10 Penataan Pekarangan yang Mengurangi Risiko Tikus Masuk di Sekitar Rumah

3 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Tikus adalah salah satu hama yang paling umum dan mengganggu di lingkungan rumah tangga. Kehadiran mereka tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga membawa risiko penyakit berbahaya seperti Leptospirosis, serta potensi kerusakan pada struktur bangunan dan kontaminasi makanan.

Mencegah tikus masuk ke dalam rumah dan pekarangan adalah langkah krusial untuk menjaga kesehatan serta kenyamanan penghuni. Salah satu strategi paling efektif adalah melalui penataan pekarangan yang proaktif dan terencana. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menghilangkan daya tarik utama bagi hama pengerat.

Artikel ini akan membahas secara mendalam 10 penataan pekarangan yang terbukti ampuh mengurangi risiko tikus masuk di sekitar rumah. Dengan menerapkan tips ini, Anda dapat menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi tikus, memastikan rumah tetap aman, bersih, dan bebas dari gangguan hama. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (17/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Jaga Kebersihan dan Kerapian Pekarangan

Kebersihan pekarangan menjadi fondasi utama dalam upaya mencegah tikus. Hama pengerat ini secara alami tertarik pada area yang kotor dan berantakan, menjadikannya tempat persembunyian serta bersarang yang ideal. Menyingkirkan tumpukan sampah dan barang tidak terpakai adalah langkah awal yang krusial.

Rumput yang tinggi, tumpukan kayu, atau sampah yang tidak teratur dapat menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi tikus. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin membersihkan area ini agar tidak menjadi sarang tikus.

Tindakan seperti menyingkirkan tumpukan kayu, buah yang jatuh dari pohon, serta memangkas tanaman yang tumbuh terlalu lebat sangat disarankan. Pekarangan yang rapi membuat tikus merasa terekspos dan tidak aman, sehingga mereka cenderung menghindari area tersebut dan mengurangi risiko tikus masuk.

2. Pangkas Vegetasi Secara Teratur

Vegetasi yang tumbuh terlalu lebat di pekarangan tidak hanya membuat tampilan kurang estetis, tetapi juga menyediakan tempat persembunyian dan jalur akses yang mudah bagi tikus untuk mendekati rumah. Rumput tinggi, semak-semak rimbun, dan cabang pohon yang menjuntai adalah beberapa contohnya yang perlu diperhatikan.

Hewan pengerat dapat memanfaatkan rumput tinggi dan tanaman yang terlalu rimbun sebagai tempat berlindung yang sempurna. Selain itu, cabang pohon yang menyentuh bangunan rumah dapat berfungsi sebagai 'jembatan' bagi tikus untuk masuk ke dalam hunian.

Untuk mengatasi hal ini, pangkas rumput secara rutin dan pastikan semak-semak tidak terlalu rapat. Jaga jarak cabang pohon minimal 6-8 kaki dari dinding dan atap rumah. Langkah ini efektif menghilangkan tempat persembunyian dan akses bagi tikus, sehingga mengurangi risiko tikus masuk.

3. Hindari Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) yang Padat

Tanaman penutup tanah yang tumbuh sangat rapat dan padat, meskipun seringkali indah, dapat menciptakan lingkungan yang sangat disukai tikus. Kepadatan vegetasi ini memberikan perlindungan optimal dari predator dan cuaca ekstrem, menjadikannya tempat persembunyian yang aman.

Lingkungan seperti itu menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi hewan pengerat, memungkinkan mereka bergerak tanpa terdeteksi. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penanaman penutup tanah yang terlalu padat atau semak-semak yang rimbun.

Pilihlah jenis tanaman yang lebih terbuka dan memiliki jarak antarbatang yang cukup untuk mengurangi potensi tempat persembunyian tikus. Jika sudah ada tanaman penutup tanah, pastikan untuk memangkasnya secara teratur agar tidak menjadi terlalu lebat dan padat, sehingga meminimalkan risiko tikus masuk.

4. Tanam Tanaman Pengusir Tikus

Beberapa jenis tanaman secara alami memiliki kemampuan untuk mengusir tikus berkat aroma kuat atau zat tertentu yang tidak disukai hama ini. Memanfaatkan tanaman pengusir tikus adalah metode alami, ramah lingkungan, dan aman untuk keluarga serta hewan peliharaan.

Tanaman seperti peppermint, lavender, serai, dan lengkuas dikenal memiliki aroma yang menyengat bagi tikus, sehingga dapat digunakan sebagai pengusir alami. Bunga lily, kayu putih, pandan, catnip, bawang putih, dan daun kamper juga termasuk dalam daftar tanaman yang ditakuti tikus.

Tanaman-tanaman ini dapat ditanam langsung di sekitar pekarangan atau ditempatkan dalam pot di dekat pintu masuk rumah. Aroma kuat yang dihasilkan akan mengganggu indra penciuman tikus, membuat mereka enggan mendekati area tersebut dan mengurangi risiko tikus masuk.

5. Kelola Sumber Makanan dengan Baik

Kehadiran tikus di properti seringkali disebabkan oleh ketersediaan sumber makanan yang mudah diakses. Oleh karena itu, pengelolaan sumber makanan yang efektif menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan infestasi tikus di pekarangan dan area sekitar rumah.

Sumber makanan ini bisa berupa makanan hewan peliharaan, tempat makan burung, bahkan sayuran serta buah-buahan di kebun. Penting untuk menyimpan makanan hewan peliharaan dalam wadah kedap udara dan membersihkan tempat makan hewan setelah digunakan agar tidak menarik perhatian tikus.

Selain itu, pastikan tempat sampah dan tempat kompos memiliki penutup yang rapat untuk mencegah akses hewan pengerat. Panen buah dan sayuran dari kebun tepat waktu juga krusial agar tidak menarik perhatian tikus. Hindari membuang sisa makanan ke wastafel karena lemak yang menempel pada pipa dapat mengundang tikus.

6. Batasi Sumber Air

Sama seperti makanan, tikus juga sangat bergantung pada air untuk bertahan hidup. Dengan membatasi atau menghilangkan sumber air yang tersedia di pekarangan, kita dapat membuat lingkungan tersebut menjadi kurang menarik bagi hama pengerat ini.

Hewan pengerat tertarik pada genangan air, sehingga penting untuk memperhatikan area halaman yang berpotensi menampung air. Perbaiki keran luar yang bocor segera dan kosongkan nampan air di bawah pot tanaman untuk menghilangkan sumber air.

Hindari juga menyiram rumput atau bedengan kebun secara berlebihan hingga menyebabkan genangan. Menjaga kebersihan talang air dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik akan meminimalkan akumulasi kelembaban berlebih yang menjadi daya tarik bagi tikus, sehingga mengurangi risiko tikus masuk.

7. Gunakan Pembatas Fisik

Pemasangan penghalang fisik merupakan strategi yang sangat efektif untuk mencegah tikus masuk ke area tertentu di pekarangan, bahkan hingga ke dalam rumah. Pembatas ini menciptakan rintangan yang sulit ditembus oleh hama pengerat, baik yang merayap maupun menggali.

Jika memungkinkan, pasang pagar di sekitar area luar rumah untuk menciptakan penghalang fisik yang mencegah hewan pengerat masuk. Pastikan pagar terkubur setidaknya beberapa inci ke dalam tanah untuk mencegah tikus menggali di bawahnya dan menyelinap masuk.

Untuk melindungi bedengan kebun atau area rentan lainnya, gunakan kawat kasa (hardware cloth) yang dikubur setidaknya enam inci ke dalam tanah. Metode ini efektif memblokir hewan pengerat penggali seperti gopher dan tikus Norwegia, serta mengurangi risiko tikus masuk ke area yang dilindungi.

8. Tinggikan Area Penanaman dan Penyimpanan

Mengangkat objek dan area penanaman dari permukaan tanah adalah cara sederhana namun efektif untuk mengurangi tempat persembunyian dan akses tikus di pekarangan. Tikus cenderung mencari tempat yang tersembunyi dan mudah dijangkau dari tanah untuk bersarang atau mencari makan.

Jika Anda menanam sayuran di kebun, sangat disarankan untuk meninggikan kebun dari tanah, misalnya dengan menggunakan bedengan tinggi (raised beds) atau pot. Ini membuat tikus lebih sulit mengakses tanaman dan sumber makanan yang ada di dalamnya.

Selain itu, simpan kayu bakar, tumpukan kayu, atau peralatan kebun setidaknya 18 inci dari tanah dan jauh dari struktur rumah. Penataan ini menghilangkan tempat persembunyian dan bersarang yang potensial bagi tikus, sehingga secara signifikan mengurangi risiko tikus masuk ke area hunian.

9. Jaga Kebersihan Saluran Air dan Drainase

Saluran air yang kotor atau tersumbat bukan hanya masalah sanitasi, tetapi juga dapat menjadi jalur masuk dan tempat berlindung yang ideal bagi tikus. Lingkungan yang lembap, gelap, dan tersembunyi sangat disukai oleh hama pengerat ini sebagai tempat berlindung dan mencari makanan.

Saluran air menyediakan jalur yang lembap, tersembunyi, dan sering kali mengandung sisa makanan yang menarik bagi tikus. Oleh karena itu, penting untuk memastikan semua saluran air, termasuk selokan dan pipa pembuangan, bersih dari sampah dan sisa makanan secara rutin.

Pasang saringan atau kawat kasa berukuran kecil pada lubang saluran air dan ventilasi yang terhubung ke luar rumah untuk mencegah tikus masuk. Sistem drainase yang baik juga krusial untuk mencegah akumulasi kelembaban berlebih yang menjadi daya tarik bagi tikus, sehingga menjaga kebersihan lingkungan rumah.

10. Gunakan Mulsa Anorganik

Penggunaan mulsa memang bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Namun, mulsa organik seperti serutan kayu atau jerami dapat menjadi pedang bermata dua karena juga menyediakan tempat berlindung yang hangat dan tersembunyi bagi tikus.

Mulsa organik seringkali menarik hama pengerat karena menawarkan tempat persembunyian yang nyaman dan akses mudah ke tanah. Kondisi ini dapat meningkatkan populasi tikus di pekarangan dan mendekatkan mereka ke rumah.

Untuk mengurangi risiko tikus masuk, pertimbangkan untuk beralih ke mulsa anorganik. Pilihlah bahan mulsa anorganik seperti kerikil atau batu di sekitar fondasi rumah atau di area yang rentan terhadap tikus. Kerikil menciptakan permukaan yang tidak rata, yang tidak disukai tikus untuk dilewati, sehingga efektif dalam mencegah kehadiran mereka.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa kebersihan pekarangan penting untuk mencegah tikus?

Jawaban: Kebersihan pekarangan penting karena tikus cenderung mencari tempat persembunyian dan bersarang di area yang kotor dan berantakan, sehingga membersihkan area ini menghilangkan daya tarik bagi mereka.

2. Tanaman apa saja yang efektif mengusir tikus secara alami?

Jawaban: Tanaman seperti peppermint, lavender, serai, bunga krisan, bawang putih, dan lengkuas efektif mengusir tikus karena aroma kuatnya tidak disukai hama pengerat ini.

3. Bagaimana cara mengelola sumber makanan di pekarangan agar tidak menarik tikus?

Jawaban: Kelola sumber makanan dengan menyimpan makanan hewan peliharaan dalam wadah kedap udara, membersihkan tempat makan hewan, serta memastikan tempat sampah dan kompos tertutup rapat.

4. Apakah mulsa organik dapat menarik tikus?

Jawaban: Ya, mulsa organik seperti serutan kayu atau jerami dapat menarik tikus karena menyediakan tempat berlindung yang hangat dan tersembunyi bagi mereka.

5. Seberapa jauh cabang pohon harus dipangkas dari rumah untuk mencegah tikus?

Jawaban: Cabang pohon harus dipangkas minimal 6-8 kaki dari dinding dan atap rumah untuk menghilangkan jalur akses bagi tikus.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |