Liputan6.com, Jakarta - Mewujudkan kebun sayur di rumah menjadi pilihan menarik bagi banyak orang. Salah satu dampak yang bisa dirasakan adalah,tersedianya pasokan sayuran segar yang bisa langsung dipetih, tanpa harus membeli di pasar atau toko swalayan. Kualitasnya pun terjaga serta organik, karena kita sendiri yang mengelolanya.
Meski sebenarnya mudah dilakukan, namun nyatanya masih banyak orang beranggapan bahwa berkebun memerlukan modal besar. Padahal ada cara untuk memulainya tanpa biaya, dan cukup hanya menyediakan lahan serta wadah bekas tak terpakai dari rumah.
Dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar, setiap orang dapat memiliki kebun sayur sendiri hingga bahkan bisa berperan dalam mengurangi limbah rumah tangga. Apakah Anda saat ini sedang mencari ide untuk berkebun sayur tanpa menguras kantong? Jika iya, artikel yang Liputan6 hadirkan berikut bisa jadi pegangan Anda untuk mulai menyulap area kosong menjadi lahan produktif di rumah, selengkapnya dihadirkan Jumat (26/12).
1. Menanam Kembali Sisa Sayuran Dapur
Menanam kembali sisa sayuran dari dapur merupakan metode efektif untuk memulai kebun sayur tanpa biaya. Teknik ini dikenal sebagai "regrow" dan semakin populer di kalangan masyarakat. Proses ini tidak memerlukan lahan luas, cukup menggunakan pot kecil atau gelas air di sudut dapur yang mendapatkan sinar matahari.
Beberapa jenis sayuran yang mudah ditanam kembali meliputi daun bawang, seledri, dan selada. Untuk daun bawang, cukup sisakan bagian akar dan rendam dalam air; daun baru akan tumbuh dalam beberapa hari. Bagian pangkal seledri juga dapat direndam dalam air hingga muncul tunas baru.
Menanam kembali sisa sayuran menghemat biaya belanja dan mengurangi limbah organik. Tanaman yang dihasilkan juga membantu menghasilkan oksigen dan menyerap polutan di dalam ruangan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
2. Kebun Vertikal dari Botol Plastik Bekas
Keterbatasan lahan di perkotaan dapat diatasi dengan membuat kebun vertikal menggunakan botol plastik bekas. Metode ini memungkinkan penanaman tanaman secara bertingkat, memanfaatkan ruang vertikal seperti dinding atau pagar. Penggunaan botol bekas juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik.
Untuk membuat kebun vertikal, botol plastik dibersihkan dan dipotong sesuai kebutuhan, kemudian disusun secara vertikal. Jenis tanaman sayuran seperti selada, bayam, dan sawi sangat cocok dibudidayakan dengan sistem ini. Bahkan, tanaman seperti tomat juga dapat ditanam dalam media ini.
Kebun vertikal tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga dapat menjadi elemen dekorasi yang menarik. Tanaman dalam kebun vertikal membantu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen, meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah.
3. Pot Tanam dari Karung Bekas atau Ban Bekas
Memanfaatkan karung bekas atau ban bekas sebagai wadah tanam merupakan solusi praktis untuk berkebun di rumah. Barang-barang ini seringkali dianggap limbah, namun dapat diubah menjadi pot tanam yang fungsional. Penggunaan wadah bekas ini mengurangi kebutuhan untuk membeli pot baru.
Karung bekas dapat diisi dengan media tanam dan digunakan untuk menanam sayuran berakar dangkal. Ban bekas juga dapat dimanfaatkan dengan cara menumpuknya atau mengisinya dengan tanah. Pastikan wadah memiliki drainase yang baik untuk mencegah genangan air.
Keunggulan penggunaan wadah bekas adalah fleksibilitas penempatannya. Pot dari karung atau ban dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, misalnya untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang optimal.
4. Kebun dengan Produksi Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga
Mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos adalah cara efektif untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Sampah organik, seperti sisa makanan dan kulit buah, merupakan komponen dominan dari timbulan sampah rumah tangga. Dengan membuat kompos, volume sampah yang dibuang dapat berkurang secara signifikan.
Proses pembuatan kompos melibatkan pencacahan sampah organik hingga berukuran kecil, kemudian mencampurnya dengan inokulan. Campuran ini kemudian diletakkan dalam wadah tertutup dan diaduk secara berkala. Kompos yang baik akan siap digunakan setelah 1-3 bulan.
Kompos berfungsi sebagai pupuk organik yang meningkatkan daya ikat tanah terhadap air. Penggunaan kompos juga membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menciptakan lingkungan berkebun yang lebih alami.
5. Kebun yang Dibuat dari Menanam dari Biji yang Dikumpulkan Sendiri
Memulai kebun sayur dengan biji yang dikumpulkan sendiri dari buah atau sayuran adalah metode tanpa modal yang praktis. Banyak buah dan sayuran memiliki biji yang dapat ditanam kembali. Pendekatan ini memungkinkan siklus penanaman yang berkelanjutan tanpa perlu membeli benih baru.
Prosesnya dimulai dengan membersihkan biji dari sisa daging buah, kemudian mengeringkannya. Setelah kering, biji dapat langsung disemai di media tanam yang sudah disiapkan. Beberapa biji mungkin memerlukan perlakuan khusus, namun sebagian besar dapat tumbuh dengan perawatan dasar.
Keuntungan dari metode ini adalah penghematan biaya benih dan kemampuan untuk menanam varietas yang cocok dengan kondisi lokal. Kegiatan mengumpulkan dan menanam biji sendiri memberikan kepuasan tersendiri.
6. Sistem Irigasi Tetes Sederhana dari Botol Air Mineral
Menghemat air dan memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang konsisten dapat dilakukan dengan membuat sistem irigasi tetes sederhana dari botol air mineral bekas. Sistem ini sangat berguna bagi individu yang memiliki jadwal padat. Pembuatan sistem ini tidak memerlukan biaya besar dan dapat menggunakan botol plastik bekas.
Untuk membuat sistem ini, botol plastik dilubangi pada bagian tutup atau sisinya, kemudian ditanam terbalik di dekat tanaman. Air akan menetes secara perlahan ke media tanam, memastikan kelembapan tanah terjaga tanpa pemborosan air.
Sistem irigasi tetes ini mengurangi frekuensi penyiraman manual dan mencegah tanah menjadi terlalu becek. Selain itu, penggunaan botol bekas juga merupakan bentuk daur ulang yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
7. Pemanfaatan Lahan Kosong di Sekitar Rumah
Setiap sudut lahan kosong di sekitar rumah memiliki potensi besar untuk diubah menjadi kebun sayur produktif. Seringkali, area-area ini terabaikan dan ditumbuhi rumput liar. Pemanfaatan lahan ini tidak memerlukan modal awal, hanya kreativitas dan kemauan.
Identifikasi area yang mendapatkan sinar matahari cukup, minimal 6 jam per hari. Lahan dapat dibersihkan dari gulma dan disiapkan dengan menggemburkan tanah, lalu menanam bibit atau biji sayuran yang sesuai. Untuk lahan yang sangat sempit, konsep kebun vertikal atau pot gantung dapat diterapkan.
Berkebun di lahan kosong tidak hanya menyediakan bahan pangan segar, tetapi juga meningkatkan estetika lingkungan rumah. Aktivitas ini dapat menjadi sarana rekreasi dan hiburan, serta membantu menjaga kelestarian lingkungan.
8. Menanam Tanaman Herbal dari Stek
Memperbanyak tanaman herbal dari stek batang adalah cara yang mudah untuk memiliki pasokan herbal segar di rumah. Banyak tanaman herbal dapat tumbuh dengan baik dari potongan batang. Metode ini tidak memerlukan pembelian benih, cukup memanfaatkan bagian tanaman yang sudah ada.
Proses stek melibatkan pemotongan batang tanaman herbal sepanjang 5-7 cm, kemudian meletakkannya dalam segelas air hingga tumbuh akar. Setelah akar muncul, stek dapat dipindahkan ke pot berisi tanah. Beberapa tanaman bahkan dapat langsung ditancapkan ke tanah.
Keunggulan metode stek adalah kecepatan pertumbuhan dan kemampuan untuk menghasilkan tanaman baru yang identik dengan induknya. Tanaman herbal yang ditanam dari stek cenderung lebih kuat dan memiliki aroma yang intens.
9. Pengendalian Hama Alami dengan Tanaman Pengusir Hama
Menjaga kebun sayur tetap sehat tanpa menggunakan pestisida kimia dapat dilakukan dengan menanam tanaman pengusir hama alami. Tanaman ini bekerja dengan menghasilkan senyawa kimia yang tidak disukai serangga. Pendekatan ini ramah lingkungan dan mendukung pertanian organik.
Beberapa tanaman yang dikenal efektif mengusir hama meliputi marigold, mint, dan basil. Marigold mengandung senyawa pyrethrin yang mampu membunuh serangga. Mint dengan kandungan mentholnya dapat mengusir semut dan kutu.
Menanam tanaman pengusir hama di sekitar sayuran menciptakan ekosistem kebun yang seimbang. Selain melindungi tanaman dari kerusakan, metode ini juga mengurangi risiko paparan bahan kimia berbahaya pada hasil panen.
10. Kebun Mini dengan Metode "Wick System" Sederhana
Metode "wick system" sederhana adalah solusi inovatif untuk berkebun di rumah. Sistem ini memungkinkan tanaman menyerap air dari reservoir melalui sumbu kain. Ini merupakan pilihan ideal bagi individu dengan keterbatasan waktu.
Pembuatan wick system dapat menggunakan botol plastik bekas sebagai reservoir air dan kain bekas sebagai sumbu. Botol diisi air dan diletakkan di bawah pot tanam, dengan sumbu kain yang menghubungkan air di botol ke media tanam di pot.
Air dalam reservoir dapat bertahan hingga 7-10 hari. Teknik ini sangat ramah pemula karena perawatannya minimal, cukup dengan memeriksa dan mengisi ulang reservoir air setiap seminggu sekali.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa saja manfaat berkebun di rumah?
A: Berkebun di rumah menghemat biaya belanja sayuran dan meningkatkan kesehatan.
Q: Sayuran apa yang mudah ditanam untuk pemula?
A: Sayuran seperti kangkung, bayam, dan selada mudah ditanam untuk pemula.
Q: Bagaimana cara membuat pupuk kompos sendiri?
A: Cacah sampah organik, campurkan dengan inokulan, dan aduk dalam wadah tertutup.
Q: Bisakah botol plastik bekas digunakan untuk berkebun?
A: Ya, botol plastik bekas dapat digunakan untuk kebun vertikal dan irigasi.
Q: Bagaimana cara mengusir hama tanaman secara alami?
A: Tanaman pengusir hama seperti marigold dan mint dapat digunakan untuk mengusir hama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4893618/original/006169100_1721185314-Ilustrasi_siswa__pelajar__murid_SMA__anak_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159488/original/006209100_1741745731-65d59cb5b0794.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469544/original/067348600_1768128903-MixCollage-11-Jan-2026-05-54-PM-5977.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469600/original/081360400_1768136809-Tanaman_Rombusa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469428/original/023729600_1768117136-lantai_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469376/original/030336900_1768114724-desain_akuaponik_untuk_lahan_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469391/original/094098600_1768115504-kacang_panjang__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469364/original/017262000_1768114044-desain_kandang_ayam_umbaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469342/original/053666500_1768110776-model_rambut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344665/original/065683900_1757490422-unnamed_-_2025-09-10T142534.077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469395/original/006062700_1768115539-kursi_sudut_kayu_minimalis_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469353/original/083176100_1768113103-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442146/original/005239100_1765528615-pexels-mart-production-7879922.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1412396/original/029145300_1479731755-starfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447508/original/022689800_1765957589-model_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469236/original/041610300_1768099822-ide_jualan_takjill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2797741/original/011422900_1557138527-20190506-Takjil-Benhil-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469228/original/090805300_1768099389-rice_cooker__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460345/original/082559300_1767245879-kebun_sayur_teras_teduh_4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)