10 Tempat Favorit Tikus Bersarang di Rumah dan Cara Pencegahannya, Terhindar dari Penyakit Leptospirosis

2 weeks ago 9

Liputan6.com, Jakarta Tikus sering kali mencari tempat yang hangat, lembap, serta memiliki akses makanan untuk bersarang. Rumah yang tidak terjaga kebersihannya bisa menjadi lokasi ideal bagi hewan pengerat ini untuk berkembang biak. Lebih berbahaya lagi, tikus menjadi sumber penyebaran penyakit leptospirosis yang dapat menular pada manusia melalui urin atau air yang terkontaminasi.

Menurut laman resmi U.S Centers For Disease Control And Pervention (CDC), penyakit ini ketika menyerang manusia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang), gagal hati, kesulitan bernapas, hingga kematian. Itulah mengapa, kehadiran tikus di rumah bukan hanya menjijikkan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan keluarga. Selain itu, mereka juga menyebabkan kerusakan dengan cara menggerogoti kabel, mengikis bahan bangunan, dan meninggalkan jejak kotoran yang mengandung bakteri berbahaya. Potensinya semakin meningkat ketika memasukki musim penghujan seperti sekarang.

Mengetahui lokasi-lokasi favorit tikus bersarang di rumah menjadi langkah pertama yang penting untuk melakukan pencegahan. Dengan mengenali area rawan ini, Anda bisa mengambil tindakan kebersihan dan penutupan akses agar rumah tetap aman dan bebas dari ancaman leptospirosis. Simak 10 tempat favorit tikus bersarang di rumah dan cara pencegahannya, dirangkum Liputan6, Rabu (12/11).

1. Dapur jadi Sumber Makanan yang Mengundang Tikus

Sebagaimana dimuat di laman Country Wide Pest Control, hampir sebagian besar titik di rumah bisa sangat mungkin dimasukki. Hewan pengerat ini biasanya memanfaatkan celah kecil yang kerap diabaikan penghuni, seperti saluran pembuangan di dapur. Dapur menjadi tempat yang paling disukai tikus karena menyediakan berbagai sumber makanan. Sisa remah, nasi yang tercecer, atau bahan makanan yang tidak disimpan rapat dapat menarik perhatian tikus untuk datang dan bersarang di sekitar area tersebut.

Biasanya mereka membuat sarang di balik lemari dapur, kolong wastafel, atau area penyimpanan yang jarang dibersihkan. Tikus juga tertarik pada bau makanan yang kuat dan akses mudah menuju sumber air. Inilah sebabnya mengapa mereka sering muncul di malam hari untuk mencari makan tanpa terdeteksi. Jika tidak segera dicegah, dapur dapat berubah menjadi tempat berkembang biaknya tikus dan menjadi sumber kontaminasi bagi makanan dan peralatan masak.

Menjaga kebersihan dapur menjadi langkah utama untuk menghindari hal ini. Buang sampah setiap hari, lap area memasak setelah digunakan, dan pastikan semua bahan makanan tersimpan dalam wadah tertutup. Langkah sederhana ini dapat mencegah tikus menjadikan dapur sebagai sarang utama mereka.

2. Gudang dan Loteng Sebagai Tempat Gelap dan Aman Bagi Aktivitas Hewan Pengerat

Gudang dan loteng merupakan area yang jarang dikunjungi dan cenderung gelap, menjadikannya tempat ideal bagi tikus untuk bersembunyi. Mereka bisa membuat sarang di antara tumpukan kardus, kain lama, atau barang yang tidak digunakan. Tikus di area ini dapat berkembang biak tanpa terdeteksi hingga jumlahnya meningkat pesat.

Selain menjadi tempat persembunyian, gudang dan loteng juga menyediakan suhu yang stabil dan aman dari gangguan manusia. Mereka biasanya membuat jalur masuk melalui ventilasi, retakan atap, atau celah kecil di dinding. Bila tidak segera dicegah, tikus di loteng dapat menggerogoti kabel listrik dan mengancam keselamatan penghuni rumah.

Agar gudang dan loteng tidak menjadi tempat bersarang, pastikan area ini tetap teratur dan terang. Buang barang yang sudah tidak diperlukan dan simpan sisa perabotan dalam wadah tertutup. Pembersihan berkala akan membantu mendeteksi keberadaan tikus lebih cepat sebelum populasi mereka membesar.

3. Dinding dan Rongga Rumah Merupakan Jalur Aman untuk Berkembang Biak

Tikus dikenal cerdas dan lincah dalam mencari tempat persembunyian. Dinding dan rongga rumah sering kali menjadi tempat favorit karena memberikan keamanan dan kehangatan. Mereka bisa menyelinap melalui celah kecil di belakang lemari, saluran pipa, atau di balik lapisan plester. Sekali masuk, tikus akan membangun sarang menggunakan bahan lembut seperti kain, kertas, atau busa.

Keberadaan tikus di balik dinding biasanya baru diketahui ketika terdengar suara gesekan atau langkah kecil di malam hari. Masalahnya, mereka sering kali sulit dijangkau sehingga membuat penanganan lebih rumit. Jika tidak segera dicegah, tikus bisa memperluas sarang dan meninggalkan kotoran yang berpotensi membawa bakteri leptospira.

Untuk mencegah hal ini, penting memeriksa seluruh bagian rumah secara berkala, terutama di sekitar sambungan dinding dan area dekat pipa air. Menutup celah kecil dan menjaga kebersihan ruangan dapat mengurangi risiko tikus bersarang tanpa disadari.

4. Ruang Bawah Lantai dengan Kondisi Lembap dan Sulit Diperhatikan Jadi Titik yang Nyaman untuk Tikus

Ruang bawah lantai atau kolong rumah sering menjadi tempat yang diabaikan, padahal area ini sangat disukai tikus. Kondisi lembap dan jarang dibersihkan menjadi kombinasi ideal untuk mereka membuat sarang. Biasanya tikus menggali tanah atau mencari celah di antara fondasi untuk tinggal dan berkembang biak.

Kehadiran tikus di bawah lantai dapat menyebabkan kerusakan pada struktur rumah, termasuk kabel dan pipa air. Selain itu, bau kotoran dan urin yang menumpuk dapat menyebar ke seluruh ruangan. Jika dibiarkan, tikus akan menjadikan area ini sebagai titik awal untuk masuk ke bagian rumah lainnya.

Menjaga area bawah lantai tetap kering dan bebas dari tumpukan barang merupakan langkah penting. Pemeriksaan rutin terutama setelah musim hujan juga membantu memastikan tidak ada tanda aktivitas tikus yang bisa berkembang menjadi infestasi serius.

5. Selokan dan Saluran Air Sebagai Akses Langsung dari Luar Rumah

Selokan dan saluran air merupakan jalur alami bagi tikus untuk masuk ke rumah. Mereka dapat berenang melalui air kotor dan mencari celah kecil menuju kamar mandi. Selain itu, tempat ini juga menyediakan sumber air dan sisa makanan dari limbah dapur, yang membuat tikus bertahan lebih lama di sekitar rumah.

Ketika saluran air tersumbat atau tidak tertutup rapat, tikus akan dengan mudah keluar masuk tanpa terdeteksi. Dalam kondisi tertentu, mereka bisa naik melalui lubang pembuangan dan muncul di dalam rumah. Selain menjijikkan, hal ini juga berisiko menularkan leptospirosis melalui air yang terkontaminasi.

Membersihkan saluran air secara rutin dan memasang penutup logam pada pipa pembuangan menjadi tindakan yang perlu dilakukan. Menjaga kebersihan selokan di sekitar rumah juga membantu memutus rantai masuknya tikus dari luar lingkungan.

6. Tempat Sampah Jadi Magnet Bagi Tikus Mencari Makan

Tempat sampah merupakan lokasi paling sering menarik perhatian tikus karena menyediakan sumber makanan melimpah. Sisa nasi, tulang, dan makanan basi menjadi incaran utama bagi tikus yang mencari makan di malam hari. Jika tong sampah tidak tertutup rapat, tikus dapat dengan mudah mengais isinya dan kemudian membuat sarang di sekitar area tersebut.

Selain menyebabkan bau tidak sedap, keberadaan tikus di sekitar tempat sampah dapat mempercepat penyebaran penyakit. Mereka meninggalkan kotoran dan urin di sekitar area yang kemudian menjadi tempat bermain anak atau hewan peliharaan. Jika tidak dibersihkan, tikus akan kembali datang karena menganggap area tersebut sebagai sumber pangan.

Untuk menghindarinya, gunakan tempat sampah dengan penutup rapat dan pisahkan sampah organik dari anorganik. Bersihkan area tempat sampah setiap hari dan hindari menimbun sampah di sekitar rumah terlalu lama. Kebiasaan ini efektif untuk mengurangi daya tarik tikus datang kembali.

7. Tumpukan Kayu dan Barang Bekas Sebagai Tempat Persembunyian Ideal

Tumpukan kayu, perabot rusak, atau bahan bangunan yang menumpuk menjadi lokasi yang sangat disukai tikus untuk bersembunyi. Area ini biasanya tenang, jarang dijamah manusia, dan terlindung dari hujan maupun sinar matahari. Dengan kondisi tersebut, tikus bisa membuat sarang dan berkembang biak tanpa terganggu.

