10 Jenis Buah yang Bisa Ditanam di Pot, dari Stroberi hingga Jeruk Mini

1 week ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menanam buah sendiri di rumah kini tidak lagi terbatas oleh luas lahan. Bahkan dengan area terbatas seperti teras, balkon, atau sudut halaman kecil, Anda tetap bisa menikmati hasil panen buah segar dengan memanfaatkan pot sebagai media tanam. Tren menanam buah di pot semakin digemari karena praktis, mudah dipindahkan, dan bisa menjadi elemen dekoratif yang mempercantik rumah. Selain itu, menanam buah sendiri juga memberi kepuasan tersendiri serta memastikan buah yang dikonsumsi lebih sehat dan bebas pestisida.

Berbagai jenis buah kini bisa ditanam di pot, mulai dari stroberi yang manis dan kecil, hingga jeruk mini yang segar dan aromatik. Pemilihan jenis buah yang tepat sangat penting agar tanaman bisa tumbuh subur meski di ruang terbatas. Artikel ini akan membahas 10 jenis buah yang ideal untuk ditanam di pot, lengkap dengan tips perawatan agar tetap produktif dan mudah dirawat, sehingga Anda bisa mulai membuat kebun buah mini di rumah tanpa repot.

1. Stroberi: Buah Mungil yang Produktif di Pot

Stroberi adalah salah satu buah yang paling mudah ditanam dalam pot dan sangat produktif. Tanaman ini memiliki struktur akar yang dangkal, sehingga sangat cocok untuk ditanam di berbagai jenis pot, termasuk pot gantung atau pot khusus stroberi yang memiliki banyak lubang di sisinya. Pastikan pot memiliki drainase yang memadai, dengan diameter yang disarankan antara 7-20 cm.

Untuk media tanam, gunakan campuran tanah pot yang longgar dan liat, mampu menahan kelembapan namun cepat mengalirkan kelebihan air. Campuran tanah humus, sekam padi mati (kasar), dan pupuk kandang juga bisa digunakan untuk hasil optimal. Stroberi membutuhkan sinar matahari penuh, setidaknya delapan hingga 12 jam setiap hari, untuk memastikan banyak bunga dan buah. Penting untuk memutar pot setiap tiga hingga empat hari jika sinar matahari hanya datang dari satu arah, agar tanaman tumbuh merata.

Penyiraman rutin sangat krusial karena stroberi sensitif terhadap ketersediaan air; siram media tanam hingga lembap dan jaga kelembaban tanah. Pemupukan juga harus dilakukan secara teratur dan kontinyu. Lakukan pemangkasan tunas awal agar energi tanaman lebih fokus pada pembentukan buah, serta pangkas sulur (stolon) yang tumbuh menggunakan gunting atau pisau tajam yang bersih agar tidak menghambat pembuahan. Lindungi tanaman dari hama seperti serangga, burung, dan hewan pengerat dengan jaring atau pagar. Stroberi dapat dipanen setelah berumur 2 bulan atau kurang, dengan ciri daging buah kenyal dan empuk, serta kulit buah berwarna merah muda atau merah tua.

2. Jeruk Mini: Kesegaran di Halaman Rumah

Hampir semua varietas tanaman jeruk, termasuk lemon dan jeruk nipis, dapat tumbuh dengan baik di pot, menjadikannya pilihan ideal bagi yang tidak memiliki lahan luas. Pilih pot berukuran besar, minimal diameter 40 cm dan kedalaman 50 cm, untuk memberi ruang pada akar dan pastikan memiliki banyak lubang drainase untuk mencegah genangan air.

Media tanam yang baik bisa berupa campuran tanah, arang sekam, dan humus dengan perbandingan 1:1:1, atau campuran tanah gembur, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Tambahkan pupuk kandang atau sekam bakar untuk meningkatkan kesuburan tanah. Letakkan tanaman jeruk di tempat yang cerah dan terkena sinar matahari langsung, karena ini akan mempercepat proses pembungaan dan pembuahan.

Penyiraman harus dilakukan secara hati-hati; biarkan tanah di sekitar pohon mengering terlebih dahulu sebelum disiram kembali, karena penyiraman berlebihan dapat menyebabkan pembusukan akar, sementara kekurangan air dapat membuat daun dan bunga rontok. Pohon lemon membutuhkan banyak nutrisi, jadi berikan pupuk dan nutrisi khusus pohon jeruk secara teratur. Lakukan pemangkasan untuk merangsang pembentukan buah. Jeruk dalam pot biasanya bisa mulai berbuah setelah 1-2 tahun, dengan buah siap panen ketika kulitnya berwarna kuning terang dan memiliki aroma segar.

3. Blueberry: Buah Asam Manis yang Tumbuh Subur

Blueberry dapat ditanam dengan mudah di dalam pot, meskipun identik dengan buah subtropis, asalkan mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Pilih pot dengan kedalaman minimal 45 cm dan diameter minimal 40 cm, serta pastikan memiliki lubang drainase yang memadai.

Blueberry membutuhkan tanah yang asam dengan pH antara 4 hingga 4,8. Anda bisa mencampurkan tanah biasa dengan tanah asam atau menggunakan pupuk khusus untuk tanaman yang menyukai asam. Untuk menjaga keasaman, siram dengan campuran 1 sendok makan cuka dengan 5 liter air atau taburkan bubuk kopi. Tempatkan pot di area yang terkena sinar matahari penuh.

Lakukan penyiraman secara teratur agar tanah tetap lembap, namun hindari genangan air. Pemupukan dilakukan dua kali selama masa pertumbuhan dengan dosis 2 ons NPK 12-4-8, dengan jarak sekitar 30 cm melingkar dari pangkal batang. Jika daun menguning, berikan 1 ons amonia sulfat. Disarankan menanam dua varietas blueberry yang berbeda untuk penyerbukan silang yang optimal. Lindungi tanaman dari hama seperti burung dengan jaring. Buah blueberry bisa dipanen setelah dua hingga empat bulan setelah berbunga, dan tanaman ini dapat terus menghasilkan buah hingga bertahun-tahun.

4. Nanas Mini: Panen Cepat Tanpa Lahan Luas

Nanas mini atau varietas dwarf sangat ideal untuk ditanam dalam pot karena ukurannya yang kecil dan pertumbuhannya tidak terlalu besar. Gunakan pot dengan diameter 25–35 cm dan pastikan ada lubang drainase yang cukup agar air tidak menggenang di dasar pot. Media tanam terbaik adalah campuran tanah humus, sekam, dan pupuk kandang yang dicampur rata agar akar tetap gembur dan kelembapan terjaga.

Tanaman nanas mini membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6–8 jam sehari agar daun dan buah berkembang optimal. Penyiraman dilakukan secara rutin dengan menjaga media tetap lembap tapi tidak tergenang air. Pemupukan menggunakan pupuk NPK atau pupuk organik cair dilakukan setiap 2–3 minggu untuk merangsang pertumbuhan daun dan buah. 

Pemangkasan hanya dilakukan pada daun kering atau rusak agar energi tanaman fokus ke pembentukan buah. Lindungi tanaman dari hama seperti kutu daun, ulat, dan burung menggunakan jaring pelindung atau pestisida organik. Nanas mini biasanya bisa dipanen setelah 12–18 bulan, dengan ciri buah matang berwarna kuning cerah dan beraroma manis.

5. Anggur: Tanaman Hias yang Menghasilkan Buah

Menanam anggur dalam pot adalah solusi ideal bagi penghobi tanaman yang ingin menikmati buah anggur segar tanpa memerlukan lahan luas. Anggur dalam pot juga dapat menjadi tanaman hias yang menarik. Gunakan pot besar dengan diameter minimal 40 cm dan kedalaman minimal 50 cm untuk memberi ruang pada akar, serta pastikan memiliki lubang drainase yang cukup. Pot tanah liat disarankan karena memiliki pori-pori yang baik untuk penyerapan air dan mencegah akar kering atau terlalu lembap.

Campurkan tanah subur, pupuk kandang atau kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Media tanam harus gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Campuran tanah merah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2 juga bisa digunakan. Tempatkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari penuh, sekitar 8 jam per hari, karena anggur membutuhkan cahaya matahari langsung untuk tumbuh subur. Siram dengan air sampai media tanam lembap.

Kebutuhan unsur hara makro dan mikro bisa tercukupi dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 2-3 sendok makan dalam 10 liter media tanam; lakukan pemupukan berimbang. Pasang penyangga atau tiang penopang (ajir) pada pot untuk membantu anggur merambat, ini membantu tanaman tumbuh tegak dan merambat dengan mudah. Lakukan pangkas ranting tanaman anggur secara berkala. Pilih bibit anggur unggul yang sudah memiliki batang keras dan sehat, bisa dari stek atau bibit yang sudah berakar. Bibit hasil sambung/okulasi lebih aman dan cepat berbuah.

6. Delima: Buah Eksotis yang Tahan Dingin

Delima adalah tanaman buah yang mudah ditumbuhkan dalam pot karena memiliki sistem perakaran yang pendek dan juga tahan terhadap dingin. Ukuran pot harus disesuaikan dengan ukuran bibit, dan pot harus memiliki lubang drainase serta sebaiknya memiliki kaki atau alas.

Media tanam sebaiknya terbuat dari campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Alternatif lain adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:2:1, atau tanah, serbuk gergaji, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari, terutama sinar matahari pagi, karena delima membutuhkan sinar matahari penuh untuk berbuah secara rutin.

Siram tiap pagi dan sore hari, serta lakukan pemupukan secara teratur. Bibit delima bisa diperoleh dari biji, stek batang, tunas, atau cangkok. Untuk panen lebih cepat, disarankan menggunakan teknik cangkok batang. Varietas kerdil "Nana" adalah jenis terbaik untuk ditanam di pot.

Pangkas ranting yang mati atau rusak pada musim semi. Jika ditanam di pot, pemangkasan dan pembentukan lebih sering diperlukan untuk menjaga ukuran dan bentuk. Buah delima yang telah matang ditandai dengan keretakan kulit buahnya atau telah berwarna kuning pada pangkalnya, dan bisa dipanen pada umur 2-3 tahun.

7. Jeruk Nipis: Buah Tropis yang Mudah Dirawat

Jeruk nipis sangat cocok untuk ditanam di pot karena ukuran tanaman yang kompak dan produktivitasnya tetap tinggi meski di ruang terbatas. Gunakan pot berdiameter 30–40 cm dengan drainase memadai. Media tanam ideal adalah campuran tanah, sekam, dan kompos agar akar tetap gembur, kelembapan terjaga, dan nutrisi tercukupi.

Tanaman jeruk nipis membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6 jam per hari agar bunga dan buah terbentuk maksimal. Penyiraman harus teratur, cukup untuk menjaga tanah tetap lembap tanpa menggenang. Pemupukan dilakukan setiap 2–3 minggu dengan pupuk NPK atau pupuk organik agar tanaman subur. 

Pemangkasan cabang tua dan daun mati penting untuk menjaga bentuk dan fokus energi pada buah. Lindungi dari hama seperti kutu daun, ulat, dan burung menggunakan jaring pelindung atau insektisida alami. Jeruk nipis biasanya mulai berbuah dalam 8–12 bulan dengan buah berwarna hijau cerah dan rasa asam segar.

8. Markisa: Tanaman Merambat dengan Buah Segar

Markisa adalah tanaman merambat yang dapat ditanam dalam pot besar dengan penyangga yang kokoh, menjadikannya pilihan menarik untuk kebun mini Anda. Pastikan pot yang digunakan berukuran besar dan memiliki drainase yang baik.

Markisa membutuhkan tanah yang kaya bahan organik untuk tumbuh subur. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari penuh agar dapat berbuah optimal. Sirami tanaman secara rutin dan jangan biarkan tanah tergenang air agar akarnya tidak busuk.

Karena merupakan tanaman merambat, sediakan teralis atau penyangga yang kokoh agar tanaman dapat tumbuh menjalar dengan baik. Markisa dapat mulai berbuah dalam waktu satu tahun setelah ditanam, atau sekitar 6-9 bulan, memberikan Anda panen buah segar yang memuaskan.

9. Persik Kerdil: Buah Manis dari Pot

Varietas persik kerdil sangat cocok untuk ditanam dalam pot karena ukurannya yang tidak terlalu besar, memungkinkan Anda menikmati buah persik segar di rumah. Gunakan pot berukuran besar dengan drainase yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar.

Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik dan kaya nutrisi untuk menunjang perkembangan tanaman. Persik membutuhkan sinar matahari penuh agar buahnya matang sempurna. Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau, untuk menjaga kelembaban tanah.

Berikan pupuk secara berkala untuk mendukung pertumbuhan dan pembuahan yang optimal. Varietas seperti 'Pix Zee' hanya tumbuh setinggi 1,5 hingga 1,8 meter dan sangat ideal untuk ditanam dalam pot, menjadikannya pilihan praktis bagi para penghobi berkebun.

10. Tomat Buah (Tomat Ceri): Panen di Halaman Sempit

Tomat ceri sangat ideal ditanam di pot karena ukuran tanaman yang kecil dan pertumbuhan yang terkendali. Gunakan pot berdiameter 20–30 cm dengan drainase baik. Media tanam berupa campuran tanah gembur, sekam, dan pupuk kandang akan menjaga kelembapan dan kesuburan akar.

Tanaman tomat ceri membutuhkan sinar matahari penuh selama 6–8 jam per hari agar bunga cepat muncul dan buah matang optimal. Penyiraman harus konsisten agar media tetap lembap, terutama saat musim panas. Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu menggunakan pupuk NPK atau pupuk organik cair untuk mendorong pertumbuhan daun dan pembentukan buah. 

Pemangkasan daun tua atau cabang yang tidak produktif membantu energi tanaman fokus ke buah. Hama seperti ulat, kutu daun, dan burung bisa dikendalikan dengan jaring pelindung atau pestisida organik. Tomat ceri biasanya bisa dipanen 60–70 hari setelah tanam dengan buah merah cerah, manis, dan renyah.

Tips Perawatan Umum untuk Buah dalam Pot

Untuk memastikan tanaman buah Anda tumbuh subur dan berbuah lebat di pot, perhatikan beberapa tips perawatan umum berikut:

  • Pemilihan Bibit: Pilih bibit unggul dari varietas yang sesuai dengan iklim setempat dan berasal dari perbanyakan vegetatif (okulasi, stek, sambung) karena lebih cepat berbuah dan sifatnya sama dengan induknya. Usia bibit yang ideal adalah antara empat sampai enam bulan.
  • Media Tanam: Media tanam harus subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Campuran umum yang efektif adalah tanah, kompos, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1.
  • Sinar Matahari: Sebagian besar tanaman buah membutuhkan sinar matahari penuh untuk berbuah optimal. Pastikan lokasi pot mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
  • Penyiraman: Perhatikan jumlah air; tanah harus tetap lembap tetapi tidak tergenang. Penyiraman rutin sangat penting, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Berikan pupuk secara rutin dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, mendukung pertumbuhan, dan pembuahan.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan perawatan intensif untuk menghindari serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kualitas buah.
  • Repotting: Ganti pot sesuai dengan ukuran tanaman yang semakin besar (repotting) agar akar lebih leluasa tumbuh dan menyerap air serta nutrisi dengan optimal.
  • Pemangkasan: Pangkas daun atau ranting yang tidak produktif untuk mengarahkan energi tanaman ke pembentukan buah, serta menjaga bentuk dan kesehatan tanaman.
  • Alas Pot: Tambahkan alas di dasar pot untuk drainase yang lebih baik, mencegah genangan air yang bisa menyebabkan busuk akar.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apakah semua jenis buah bisa ditanam di pot?

Tidak semua, tetapi buah berukuran kecil atau varietas dwarf seperti stroberi, jeruk mini, mangga mini, dan melon mini sangat cocok untuk pot.

2. Seberapa besar pot yang ideal untuk menanam buah?

Ukuran pot tergantung jenis buah; umumnya diameter 20–50 cm, sedangkan tanaman merambat atau pohon kecil membutuhkan pot lebih besar agar akar bebas berkembang.

3. Media tanam apa yang terbaik untuk buah di pot?

Campuran tanah gembur, sekam, kompos, dan pupuk kandang sangat ideal karena menjaga kelembapan, nutrisi, dan aerasi akar.

4. Seberapa sering buah di pot perlu disiram dan dipupuk?

Penyiraman dilakukan rutin untuk menjaga tanah lembap, sementara pemupukan dilakukan setiap 2–3 minggu dengan pupuk NPK atau pupuk organik cair.

5. Bagaimana cara mengendalikan hama pada buah di pot?

Gunakan jaring pelindung, pestisida organik, atau insektisida alami, serta lakukan pemangkasan daun atau cabang yang rusak untuk mengurangi serangan hama.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |