Liputan6.com, Jakarta Jenis ular kecil yang aman bagi manusia penting untuk dikenali agar kepanikan dapat dihindari ketika melihat ular di sekitar rumah. Tidak semua ular bersifat agresif atau berbisa; beberapa justru jinak, tidak berbahaya, dan berperan menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa serangga atau hewan kecil lainnya.
Memahami ciri tubuh, warna, dan perilaku ular jinak membantu kita bersikap lebih bijak tanpa merugikan hewan tersebut. Artikel ini menyajikan daftar 10 jenis ular kecil yang aman, mudah dikenali, serta memberi manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.
1. Ular Kawat (Indotyphlops braminus)
Ular kawat dikenal sebagai salah satu spesies ular terkecil di dunia karena tubuhnya yang sangat mungil hingga menyerupai cacing tanah. Teksturnya licin dengan warna gelap metalik membuatnya sering tidak disadari keberadaannya. Mereka biasanya hidup di bawah tanah, di balik pot bunga, atau di sela tanah basah yang kaya serangga kecil.
Jenis ular ini tidak berbisa dan tidak mampu menggigit manusia karena mulutnya sangat kecil. Karena itu, ular kawat termasuk jenis yang paling aman ditemukan di lingkungan rumah. Bahkan jika disentuh, ular ini tidak akan memberikan reaksi berbahaya karena perilakunya yang pasif dan cenderung menghindar.
Kehadiran ular kawat justru bermanfaat karena mereka memakan rayap, semut, dan larva kecil yang sering menjadi hama. Dengan ukurannya yang sangat kecil dan sifatnya yang tenang, ular ini dianggap reptil ramah manusia dan aman dibiarkan hidup di pekarangan.
2. Ular Lidi (Liopeltis tricolor)
Ular lidi memiliki tubuh yang sangat ramping, panjang, dan ringan sehingga gerakannya tampak lincah di antara dedaunan atau rerumputan. Kemunculannya sering membuat orang terkejut karena ia bergerak cepat, namun sebenarnya ular ini sangat jinak dan mudah dikenali sebagai jenis yang tidak berbahaya.
Meskipun terlihat gesit, ular lidi tidak berbisa dan sangat jarang menggigit manusia. Jika disentuh atau terdesak, ia lebih memilih melarikan diri daripada melakukan serangan. Ukurannya yang kecil membuatnya semakin mudah dibedakan dari ular yang berpotensi berbahaya.
Dalam ekosistem rumah, ular lidi berperan penting sebagai pemangsa alami serangga seperti belalang, jangkrik, atau kecoa. Karena sifatnya yang tidak agresif dan manfaat ekologisnya, ular ini termasuk salah satu spesies yang sebaiknya tidak perlu ditakuti.
3. Ular Rumput Hijau (Opheodrys aestivus)
Ular rumput hijau memiliki warna hijau cerah yang menyatu dengan dedaunan sehingga sulit terlihat. Warna tubuhnya yang lembut membuatnya menjadi salah satu jenis ular kecil yang sangat indah sekaligus tidak mengganggu keberadaan manusia. Spesies ini lebih suka bersembunyi di pepohonan atau semak.
Ular ini tidak berbisa dan memiliki sifat pemalu. Ketika merasa terganggu, mereka akan langsung menjauh dan tidak pernah mengambil sikap menyerang. Karena perilakunya yang menghindar, manusia sangat jarang bersentuhan langsung dengan ular ini.
Makanan utamanya berupa serangga kecil, kumbang, dan laba-laba, sehingga sangat bermanfaat dalam menjaga kebun tetap sehat. Ular rumput hijau tidak merusak tanaman dan tidak mengganggu manusia sehingga aman hidup berdampingan di halaman rumah.
4. Ular Siput (Pareas carinatus)
Ular siput dikenal sebagai pemakan moluska seperti siput dan bekicot yang sering merusak tanaman. Ukurannya yang kecil serta kebiasaannya bergerak lambat membuat ular ini tampak tidak mengancam. Bahkan, banyak orang tidak menyadari keberadaannya meskipun ular ini hidup di sekitar pekarangan.
Jenis ular ini tidak berbisa dan memiliki perilaku yang sangat tenang. Mereka jarang menggigit dan hampir tidak pernah agresif, menjadikannya salah satu spesies aman bagi keluarga. Karena hidup di area dengan kelembapan tinggi, ular siput sering ditemukan di kebun rumahan.
Manfaat ekologisnya besar karena ia membantu mengendalikan populasi siput—hama yang dapat merusak daun tanaman. Kehadirannya justru membantu menjaga kesehatan tanaman tanpa memberikan risiko kepada manusia.
5. Ular Karung / Kepala Dua (Cylindrophis ruffus)
Ular karung memiliki tubuh bulat dan pendek dengan ekor yang menyerupai kepala. Ciri unik ini membuat masyarakat sering salah paham, padahal ular ini termasuk sangat jinak dan tidak berbisa. Warna tubuhnya yang gelap dan kebiasaan bersembunyi di bawah tanah membuatnya jarang terlihat.
Spesies ini lebih suka menghindar daripada berkonfrontasi. Ketika merasa terganggu, ia biasanya menggulung tubuhnya dan tetap diam. Ular karung tidak memiliki bisa dan jarang melakukan gigitan pada manusia, sehingga aman ditemui di lingkungan rumah.
Ular karung memakan cacing tanah, larva, dan hewan kecil lainnya sehingga membantu mengatur ekosistem mikro di tanah pekarangan. Dengan sifatnya yang tenang, ular ini sering dianggap reptil pemula yang aman dipelihara.
6. Ular Cincin Leher (Diadophis punctatus)
Ular cincin leher memiliki tanda cincin berwarna kuning atau oranye di bagian belakang lehernya. Identifikasi visual ini memudahkan masyarakat mengenalinya sebagai ular kecil dan jinak. Tubuhnya yang mungil serta gerakannya yang lembut membuatnya terlihat tidak mengancam.
Spesies ini tidak agresif dan tidak berbisa. Mereka lebih sering bersembunyi di bawah batu atau dedaunan lembap dan makanannya terdiri dari cacing tanah, larva, serta serangga kecil. Karena sifatnya yang pasif, ular ini sangat jarang bertemu manusia secara langsung.
Banyak pemula memelihara ular cincin leher karena ukurannya kecil dan perawatannya mudah. Mereka tidak memerlukan kandang besar dan memiliki perilaku yang aman sehingga cocok untuk orang yang baru mengenal reptil jinak.
7. Ular Cincin Emas (Dendrelaphis pictus)
Ular cincin emas memiliki garis keemasan khas di sisi tubuhnya sehingga mudah dibedakan dari ular lainnya. Kemampuannya memanjat membuatnya sering ditemukan di pepohonan, pagar, atau tanaman rambat di sekitar rumah. Meski gesit, ular ini tidak berbahaya bagi manusia.
Ketika bertemu manusia, ular cincin emas akan langsung menghindar dan tidak menunjukkan tanda agresi. Ia tidak berbisa dan hanya menggunakan kecepatan untuk melarikan diri dari ancaman. Karena sifatnya yang pemalu, ular ini aman ditemui di sekitar halaman.
Sebagai pemakan katak kecil dan serangga, ular cincin emas memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem rumah. Mereka membantu menekan populasi hama tanpa mengganggu kehidupan manusia.
8. Ular Tikus (Ptyas mucosa)
Ular tikus merupakan salah satu jenis ular yang paling sering muncul di area permukiman karena makanannya memang berupa tikus. Meskipun ukurannya bisa lebih besar dari jenis lain dalam daftar ini, ular tikus tetap tidak berbisa dan cenderung tidak agresif unless terprovokasi.
Saat bertemu manusia, ular tikus biasanya akan lari atau bersembunyi. Mereka sangat jarang menggigit dan tidak memiliki bisa yang membahayakan. Dengan perilaku yang menghindar, ular tikus merupakan salah satu spesies yang aman hidup berdampingan dengan manusia.
Sebagai predator alami tikus, ular ini sangat bermanfaat dalam mengendalikan hama rumah yang membawa penyakit. Keberadaannya dapat menekan populasi tikus tanpa perlu menggunakan racun kimia.
9. Ular Gadung (Ahaetulla prasina)
Ular gadung memiliki tubuh ramping dengan warna hijau terang yang membuatnya tampak seperti ranting atau daun. Kemampuannya berkamuflase sangat baik sehingga ia jarang terlihat meski hidup di sekitar tanaman pekarangan.
Meskipun memiliki bisa ringan, racunnya tidak berbahaya bagi manusia dan hanya bekerja pada mangsa kecil seperti kadal atau serangga. Ular gadung jarang menggigit kecuali benar-benar terganggu dan dipaksa bertahan.
Dengan sifatnya yang tenang, ular gadung tidak menimbulkan risiko bagi manusia. Interaksi langsung sangat jarang terjadi, dan ular ini lebih suka diam di antara ranting daripada bergerak mendekati manusia.
10. Ular Pasir Merah (Red Sand Boa)
Ular pasir merah memiliki tubuh pendek, tebal, dan pola tubuh yang membuat kepala serta ekornya tampak mirip. Ciri tersebut sering menimbulkan kesan unik dan menarik, namun ular ini terkenal jinak dan tidak berbahaya.
Perilakunya penyendiri dan lebih suka bersembunyi di tanah berpasir sehingga jarang terlihat meskipun tinggal di sekitar permukiman. Ketika merasa terancam, ular ini tidak menggigit tetapi cenderung diam atau masuk ke dalam tanah.
Sebagai pemakan tikus kecil, ular pasir merah membantu menjaga lingkungan rumah tetap aman dari hama. Karena sifatnya yang pasif dan perawatannya mudah, ular ini menjadi salah satu pilihan ideal untuk pemula.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah semua ular kecil aman bagi manusia?
Tidak semua ular kecil aman, karena beberapa spesies tetap memiliki bisa meskipun tubuhnya kecil. Namun banyak jenis ular kecil yang tidak berbisa, pemalu, dan tidak agresif sehingga tidak berbahaya selama tidak diganggu.
2. Bagaimana cara mengetahui ular tersebut berbisa atau tidak?
Beberapa ciri yang bisa diperhatikan adalah bentuk kepala, warna tubuh, perilaku, dan ukuran giginya. Namun identifikasi paling akurat tetap membutuhkan pengetahuan dasar reptil, sehingga sebaiknya berhati-hati jika tidak yakin.
3. Apakah ular kecil cocok dipelihara oleh pemula?
Ya, beberapa jenis seperti ular kawat, ular karung, dan ular cincin leher sangat cocok untuk pemula. Mereka memiliki perilaku tenang, tidak berbisa, dan perawatannya sederhana sehingga aman untuk orang yang baru belajar memelihara reptil.
4. Apakah gigitan ular non-berbisa tetap berbahaya?
Gigitan ular non-berbisa umumnya hanya menimbulkan luka ringan tanpa efek racun. Meski begitu, tetap perlu dibersihkan untuk mencegah infeksi bakteri.
5. Mengapa ular kecil bisa bermanfaat di rumah?
Karena mereka membantu mengendalikan populasi hama seperti tikus, serangga, atau siput. Ular kecil menjaga keseimbangan ekosistem rumah tanpa menimbulkan risiko bagi manusia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)