10 Jenis Ular yang Tidak Berbisa tapi Sering Bikin Panik di Rumah, Begini Cara Menangatasinya

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta Ular sering kali menjadi tamu tak diundang yang paling menakutkan bagi banyak orang. Meski tidak semua ular berbahaya, kemunculannya di dalam rumah hampir selalu memicu kepanikan. Padahal, menurut berbagai laman alam liar seperti A-Z Animals dan Wildlife SOS, sekitar 85% dari total spesies ular di dunia adalah tidak berbisa dan sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Sayangnya, karena pengetahuan masyarakat yang terbatas, ular-ular ini sering kali disalahpahami, bahkan dibunuh tanpa alasan.

Di Indonesia, banyak kasus ular masuk ke rumah terutama saat musim hujan, ketika habitat aslinya tergenang air atau saat mereka mencari mangsa seperti tikus dan katak. Kondisi rumah yang lembap, banyak celah, dan dekat dengan area kebun juga menjadi daya tarik bagi mereka untuk bersembunyi.

Liputan6.com akan membahas secara lengkap jenis ular yang tidak berbisa tapi sering bikin panik di rumah, mengenali ciri-cirinya, serta langkah yang harus dilakukan jika ular muncul di area hunian kita, Minggu (9/11/2025).

1. Ular Jali (Indo-Chinese Rat Snake / Ptyas korros)

Ular jali adalah salah satu ular tidak berbisa yang paling sering masuk ke rumah di Indonesia. Tubuhnya panjang, ramping, dan sangat lincah dengan warna abu-abu kecokelatan atau kekuningan. Ular ini aktif di siang hari dan sangat pandai memanjat, sehingga sering muncul di atap rumah atau pohon sekitar pekarangan.

Makanan utamanya adalah tikus dan cicak, sehingga kehadirannya sebenarnya membantu mengendalikan populasi hama di sekitar rumah. Namun, karena bentuknya mirip dengan ular kobra saat mengangkat kepala, banyak orang langsung panik dan menganggapnya berbahaya. Padahal, ular jali sama sekali tidak berbisa dan cenderung kabur ketika bertemu manusia.

2. Ular Serigala (Common Wolf Snake / Lycodon capucinus)

Sering disangka ular weling yang sangat berbisa, ular serigala sebenarnya jinak dan tidak memiliki racun sama sekali. Warnanya gelap dengan belang putih yang mirip krait, sehingga kerap menjadi korban salah identifikasi.

Ular ini aktif pada malam hari dan biasanya ditemukan di taman, dapur, atau kamar mandi yang lembap. Ia memang akan mencoba menggigit jika merasa terancam, tapi gigitannya tidak mengandung bisa. Ular serigala membantu ekosistem rumah dengan memangsa cicak dan tikus kecil.

3. Ular Air (Checkered Keelback / Xenochrophis piscator)

Dikenal juga sebagai ular air Asia, reptil ini sering terlihat di sekitar saluran air, sumur, atau kolam rumah. Karena kebiasaannya mengangkat kepala seperti kobra saat merasa terancam, banyak orang mengira ia berbahaya.

Padahal, ular air tidak memiliki taring berbisa dan hanya makan ikan atau kodok kecil. Ia berperan penting dalam menjaga keseimbangan populasi hewan air. Keberadaannya justru menandakan lingkungan masih sehat dan alami.

4. Ular Dhaman (Indian Rat Snake / Ptyas mucosa)

Mirip dengan ular jali, ular dhaman merupakan spesies besar yang sangat cepat dan aktif di siang hari. Hewan ini tidak berbisa dan sering dianggap teman petani, karena gemar memangsa tikus di area sawah maupun rumah.

Ketika terancam, dhaman akan menggelembungkan lehernya menyerupai kobra sebagai bentuk pertahanan diri. Meskipun tampilannya menakutkan, ia tidak berbahaya bagi manusia dan justru membantu mengurangi hama tikus di sekitar rumah.

5. Ular Pasir Merah (Red Sand Boa / Eryx johnii)

Jenis ular ini dikenal juga dengan sebutan ular dua kepala (do muha) karena ujung ekornya menyerupai kepala. Meski tampak menyeramkan, ular pasir merah termasuk jenis ular yang tidak berbisa tapi sering bikin panik di rumah, terutama di daerah kering atau ladang.

Ular ini bergerak lambat dan lebih sering bersembunyi di tanah gembur. Makanannya berupa tikus, kadal, dan serangga kecil. Sayangnya, karena bentuknya unik, spesies ini sering diburu untuk perdagangan ilegal.

6. Ular Sanca Batik (Reticulated Python / Malayopython reticulatus)

Meskipun ukurannya besar, sanca batik tidak memiliki bisa. Ia membunuh mangsanya dengan cara melilit atau constriction. Di Indonesia, ular ini kadang ditemukan di langit-langit rumah atau kandang ayam, karena mencari tikus dan unggas.

Ular ini hanya berbahaya jika merasa terpojok atau lapar, tetapi tidak akan menyerang manusia tanpa alasan. Kehadirannya di pemukiman umumnya karena habitatnya terganggu.

7. Ular Kukri (Russell’s Kukri Snake / Oligodon taeniolatus)

Ular kecil ini memiliki gigi melengkung seperti pisau kukri, tetapi tidak memiliki kelenjar bisa. Ia biasa memangsa telur reptil dan serangga kecil. Warnanya cokelat dengan pola garis yang samar, membuatnya sulit dikenali.

Meski tidak berbahaya, gigitan ular kukri bisa menyebabkan luka kecil karena bentuk giginya yang tajam. Namun, ular ini lebih suka menghindar daripada menyerang.

8. Ular Python Batu (Indian Rock Python / Python molurus)

Sering disebut “ular sawah besar”, python batu juga tidak berbisa dan memiliki cara berburu yang mirip dengan sanca batik. Ia lebih menyukai daerah lembap dan penuh semak, tetapi kadang berpindah ke area rumah saat habitatnya tergenang banjir.

Sebagai predator alami tikus dan ayam liar, python batu membantu menjaga ekosistem, meskipun kehadirannya bisa sangat menakutkan karena ukurannya yang besar.

9. Ular Hijau Lembut (Green Snake / Opheodrys aestivus)

Meskipun jarang ditemukan di Indonesia, spesies serupa dapat dijumpai di kebun atau pekarangan hijau. Tubuhnya ramping dan berwarna hijau cerah, menandakan bukan jenis berbisa. Ular ini hanya memangsa serangga kecil dan sangat pemalu terhadap manusia.

10. Ular Rumah Asia (House Snake / Boaedon capensis)

Dikenal juga sebagai ular rumah, spesies ini sangat adaptif terhadap lingkungan manusia. Warna tubuhnya kecokelatan dengan corak samar. Tidak berbisa dan sering bersembunyi di tumpukan barang atau atap rumah.

Ular rumah justru membantu manusia dengan memangsa tikus dan kecoa. Sayangnya, karena kemiripan warnanya dengan beberapa ular berbisa, sering kali ia dibunuh karena salah identifikasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Ular di Rumah?

Menurut Wildlife SOS, berikut langkah aman yang sebaiknya dilakukan:

  1. Tetap tenang dan jangan panik. Ular tidak akan menyerang kecuali merasa terancam.
  2. Jangan mencoba menangkap atau memukul ular. Ini justru bisa membuat ular defensif dan menggigit.
  3. Amankan penghuni rumah. Pindahkan orang dan hewan peliharaan ke ruangan lain, lalu tutup pintu dan celah di bawahnya dengan handuk basah.
  4. Pantau pergerakannya dari jarak aman. Jangan kehilangan pandangan sampai bantuan datang.
  5. Hubungi petugas pemadam, BPBD, atau komunitas penyelamat satwa liar. Mereka memiliki peralatan dan pengalaman yang memadai.
  6. Jaga kebersihan rumah. Hilangkan tumpukan barang, rumput tinggi, atau sisa makanan yang menarik tikus—karena di sanalah ular mencari makan.

FAQ Seputar Ular di Rumah

1. Apakah semua ular di rumah berbahaya?

Tidak. Sebagian besar ular di Indonesia, termasuk ular jali dan ular serigala, tidak berbisa dan justru membantu mengendalikan populasi hama.

2. Bagaimana cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa?

Ular berbisa biasanya memiliki mata seperti celah vertikal, sementara yang tidak berbisa memiliki pupil bulat. Namun, identifikasi terbaik sebaiknya dilakukan oleh ahli.

3. Kenapa ular bisa masuk ke rumah?

Karena mencari makanan (tikus, cicak) atau tempat berlindung dari panas dan hujan. Rumah yang lembap dan banyak celah sangat menarik bagi mereka.

4. Apakah ular bisa “menyukai” rumah tertentu?

Tidak. Ular hanya datang karena faktor lingkungan, bukan karena kebiasaan. Setelah makanan atau tempat berlindung hilang, mereka biasanya pergi.

5. Apa yang harus dilakukan jika digigit ular?

Tetap tenang, jangan disedot atau diikat terlalu kencang. Segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |