Liputan6.com, Jakarta Ular seringkali ditakuti dan dibunuh karena dianggap berbahaya oleh banyak orang. Namun, pandangan ini tidak selalu tepat, karena banyak spesies ular yang justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat langsung bagi manusia, terutama para petani.
Faktanya, banyak jenis ular pemakan tikus yang justru menjadi sahabat petani dengan mengendalikan populasi hama tikus di sawah dan kebun. Ular-ular ini membantu mengurangi kerugian hasil panen yang disebabkan oleh tikus, tanpa memerlukan penggunaan bahan kimia berbahaya.
Artikel ini akan mengenalkan ular-ular yang tidak berbisa dan menguntungkan, sehingga kita tidak perlu mengusir atau membunuhnya. Dengan memahami peran dan karakteristik mereka, kita dapat belajar untuk hidup berdampingan dengan satwa liar ini. Jadi simak 10 jenis ular pemakan tikus yang sebaiknya jangan dibunuh, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (10/11/2025).
1. Ular Koros (Ptyas korros)
Ular Koros, atau dikenal juga sebagai Chinese/Indo-chinese ratsnake, adalah spesies ular tikus yang tersebar luas di Asia Tenggara. Ular ini memiliki tubuh ramping berwarna cokelat atau abu-abu, dan dapat tumbuh hingga panjang 2,5 meter. Bagian bawah tubuhnya berwarna kekuningan, dan pada ular muda, terdapat belang-belang keputihan yang memudar seiring bertambahnya usia.
Ular ini aktif di siang hari (diurnal), sangat lincah, dan sering ditemukan di dekat pemukiman serta area pertanian. Meskipun dapat memanjat pohon, ular Koros lebih sering berkelana di permukaan tanah untuk mencari mangsa. Ular koros juga tidak agresif dan dengan sedikit gertakan ia akan langsung kabur dengan cepat.
Ular Koros adalah pemangsa tikus, kadal, dan katak yang efektif, menjadikannya sahabat petani. Ular ini tidak berbisa dan cenderung menghindari manusia, sehingga gigitannya tidak berbahaya meskipun bisa menyebabkan rasa sakit atau reaksi alergi pada beberapa individu. Ular ini memiliki bisa yang relatif lemah, dan mereka cenderung menghindari konfrontasi dengan manusia.
2. Ular Jali (Ptyas mucosa)
Ular Jali, atau Indian Ratsnake, adalah kerabat dari Ular Koros namun memiliki ukuran yang jauh lebih besar, dengan panjang maksimal lebih dari 2 meter. Ular ini memiliki tubuh besar berwarna cokelat dengan corak loreng hitam yang menyerupai harimau.
Ular Jali dapat menunjukkan perilaku defensif dengan mengangkat kepala dan menggembungkan leher saat merasa terancam. Jika terdesak, ular ini bisa menggigit, namun gigitannya tidak beracun meskipun dapat menyebabkan luka yang menyakitkan. Gigitannya bisa menyebabkan luka yang cukup menyakitkan.
Sebagai pemangsa alami, Ular Jali sangat efektif dalam mengendalikan populasi tikus, kadal, katak, dan bahkan burung. Ular ini adalah hewan soliter yang kawin pada musim panas dan dapat menghasilkan 6 hingga 15 butir telur. Tikus, burung, musang, kadal, dan primata jadi makanan ular ini.
3. Ular Lanang Sapi (Coelognathus radiatus)
Ular Lanang Sapi, dengan nama ilmiah Coelognathus radiatus, dapat tumbuh hingga panjang 2,3 meter dan memiliki tubuh berwarna cokelat. Ular sepanjang 2.3 meter ini terkenal karena kemampuan thanatosis atau pura-pura mati yang ia miliki, biasanya ketika terpojok.
Ular Lanang Sapi sangat defensif; jika merasa terancam, ia akan menekuk leher, mengangkat kepala, mendesis, dan bahkan menggigit. Ular ini adalah hewan terestrial yang sering bersembunyi di semak-semak, sela-sela kayu, atau dedaunan kering. Tak cuma itu, ular berwarna cokelat ini juga sangat defensif.
Ular ini tidak berbisa, sehingga gigitannya tidak berbahaya bagi manusia dan hanya perlu dibersihkan dengan air. Keberadaannya di sawah dan kebun sangat membantu mengendalikan populasi tikus, menjadikannya salah satu jenis ular pemakan tikus yang bermanfaat. Untungnya, ular yang kerap ditemukan di sawah dan kebun ini tidak berbisa.
4. Ular Sowo Kopi (Coelognathus flavolineatus)
Ular Sowo Kopi (Coelognathus flavolineatus), juga dikenal sebagai Black Copper Rat Snake, memiliki tubuh ramping dengan panjang antara 1 hingga 2 meter. Ciri khasnya adalah tubuh bagian depan berwarna cokelat, bagian belakang hitam legam, dan garis kuning yang membentang dari kepala hingga pangkal ekor.
Ia memang tidak berbisa, namun saat merasa terancam ular ini bisa menunjukan perilaku defensif yang serupa dengan ular lanang sapi. Ular Sowo Kopi dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi mencapai 900 meter di atas permukaan laut. Ia memang tidak berbisa.
Ular Sowo Kopi adalah pemakan tikus, kadal, burung, dan katak yang rakus. Persebarannya meliputi India, Thailand, Myanmar, hingga Indonesia, menjadikannya salah satu jenis ular pemakan tikus yang penting di Asia Tenggara. Ular sowo kopi sendiri sangat suka memakan tikus, kadal, burung, dan katak.
5. Ular Bajing (Gonyosoma oxycephalum)
Ular Bajing (Gonyosoma oxycephalum), atau Red-tailed Green Rat Snake, adalah ular arboreal besar yang ditemukan di Asia Tenggara. Ular ini dikenal pandai memanjat dan sering disebut juga sebagai ular kelapa atau ular hijau.
Sebagai ular arboreal, Ular Bajing menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon. Perilakunya yang aktif memanjat membuatnya efektif dalam mencari mangsa di ketinggian. Ular ini juga merupakan pemakan tikus.
Selain tikus, Ular Bajing juga memangsa burung dan hewan kecil lainnya, termasuk kelelawar. Perannya sebagai predator di ekosistem pohon sangat penting untuk mengendalikan populasi hama.
6. Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus)
Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) adalah salah satu spesies ular sanca atau piton yang tidak berbisa dan sering dijumpai di Indonesia. Ular ini dikenal sebagai ular besar dan kuat, serta merupakan pembelit yang handal. Di Indonesia sendiri, salah satu spesies ular sanca yang sering dijumpai adalah sanca kembang.
Ular Sanca Kembang berburu dengan mengandalkan lilitannya yang kuat untuk mencekik mangsa hingga mati lemas, serta giginya yang tajam. Ular ini memiliki habitat yang bervariasi, mulai dari hutan, kebun, sawah, hingga area pemukiman. Saat berburu, ia akan mengandalkan lilitannya yang kuat dan giginya yang super tajam.
Sebagai salah satu jenis ular pemakan tikus yang paling efektif, Ular Sanca Kembang juga memangsa burung, musang, kadal, dan primata kecil. Kemampuannya berenang dan bertahan di air dalam waktu lama menunjukkan ketahanan tubuh yang tinggi.
7. Ular Gray Rat Snake (Pantherophis alleghaniensis)
Ular Gray Rat Snake (Pantherophis alleghaniensis) adalah ular tikus berukuran besar yang berasal dari Amerika Utara, khususnya di bagian timur Amerika Serikat. Ular ini memiliki tubuh yang kokoh dan merupakan predator yang efisien. Ini adalah large rat snake yang ditemukan di Amerika Serikat bagian timur.
Ular ini dikenal sebagai pemburu aktif, terutama di siang hari. Mereka sering ditemukan di hutan, lahan pertanian, dan area berhutan lainnya di wilayah persebarannya. Ular ini memangsa hewan pengerat kecil.
Ular Gray Rat Snake adalah pemangsa utama tikus dan hewan pengerat kecil lainnya. Perannya sangat penting dalam mengendalikan populasi hama di ekosistem Amerika Utara. Ular ini memangsa hewan pengerat kecil.
8. Ular Corn Snake (Pantherophis guttatus)
Ular Corn Snake (Pantherophis guttatus) sering dijuluki "Red Rat Snake" karena warnanya yang cerah dan corak yang indah. Ular ini adalah spesies yang jinak dan populer sebagai hewan peliharaan. Sering disebut "red rat snake", spesies jinak ini adalah hewan peliharaan populer.
Ular Corn Snake dikenal karena sifatnya yang tenang dan tidak agresif, menjadikannya pilihan yang baik bagi pemula dalam memelihara ular. Mereka aktif berburu di malam hari, meskipun kadang terlihat di siang hari. Spesies jinak ini adalah hewan peliharaan populer.
Sebagai salah satu jenis ular pemakan tikus, Corn Snake sangat efisien dalam mengendalikan hama pengerat. Kemampuannya memangsa tikus dan mencit menjadikannya aset berharga dalam ekosistem dan bahkan di lingkungan pertanian. Ini adalah kontrol yang bermanfaat untuk hama pengerat.
9. Ular Aesculapian (Zamenis longissimus)
Ular Aesculapian (Zamenis longissimus) adalah ular tidak berbisa yang ditemukan di Eropa. Ular ini memiliki tubuh ramping dan elegan, seringkali berwarna cokelat atau zaitun. Ini adalah ular tidak berbisa yang ditemukan di Eropa.
Ular Aesculapian adalah spesies diurnal (aktif di siang hari) dan cenderung pemalu. Mereka sering ditemukan di hutan, semak belukar, dan area berbatu, serta kadang di dekat pemukiman manusia. Ular ini memangsa hewan pengerat.
Ular ini berperan penting dalam mengendalikan populasi hama tikus di Eropa. Ular Aesculapian juga memiliki nilai sejarah dalam mitologi Yunani, di mana ia dikaitkan dengan dewa penyembuhan Asklepios.
10. Ular Gopher Snake (Pituophis catenifer)
Ular Gopher Snake (Pituophis catenifer) adalah ular tidak berbisa yang berasal dari Amerika Utara. Ular ini seringkali memiliki penampilan yang mirip dengan ular derik, namun tidak memiliki bisa. Ular gopher adalah ular pemakan tikus lain yang bermanfaat bagi petani.
Ular Gopher Snake memiliki perilaku defensif yang unik; mereka bisa mendesis keras dan memipihkan kepala untuk menakut-nakuti predator. Mereka adalah pemburu aktif yang menjelajahi liang-liang tikus untuk mencari mangsa. Dikenal sebagai sahabat petani, ia memangsa hewan pengerat yang dapat merusak tanaman.
Ular ini dijuluki "sahabat petani" di Amerika karena kemampuannya memangsa tikus gopher dan hewan pengerat lain yang merusak tanaman. Perannya sangat vital dalam melindungi hasil pertanian dari hama. Ular ini memangsa hewan pengerat yang dapat merusak tanaman.
Mengapa Ular-Ular Ini Tidak Boleh Dibunuh?
Meskipun seringkali menimbulkan ketakutan, banyak jenis ular pemakan tikus yang justru membawa manfaat besar bagi lingkungan dan manusia. Membunuh ular-ular ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menghilangkan predator alami hama yang sangat efektif.
- Pengendali Hama Alami: Ular-ular ini adalah predator alami tikus dan hama pengerat lainnya. Kehadiran mereka secara signifikan mengurangi populasi hama yang dapat merusak tanaman pertanian dan menyimpan penyakit. Dengan adanya ular, petani dapat mengurangi ketergantungan pada racun tikus yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Ular akan menjadi predator alami yang bisa memakan tikus-tikus sawah, sehingga hasil panen petani pun bisa maksimal.
- Penyeimbang Ekosistem: Ular pemakan tikus memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka mencegah ledakan populasi tikus yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan penyebaran penyakit. Tanpa predator alami ini, populasi hama bisa tidak terkendali. Ular tikus memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi tikus dan hama lainnya, sehingga sering dianggap sebagai sahabat petani.
- Ramah Lingkungan: Mengandalkan ular sebagai pengendali hama adalah solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini mengurangi penggunaan pestisida dan rodentisida kimia yang dapat mencemari tanah, air, dan membahayakan satwa liar lainnya. Pengendalian populasi hama menggunakan ular lebih alami dan mendorong keseimbangan ekosistem dengan kontrol yang baik.
- Umumnya Tidak Berbahaya: Mayoritas ular dalam daftar ini, termasuk Ular Koros, Jali, Lanang Sapi, dan Sowo Kopi, tidak berbisa dan gigitannya tidak mematikan bagi manusia. Mereka cenderung menghindari konfrontasi dan hanya akan menggigit jika merasa terancam atau terprovokasi. Mayoritas jenis ular tikus tidak berbisa, dan gigitannya tidak berbahaya bagi manusia.
Membunuh ular-ular ini bukan hanya tindakan yang tidak perlu, tetapi juga merugikan diri sendiri dan lingkungan. Edukasi dan sosialisasi mengenai peran penting ular dalam ekosistem sangat diperlukan untuk mengubah stigma negatif masyarakat.
FAQ
Q: Apakah semua ular pemakan tikus tidak berbisa?
A: Sebagian besar jenis ular pemakan tikus, terutama yang dikenal sebagai rat snake, tidak memiliki bisa yang berbahaya bagi manusia. Namun, penting untuk selalu waspada dan tidak menangani ular liar tanpa pengetahuan yang memadai.
Q: Bagaimana cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa?
A: Tidak ada patokan mutlak, tetapi secara umum, ular tikus seringkali memiliki pupil mata bulat, bentuk kepala yang tidak terlalu segitiga mencolok, dan tidak memiliki taring besar yang jelas. Cara teraman adalah dengan tidak mengganggu ular liar dan menjaga jarak.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika menemukan ular ini di rumah?
A: Jangan panik dan jangan mencoba membunuh ular tersebut. Jika ular tidak berbisa dan tidak agresif seperti Ular Koros, Anda bisa mencoba mengusirnya perlahan dengan sapu atau kayu. Jika Anda tidak yakin atau merasa tidak nyaman, hubungi pemadam kebakaran atau layanan penanganan satwa liar setempat untuk mengamankannya.
Q: Bisakah ular-ular ini dipelihara?
A: Beberapa jenis ular pemakan tikus, seperti Corn Snake dan Ular Koros, populer dipelihara karena sifatnya yang jinak dan tidak berbisa. Namun, pastikan untuk mempelajari kebutuhan spesifik ular tersebut dan memahami peraturan hukum terkait pemeliharaan satwa liar sebelum memutuskan untuk memelihara. Ular liar sebaiknya tetap berada di habitat aslinya.
Q: Mengapa petani perlu melestarikan ular pemakan tikus?
A: Petani perlu melestarikan jenis ular pemakan tikus karena mereka adalah solusi alami dan gratis untuk mengendalikan hama tikus yang dapat merusak hasil panen secara signifikan. Ular membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan mengurangi kebutuhan akan pestisida kimia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)