Selain itu, bahan seperti kardus dan kain bekas menyediakan material ideal bagi tikus untuk membuat sarang yang nyaman. Dari sini, mereka dapat dengan mudah mencari jalan masuk ke dalam rumah melalui celah di dinding atau pintu bawah. Populasi tikus dapat meningkat dengan cepat bila area seperti ini tidak segera dibersihkan.

Menjaga halaman tetap rapi dan meminimalisir tumpukan barang yang tidak berguna menjadi langkah penting. Jika memungkinkan, simpan bahan bangunan di tempat tertutup atau di rak yang terangkat dari tanah untuk mencegah tikus membuat sarang.

8. Kebun dan Komposter Merupakan Daya Tarik dari Sisa Makanan Organik

Kebun rumah yang memiliki tumpukan kompos atau sisa tanaman sering menjadi tempat menarik bagi tikus. Mereka tertarik pada aroma sisa makanan dan tanah yang lembap, yang mudah digali untuk membuat sarang. Jika tidak dijaga, kebun bisa menjadi titik awal tikus untuk masuk ke area rumah.

Tikus juga senang bersembunyi di antara tanaman rimbun dan tumpukan daun kering. Mereka menggunakan vegetasi padat sebagai jalur aman menuju rumah atau tempat makan. Karena aktivitas ini biasanya berlangsung malam hari, keberadaannya sering tidak disadari pemilik rumah.

Untuk mencegah hal tersebut, penting menjaga kebun tetap bersih dan tidak menumpuk sisa makanan terbuka. Gunakan wadah kompos tertutup dan lakukan pemeriksaan rutin pada area tanaman rimbun.

9. Area Hewan Tempat Peliharaan Makan Jadi Titik yang Menarik Tikus Datang

Bagi pemilik hewan peliharaan, makanan hewan yang disimpan terbuka sering menjadi penyebab munculnya tikus di sekitar rumah. Tikus dapat mencium bau makanan dari jarak jauh dan segera mendatangi area tersebut. Jika pakan dibiarkan berserakan, mereka akan menjadikannya sumber makanan rutin.

Selain mengotori area kandang, tikus juga bisa menularkan penyakit melalui urin atau kotorannya, yang berisiko bagi hewan peliharaan dan pemiliknya. Mereka sering membuat sarang di bawah kandang atau di sekitar area penyimpanan makanan hewan. Dalam waktu singkat, populasi tikus bisa meningkat tanpa disadari.

Simpan pakan hewan dalam wadah tertutup dan jauhkan dari lantai. Membersihkan area makan hewan setiap hari dapat mencegah bau sisa makanan yang dapat mengundang tikus datang kembali.

10. Pantry dan Lemari Makanan Sebagai Lokasi yang Nyaman dan Jarang Diperiksa

Pantry menjadi tempat terakhir yang sering dijadikan sarang tikus karena menawarkan kenyamanan dan keamanan. Makanan kering seperti sereal, tepung, dan biji-bijian yang disimpan di rak terbuka menjadi sumber makanan ideal bagi tikus. Mereka biasanya menyelinap masuk melalui celah kecil di belakang lemari atau pintu bawah.

Ketika pantry jarang dibersihkan, tikus bisa membuat sarang tanpa terdeteksi selama berhari-hari. Tanda-tandanya bisa berupa remah yang berceceran, kemasan makanan robek, atau bau khas dari kotoran mereka. Jika kondisi ini dibiarkan, pantry dapat menjadi pusat infestasi yang sulit diatasi.

Rutin memeriksa dan membersihkan area penyimpanan makanan sangat penting untuk mencegah hal ini. Gunakan wadah kedap udara dan buang makanan yang sudah kedaluwarsa agar tidak menarik perhatian tikus.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tikus dan Leptospirosis (People Also Ask)

1. Apa gejala leptospirosis yang paling sering muncul?

Gejala awal biasanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah. Pada kasus berat, bisa menyebabkan gangguan ginjal dan hati.

2. Bagaimana cara leptospirosis menular dari tikus ke manusia?

Penyakit ini menular melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin tikus, terutama saat kulit terluka.

3. Apakah tikus bisa masuk melalui lubang kecil di rumah?

Ya, tikus bisa masuk melalui celah sekecil 1 cm. Karena itu penting untuk menutup semua celah di dinding dan lantai.

4. Mengapa tikus sering muncul setelah musim hujan?

Musim hujan membuat sarang alami mereka tergenang air, sehingga tikus berpindah ke tempat kering seperti rumah untuk berlindung.

5. Bagaimana cara paling efektif mencegah tikus bersarang di rumah?

Menjaga kebersihan, menyimpan makanan rapat, membuang sampah setiap hari, dan menutup akses masuk adalah langkah paling efektif.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |