Liputan6.com, Jakarta - Mencari peluang penghasilan tambahan di tengah kesibukan kerja jadi impian banyak karyawan. Salah satu opsi menarik adalah ternak yang bisa ditinggal kerja 8 jam, karena tetap bisa dijalankan meski memiliki rutinitas kantor.
Konsep usaha ternak sampingan ini berfokus pada jenis hewan yang perawatannya relatif mudah, tidak membutuhkan pengawasan terus-menerus, serta memiliki siklus panen yang cepat. Modal awal yang dibutuhkan pun cenderung terjangkau, sehingga cocok untuk pemula yang ingin mencoba peruntungan di dunia agribisnis.
Ini adalah cara cerdas untuk menambah pundi-pundi tanpa mengganggu rutinitas kantor. Artikel Liputan6.com ini akan membahas berbagai jenis ternak yang praktis, lengkap dengan kelebihan dan potensi keuntungan, mulai dari ikan hingga unggas, Jumat (10/4/2026).
1. Ikan Lele: Perawatan Mudah, Panen Cepat
Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha ternak paling populer dan sangat direkomendasikan bagi karyawan. Keunggulan lain dari ternak lele adalah fleksibilitas dalam penggunaan lahan. Lele dapat dipelihara di kolam terpal, kolam tanah, drum, atau bahkan ember, sehingga tidak memerlukan area yang luas.
Pemberian pakan pun cukup fleksibel, umumnya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum berangkat kerja dan malam hari setelah pulang kerja. Selain itu, siklus panen lele relatif singkat, sekitar 2-3 bulan, bahkan varietas lele mutiara bisa dipanen dalam waktu 50 hari saja.
Modal awal untuk memulai usaha ini juga tergolong kecil, berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1.000.000 untuk kolam terpal sederhana, bibit, dan pakan awal. Permintaan pasar terhadap ikan lele juga tinggi dan stabil, menjamin potensi keuntungan yang baik.
- Perawatan mudah dan daya tahan kuat.
- Tidak memerlukan lahan luas, bisa di kolam terpal atau ember.
- Pemberian pakan fleksibel (pagi dan malam).
- Siklus panen cepat (2-3 bulan, lele mutiara 50 hari).
- Modal awal terjangkau (Rp300.000-Rp1.000.000).
- Permintaan pasar stabil dan tinggi.
2. Burung Puyuh: Unggas Kecil dengan Produksi Telur Harian
Beternak burung puyuh menjadi opsi menarik berikutnya bagi karyawan karena perawatannya yang tidak rumit dan ukurannya yang kecil. Puyuh tidak memerlukan kandang luas, bahkan bisa dibuat bertingkat untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang.
Salah satu daya tarik utama burung puyuh adalah kemampuannya untuk cepat bertelur. Puyuh mulai berproduksi pada usia sekitar 35-50 hari, memungkinkan perputaran modal yang cepat dan pendapatan harian. Perawatan utamanya hanya berfokus pada kebersihan kandang serta ketersediaan pakan dan air yang cukup.
Telur puyuh memiliki permintaan yang stabil di pasaran, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri kuliner. Dengan manajemen yang baik, usaha ternak puyuh dapat memberikan pemasukan rutin tanpa menyita banyak waktu dari pekerjaan utama Anda.
- Ukuran kecil, tidak butuh kandang luas.
- Cepat bertelur (mulai usia 35-50 hari).
- Perawatan sederhana, fokus kebersihan kandang dan pakan.
- Permintaan telur stabil.
3. Kelinci: Ternak Jinak dengan Reproduksi Cepat
Karakteristik kelinci yang jinak dan perawatannya yang relatif sederhana menjadikannya pilihan menarik, terutama bagi pemula. Kelinci juga dikenal memiliki tingkat reproduksi yang cepat, mampu beranak 4-6 kali dalam setahun, sehingga potensi panennya besar.
Sama seperti puyuh, kelinci tidak membutuhkan lahan yang luas. Kandang kelinci dapat dirancang bertingkat untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang terbatas di pekarangan rumah. Pakan kelinci pun mudah didapat, seperti rumput dan sayuran sisa dapur, yang juga dapat menekan biaya operasional.
Selain dagingnya, kotoran kelinci juga memiliki nilai ekonomi sebagai pupuk organik. Kelinci pedaging siap panen dalam waktu sekitar 3-4 bulan, menawarkan siklus yang cukup cepat untuk perputaran modal dan keuntungan.
- Perawatan relatif sederhana dan karakter jinak.
- Reproduksi cepat (4-6 kali setahun).
- Lahan minimal, kandang bisa bertingkat.
- Pakan mudah didapat dan kotoran bernilai ekonomi.
- Panen cepat (3-4 bulan untuk pedaging).
4. Ayam Kampung: Daya Tahan Kuat dan Nilai Ekonomi Tinggi
Beternak ayam kampung juga merupakan pilihan usaha sampingan yang menjanjikan, terutama karena daya tahan tubuhnya yang kuat terhadap penyakit. Perawatannya tidak terlalu rumit, apalagi jika menggunakan sistem semi umbaran di pekarangan rumah, yang juga dapat membantu mengurangi biaya pakan.
Daging dan telur ayam kampung memiliki nilai ekonomi yang baik dan permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun. Usaha ini sangat fleksibel, dapat dijalankan sebagai sampingan atau bahkan dikembangkan menjadi usaha utama dengan manajemen yang baik.
Dengan perawatan yang tidak terlalu intensif dan potensi keuntungan yang menjanjikan, ayam kampung bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang stabil bagi karyawan.
- Daya tahan kuat terhadap penyakit.
- Perawatan tidak rumit, cocok sistem semi umbaran.
- Daging dan telur memiliki nilai ekonomi tinggi.
- Permintaan pasar stabil.
5. Jangkrik: Modal Kecil, Panen Kilat
Bagi yang mencari usaha ternak dengan modal sangat kecil dan siklus panen super cepat, jangkrik adalah jawabannya. Siklus hidup jangkrik yang singkat, sekitar 35-60 hari, memungkinkan panen dilakukan lebih cepat. Ini berarti perputaran modal dan keuntungan bisa didapatkan dalam waktu singkat.
Permintaan pasar terhadap jangkrik cukup stabil karena banyak dibutuhkan sebagai pakan untuk burung, ikan, dan reptil. Usaha ini sangat cocok bagi Anda yang ingin memulai bisnis sampingan dengan risiko minim dan potensi keuntungan yang cepat.
- Perawatan mudah dengan modal kecil.
- Siklus panen cepat (35-60 hari).
- Permintaan stabil sebagai pakan hewan lain.
6. Maggot BSF: Solusi Ramah Lingkungan dan Bernilai Jual
Maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah jenis ternak yang sangat ramah lingkungan dan minim perawatan, menjadikannya pilihan ideal untuk usaha sampingan. Pakan maggot berasal dari sampah dapur atau sisa makanan rumah tangga.
Ternak ini tidak memerlukan perawatan intensif dan dapat dijalankan di lahan terbatas. Maggot memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan tambahan bergizi untuk peternak ikan atau ayam, bahkan bisa diolah menjadi pupuk organik.
- Ramah lingkungan, pakan dari sampah dapur.
- Minim perawatan intensif.
- Bernilai jual tinggi sebagai pakan dan pupuk.
7. Ikan Nila: Mudah Dibudidayakan, Permintaan Pasar Tinggi
Ikan nila memiliki permintaan pasar yang tinggi dan mudah dibudidayakan di berbagai jenis kolam, termasuk kolam terpal atau beton. Ikan ini dikenal cepat tumbuh, dengan siklus budidaya yang relatif singkat, sekitar 4-6 bulan hingga siap panen. Perawatannya tidak terlalu rumit, sehingga cocok bagi karyawan yang memiliki waktu terbatas namun ingin mendapatkan keuntungan dari sektor perikanan.
- Permintaan pasar tinggi.
- Mudah dibudidayakan di berbagai jenis kolam.
- Cepat tumbuh, siklus budidaya singkat (4-6 bulan).
8. Ikan Hias (Guppy, Cupang): Modal Terjangkau, Pemasaran Digital
Bagi pecinta ikan, beternak ikan hias seperti guppy atau cupang bisa menjadi hobi yang menghasilkan. Modal awal untuk memulai usaha ini sangat terjangkau, sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000, sehingga cocok untuk pemula.
Usaha ini tidak memerlukan lahan luas, bahkan bisa dilakukan di dalam rumah menggunakan akuarium atau toples kecil. Pemasaran ikan hias juga relatif mudah, dapat dilakukan melalui media sosial tanpa perlu toko fisik. Ikan hias umumnya siap jual dalam waktu sekitar 3-4 bulan, menawarkan perputaran modal yang cukup cepat.
- Modal awal terjangkau (Rp100.000-Rp300.000).
- Lahan minimal, bisa di dalam rumah.
- Pemasaran mudah via media sosial.
- Siklus panen cepat (3-4 bulan).
9. Lebah Madu: Minim Pengawasan, Produk Bernilai Tinggi
Budidaya lebah madu tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dilakukan di rumah, bahkan di pekarangan kecil. Salah satu kelebihan utamanya adalah minimnya pengawasan harian yang diperlukan. Meskipun demikian, penting untuk memahami seluk-beluk manajemen koloni lebah. Madu adalah produk pangan sehat dengan permintaan yang cukup tinggi di pasaran.
- Tidak butuh lahan luas, bisa di rumah.
- Minim pengawasan harian.
- Madu memiliki permintaan tinggi.
10. Domba/Kambing: Perawatan Sederhana, Potensi Sistem Titip
Meskipun terkesan membutuhkan lahan dan waktu yang besar, beternak domba atau kambing juga bisa menjadi alternatif usaha sampingan yang menguntungkan. Kebutuhan pakan dan perawatannya cukup sederhana, dan hewan ini dapat dipelihara dalam skala kecil.
Produk utama seperti daging dan susu kambing/domba memiliki permintaan yang tinggi di pasar, terutama saat momen hari raya keagamaan. Beberapa sumber bahkan menyebutkan adanya sistem titip ternak kambing, yang dapat mengurangi pengawasan langsung dari pemilik, menjadikannya lebih fleksibel bagi karyawan.
Dengan manajemen yang tepat, beternak domba atau kambing dapat memberikan keuntungan signifikan tanpa harus menyita seluruh waktu Anda.
- Perawatan cukup sederhana.
- Permintaan daging dan susu tinggi.
- Potensi sistem titip untuk mengurangi pengawasan.
FAQ
Ternak apa saja yang cocok untuk karyawan yang bekerja 8 jam sehari?
Beberapa jenis ternak yang cocok untuk karyawan dengan jam kerja 8 jam antara lain ikan lele, burung puyuh, kelinci, ayam kampung, jangkrik, maggot BSF, ikan nila, ikan hias, lebah madu, dan domba/kambing.
Mengapa ikan lele direkomendasikan sebagai ternak sampingan?
Ikan lele direkomendasikan karena mudah dipelihara, tidak butuh lahan luas, pakan fleksibel, siklus panen cepat (2-3 bulan), modal terjangkau, dan permintaan pasar stabil.
Apakah beternak maggot BSF ramah lingkungan?
Ya, beternak maggot BSF sangat ramah lingkungan karena pakannya berasal dari sampah dapur atau sisa makanan rumah tangga dan tidak memerlukan perawatan intensif, serta membantu mengurangi limbah organik.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ikan hias?
Modal awal untuk ternak ikan hias seperti guppy dan cupang sangat terjangkau, sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557004/original/023481000_1776315347-cov_edib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556832/original/084733800_1776309044-Gemini_Generated_Image_9qgnza9qgnza9qgn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543525/original/042673300_1775027918-8e1483d1-9a74-405f-8db4-23c8a042f5c0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550134/original/052762500_1775638056-sambal_teri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556524/original/067179100_1776250838-bantaran_sungai_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556958/original/051428400_1776312704-18dd8b15-31fe-45be-bffa-3c3ee765c0c3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556980/original/079409800_1776313873-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556932/original/067847100_1776311984-Ide_Usaha_Frozen_Food_di_Kontrakan_Sempit_Tanpa_Freezer_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556922/original/039914900_1776311583-Bakso_Frozen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556959/original/008256500_1776312817-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556915/original/006024200_1776311393-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556865/original/084360700_1776310065-unnamed__25_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556914/original/086860500_1776311262-Gemini_Generated_Image_l6roel6roel6roel.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4525489/original/064634800_1691119496-asian-girl-sitting-living-room-with-laptop-woman-watching-videos-computer-home-relaxing-wit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556850/original/004107300_1776309482-11b6c08a-28b9-4ea4-a338-d13fd81e0613.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556835/original/049165300_1776309078-Desain_Rumah_Tipe_36_di_Desa_yang_Nyaman_untuk_Pasangan_Baru_dengan_Budget_Terbatas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556507/original/070681800_1776249311-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556810/original/088508000_1776307616-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556795/original/057026100_1776306643-Gemini_Generated_Image_6sn5d96sn5d96sn5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)