Liputan6.com, Jakarta Banyak petani masih menganggap ular sebagai ancaman, padahal sebagian jenis justru memiliki peran penting sebagai penjaga ekosistem sawah dengan memangsa tikus yang berpotensi merusak tanaman. Dalam praktik pertanian modern yang semakin menekan penggunaan pestisida, kehadiran predator alami seperti ular menjadi aset ekologis yang jarang disadari manfaatnya. Di tengah naiknya populasi tikus setiap musim tanam, kehadiran ular justru menjadi solusi alami yang bekerja tanpa merusak lingkungan.
Pemahaman mengenai jenis ular yang aman dan tidak berbisa sangat penting agar petani tidak salah menyingkirkan spesies yang justru berperan besar dalam mengurangi hama. Ketika tikus berkembang biak cepat dan mulai menyerang batang padi, keberadaan ular mampu memangsa mangsa di titik-titik kritis yang sulit dijangkau oleh metode pengendalian lain. Hal ini membuat identifikasi yang tepat terhadap ular sawah menjadi langkah penting menjaga produktivitas lahan.
Sepuluh jenis ular yang dijelaskan dalam artikel ini merupakan predator alami tikus yang aktif di berbagai titik sawah, mulai dari pematang, kanal, semak, hingga pepohonan di sekitarnya. Masing-masing memiliki peran ekologis berbeda yang membantu petani menekan kerusakan tanaman dan menjaga keseimbangan hayati agar produksi padi tetap stabil sepanjang tahun.
1. Ular Sawah (Ptyas mucosa)
Ular Sawah dikenal sebagai predator tikus yang sangat efisien karena tubuhnya yang panjang dan gesit membuatnya mampu mengejar mangsa dengan cepat di antara batang tanaman. Pergerakannya yang lincah membantu ular ini menyasar tikus yang berlari di pematang maupun di area basah sawah sehingga keberadaannya sangat menguntungkan bagi petani.
Pada musim tanam ketika tikus mulai menyerang akar dan batang padi, ular ini biasanya semakin aktif dan berkeliaran mengikuti jejak bau mangsa menuju titik persembunyian. Aktivitas berburu tersebut dapat menurunkan populasi hama secara signifikan tanpa campur tangan manusia.
Untuk menjaga keberadaan ular Sawah, petani dianjurkan tidak membunuhnya serta mengurangi penggunaan racun kimia yang dapat mengganggu rantai makanan alami.
2. Ular Tikus Radiata (Coelognathus radiatus)
Ular Tikus Radiata memiliki pola garis mencolok yang memudahkan identifikasi dan dikenal sangat aktif bergerak sehingga membuatnya efektif mengejar tikus di kawasan persawahan. Aktivitasnya mengikuti jalur pergerakan tikus membuat ular ini sering berada di titik-titik tempat hama bersembunyi.
Ketika tikus memasuki areal penyimpanan hasil panen, ular ini akan mengikuti mangsa ke tempat yang lebih kering dan hangat sehingga predasinya tidak hanya terjadi di sawah tetapi juga di sekitar lumbung. Hal ini membantu petani mengurangi kerusakan pascapanen.
Menjaga vegetasi tepi sawah dan tidak memusnahkan ular ini secara sembarangan akan membantu mempertahankan keberadaannya sebagai pengendali hama alami.
3. Ular Jali (Ptyas korros)
Ular Jali adalah ular yang sangat lincah dan mampu memanjat sehingga memiliki jangkauan predasi lebih luas, termasuk mengejar tikus yang bersembunyi di semak dan batang tinggi. Sifatnya yang gesit menjadikan ular ini salah satu predator paling efektif di lingkungan sawah.
Ketika populasi tikus meningkat menjelang masa panen, ular ini cenderung lebih aktif bergerak di tepian sawah untuk memburu mangsa yang memanfaatkan area tersebut sebagai tempat bertahan. Aktivitas tersebut membantu mengurangi hama sebelum menyerang batang padi.
Petani dianjurkan menjaga vegetasi alami di pinggir sawah agar ular Jali tetap memiliki habitat yang mendukung perannya sebagai penjaga ekosistem.
4. Ular Lanang Sapi (Coelognathus flavolineatus)
Ular Lanang Sapi dikenal dengan garis kuning atau oranye pada tubuhnya dan sangat adaptif terhadap berbagai kondisi lahan sehingga memudahkannya mengejar tikus di area semak dan tumpukan jerami. Kehadirannya memberikan dampak positif dalam pengendalian hama.
Ular ini sering menyusup ke celah kecil di tumpukan jerami tempat tikus beranak sehingga membantu menekan populasi hama dari sumbernya. Aktivitas tersebut menjadikannya predator penting di sawah yang jarang disadari petani.
Untuk memastikan keberadaannya tetap aman, petani dapat membatasi penggunaan rodentisida yang dapat meracuni rantai makanan secara tidak langsung.
5. Sanca Kembang (Malayopython reticulatus)
Sanca Kembang adalah ular besar yang tidak berbisa dan mampu memangsa tikus berukuran besar yang tidak mampu ditangani oleh ular berukuran lebih kecil. Meskipun ukurannya menakutkan, ular ini justru memberikan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan populasi hama.
Ular ini biasanya aktif di malam hari di sekitar kanal atau tumpukan panen tempat tikus besar sering berkumpul. Aktivitas berburu di waktu yang sama dengan aktivitas hama menjadikan predasinya sangat efektif.
Petani dapat hidup berdampingan dengan ular ini dengan memastikan kandang ternak kecil terlindungi agar tidak menarik perhatian ular.
6. Ular Hijau Ekor Merah (Gonyosoma oxycephalum)
Ular Hijau Ekor Merah dikenal sebagai ular arboreal yang membantu petani dengan memangsa tikus yang bersembunyi di pepohonan atau vegetasi tinggi. Warna tubuhnya yang hijau cerah membuatnya mudah berkamuflase di dedaunan.
Pada pagi dan malam hari, ular ini sering turun ke area tanaman untuk mencari mangsa yang bergerak di antara batang atau semak di sekitar sawah. Aktivitas tersebut membantu menutup celah predasi yang tidak dijangkau oleh ular tanah.
Petani disarankan menjaga keberadaan tanaman pelindung di tepi sawah agar ular ini tetap memiliki tempat berlindung yang aman.
7. Ular Padi (Xenochrophis piscator)
Ular Padi adalah spesies semi-air yang banyak ditemukan di saluran irigasi dan area berlumpur sawah sehingga sangat efektif memburu tikus yang memanfaatkan area tersebut sebagai jalur. Sifatnya yang aktif menjadikannya predator penting di zona basah sawah.
Ketika saluran irigasi terisi air, ular ini sering terlihat menyusup di permukaan untuk mengejar tikus yang melintasi jalur air. Perilaku ini membantu menjaga populasi hama tetap terkendali di area yang sering dilalui tikus.
Habitat ular ini dapat dipertahankan dengan menjaga saluran irigasi tetap bersih namun tidak menghilangkan seluruh vegetasi alami.
8. Ular Air Pelangi (Enhydris enhydris)
Ular Air Pelangi adalah ular akuatik yang hidup di kanal dan selokan sawah, dan efektif memangsa tikus yang berkeliaran dekat air serta hewan kecil lain seperti ikan dan katak. Warna tubuhnya yang mengilap membuatnya mudah dikenali.
Saat sawah dalam kondisi tergenang, ular ini menjadi sangat aktif mencari mangsa di sekitar tanaman air sehingga berperan dalam menjaga stabilitas populasi hama di area basah. Aktivitasnya menutup celah predasi yang tidak dijangkau predator darat.
Untuk menjaga perannya tetap optimal, petani perlu mengurangi pencemaran air yang dapat merusak habitat alami ular ini.
9. Ular Sapi (Ular Sawah Tidak Berbisa Umum)
Ular Sapi dikenal sebagai ular tidak berbisa yang sering muncul di area persawahan dan sangat efektif mengejar tikus di area terbuka. Kebiasaannya mengikuti jalur pergerakan tikus membuatnya sering hadir di titik-titik kritis sawah.
Saat populasi tikus meledak akibat tumpukan jerami atau sisa panen, ular ini menjadi semakin aktif melakukan perburuan sehingga membantu menekan laju pertumbuhan hama. Perannya sering tidak disadari tetapi sangat penting.
Edukasi kepada petani mengenai manfaatnya menjadi langkah penting agar ular ini tidak dimusnahkan tanpa alasan.
10. Ular Pucuk (Ahaetulla prasina)
Ular Pucuk adalah ular tipis dan panjang yang hidup di pepohonan dan semak di tepi sawah dan mampu memburu tikus muda yang menggunakan dedaunan sebagai jalur pergerakan. Bentuk tubuhnya yang ramping memudahkannya menyusup di celah vegetasi.
Pada siang hari, ular ini sangat aktif mencari mangsa kecil di cabang tanaman sehingga membantu mengurangi populasi hama di area vertikal sawah. Aktivitasnya melengkapi peran ular tanah yang mendominasi area bawah.
Keberadaan ular Pucuk dapat dijaga melalui pemeliharaan vegetasi bertingkat di pinggir sawah agar jalur pergerakannya tetap tersedia dan aman dari gangguan manusia.
Pertanyaan & Jawaban
1. Apakah semua ular di sawah berbahaya bagi manusia?
Tidak. Banyak spesies ular sawah tidak berbisa dan justru membantu mengendalikan populasi tikus yang menjadi hama utama pertanian.
2. Bagaimana cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa di sawah?
Ciri umum ular berbisa adalah kepala lebih segitiga, badan lebih gemuk, serta gerakan cenderung lambat, sedangkan ular tidak berbisa biasanya lebih ramping dan gesit.
3. Mengapa ular penting untuk ekosistem sawah?
Ular merupakan predator alami hama seperti tikus sehingga keberadaannya membantu menjaga produktivitas tanaman tanpa penggunaan pestisida.
4. Apakah aman membiarkan ular berada di sekitar sawah?
Jika ular tersebut tidak berbisa, membiarkannya sangat bermanfaat karena dapat menekan populasi hama secara alami.
5. Bagaimana menjaga keberadaan ular yang bermanfaat bagi sawah?
Mengurangi penggunaan racun tikus, menjaga vegetasi tepi sawah, dan tidak membunuh ular secara sembarangan merupakan langkah utama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)