10 Tips Mengatur pH Air Hidroponik untuk Tanaman Cabai Agar Berbuah Lebat

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menanam cabai dengan sistem hidroponik memerlukan ketelitian ekstra. Terutama dalam menjaga keseimbangan larutan nutrisi agar pertumbuhan tidak terhambat. Maka dari itu, paham tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai sangat penting

Melansir dari laman resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, tingkat keasaman atau pH air yang tidak stabil dapat menyebabkan defisiensi unsur hara. Ini bisa terjadi meskipun nutrisi sudah tersedia dalam jumlah cukup.

Pengelolaan lingkungan perakaran yang tepat menjadi kunci keberhasilan menghasilkan buah cabai yang lebat dan berkualitas unggul di tahun 2026 ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkap tipsnya, Selasa (13/1/2026).

Langkah Teknis Penyesuaian Nilai Keasaman

1. Memastikan Rentang pH Ideal

Salah satu tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai yang paling mendasar adalah menjaga nilai pada angka 5.5 hingga 6.5. Praktiknya, gunakan pH meter digital yang sudah dikalibrasi untuk memastikan angka tetap berada di zona hijau tersebut setiap pagi.

2. Pemberian Larutan pH Down

Gunakan asam fosfat atau asam nitrat secara perlahan jika hasil pengukuran menunjukkan angka di atas 7.0 (basa). Contohnya, campurkan larutan asam tetes demi tetes ke dalam tandon nutrisi sambil diaduk rata hingga angka pada layar alat ukur menurun sesuai target.

3. Pemanfaatan Larutan pH Up

Larutan berbasis Kalium Hidroksida (KOH) menjadi tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai saat kondisi air terlalu asam atau di bawah 5.5. Penambahan dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak terjadi lonjakan pH yang drastis yang dapat membuat tanaman stres.

4. Kalibrasi Alat Ukur Secara Rutin

Akurasi data merupakan poin penting dalam tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai agar terhindar dari salah penanganan. Praktikkan pembersihan elektroda pH meter dengan cairan buffer pH 4.0 dan 7.0 setidaknya satu minggu sekali untuk menjaga presisi sensor.

5. Pengukuran Pasca Pencampuran Nutrisi

Selalu lakukan pengecekan pH setelah pupuk AB Mix dilarutkan karena unsur kimia dalam nutrisi sering kali mengubah derajat keasaman air baku. Ini adalah tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai yang krusial untuk mencegah endapan nutrisi yang tidak terserap akar.

Manajemen Lingkungan dan Pemeliharaan Air

6. Pengontrolan Suhu Larutan Nutrisi

Suhu air yang terlalu panas di atas 28 derajat Celcius cenderung memicu fluktuasi pH dan menurunkan kadar oksigen terlarut. Praktiknya, pasang pelindung panas pada tandon atau gunakan tandon berwarna gelap yang terkubur di dalam tanah untuk menjaga kestabilan suhu.

7. Penggantian Larutan Nutrisi Secara Berkala

Melakukan pengurasan tandon setiap 2-3 minggu sekali merupakan tips mengatur pH air hidroponik untuk tanaman cabai guna membuang akumulasi sisa garam mineral. Isi kembali tandon dengan air bersih dan racikan nutrisi baru untuk menyegarkan lingkungan perakaran tanaman.

8. Penggunaan Air Baku Berkualitas

Gunakan air dengan nilai TDS rendah (di bawah 100 ppm) seperti air hujan yang sudah diendapkan atau air RO sebagai dasar larutan. Air baku dengan kandungan kapur tinggi akan sangat sulit dikontrol pH-nya karena memiliki daya sanggah (buffer) yang kuat.

9. Pemberian Oksigen Tambahan

Pasang aerator atau batu gelembung di dalam tandon untuk membantu menjaga stabilitas kimiawi air melalui sirkulasi udara. Oksigen yang melimpah tidak hanya menstabilkan pH tetapi juga mempercepat penyerapan ion nutrisi oleh akar cabai.

10. Pembersihan Lumut di Instalasi

Bersihkan pipa atau gully dari lumut yang tumbuh secara berkala karena aktivitas biologis lumut dapat mengubah pH air secara signifikan. Praktikkan pembersihan fisik dengan sikat atau sirkulasi air bersih saat pergantian musim tanam.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Berapa pH air yang tepat untuk cabai hidroponik?

Rentang pH yang optimal adalah antara 5.5 hingga 6.5.

Apa yang terjadi jika pH air terlalu tinggi?

Tanaman akan kesulitan menyerap unsur mikro seperti besi, sehingga daun menjadi kuning.

Kapan waktu terbaik mengukur pH air?

Pengecekan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum sinar matahari terik.

Apakah air sumur bisa langsung digunakan?

Bisa, namun harus dicek pH dan TDS-nya terlebih dahulu karena biasanya mengandung mineral tinggi.

Asam fosfat (Phosphoric Acid) paling direkomendasikan karena sekaligus menambah unsur fosfat bagi tanaman.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |