Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak kesal ketika hidangan ayam yang ditunggu-tunggu justru bertekstur kering dan alot? Daging ayam seringkali menjadi tantangan tersendiri di dapur, padahal merupakan bahan serbaguna yang digemari banyak orang. Memasak ayam agar daging tetap juicy memang membutuhkan trik khusus dan pemahaman prinsip dasar.
Banyak yang merasa frustrasi karena ayam yang dimasak dengan penuh kasih sayang ternyata menjadi alot dan kenyal. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda bisa secara konsisten menghasilkan ayam yang lembab dan menggugah selera.
Artikel ini akan mengupas tuntas 10 tips memasak ayam agar daging tetap juicy dan lembut, mulai dari persiapan hingga teknik memasak yang sering digunakan para koki. Jadi simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (25/11/2025).
1. Brining, Rahasia Kelembapan dari Dalam
Brining adalah proses merendam ayam dalam larutan air garam, seringkali ditambahkan gula dan rempah, untuk membantu daging mengikat kelembapan. Metode ini secara efektif memasukkan garam, rasa, dan kelembapan ke dalam daging ayam, membuatnya lebih berair dan beraroma.
Fungsi garam dalam teknik ini sangat penting karena dapat membantu mengikat air di dalam daging secara efektif, sehingga daging menjadi lebih lembab dan tidak kering. Tidak hanya memastikan dada ayam tetap lembab dan beraroma, brining juga memaafkan jika daging sedikit terlalu matang.
Untuk melakukan brining, Anda bisa menggunakan resep dasar 1/4 cangkir garam untuk 4 cangkir air, ditambah merica, bawang putih, dan kulit lemon. Rendam ayam selama minimal 30 menit hingga 4-6 jam untuk potongan paha dan dada ayam, atau bahkan 12 hingga 24 jam untuk ayam utuh di dalam kulkas.
2. Marinating dengan Bahan Asam dan Enzim
Marinasi tidak hanya berfungsi untuk memberikan rasa pada daging ayam, tetapi juga sangat membantu melunakkan serat daging, menjadikannya lebih empuk. Proses ini memungkinkan bumbu meresap ke dalam daging, meningkatkan cita rasa secara keseluruhan.
Bahan-bahan terbaik untuk marinasi yang dapat melunakkan daging meliputi yoghurt, buttermilk, cuka, perasan jeruk nipis atau lemon, atau bahkan nanas. Keasaman dalam bahan-bahan ini bekerja untuk memecah serat daging, membuatnya lebih lembut.
Waktu marinasi yang disarankan adalah minimal 30 menit, namun idealnya semalaman di kulkas untuk penyerapan bumbu yang optimal dan hasil yang maksimal. Untuk ayam panggang atau Tandoori, marinasi semalaman akan memberikan hasil terbaik.
3. Pounding, Ratakan Ketebalan Daging
Menumbuk dada ayam hingga ketebalan yang merata adalah langkah penting untuk memastikan pemasakan yang seragam. Ini mencegah bagian ayam yang lebih tipis matang berlebihan sementara bagian yang lebih tebal belum matang sempurna.
Caranya, letakkan ayam di antara dua lembar plastik pembungkus agar tidak berantakan, lalu gunakan rolling pin atau bagian bawah panci untuk menumbuknya. Pastikan setiap potongan memiliki ketebalan yang rata setelah ditumbuk.
Teknik ini digunakan untuk melunakkan potongan dan membantu memecah serat dalam daging, memungkinkan memasak lebih cepat. Dengan demikian, risiko overcook dapat dicegah, dan hidangan ayam tetap juicy.
4. Jangan Overcook, Gunakan Termometer Daging
Memasak ayam berlebihan adalah penyebab utama daging menjadi kering dan alot karena serat ototnya akan mengencang. Untuk menghindari ini, kontrol suhu internal ayam adalah kunci.
Suhu internal aman untuk ayam adalah 74°C (165°F). Namun, disarankan untuk mengangkat ayam dari api saat suhu internal mencapai 71°C (160°F) karena suhu akan terus naik selama proses resting. Alat yang wajib dimiliki untuk memastikan suhu yang tepat adalah termometer daging instan.
Menggunakan termometer akan mencegah Anda memasak ayam pada suhu yang berlebihan atau terlalu lama. Ini adalah cara paling akurat untuk memastikan ayam matang sempurna tanpa kehilangan kelembapannya.
5. Resting, Jangan Langsung Dipotong
Membiarkan ayam beristirahat setelah dimasak adalah langkah krusial yang sering diabaikan, namun sangat penting. Proses ini memungkinkan jus di dalam daging menyebar merata ke seluruh bagian.
Setelah dimasak, serat otot pada ayam masih terikat erat, dan memotongnya segera dapat menyebabkan kehilangan kelembapan. Biarkan ayam beristirahat selama 5 hingga 10 menit sebelum diiris atau disajikan.
Efeknya, jus akan terserap kembali ke dalam serat daging, bukan tumpah saat dipotong. Ini memastikan daging tetap empuk dan juicy, meningkatkan kualitas hidangan secara signifikan.
6. Pilih Bagian yang Tepat
Bagian ayam yang berbeda memiliki kandungan lemak dan tekstur yang berbeda, yang memengaruhi tingkat kejuicy-annya. Pemilihan bagian ayam yang tepat dapat mempermudah Anda mendapatkan hasil yang diinginkan.
Paha dan sayap umumnya lebih juicy karena memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan dada ayam. Dada ayam cenderung lebih alot karena kandungan lemaknya yang lebih rendah.
Jika Anda memilih menggunakan dada ayam, yang cenderung lebih kering, berikan perhatian ekstra pada proses brining atau marinating. Hindari memasaknya terlalu lama untuk mencegahnya menjadi kering dan alot.
7. Gunakan Teknik Pan-Searing dengan Tutup
Metode ini melibatkan searing cepat di kedua sisi, lalu menutup wajan dan membiarkan ayam matang dengan sisa panas. Teknik ini dipopulerkan oleh Joy of Cooking dan dikenal menghasilkan ayam yang sangat juicy.
Langkahnya adalah memasak ayam tanpa diganggu selama sekitar 1 menit hingga sedikit keemasan di satu sisi. Kemudian balik, kecilkan api ke rendah, tutup wajan rapat, dan biarkan selama 10 menit. Setelah itu, matikan api dan biarkan ayam tetap di dalam wajan tertutup selama 10 menit lagi tanpa mengintip.
Hasilnya, ayam akan seperti terpoach dalam jusnya sendiri, menghasilkan dada ayam yang sangat juicy dan empuk. Teknik ini memanaskan dada ayam dengan cepat lalu membiarkannya matang dari dalam ke luar dalam wajan tertutup.
8. Jangan Memasak Ayam yang Masih Beku
Memasak ayam langsung dari freezer akan menyebabkan bagian luar ayam matang berlebihan sementara bagian dalamnya masih beku atau belum matang sempurna. Kondisi ayam yang beku mengakibatkan daging yang kering dan hambar.
Untuk menghindari hal ini, selalu keluarkan ayam dari kulkas dan biarkan selama sekitar 30 menit atau lebih hingga mencapai suhu ruangan sebelum dimasak. Ini akan membantu ayam matang lebih merata.
Ayam yang tidak segar atau telah disimpan terlalu lama juga cenderung memiliki tekstur yang lebih kering dan alot. Seiring waktu, ayam yang disimpan kehilangan kelembapan dan lemak alaminya.
9. Basting, Siram dengan Lemak Secara Berkala
Basting adalah proses mengoleskan atau menyiram cairan lemak seperti mentega, minyak, atau kaldu ke permukaan ayam secara berkala selama proses memasak. Proses ini membantu ayam tetap lembab dan mendistribusikan jus secara merata.
Manfaatnya adalah menjaga permukaan ayam tetap lembab, menambah rasa, dan membantu pemasakan yang lebih merata. Teknik ini sangat efektif untuk metode memasak seperti roasting dan grilling.
Jika Anda memanggang ayam, keluarkan ayam setiap 20 hingga 30 menit untuk mengoleskan minyak atau mentega ke atasnya. Ini akan menciptakan kulit yang renyah sekaligus menjaga daging tetap juicy.
10. Gunakan Alat Masak yang Tepat
Penggunaan panci atau wajan yang tepat sangat penting karena dapat mendistribusikan panas secara merata, yang berkontribusi pada ayam yang juicy. Peralatan masak yang tepat memastikan pemasakan yang merata dan menjaga kelembutan ayam.
Cast iron skillet direkomendasikan karena menahan panas dengan sangat baik, membantu mencapai hidangan ayam yang matang merata dan empuk. Panci dengan tutup rapat cocok untuk teknik braising dan poaching.
Untuk menjaga kelembapan, pertimbangkan menggunakan wajan yang dalam atau menutupi ayam dengan aluminium foil menjelang akhir memasak. Aluminium foil membantu mempertahankan kelembapan dan membuat tekstur daging ayam empuk.
Dengan menerapkan satu atau beberapa tips memasak ayam agar daging tetap juicy di atas, Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada hidangan ayam yang kering dan alot. Kunci utamanya adalah persiapan yang matang, kontrol suhu yang tepat, dan kesabaran selama proses memasak. Selamat mencoba dan nikmati ayam yang selalu lembab dan penuh rasa di setiap hidangan Anda!
FAQ
Q: Apa perbedaan utama antara brining dan marinating?
A: Brining berfokus pada penambahan kelembapan melalui larutan garam, sementara marinating bertujuan menambah rasa dan melunakkan serat daging.
Q: Berapa lama waktu brining yang ideal untuk dada ayam?
A: Untuk potongan seperti dada ayam, waktu brining yang ideal adalah 30 menit hingga 4-6 jam agar tidak terlalu asin.
Q: Mengapa ayam saya masih kering padahal sudah tidak overcook?
A: Kemungkinan ayam tidak segar atau disimpan terlalu lama, sehingga kehilangan moisture alaminya.
Q: Bagaimana cara mengetahui ayam sudah matang tanpa thermometer?
A: Tusuk bagian ayam paling tebal; jika jus yang keluar bening, ayam biasanya sudah matang, namun kurang akurat.
Q: Bisakah saya membuat ayam juicy tanpa menggunakan garam banyak (brining)?
A: Bisa, fokus pada teknik memasak yang tepat, marinasi berbasis yoghurt, dan selalu lakukan resting setelah matang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)