Liputan6.com, Jakarta Renovasi rumah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi hunian. Namun, proses ini sering kali menciptakan kondisi yang dapat menarik kehadiran ular. Ular mencari tempat berlindung, sumber makanan, dan lingkungan yang sesuai untuk bertahan hidup.
Beberapa aspek dalam renovasi, mulai dari penataan material hingga perubahan struktur bangunan, dapat membuka celah bagi ular untuk masuk. Ketidaktelitian dalam pengerjaan atau pengabaian terhadap lubang serta celah kecil berpotensi mengubah rumah menjadi habitat yang menarik bagi reptil ini untuk berkembang biak.
Penting kiranya memahami kesalahan-kesalahan umum selama proses renovasi, sebagai langkah penting untuk mencegah insiden yang membahayakan keluarga nantinya. Sebagai pedoman, Liputan6 mencoba mengulas 10 kesalahan renovasi rumah yang dapat mengundang ular, dihadirkan untuk kewaspadaan penghuni rumah dari potensi serangan hewan melata, terutama yang berbisa tersebut, Minggu (9/11).
1. Membiarkan Celah dan Lubang Terbuka pada Struktur Bangunan
Renovasi sering melibatkan pembongkaran atau penambahan struktur, yang dapat menyisakan celah dan lubang pada dinding, fondasi, atau atap. Ular dapat masuk ke dalam rumah melalui celah yang sangat kecil, bahkan seukuran jari atau pensil. Retakan pada dinding atau lantai, meskipun terlihat remeh, dapat menjadi jalur masuk bagi ular kecil.
Pemeriksaan rutin pada fondasi dan eksterior rumah disarankan setidaknya setiap enam bulan, atau lebih sering di area yang rawan ular. Celah di bawah pintu, ventilasi yang tidak tertutup, atau lubang saluran air merupakan jalur masuk yang mudah bagi ular. Setelah renovasi, penting untuk segera menambal celah atau lubang yang ditemukan agar tidak ada akses bagi ular.
Fleksibilitas tubuh ular memungkinkan mereka merayap melalui pipa, saluran pembuangan, atau retakan kecil pada fondasi rumah. Menutup semua celah dan lubang yang ada merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mencegah masuknya ular ke dalam rumah.
2. Penumpukan Material Bangunan dan Puing-puing
Selama renovasi, penumpukan material bangunan seperti kayu, batu, atau puing-puing sering terjadi. Tumpukan ini menciptakan tempat persembunyian yang gelap, lembap, dan terlindung, kondisi yang disukai ular. Ular mencari tempat untuk beristirahat atau berburu mangsa di area seperti ini.
Tumpukan daun kering juga dapat menjadi tempat persembunyian bagi ular, khususnya ular kecil. Lingkungan yang diciptakan oleh tumpukan ini memberikan kehangatan dan kelembapan, menjadikannya tempat ideal bagi ular untuk beristirahat atau mencari serangga. Oleh karena itu, hindari menumpuk barang-barang bekas atau material bangunan di dekat dinding rumah.
Pengelolaan vegetasi menjadi kunci untuk mengurangi daya tarik pekarangan bagi ular. Singkirkan tumpukan bahan bangunan, kayu bakar, batu, daun kering, dan puing-puing dari sekitar rumah. Penggunaan rak atau palet dapat membantu menciptakan jarak antara material dan tanah, serta pemeriksaan rutin pada tumpukan dapat memastikan tidak ada hewan yang bersarang di sana.
3. Sistem Drainase yang Buruk atau Terbuka
Saluran air dan lubang drainase merupakan jalur yang sering terabaikan namun dapat menjadi akses masuk bagi ular. Ular, terutama jenis yang hidup di air atau daerah lembap, dapat dengan mudah masuk melalui pipa pembuangan kamar mandi, lubang wastafel, dan saluran drainase di halaman. Lubang-lubang ini menjadi jalur yang ideal karena lembap dan jarang diperiksa.
Genangan air di halaman atau sekitar rumah juga menarik mangsa ular dan menjadi tempat yang disukai ular. Memperbaiki sistem drainase yang buruk agar air tidak menggenang merupakan langkah penting. Pastikan tidak ada genangan air di kebun setelah hujan atau penyiraman.
Untuk mencegah ular masuk melalui saluran air, penting untuk memasang saringan logam atau penutup yang rapat di setiap lubang saluran air. Menjaga kebersihan saluran air juga merupakan tindakan pencegahan yang efektif.
4. Ventilasi Tanpa Pelindung atau Tidak Tertutup Rapat
Ventilasi rumah, meskipun penting untuk sirkulasi udara, dapat menjadi jalur masuk bagi ular jika tidak dilengkapi pelindung. Celah terbuka pada dinding atau atap, terutama yang berukuran lebih dari satu inci, mudah dimanfaatkan oleh ular untuk menyelinap masuk. Ular mencari tempat yang sejuk, gelap, dan tersembunyi, dan ventilasi terbuka menjadi jalur akses yang ideal.
Ventilasi yang tidak tertutup rapat, terutama di area seperti loteng, kamar mandi, atau ruang cuci, dapat menjadi sarang yang nyaman bagi ular dalam kondisi lembap dan minim cahaya. Ular kobra, misalnya, mampu menyelinap melalui celah yang sangat kecil.
Pemasangan kasa anti-serangga di ventilasi merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah masuknya ular dan hewan kecil lainnya. Pastikan semua ventilasi rumah memiliki kawat kasa yang rapat dan utuh, serta tidak ada lubang di sambungan antar-dinding. Kawat nyamuk berbahan aluminium disarankan karena tahan karat dan tidak mudah sobek, dengan ukuran lubang tidak melebihi 0,5 cm.
5. Penataan Taman atau Pekarangan yang Tidak Terawat
Pekarangan yang tidak terawat, dengan rumput tinggi dan semak belukar lebat, menyediakan tempat persembunyian yang sempurna bagi ular. Ular tertarik pada area yang menawarkan perlindungan, makanan, dan sumber air. Rumput yang dibiarkan tumbuh terlalu tinggi dan lebat menjadi tempat persembunyian yang sempurna bagi ular untuk bersembunyi, berburu mangsa, bahkan bertelur.
Beberapa jenis tanaman hias yang tumbuh rimbun dan menciptakan lingkungan lembap serta teduh juga menarik bagi ular. Pemangkasan rumput secara rutin adalah langkah krusial untuk mengurangi risiko ini. Menjaga kebersihan dan kerapian kebun adalah langkah penting untuk mencegah masuknya ular.
Selain itu, beberapa tanaman tertentu dapat mengundang ular. Tanaman seperti anggrek, serai, hosta, mint, dan bunga bakung dapat menarik serangga atau tikus, yang merupakan mangsa ular. Perdu, melati, dan pohon pisang juga disukai ular karena menyediakan tempat berlindung yang rimbun dan lembap.
6. Keberadaan Hewan Pengerat dan Serangga
Ular sering tertarik ke area rumah karena adanya hewan pengerat seperti tikus, katak, dan serangga, yang merupakan sumber makanan utama mereka. Tanpa sumber makanan, ular tidak akan memiliki alasan untuk mendekat. Masalah hama di rumah secara otomatis menarik perhatian ular.
Mengendalikan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya adalah langkah krusial dalam mencegah ular masuk rumah. Simpan makanan hewan peliharaan dalam wadah tertutup rapat dan buang sampah setiap hari menggunakan tempat sampah dengan penutup rapat. Hal ini akan mengurangi bau yang menarik perhatian hewan liar dan hama.
Memasang perangkap tikus atau menggunakan jasa profesional pengendali hama dapat menjadi solusi efektif jika populasi hama sudah terlalu banyak. Dengan mengeliminasi sumber makanan ular, Anda secara tidak langsung mengusir mereka dari lingkungan rumah.
7. Area Lembap dan Gelap di Dalam Rumah
Ular menyukai tempat yang lembap, teduh, dan jarang terkena sinar matahari. Area seperti gudang, kolong rumah, atau taman belakang dengan semak tinggi bisa menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi ular. Plafon rumah juga merupakan lokasi yang sering menjadi tempat bersarang ular karena memiliki ruang gelap dan lembap.
Sudut-sudut yang jarang dibersihkan seringkali menjadi tempat lembap dan gelap yang ideal bagi ular untuk bersembunyi. Terutama jika terdapat tumpukan barang di area tersebut, ular dapat dengan mudah bersembunyi tanpa terdeteksi. Ular juga menyukai kehangatan karena mereka berdarah dingin dan membutuhkan sumber panas eksternal.
Tempat-tempat seperti bawah kulkas, belakang mesin pencuci baju, atau sekitar bohlam lampu sering dijadikan sarang karena panas dari alat-alat ini menjadi sumber kehangatan yang konstan. Penting untuk membersihkan area sekitar alat-alat rumah tangga, serta memastikan tidak ada lubang atau celah di bagian belakang peralatan.
8. Pintu dan Jendela yang Tidak Rapat
Pintu dan jendela yang tidak rapat dengan lantai atau kusen dapat menjadi celah masuk bagi ular. Ular dapat masuk melalui celah yang ukurannya sangat kecil, seringkali seukuran pensil atau lubang berdiameter 2 hingga 7 cm. Fleksibilitas tubuh ular memungkinkan mereka melata melalui celah pintu atau lubang kecil di lantai tanpa terlihat.
Pintu yang tidak rapat dengan lantai sebaiknya dilengkapi dengan penghalang. Penggunaan bahan yang tahan lama seperti kawat kasa halus sangat dianjurkan untuk menutup celah yang ada. Menutup celah-celah ini secara menyeluruh dapat menghalangi akses fisik ular ke dalam rumah, termasuk area atap dan plafon.
Pastikan semua pintu dan jendela rumah tertutup rapat, terutama jika ular terlihat di area terbuka seperti halaman. Menutup rapat semua ventilasi dan jendela, serta memasang kawat kasa pada lubang udara, merupakan cara pencegahan yang sederhana.
9. Retakan pada Fondasi atau Dinding Rumah
Retakan pada fondasi rumah seringkali menjadi masalah serius bagi keamanan dan kekokohan bangunan, serta menjadi jalur potensial masuknya hewan seperti ular. Celah yang terbentuk biasanya kecil dan tersembunyi, sehingga sering luput dari pengamatan. Ular bisa masuk ke rumah melalui celah seukuran pensil pada fondasi atau dinding.
Berbagai faktor dapat memicu munculnya retakan pada fondasi, mulai dari pergeseran tanah, pengendapan alami, hingga konstruksi yang kurang optimal. Celah atau retakan di dinding bisa menjadi jalur masuk utama bagi ular, terutama yang berukuran kecil. Ular memanfaatkan lubang-lubang ini untuk bersembunyi dari panas atau mencari tempat aman saat musim hujan.
Pemanfaatan bahan penutup celah ular pada retakan fondasi rumah menjadi solusi praktis dan efektif. Pastikan untuk menutup retakan menggunakan semen atau plester yang kuat agar ular tidak bisa masuk kembali. Pemeriksaan rutin pada struktur rumah sangat penting dilakukan, terutama di area seperti kamar mandi, dapur, dan gudang.
10. Kurangnya Penerangan di Area Tertentu
Ular cenderung menghindari tempat yang terang dan lebih memilih tempat gelap untuk bersembunyi atau mencari makan. Rumah dengan pencahayaan minim, ventilasi terbuka, atau tumpukan barang di gudang menjadi lokasi ideal bagi ular untuk bersarang. Optimalkan pencahayaan di sekitar rumah sebagai salah satu cara mencegah ular.
Pencahayaan yang memadai sangat penting karena ular cenderung menghindari area terang. Pasang lampu luar yang terang di sekitar rumah, terutama dekat pintu masuk utama, halaman samping, dan area gelap lainnya. Ini membantu mengusir ular.
Penggunaan lampu LED dengan sensor gerak dapat meningkatkan efisiensi energi dan memberikan penerangan otomatis saat ada pergerakan. Pastikan tidak ada area gelap atau bayangan yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
People Also Ask
Q: Mengapa ular sering masuk ke dalam rumah?
A: Ular masuk ke dalam rumah karena mencari tempat berlindung yang hangat dan kering, sumber makanan seperti tikus dan serangga, atau lokasi yang lembap untuk bertelur.
Q: Celah seberapa kecil yang bisa dilewati ular?
A: Ular dapat masuk melalui celah yang sangat kecil, bahkan seukuran jari atau pensil, atau lubang berdiameter 2 hingga 7 cm.
Q: Apakah garam efektif mengusir ular?
A: Tidak, garam tidak efektif mengusir ular karena ular tidak bereaksi dengan garam.
Q: Tanaman apa yang bisa mengundang ular ke rumah?
A: Beberapa tanaman dapat mengundang ular karena menyediakan tempat berlindung atau menarik mangsa ular, seperti anggrek, serai, dan bunga bakung.
Q: Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di rumah?
A: Jika menemukan ular di rumah, tetap tenang, jaga jarak aman, dan segera hubungi bantuan profesional untuk evakuasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)