matang, balik kangkung sekali saja untuk memastikan semua bagian terkena panas. Aduk perlahan untuk meratakan bumbu, lalu segera angkat dari wajan. Dengan menggunakan teknik ini, kangkung akan tetap terjaga warna hijau segarnya serta teksturnya yang renyah.

5. Jangan Tutup Wajan

Saat menumis kangkung, hindari menutup wajan agar uap tidak terperangkap di dalamnya. Menutup wajan dapat menyebabkan uap terperangkap, yang bisa mengakibatkan kangkung menjadi lembek dan kehilangan rasa.

Uap yang terperangkap juga bisa membuat kangkung kehilangan warna cerahnya dan menjadi lembek karena proses pematangan yang berlebihan. Biarkan uap keluar agar kangkung tetap renyah.

Memasak tanpa penutup memungkinkan sirkulasi udara yang baik, membantu kangkung matang dengan cepat tanpa kehilangan tekstur dan warna hijaunya yang menarik.

6. Blanching Sebelum Ditumis (Opsional Tapi Efektif)

Blanching adalah teknik memasak cepat yang sangat efektif untuk mempertahankan warna dan nutrisi sayuran, termasuk kangkung. Metode ini dapat menjadi pilihan jika Anda ingin hasil yang lebih optimal.

Rebus kangkung dalam air mendidih yang sudah diberi sedikit garam selama 30–60 detik. Segera angkat dan celupkan ke dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan secara instan.

Metode ini dikenal sebagai "shock" dan membantu menjaga warna hijau serta tekstur renyah kangkung. Proses merebus kangkung sebentar dapat menghentikan proses oksidasi yang membuat warna kangkung berubah menjadi lebih gelap, sehingga kangkung yang sudah direbus sebentar akan lebih cepat matang saat ditumis.

7. Tambahkan Cairan Asam di Akhir Masak

Bahan asam seperti cuka atau air jeruk nipis dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan warna hijau kangkung. Kandungan asam membantu menstabilkan pigmen klorofil.

Tambahkan sedikit cuka atau air jeruk nipis di akhir proses memasak untuk memberikan sentuhan segar dan mempertahankan warna. Jangan menambahkan terlalu banyak agar rasa tidak dominan asam.

Sebagai sentuhan terakhir, perasan jeruk nipis setelah masakan matang akan memberikan kesegaran yang ekstra dan aroma yang menggugah selera, sekaligus menjaga warna kangkung tetap cerah.

8. Tumis Bumbu hingga Harum Baru Masukkan Kangkung

Urutan memasukkan bahan sangat penting untuk mendapatkan rasa dan aroma tumisan yang maksimal. Bumbu harus matang sempurna sebelum kangkung dimasukkan.

Masukkan bumbu seperti bawang putih, garam, dan saus tiram terlebih dahulu agar larut di wajan panas dan aromanya keluar. Tumis bawang putih, cabai, dan jahe hingga harum.

Setelah itu, baru tambahkan kangkung agar rasa dan warna optimal. Memastikan bumbu matang sempurna dan aroma keluar sebelum kangkung masuk akan meningkatkan cita rasa tumisan kangkung Anda secara keseluruhan.

9. Hindari Bumbu yang Menggelapkan Warna

Beberapa jenis bumbu dapat mengubah warna kangkung menjadi kecokelatan atau kehitaman, sehingga perlu dihindari atau digunakan dengan bijak. Kecap manis atau saus tomat adalah contoh bumbu yang bisa menggelapkan warna.

Pilih bumbu tumis yang tidak akan mengubah warna kangkung secara drastis, seperti bawang putih dan bawang merah cincang halus, cabai merah atau cabai rawit iris, dan jahe iris tipis. Gunakan saus tiram atau kecap asin dalam jumlah sedikit jika memang diperlukan.

Usahakan untuk menggunakan bumbu segar saat menumis kangkung, karena bumbu segar bisa membuat tampilan dan cita rasa tumis kangkung makin mengesankan dan tetap menjaga warna hijaunya.

10. Segera Sajikan Setelah Matang

Kangkung akan terus matang sedikit setelah diangkat dari panas karena panas residual yang masih tersimpan dalam sayuran dan wajan. Proses ini dapat menyebabkan kangkung menjadi terlalu lembek.

Angkat segera dari api untuk menghindari pemasakan berlebih. Segera pindahkan ke piring saji untuk menghindari pemasakan lanjut dari panas residual dan untuk menjaga tekstur renyah yang diinginkan.

Kangkung yang terlalu matang akan lembek dan warnanya pudar, sehingga penting untuk segera menyajikannya setelah matang. Penyajian cepat akan memastikan Anda menikmati tumis kangkung dengan kualitas terbaik.

Tips menumis kangkung tetap hijau terletak pada kesegaran bahan, teknik memasak yang cepat dan tepat, serta menghindari kesalahan umum yang sering terjadi. Dengan memahami karakteristik kangkung dan menerapkan tips-tips yang telah dibahas, Anda dapat menghasilkan hidangan kangkung yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik secara visual dan kaya akan nutrisi.

Praktikkan tips di atas untuk hasil tumis kangkung yang sempurna setiap kali! Selamat mencoba dan menikmati keindahan serta kelezatan kangkung yang tetap hijau di meja makan Anda.

FAQ

Q: Kenapa kangkung sering berubah hitam setelah ditumis?

A: Perubahan warna kehitaman pada kangkung dapat terjadi akibat pemanasan yang berlebihan atau jika dimasak terlalu lama. Solusinya adalah menggunakan api besar, menghindari terlalu sering mengaduk, dan mengangkat kangkung segera setelah matang untuk menjaga agar warnanya tetap hijau segar.

Q: Perlukah kangkung direbus dulu sebelum ditumis?

A: Tidak perlu direbus. Merebus kangkung sebelum proses menumis justru dapat membuat teksturnya menjadi lembek dan menghilangkan warna hijau alaminya. Namun, teknik blanching (merebus sebentar 30-60 detik lalu merendam di air es) dapat membantu mempertahankan warna hijau dan tekstur renyah.

Q: Bagaimana cara menyimpan kangkung agar tetap segar?

A: Untuk menjaga kesegaran kangkung sebelum memasaknya, bungkus kangkung menggunakan kertas atau tisu dapur dan masukkan ke dalam plastik yang memiliki lubang. Jangan mencuci kangkung sebelum disimpan, karena hal ini dapat membuatnya cepat layu. Pastikan kangkung disimpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Q: Bolehkah pakai baking soda agar kangkung hijau?

A: Meskipun benar bahwa baking soda dapat membantu mempertahankan warna hijau sayuran, metode ini tidak dianjurkan untuk kangkung. Baking soda dapat merusak tekstur kangkung, membuatnya menjadi terlalu lembek, dan bahkan dapat mengurangi kandungan nutrisinya, terutama vitamin C.

Q: Apa rahasia agar kangkung renyah dan tidak berair?

A: Untuk menghindari tumisan yang berair, kurangi jumlah air saat menumis dan pastikan kangkung sudah ditiriskan dengan baik sebelum dimasak. Kangkung yang terlalu basah akan sulit untuk dimasak dengan sempurna. Tiriskan dan keringkan kangkung dengan baik setelah dicuci atau di-blanching sebelum diolah lebih lanjut.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |